LAMPUNG7COM – Bandar Lampung | Menyaksikan pertunjukan seni yang disuguhkan anak difabel sungguh amat menarik dan mengagumkan, gerakan mereka sangat unik, bahkan ada yang tampil bak penari yang profesional, penuh percaya diri.

Kegiatan sosial, peduli dan beramal ini berawal dari sekelompok anak muda yang mengikuti Pelatihan Kerelawanan Volunesia 2022 dari Dompet Dhuafa Volunteer. Mereka adalah: Kharisma, Sarah, Julia, dan Cindy yang menginisiasi (inisiator) kegiatan V-Meran Amal. V-Meran Amal itu sendiri adalah akronim dari Volunter Merankan Amal yang bermaksud agar semua yang terlibat dalam kegiatan ini, siapapun dapat menjadi volunteer/relawan dengan kompetensinya masing-masing khususnya di bidang kretifitas seni. Tahun ini, inisiator yang merupakan bagian dari Dompet Dhuafa Lampung menyukseskan kegiatan dengan mengajarkan Dompet Dhuafa Volunteer bersama Resah Berbagi.

Kegiatan V-Meran Amal tidak hanya menampilkan karya seni difabel yang tergabung hasil dari pelatihan para volunteer, namun menyediakan ruang juga untuk masyarakat umum pegiat seni yang ada di Lampung agar ikut berpartisipasi dalam gerakan amal ini. Kegiatan Sustainable yang diharapkan dengan menggalang donasi lewat upaya yang dilakukan Volunteer seperti dagang kue saat Car Free Day, Ngamenners online, Thrift Pakaian, dan dukungan dari sponsor.

Dalam persiapan V-Meran Amal yang diselenggarakan (Minggu, 31 Juli 2022) di Gedung Dewan Kesenian Lampung ini dihadiri oleh Paryanto, S.IP Staff Ahli Bidang Pembangunan Kota Bandar Lampung yang mewakili Walikota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana, S.E, Drs. Prof. DR. Satria Bangsawan, SE., M. Si., selaku Ketua Umum Dewan Kesenian Lampung, serta Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Lampung Yogi Achmad Fajar.

Dalam sambutan Walikota Bandar Lampung menyampaikan: “Dompet Dhuafa Lampung sebagai cabang dompet dhuafa Republika yang merupakan lembaga nirlaba, untuk mengangkat harkat sosial kaum dhuafa dengan dana zakat infak dan sedekah maupun dana bantuan/donasi dari masyarakat yang tidak mengikat,” jelasnya

Kepada Media. Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Lampung Yogi Achmad Fajar mengatakan, “Kegiatan ini juga selain mengapresiasi para anak difabel, juga mengajak publik untuk mensuport penyandang disabilitas agar dapat berkembang, baik melalui event seni ataupun ekonomi kreatif dan sebagai wadah latihan bagi anak difabel dan berbagai penggiat seni lainnya. Semoga bisa terus berlanjut untuk menghidupkan ekonomi kreatif para difabel.” harapannya.

Donasi atau penggalangan dana yang terkumpul dalam kegiatan V-Meran Amal ini akan digunakan untuk melatih kembali skill kreatif difabel yang ada di sekitar Bandar Lampung agar terwujudnya kemandirian serta menggerakan ekonomi kreatif difabel.

Adapun media partner yang membantu dalam gerakan ini antara lain yaitu: Info Kyai, KNPI kota balam, Rajawali radio, Event Lampung, Imastar Unila, Aradio Official, Yuk hijrah Lampung, FPPI Unila, Sahabat hijrah Lampung, Walikotaku, IDE, Lampung Expose, Radar TV, Tribun Lampung, Lampung Geh, Lampung Expose,

Kegiatan ini juga didukung oleh Lektur Orion yang berkerjasama dalam penjualan buku yang hasil penjualan tersebut akan didonasikan untuk kegiatan ini. Selain itu, Sanggar Tari Garuda Bhalasatya juga turut membantu dalam kegiatan ini.

Selanjutnya Kharisma selaku Ketua Pelaksana V-Meran Amal 2022 DDV Lampung x Resah Berbagi menyampaikan harapannya, “Setelah kegiatan hari ini terselenggara, maka semoga dapat menjadi pemantik untuk masyarakat Indonesia, khususnya Lampung untuk saling menghargai dan menghormati. Selain itu, saya juga mengajak Meranners (semua yang terlibat dalam kegiatan ini) untuk berani membuktikan aksi kepeduliannya kepada sesama sesuai dengan jargon V-Meran Amal 2022 yakni ‘Karena Peduli Gak Cukup Dari Hati’ dan tema kegiatan ‘Langkah Bersama Untuk Menebar Kebaikan Kepada Sesama’,” ucapnya.

“Oleh karena itu, saya pun mengajak meranners untuk berbagi hal terbaiknya, baik dari segi finansial ataupun keahlian yang dimiliki untuk para difabel dengan menghubungi akun instagram @vmeran.amal dan @ddv_lampung, agar kegiatan ini dapat berjalan sustainable.” Harap Kharisma mengakhiri perbincangan. | red/sby

DAFTAR PENAMPIL DIFABEL

  1. Fajri Pondok Pesantren Darut Tilawah (Tilawatil Qur’an) Tunanetra 12 tahun
  2. Arih Lystia (Motivator/Tunadaksa) 28 tahun
  3. Komunitas SADILA (Sahabat Difabel Lampung)

Terdiri dari Autis, Downsyndrome, dan Tunarungu

=> Tari mbok jamu

    1. Sari 18 tahun
    2. Tari 21 tahun
    3. Puput 14 tahun
    4. Nissa 11 tahun
    5. Adzkia 11 tahun

=> Dance black pink

    1. nada 9 tahun
    2. Rara 12 tahun
    3. Esha 18 tahun
    4. Amel 12 tahun
    5. Killa 10 tahun
    6. Daffa 12 tahun
    7. M.zaky Akbar 9 tahun
    8. Deri 14 tahun
    9. Ridho 10 tahun
    10. M. Zacky Abdillah 12 tahun
    11. Keyla 11 tahun
    12. Anggi 12 tahun

Tari kreasi
Izzwatul Amanah

4. Komunitas POTADS (Perhimpunan Orang Tua Anak Down Syndrome)
Musik Marawis

PENAMPIL/ PARTISIPAN UMUM

  1. Kiyay Daul x Rayen Minor (Sholawat)
  2. Muhamad Wazirudin Nur, S.Sn (Tari Kreasi Nusantara)
  3. Muhamad Jude Algibran (Musik Cetik Lampung)
  4. Sanggar Tari Tanggai Lampung (Tari Zapin Lampung)

1. Syafik 13 tahun
2. Aji 24 tahun
3. Resta 19 tahun
4. Dito 21 tahun
5. Adit 22 tahun
6. Rizky 22 tahun
7. Nova 18 tahun
8. Lili 19 tahun
9. Cecil 13 thn

Tulis Komentar Anda