Lapas Kelas IIA Kota Metro Kembangkan Pelatihan Pembuatan Kopi, Budidaya Ikan Air Tawar dan Kerajinan Tangan Sulam Tapis

Advetorial Hukum Kota Metro Lampung Pelayanan Publik

LAMPUNG7COM – Metro | Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIA Kota Metro, mengembangkan pelatihan pembuatan kopi lapas, selain itu juga mengembangkan Budi daya ikan air tawar dan kerajinan tangan sulam tapis.

Hal tersebut disampaikan kepala Lapas kelas IIA Kota Metro Muchamad Mulyana dimana lapas kelas II A Kota Metro mengembangkan kreatifitasnya di tahun 2021 dan telah melakukan perjanjian kerjasama.

“Kami telah melakukan perjanjian kerjasama kepada BLK (balai latihan kerja) dan SMKN 1 Kota Metro yang membidangi budidaya ikan air tawar dan tanaman holtikultura untuk di kembangkan,” ujar Mulyana, saat di konfirmasi awak media Lampung7.com, di Lapas, Jum’at (14/1/2022).

Mulyana juga menjelaskan bahan dasar kopi yang di kembangkan lapas kelas II A Kota Metro dari bahan dasar produk unggulan di Provinsi Lampung.

“Lapas kelas II A Kota Metro mengembangkan bahan dasar kopi robusta yang menjadi produk unggulan di Provinsi Lampung,” kata Mulyana.

Selain produk kopi lapas kelas II A Kota Metro juga mengembangkan Budi daya ikan air tawar dan kerajinan tangan sulam tapis.

“Kita juga ada pembibitan ikan gurame, pengembangan ikan lele dan nila. Disamping itu kita juga ada kegiatan-kegiatan lainnya yaitu sulam tapis untuk dijadikan produk produk seperti peci, selendang, dan lain lain,” jelas Mulyana.

Kedepannya Mulyana mengatakan pihaknya akan selalu mengembangkan kreatifitas lapas kelas II A Kota Metro.

“Upaya yang kita lakukan dengan memintakan izin produksinya atau PIRTnya, sehingga nanti kopinya bisa kita jual ke masyarakat umum ataupun ke lingkungan Lapas kelas IIA Kota Metro,” beber Mulyana.

Termasuk menurut Mulyana keterampilan potong rambut yang ada di lapas kelas II A Kota Metro terlihat sederhana namun sangat bermanfaat.

“Ini sangat bermanfaat bagi warga binaan ketika mereka nanti selesai menjalani pidananya, mereka bisa usaha mandiri dengan punya keterampilan memotong rambut,” Imbuh Mulyana.

Selain itu, Mulyana juga mengarahkan warga binaan mengembangkan keterampilan sablon.

“Kenapa? Karena ada hubungannya dengan produk kopi, bisa untuk menyablon kemasan-kemasan kopinya cup nya maupun produk lain seperti kaos yang bisa bermanfaat,” pungkas Mulyana. | Aliando.

Komentar Anda