LAMPUNG7COM | Pemilihan Gubernur (Pilgub) pada 2024 mendatang mulai jadi bahan diskusi ditengah masyarakat, baik masyarakat kalangan atas, menengah, bahkan masyarakat kalangan bawah.

Meski terhitung masih lumayan lama, namun masyarakat Lampung mulai ngerumpi di warung kopi, di pos ronda, bahkan di pangkalan ojek, hingga dirumah makan sambil menunggu waktu untuk berbuka puasa, mereka membahas tentang figur calon gubernur Lampung pada Pilgub 2024 yang akan datang.

Menarik untuk disimak obrolan mereka saat ngerumpi politik tersebut, karena walaupun mereka tergolong masyarakat biasa, dan bukan bagian dari partai politik, apalagi, ikut berpolitik, namun sepertinya mereka sudah melek politik dan tidak buta soal politik.

Semua itu terdengar dari diskusi atau obrolan mereka tentang figur calon gubernur yang mereka harapkan untuk memimpin Provinsi yang berjuluk Sai Bumi Ruwa Jurai ini lima tahun kedepan.

Adapun figur yang mereka obrolkan, mulai dari politisi, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat yang mereka anggap layak dan pantas untuk memimpin Provinsi Lampung ini kedepannya.

Tidak terkecuali figur yang menjadi bahan perbincangan hangat mereka adalah sosok Irjen Pol (Purn) Dr. Hi. Ike Edwin, S.H., M.H., M.M., yang merupakan salah satu tokoh Adat, tokoh masyarakat dan juga mantan Kapolda Lampung pada tahun 2016 yang mempunyai segudang prestasi dan pengalaman.

Seperti yang disampaikan oleh salah satu warga yang ngerumpi politik tersebut bernama Sarifudin (51), yang berprofesi sebagai pengemudi becak motor (Bentor) kepada Lampung7.com di salah satu sudut kota Bandar Lampung, Selasa (26/04/2022).

“Menurut saya pak Ike Edwin itu adalah figur yang layak dan pantas untuk memimpin Provinsi Lampung ini kedepannya, sebab saya tahu kinerja dan kualitas kepemimpinan beliau saat menjabat Kapolda Lampung” ungkapnya.

Masih menurut Syarif, panggilan akrab Syarifuddin tersebut, “Pak Ike itu sosok orang yang santun, ramah, murah senyum dan tidak membeda-bedakan orang, mau orang kaya, miskin, suku apa saja, agama apa saja selalu dia layani dengan baik dan tulus serta ikhlas” katanya.

Selain itu menurut Syarif, “Pak Ike itu orang yang beradat, karena ia adalah salah satu tokoh Adat juga, terlebih lagi ia adalah pensiunan polisi dengan pangkat bintang dua, dan pernah menjabat Kapolda Lampung, dan jabatan-jabatan lainnya di kepolisian, sehingga sudah pasti banyak pengalaman dan pengetahuan dalam memimpin, buktinya ia banyak mendapatkan penghargaan dan apresiasi, baik dari pemerintah maupun dari institusi polri itu sendiri,” ujarnya.

Ditempat lain, seorang pengusaha warung makan Ayam Bakar di daerah Talang Padang Tanggamus, Suryati (54) mengatakan bahwa, “Saya tahu dengan pak Ike Edwin itu, setelah beberapa bulan yang lalu pernah mampir di warung makan saya ini untuk makan siang, dan jujur saya kagum dan bangga dengan beliau, walaupun ia mantan orang nomor satu di Polda Lampung namun tidak gengsi dan risih untuk makan di warung saya yang sederhana ini” ungkapnya.

Masih menurut Suryati, “Jika saja pak Ike Edwin bersedia untuk mencalonkan diri menjadi Gubernur Lampung, saya sangat setuju, saya sangat mendukung, karena sudah kelihatan sosok beliau yang sederhana, tidak sombong dan ramah kepada siapapun juga” ucapnya.

Ditambahkan Suryati, “Terlihat jelas bahwa sosok pak Ike itu orang nya tidak mau merepotkan orang lain, buktinya walaupun dia Jenderal Bintang dua, mantan Kapolda Lampung, Tokoh Adat, tapi kemana-mana tidak ada pengawalan khusus” pungkasnya.

Dilain pihak seorang karyawan rumah makan di Bandar Lampung, Rozi (26) mengatakan, “Setahu saya pak Ike itu saat menjabat sebagai Kapolda Lampung dulu kalau pergi dan pulang kantor tidak pernah dikawal, bahkan saat di lampu merah pun beliau berhenti jika lampu menyala merah sama seperti masyarakat yang lainnya” ucap Rozi.

Masih menurut Rozi, “Hal itu saya saksikan sendiri beberapa kali saat saya sama-sama berada di perempatan yang ada lampu merahnya, bahkan saya sampai kaget karena disebelah kendaraan yang saya tumpangi ternyata orang nomor satu di Polda Lampung, dan sama-sama berhenti untuk mematuhi rambu-rambu lalulintas” imbuhnya.

Ketika semua itu dikonfirmasi kepada Dang Ike, sapaan akrab Irjen Pol (Purn) Dr. Hi. Ike Edwin, S.H., M.H., M.M., dikediamannya Lamban Gedung Kuning (LGK), ia hanya tersenyum sembari menjelaskan.

“Kita ini kan sama dimata hukum, tidak ada bedanya, jadi apapun pangkat dan jabatannya, mau orang kaya atau miskin harus taat pada aturan dan hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia” jelas Dang Ike.

Selanjutnya Dia mengatakan “Bagaimana kita akan mengharapkan masyarakat patuh pada aturan dan hukum, jika kita sendiri selaku penegak hukum atau pejabat tidak memberikan contoh kepada masyarakat untuk taat pada aturan dan hukum” imbuh Dang Ike.

Masih menurut Dang Ike, “Tugas dan jabatan yang diberikan kepada kita, itu sipatnya hanya sementara, dan itu merupakan amanah yang diberikan oleh negara dan masyarakat kepada kita, sehingga kita harus bisa memberikan contoh yang baik dulu kepada masyarakat dimulai dari diri kita sendiri dulu,” pungkas Dang Ike. | Pnr

Tulis Komentar Anda