LAMPUNG7COM | Tokoh Budaya Pasundan yang juga mantan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol (Purn) Prof.,DR. H. Anton Charlian S.H., M.H., berkunjung dan bersilaturahmi ke Lamban Gedung Kuning (LGK) di jalan Pangeran Suhaimi, Sukarame, Bandar Lampung, Rabu (28/9/2022) yang lalu.

Dalam kunjungan silaturahmi Penasehat Pekat IB tersebut juga didampingi oleh Ketua Umum (Ketum) Pekat IB DR. H. Marconi Kotto S.H., M.H., dan Ketua Pekat IB Lampung DR.Hj. Novianti S.H., M.H., beserta jajaran pengurus dan sejumlah anggota.

Dalam sambutannya Kang Anton sapaan akrab Anton Cherlian mengatakan,
“Saya sangat bangga dan berterima kasih banyak kepada Dang Ike, yang telah menerima kunjungan saya beserta rombongan untuk bersilaturahmi di LGK ini, dimana kami disambut dengan luar biasa yang tidak saya sangka-sangka,” ujarnya.

Selanjutnya dia mengatakan bahwa, baru kali ini melihat dan menyaksikan rumah budaya yang begitu lengkap dan megah.
“Dari beberapa daerah yang sudah saya kunjungi, baik di pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan tempat lain diluar pulau Jawa, baru disini saya menemukan rumah budaya yang begitu megah, indah dan terawat dengan baik serta bisa dijadikan sebagai sarana edukasi dan informasi tentang Budaya,” ucap kang Anton.

Selain dari pada itu, Anton Cherlian juga mengapresiasi dan kagum dengan Dang Ike atas kepeduliannya menjaga dan melestarikan budaya Lampung sebagai kearifan lokal.

“Jujur saya kagum dan mengapresiasi atas ketulusan, keikhlasan dan kemampuan Dang Ike untuk menjaga dan melestarikan budaya sebagai warisan leluhur, agar budaya disetiap daerah tetap terjaga dengan baik sebagai kearifan lokal karena budaya adalah salah satu kekayaan bangsa Indonesia,” imbuhnya.

Karena menurutnya juga, “Bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk yang mempunyai berbagai budaya, suku, bahasa dan agama, namun bisa bersatu dalam kerangka NKRI, dengan Semboyan Bhinneka Tunggal Ika, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 sebagai konstitusi bangsa” imbuhnya.

Untuk itu menurut Anton Cherlian, “Masyarakat Lampung seharusnya bangga dan berterima kasih kepada Dang Ike, karena beliau adalah salah satu tokoh yang sangat peduli dan tulus menjaga dan melestarikan Budaya Lampung, dan itu dibuktikan dengan dijadikannya rumah pribadinya ini menjadi rumah budaya sebagai sarana edukasi dan informasi serta Diskusi tentang Budaya.” Tutup Anton.

Ditempat yang sama Dang Ike sapaan akrab Irjen Pol (Purn) DR.H. Ike Edwin S.H., M.H., M.M., juga mengucapkan terima kasih atas kunjungan silaturahmi Anton Cherlian beserta rombongan di LGK.

“Saya atas nama keluarga besar LGK mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas kunjungan Kang Anton beserta rombongan yang telah sudi meluangkan waktu dan melangkahkan kaki untuk berkunjung dan bersilaturahmi ke LGK ini,” ujar Dang Ike.

Selanjutnya Dang Ike juga menyampaikan sekilas tentang sejarah dan perjalanan LGK, hingga dijadikan sebagai rumah budaya untuk edukasi dan informasi serta pelestarian budaya Lampung.

“Di Lampung ini ada dua adat dan budaya, yaitu Adat Saibatin dan adat Pepadun, dan di LGK ini kedua budaya tersebut ada semuanya dikarenakan saya adalah keturunan dari dua adat dan budaya tersebut, dimana ayah saya dari Saibatin yakni berasal dari Batu Brak Lampung Barat, dan ibu saya dari Pepadun yakni dari Negara Batin Way Kanan,” Jelas Dang Ike.

Untuk itu menurut Dang Ike, kedua Adat dan budaya tersebut harus sama-sama di jaga dan dilestarikan sebagai warisan dari nenek moyang.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki adat dan budaya, karena dengan adat dan budayalah kita bisa hidup berdampingan dengan damai, bisa saling menghargai dan menghormati satu sama lainnya, dan bisa menerima perbedaan dengan semboyan dimana Bumi dipijak di situ langit dijunjung,” kata Dang Ike.

Selain itu Dang Ike juga menambahkan,
“Saya jadikan LGK ini rumah budaya, sebagai bentuk kecintaan dan kepedulian saya terhadap kelestarian adat budaya Lampung, tapi bukan berarti saya membangun sebuah kerajaan, karena kerajaan di Indonesia itu sudah tidak ada, karena sudah di lebur menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), namun Adat dan budayanya harus tetap dijaga dan dilestarikan sebagai kearifan lokal,” tambah Dang Ike.

Masih menurut Dang Ike, ” Setiap minggu, bulan, bahkan terkadang setiap hari LGK ini dikunjungi oleh berbagai kalangan, baik pelajar, mahasiswa, pejabat pemerintah, tokoh adat dan budaya, tokoh politik, tokoh pendidikan, tokoh agama, dan lainnya, karena LGK ini memang dijadikan sarana edukasi, informasi dan sarana Diskusi tentang budaya,” imbuh Dang Ike.

Diakhir sambutannya Dang Ike menyampaikan, “Sekali lagi saya ucapkan terimakasih dan penghargaan atas kunjungan Tokoh Budaya Pasundan, kang Anton beserta rombongan di LGK ini, kita memang sudah Purna Bhakti dari corp Bhayangkara, tapi bukan berarti kita Purna Bhakti kepada Bangsa, Negara dan Masyarakat, karena dengan menjaga dan melestarikan Budaya, itu adalah salah satu Bhakti dan pengabdian kita kepada masyarakat, Bangsa dan Negara ini,” Pungkas Dang Ike. | Red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.