Tak Sejalan dengan Presisi Kapolri, ICPW Minta Kapolrestro Depok Dicopot

Hukum Jakarta Organisasi Peristiwa Polri

LAMPUNG7COM | Ketua Indonesia Civilian Police Watch (ICPW), Bambang Suranto meminta Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mencopot Kapolres Metro Depok Kombes Imran Edwin Siregar. Hal ini buntut Imran yang disebut melakukan intimidasi terhadap seorang jurnalis bernama Furkan.

“Hubungan antara media massa dengan Polri adalah hubungan simbiosis mutualisme,” ujar Bambang, Selasa (3/8/2021).

“Wartawan butuh polisi sebagai narasumber, polisi butuh wartawan dan media untuk mempublikasikan hasil kerjanya,” imbuhnya.

Dikutip dari Jatimaktual.com, Sikap Imran yang diduga arogan terhadap wartawan, dinilai Bambang merusak hubungan baik kemitraan antara Kepolisian dengan awak media massa yang sudah terjalin selama ini. Kondisi tersebut, dikhawatirkan bisa merugikan seluruh jajaran Polrestro Depok, Polda Metro Jaya bahkan Polri.

“Perilaku Kombes Imran ini tak bisa ditolerir. Menghardik, menggeledah dan mengusir wartawan. Ini kekerasan verbal. Pelecehan terhadap profesi dan institusi, baik institusi perusahaan pers, maupun lembaga yang menaungi wartawan,” paparnya.

Sikap dan tindakan Imran, juga dipandang Bambang tak sejalan dengan konsep Presisi Kapolri. Khususnya dalam hal transparansi.

“Juga tak seiring dengan 16 program prioritas Kapolri, tentang pemantapan komunikasi publik dan penguatan fungsi pengawasan,” tuturnya.

Atas itu, ICPW meminta Kapolda Metro Jaya bahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, mengambil tindakan tegas terhadap Imran.

“Di Kepolisian ini banyak pemain cadangan untuk posisi kapolres, semua mau jadi kapolres. Kalau ada satu orang tindakannya merugikan Polri secara institusi, lebih baik dicopot saja, daripada merugikan nama baik lembaga secara keseluruhan,” papar Bambang.

“Kemarin kita sudah diberikan teladan oleh TNI AU yang mencopot Danlanud-Dansatpom Merauke atas tindakan yang dilakukan anak buahnya,” imbuhnya.

Tindakan yang serius terhadap Kapolrestro Depok, dinilai ICPW penting. Mengingat, saat ini Polri tengah fokus menangani pandemi dan segala dampaknya.

Sehingga membutuhkan kerja sama yang solid dengan para wartawan guna mengabarkan seluruh kebijakan dan upaya Polri semasa wabah virus corona.

Apabila insiden ini dibiarkan, hal tersebut dikhawatirkan akan menjadi preseden buruk.

“Setelah kejadian ini, wartawan mana yang mau liput kegiatan kapolres yang diduga arogan? Begitu juga kegiatan anak buahnya. Mungkin akan diboikot,” tuturnya.

“Jika didiamkan saja, ini menjadi memori buruk bagi wartawan. Ini bisa menjadi contoh para kapolres atau pejabat kepolisian lainnya, bahwa tindakan demikian dibenarkan pimpinan atau institusi,” sambung Bambang.

Sebelumnya, Kapolrestro Depok disebut menghardik dan mengusir wartawan DepokNews bernama Furkan, saat melakukan peliputan di area Mapolrestro Depok. Furkan bahkan sempat digeledah dan rekaman hasil liputannya dihapus petugas atas perintah Imran. | Pin

Silahkan Bagikan:

Komentar Anda