Bank Indonesia

LAMPUNG7COM | Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Lampung pada April 2022 mengalami inflasi yaitu sebesar 0,86% (mtm), lebih rendah dibandingkan realisasi inflasi bulan sebelumnya dan rata-rata inflasi bulan April dalam 3 (tiga) tahun terakhir yang masing-masing mengalami inflasi sebesar 0,92% (mtm) dan 0,22% (mtm).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung (KPw BI Lampung) Budiyono dalam keterangan resminya, Selasa, 10 Mei 2022 menjelaskan tingkat inflasi IHK tersebut lebih rendah dibandingkan dengan Nasional dan Sumatera yang masing-masing mengalami inflasi sebesar 0,95% (mtm) dan 0,87% (mtm).

Secara tahunan, inflasi Provinsi Lampung tercatat sebesar 3,49% (yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi Nasional dan Sumatera yang masing-masing tercatat sebesar 3,47% (yoy) dan 3,91% (yoy).

Dilihat dari sumbernya, lanjut Budiyono, inflasi pada bulan April 2022 didorong oleh peningkatan harga pada beberapa komoditas seperti: minyak goreng, bahan bakar minyak (BBM), angkutan udara, mobil, dan telur ayam ras dengan andil masing-masing sebesar 0,30%; 0,13%; 0,08%; 0,06% dan 0,04%.

“Peningkatan harga minyak goreng didorong oleh pencabutan kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) oleh Kementerian Perdagangan pada 16 Maret 2022 turut mendorong peningkatan harga komoditas minyak goreng,” ungkapnya.

Lebih lanjut, peningkatan harga BBM didorong oleh naiknya harga minyak mentah dunia yang turut mendorong naiknya harga minyak mentah di Indonesia. Peningkatan harga angkutan udara selain dampak meningkatnya permintaan menjelang Lebaran, juga akibat tingginya meningkatnya harga Avtur dunia yang sangat mempengaruhi biaya operasional penerbangan.

Harga mobil juga mengalami peningkatan disebabkan dicabutnya kebijakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk beberapa tipe mobil, selain itu juga adanya kenaikan tariff PPN menjadi 11% mulai April 2022 juga turut menjadi penyumbang naiknya harga mobil.

“Sementara itu, kenaikan harga telur ayam ras didorong oleh meningkatnya permintaan menjelang Idulfitri 1443 H.

Meski demikian, inflasi yang lebih dalam pada periode April 2022 tertahan oleh tekanan inflasi yang terjadi pada sebagian komoditas di antaranya beras, cabai rawit, tahu mentah, cabai merah, dan tomat dengan andil masing-masing sebesar -0,086%; -0,048%, -0,025%; -0,019%; dan -0,014%. Penurunan harga pada komoditas beras, cabai rawit, dan cabai merah didorong oleh meningkatnya pasokan seiring dengan masuknya masa panen.

Sementara itu, penurunan harga pada komoditas tahu mentah didorong oleh menurunnya harga kedelai. Penurunan harga tomat juga didorong oleh peningkatan jumlah pasokan di tengah rendahnya permintaan masyarakat.

Budiyono menambagkan, NTP Provinsi Lampung tercatat lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya. Peningkatan NTP ini terjadi pada hampir seluruh subsektor, kecuali sektor peternakan dan perikanan tangkap. Penurunan NTP pada periode April 2022 didorong oleh adanya penurunan harga pada komoditas tanaman pangan, tanaman hortikultura, perkebunan rakyat, dan perikanan budidaya.

Dengan demikian, NTP April 2022 tercatat menurun 0,76% (mtm) dari 108,43 di bulan Maret 2022 menjadi 107,61 pada bulan April 2022. Meskipun secara umum tercatat di atas 100, NTP subsektor Tanaman Pangan dan Hortikultura tercatat masih berada di bawah 100 yang masing-masing tercatat sebesar 95,97 dan 98,82. | red

Tulis Komentar Anda