Banjir di Pekon Balak, Kerabat Gedung Dalom Kepaksian Pernong Angkat Bicara

Lampung Barat Lembaga Negara Pemerintahan Peristiwa Seni Budaya

LAMPUNG7COM | Pengerjaan Drainase yang tidak beres dan terkesan asal jadi mendapat perhatian serius dari berbagai pihak diantaranya dari komunitas Masyarakat Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Bekhak Kepaksian Pernong Lampung.

Seperti diketahui bahwa pengerjaan proyek Drainase pada ruas jalan Nasional di Pekon Kembahang ke Pekon Kegeringan Kec, Batubrak Kab. Lampung Barat sepanjang 350 Meter beberapa waktu lalu berdampak buruk terhadap wilayah sekitar, dan yang paling merasakan dampak daripada pengerjaan Drainase yang terkesan asal jadi itu adalah Pekon Balak.

Belum pernah terjadi dalam sejarah, Pekon Balak mengalami banjir, namun pada saat ini Pekon Balak seakan menjadi langganan banjir setiap saat, untuk diketahi bahwa selain salah satu Pekon Budaya di Kabupaten Lampung Barat, Pekon Balak juga sebagai pusat Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Bekhak Kepaksian Pernong disitu berdiri kokoh Istana Gedung Dalom Kepaksian Pernong, yang menjadi kembangaan masyarakat adatnya.

Dilansir dari Medianasional.id, Dengan dasar tersebut dan melihat kondisi yang terjadi belakangan ini, masyarakat adat Kepaksian Pernong melalui Raja-Raja Kappung Batin (Kerabat Gedung Dalom), dalam hal ini diwakili oleh Ruskan Anwar Gelar Raja Batin, dengan tegas meminta pertanggung jawaban dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU/PR) Republik Indonesia melalui Balai Provinsi Lampung turun langsung ke lapangan guna mencari jalan keluar dalam permaslahan banjir yang terjadi belakangan ini.

“Ini semua tidak akan terjadi kalau dalam suatu pengerjaan proyek dilakukan kordinasi kepada semua pihak, ada perencanaan yang baik, kajian dampak lingkungan yang akan ditimbulkan dengan dibangunnya Drainase tersebut, ini kan tahu-tahu sudah mulai aja itu proyek. Apalagi ini menyangkut aliran air dari beberapa pekon, seharusnya dipikirkan dulu kemana akan dibuang airnya, jangan asal bekerja, dan juga pembuatan drainase ini tidak jelas, sampai dimana pengerjaannya, apa memang terputus sampai disitu, papan proyeknya aja nggak ada, sudah jelas dari situ saja proyek ini tidak beres,” ujarnya.

Lebih lanjut Raja Batin menjelaskan seandainya hal ini dibiarkan berlarut, dan tidak segera diatasi maka kerusakan lingkungan yang ditimbulkan akan lebih parah.

“Di belakang rumah warga itu jurang, dengan kedalaman ratusan meter. Seandainya itu dibiarkan tidak sampai sepuluh tahun ke depan sebagian pekon ini akan terjun ke jurang sana, untuk itu kami berharap secepatnya kepada Dinas PU Kabupaten, Dinas PU Provinsi, untuk berkordinasi dengan kementerian PU/PR guna mencari solusi penanganan banjir dan antisipasi kerusakan lingkungan yang lebih parah, kalau tidak Drainase yang baru dibangun itu kita bongkar, kembalikan lagi seperti semula. Dari dulu nggak ada Drainase aman-aman aja, sekali lagi saya tegaskan kepada pihak terkait segera untuk mengambil langkah, sebelum hal-hal yang tidak diinginkan terjadi,” tegasnya.

Hasil pantauan Media Nasional di lapangan bahwa tidak hanya di Pekon Balak yang terjadi banjir tetapi banjir juga menggenangi Pekon kegeringan di simpang empat SMP 1 Batu Brak, dan di sepanjang jalan canggu tepatnya di depan Alfamart, dan banjir di kedua wilayah tersebut sudah belangsung lama, namun sampai saat ini belum ada tindakan yang nyata dari pemerintah dalam mengatasi banjir tersebut. | Pin

Silahkan Bagikan:

Komentar Anda