https://lampung7.com/?p=52489&preview=true

Target 10 Juta Keluarga Tak Mampu, Sri Mulyani: BST 300 Ribu Diperpanjang 2 Bulan

Covid-19 Ekonomi Jakarta Keluarga Kesehatan Lembaga Negara Pemerintahan Sosial

Jakarta | Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang Bantuan Sosial Tunai (BST) sebesar Rp 300.000 per bulan.

Hal ini sebagai imbas dari pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa dan Bali pada 3-20 Juli 2021.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menuturkan, kebutuhan anggaran untuk BST kali ini sekira Rp 6,1 triliun.

Dikutip dari tribunnews.com, Menurutnya, BST diperuntukkan bagi masyarakat tidak mampu yang belum menerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Sembako.

“BST adalah untuk 10 juta masyarakat yang tidak mampu, keluarga miskin, dan kriteria yang belum menerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Sembako,” kata Sri Mulyani, dikutip dari tayangan Youtube Kompas TV, Jumat (2/7/2021).

Sri Mulyani juga menjelaskan, kriteria penerima bansos tunai Rp 300 ribu adalah mereka yang memiliki NIK (Nomor Induk Kependudukan), KK (Kartu Keluarga), dan telepon yang bisa dihubungi.

Dalam periode Januari-April 2021, BST Rp 300 ribu sudah diberikan kepada 9,6 juta keluarga dengan anggaran Rp 11,94 triliun.

Seharusnya, program bansos tunai Rp 300 ribu telah selesai sejak bulan lalu.

Namun, akibat pemberlakuan PPKM Darurat, BST akan kembali dibayarkan pada Juli dan Agustus 2021.

“Untuk perpanjangan selama dua bulan ini akan dibayarkan pada Juli dan Agustus kepada 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di 34 provinsi,” kata Sri Mulyani.

Sementara itu, Menteri Sosial Tri Rismaharini belum mengumumkan terkait mekanisme penyaluran BST ini.

Berkaca dari bulan-bulan sebelumnya, biasanya penyaluran BST akan dilakukan melalui kantor pos.

Halaman Selanjutnya…

Silahkan Bagikan:

Komentar Anda