Mutasi dan Rotasi, Kapolri Disarankan Jangan Mudah Ditekan Pihak Lain

Jakarta Nasional Organisasi Polri

LAMPUNG7COM | Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali melakukan rotasi sejumlah pejabat Polri. Salah satunya Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Eko Indra Heri, yang ditarik ke Mabes Polri untuk menjabat Koordinator Staf Ahli Kapolri.

Eko beberapa waktu lalu menjadi sorotan gara-gara aksi ‘prank’ sumbangan Rp2 triliun yang diberikan putri seorang pengusaha bernama Akidi Tio, Heryanty, untuk mengatasi Covid-19.

Dilansir dari Pojok Satu.id, Menanggapi rotasi di tubuh polri, Pengamat Kepolisian Sahat Dio mengatakan, keputusan Kapolri dalam mengambil kebijakan mutasi dan promosi jabatan di lingkungan Polri harus didasarkan pertimbangan yang matang dan rasional.

Bukan lantaran di bawah tekanan publik ataupun bayang-bayang pihak tertentu.

“Pertimbangan yang objektif, rasional dan matang itu yang perlu diutamakan. Jangan dengarkan masukan pihak lain,” kata Sahat dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/8/2021).

Menurut Sahat, Kapolri harus obyektif dan profesional dalam mengambil kebijakan mutasi dan promosi jabatan terhadap bawahannya. Hal itu penting guna untuk meningkatkan kerja para anggotanya.

“Harus ada penilaian yang objektif dari setiap pengambilan keputusan, termasuk kebijakan mutasi dan promosi jabatan di lingkungan Polri,” ujar Sahat.

Selain itu, Sahat juga mengusulkan Kapolri untuk melakukan pembenahan di sektor yang membidangi komunikasi publik atau kehumasan.

Aktivitas penyadang peran tersebut dianggap begitu krusial, mengingat dari sinilah citra Polri salah satunya terbentuk.

“Baik-buruk Polri ini dinilai dari sini. Dari apa yang disampaikan dan dilakukan Kadiv Humas, Kabid Humas hingga di tingkat terbawah,” kata dia.

Karenanya, Sahat berharap agar Kapolri menempatkan orang-orang terbaik guna membidangi tanggung jawab ini.

“Mereka ini kan notabene sehari-hari berhubungan langsung dengan para wartawan sebagai penghubung informasi ke publik,” ujarnya.

“Jadi pilihlah individu-individu yang bukan hanya memahami tupoksi, tapi juga yang bisa benar-benar berhubungan secara profesional dan emosional dengan awak media,” jelasnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan mutasi 98 perwira tinggi dan menengah ke dalam jabatan baru.

Salah satu di antaranya yaitu, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Eko Indra Heri.

Ia diangkat dalam jabatan baru sebagai Koorsahli Kapolri. Jabatan Kapolda Sumsel akan diisi Irjen Toni Harmanto yang saat ini menjabat sebagai Kapolda Sumatera Barat.

Posisi Kapolda Sumatera Barat akan dijabar Irjen Teddy Minahasa Putra. Teddy saat ini menjabat sebagai Sahlijemen Kapolri.

Mutasi jabatan ini tertuang dalam surat telegram bernomor ST/1701/VIII/KEP./2021 yang ditandatangani Asisten Kapolri Bidang SDM (As SDM) Irjen Wahyu Widada pada Rabu (25/8/2021). | Pin

Silahkan Bagikan:

Komentar Anda