Anggota Yang Pungli di Polresta Bandar Lampung akan Diseret ke Pengadilan Umum

Hukum Jakarta Lampung Polri

JAKARTA | Empat anggota Satlantas Polresta Bandarlampung yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) pungutan liar (pungli) akan diseret ke pengadilan umum. Hal ini dikatakan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo.

“Sebagai pertanggung jawaban kepada masyarakat, siapa saja yang terlibat (pungli) akan diajukan pada peradilan umum, sidang etik dan profesi yang berlaku di internal polri,” kata Sambo lewat keterangan tertulisnya, Senin (31/5/2021).

Terkait: Tim Gabungan Propam Polda Lampung Bersama Mabes Polri Dikabarkan Amankan Anggota Polresta Bandar Lampung

Sambo menambahkan, saat ini tiga oknum polisi dan satu pekerja harian lepas di Satlantas Polresta Bandarlampung sedang diperiksa secara intensif.

“Proses penyidikan kasus sedang dilakukan secara intensif oleh Biro Paminal Divpropam Mabes Polri dan Bid Propam Polda Lampung,” kata dia.

Sambo juga menghimbau kepada seluruh anggota Polri yang bertugas di pusat maupun jajaran wilayah untuk senantiasa menjunjung tinggi tanggung jawab dan moral yang luhur untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Seperti diketahui, empat orang di Satlantas Polresta Bandarlampung terjaring OTT Divisi Propam Mabes Polri, Kamis (27/5/2021). Mereka yakni tiga oknum polisi dan satu pekerja harian lepas.

Satu dari empat orang yang diamankan merupakan seorang pejabat utama di Satlantas. Diduga keempatnya terlibat dalam pungli pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) di luar jam operasional kerja.

Suasana kantor pelayanan SIM sempat ditutup pascapenangkapan empat orang oleh tim Divisi Propam Mabes Polri bersama Propam Polda Lampung.

Berdasarkan informasi, empat orang yang diamankan yakni AKP RYN, Brigadir AY, Brigadir FS, serta HR.

Penangkapan keempat orang itu diduga adanya pelayanan pencetakan surat izin mengemudi yang dilakukan di luar jam operasional atau pada malam hari. | Pin

Silahkan Bagikan:

Komentar Anda