LAMPUNG7COM | Bagi sebagian besar penampil, entah itu aktor, pemeran panggung maupun komedian, istilah ‘The show must go on’ pasti sudah tertanam dalam di benak mereka. Sehingga, terkadang, meski ada sesuatu yang salah, para penghibur itu secara refleks tetap akan melanjutkan penampilan mereka.

Apalagi jika penampilan tersebut dilakukan secara langsung oleh profesional. Pemikiran untuk menghentikan pertunjukan di tengah-tengah, untuk alasan apa pun, tampaknya tidak terpikirkan.

Kendati begitu, sentimen mengagumkan seperti itu terkadang bisa berujung fatal, seperti halnya kematian. Para pemain ini tetap melanjutkan penampilan mereka di panggung meski mereka tahu sedang dalam kondisi tidak sehat. Hingga dalam banyak kasus, detik-detik saat mereka tewas di panggung justru ditepuki penonton lantaran dianggap salah satu bagian dari pertunjukan.

Bagaimana saja kisahnya?

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO pada Rabu (11/5) memilih 5 kasus penampil yang tewas dengan pertunjukan tetap berlangsung.

1. ‘Jangan Membicarakanku ketika Aku Pergi’


November 1986, Edith Webster tampil dalam produksi ‘The Drunkard’ di teater komunitas di Maryland, Amerika Serikat (AS). Webster, yang saat itu berusia 60 tahun telah memainkan peran sebagai seorang nenek di drama itu. Selama delapan tahun pula, penonton sudah hafal dengan peran Webster tersebut.

Namun, tak pernah ada yang menyangka jika Webster mengembuskan napas terakhir tepat ketika ia baru rampung menyanyikan lagu andalannya ‘Please Don’t Talk About Me When I’m Gone’. Lagu itu jika diterjemahkan menjadi ‘Jangan membicarakanku ketika aku pergi’.

Ketika selesai menyanyikan itu, Webster terlihat pingsan di panggung. Karena karakternya memang seharusnya mati selama komedi musikal itu, penonton pun tidak sadar. Alhasil, saat Webster tak bergerak di atas lantai, 200 penonton yang melihat langsung tertawa terbahak-bahak dan bertepuk tangan. Tepukan bahkan tetap menggemuruh meski pemeran lain memanggil layanan darurat. Penonton percaya bahwa aksi memanggil bantuan adalah bagian naskah.

“Ada tepuk tangan yang luar biasa. Meski mendengar itu, bahwa dia meninggal,” ujar sutradara Richard Byrd, saat itu, seperti dilansir dari Los Angeles Times.

Terungkap Webster sebelumnya menderita serangan jantung saat tampil dan pada kesempatan itu ia melanjutkan pertunjukan. Kemungkinan pemain teater ini berpikir bisa melewati rasa sakitnya, dan tetap bermain seperti biasa. Sayangnya, pada hari itu, Webster memainkan peran untuk terakhir kalinya. Dan ketika layanan darurat tiba dan tirai diturunkan, penonton akhirnya mulai menyadari bahwa dia sudah meninggal.

2. Tommy Cooper, pelawak yang detik-detik kematiannya terekam dalam siaran langsung

@Popperfoto/Getty Images

Tommy Cooper dikenal sebagai komedian sekaligus pesulap legendaris asal Wales, Britania Raya. Selama di panggung hiburan, Cooper dikenang dengan aksinya yang kerap mengacaukan trik sulapnya sendiri. Sehingga, tak jarang, aksinya itu membuat para penggemarnya tertawa.

Pada tahun 1984, dia berada di puncak kariernya hingga berhasil menjadi headline sebuah variety show. Pada malam itu juga, tanggal 15 April 1984, Cooper menampilkan triknya di siaran TV langsung.

Cooper, yang bertubuh besar, dengan tinggi 191 cm, juga makin menjadi pusat perhatian di antara penonton. Malam itu, teater dilaporkan penuh sesak.

Seperti pesulap lainnya, Cooper kemudian mulai memakai jubah besarnya. Sementara Jimmy Tarbuck, pembawa acara, bersembunyi di balik tirai menunggu untuk memberikan alat peraga yang berbeda yang kemudian akan Cooper tarik dari dalam gaunnya.

Penonton pun terus terbahak-bahak sejak Cooper dipakaikan jubah oleh seorang asisten wanita. Wajahnya pucat, napasnya terengah-engah, tapi penonton tetap tertawa.

Hingga pada suatu momen, Cooper tersungkur ke lantai dan terdorong ke belakang tirai. Penonton pun masih tertawa terbahak-bahak, percaya komedian itu berpura-pura terkena serangan jantung sebagai bagian dari aktingnya. Begitu pula dengan asistennya yang tak sadar. Ia melihat Cooper sambil tersenyum simpul.

Namun, mereka yang berada di belakang panggung menyadari bahwa ada sesuatu yang salah. Para kru pun dengan cepat mencoba menarik tubuh Cooper kembali melalui tirai. Diputuskan oleh kru bahwa pertunjukan tetap dilanjutkan dengan menampilkan bintang-bintang lain. Sementara Cooper dibawa ke ruangan lain dengan para kru mencoba memberi pertolongan.

Tidak sampai jeda iklan kedua, paramedis memindahkan tubuhnya ke Rumah Sakit Westminster, di mana dia dinyatakan meninggal pada saat kedatangan.

Video serangan jantung Cooper di atas panggung telah diunggah ke berbagai situs berbagi video, termasuk YouTube.

3. Kematian Dick Shawn, komedian stand-up yang kerap nge-prank penontonnya

LA JOLLA LIGHT

Dick Shawn adalah seorang aktor dan komedian stand-up yang dikenal dengan komedi fisiknya yang maniak dan tak terduga. Selama hidup, Shawn begitu digandrungi hingga melakukan aksi komedi stand-up selama lebih dari 35 tahun di klub-klub malam di seluruh dunia.

Namun, tak jarang dalam penampilannya, aktor Amerika ini kerap mengerjai alias mengeprank penontonnya. Dia pun biasa bersembunyi di bawah apa yang tampak seperti tumpukan batu bata dan mengejutkan penonton saat masuk ke teater. Dan selama jeda, dia akan sering melakukan aksinya itu lagi.

Hingga pada tanggal 17 April 1987, Shawn berbicara kepada pendengarnya seolah-olah mereka adalah satu-satunya yang selamat dari perang nuklir.

“Kita bisa menciptakan kembali peradaban, di sini, di ruangan ini, dan saya akan menjadi pemimpin Anda,” katanya. Kemudian Shawn berlutut, dengan cara yang dramatis, sebelum jatuh perlahan ke lantai.

Melihat itu, penonton tertawa cekikikan, mengira itu adalah bagian dari pertunjukan. Selama lima menit penuh, penonton tertawa. Akhirnya, seorang dokter yang berada di bangku penonton menyadari ada sesuatu yang salah. Ia secara inisiatif memeriksa tubuh Shawn, mengecek apakah dia benar-benar bernapas.

Namun, bahkan setelah Shawn ditemukan tidak memiliki denyut nadi, dan penonton diminta untuk pergi, banyak yang percaya bahwa mereka sedang dikerjai. Penonton pun menunggu komedian itu melompat mendadak dan memberi kejutan seperti biasa. Sayangnya, itu bukan bagian dari prank, dan Shawn yang sempat diberi CPR meninggal karena serangan jantung tepat di depan para penonton.

4. Bintang Smackdown Owen Heart yang tewas di ring

Youtube Image

Bulan Mei 1999, ribuan orang memadati sebuah stadion di St Louis, dan jutaan lainnya menonton di siaran TV langsung, menyaksikan ‘Raw is War’. Acara itu, yang menjadi bagian dari World Wrestling Entertainment (WWE), dikenal sebagai tayangan ekstravaganza untuk program hiburan gulat.

Namun, pada hari itu, adegan gulat yang biasanya disambut sorakan meriah berubah menjadi tragedi. Owen Hart, bintang ‘smackdown’ dari Kanada ini jatuh hingga tewas saat baru memasuki ring.

Hart, yang di panggung dikenal dengan julukan ‘The Blue Blazer’, seperti biasa membuat adegan pembukaan dramatis. Malam itu, ia melayang di atas panggung. Sembari merentangkan jubahnya, Hart terlihat tersenyum, seakan tak sabar untuk beradu jotos.

Nahas, saat mulai diturunkan ke ring, Hart jatuh dengan ketinggian mencapai 78 kaki (24 m). Tubunya mendarat dengan dada menjadi bagian pertama yang menghantam tali. Tubuhnya dengan cepat terlempar ke dalam ring.

Banyak penonton menganggap itu adalah bagian dari pertunjukan, dan mereka pun bersorak sorai melihat Hart yang terjun bebas. Setelahnya, penyiar memperingatkan penonton, memberi tahu bahwa telah terjadi kecelakaan.

Para kru memotong video saat Hart ditandu dari panggung, tetapi pertunjukan tetap berjalan. Para pegulat lain pun harus bertarung di atas lantai yang berlumuran darah Hart. Laporan resmi memperkirakan bahwa Hart meninggal dalam beberapa menit setelah menghantam ring. Insiden ini telah memutuskan aortanya dan menyebabkan paru-parunya dipenuhi darah.

Pertunjukan berjalan sesuai rencana, dan penonton terus bersorak dan berteriak menikmati pertandingan lainnya. Mereka pun baru diberitahu pada akhir malam, setelah semua pertandingan terakhir, bahwa Hart, pada kenyataannya, meninggal dalam beberapa menit setelah jatuh.

5. Renato Di Paolo, tewas saat akting gantung diri

Getty Images/iStockphoto

Renato Di Paolo, aktor Italia ini harus menemui ajal di usia muda dengan tragis. Ia tewas justru pada saat sedang berakting gantung diri, dengan penoton tak sadar dengan kematiannya.

Peristiwa nahas itu terjadi pada 22 April 2000. dimana pada mulanya, Di Paolo sangat antusias diberi peran sebagai Yudas Iskariot. Drama itu ditampilkan sebelum Paskah, dengan Di Paulo memainkan ulang “‘Via Crucis’, atau Jalan Salib’, sebuah drama Paskah tradisional.

Sesuai dengan perannya sebagi Yudas, Di Paulo memainkan karakter kompleks, yang dikisahkan mengkhianati Yesus demi 30 keping perak. Sesuai cerita, Di Paulo yang berperan sebaai Yudas, kemudian menyesal sebelum akhirnya gantung diri.

Drama itu dilakukan di luar ruangan, di sebuah desa kecil dekat Roma, bernama Camerata Nuova. Fitur alam desa digunakan sebagai bagian dari set, dan dalam naskah, Paolo diikat ke pohon dengan tali.

Menurut laporan Reuters, aktor muda itu telah memainkan peran itu dengan aman pada malam sebelumnya. Namun, pada saat pentas, Di Paolo mengalungkan tali di lehernya dan melangkahi batu yang diletakkan di bawahnya. Tali itu tiba-tiba mulai mengencang, dan dia tergantung saat itu juga.

Sayangnya, karena adegan tersebut sesuai kisah Yudas, penonton tidak ada yang memperhatikan. Drama berlanjut selama 30 menit sebelum aktor lain menyadari Di Paolo tidak bernapas. Penonton, termasuk orang tua Di Paolo, kemudian mulai panik dan berteriak. Kendati begitu, kamera terus berputar, dan seluruh produksi disiarkan, seperti yang direncanakan, di seluruh Italia pada Minggu Paskah.

Tiago Klimeck-Telegraph

Di Paolo bukan satu-satunya aktor yang mati memerankan Judas Iskariot. Pada 2012, aktor Brasil, Tiago Klimeck, juga meninggal saat memerankan rasul yang dipermalukan tersebut. Klimeck tewas tergantung usai sabuk pengaman yang dia pakai tidak berfungsi. Pemain 27 tahun itu sempat selama beberapa minggu ditempatkan dalam keadaan koma yang diinduksi secara medis. Namun, lantaran tingkat cedera otak Klimeck begitu parah hingga, alat bantu hidupnya akhirnya dicabut.

Itulah beberapa kisah tragis dimana para penampil hiburan justru tidak disadari penonton tewas saat berada di panggung. Semoga insiden serupa tidak terulang ya.

[sumber]

Tulis Komentar Anda