
Metro | Ketua Panitia Khusus (Pansus) Pajak DPRD Kota Metro Ridhuwan Sory Ma’oen Ali mengatakan, potensi pajak di Kota Metro sebenarnya cukup besar bila dikelola dengan baik. Sehingga muncul dugaan adanya kebocoran pajak dari sejumlah obyek pajak di Kota Metro.
“Kalau kita lihat seperti pajak rumah makan dan hotel di Kota Metro berdasarkan data dari Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) per-Januari 2016 sangat tidak masuk akal pembayarannya,” ucap Ridhuwan, di ruang kerjanya, Rabu (13/04/2016).
Lebih lanjut ditegaskan, untuk membuktikan kejujuran dari wajib pajak (pengusaha) bila perlu harus ada tim di tiap-tiap hotel dan rumah makan, dengan sebelumnya berkoordinasi dengan Persatuan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) yang ada di Kota Metro.
“Petugas ini nanti melakukan uji coba minimal selama 3 bulan. Jadi petugas ini nanti memantau rumah makan tersebut, misalnya buka pagi tutup malam. Maka kita akan tahu berapa penghasilan dari rumah makan itu selama sebulan. Jadi bisa kita hitung dari pajak rumah makan maupun hotel tersebut,” ujar Ketua Fraksi Partai Gerindra ini.
Ditambahkannya, tidak hanya itu saja kejanggalan pembayaran pajak yang terjadi, seperti contohnya kolam renang Palem Indah, bea sekali masuk dikenakan tiket Rp. 15.000 dan dibuka tiap hari, namun pajak dari Palem Indah sebulannya hanya Rp. 300.000.
“Begitu juga dengan semua hotel-hotel yang ada di Kota Metro ini, bila perlu di sanggongi oleh tim 24 jam, ajak juga Anggota Dewannya nyanggongin. Ini harus dilakukan terapi kejut, bila perlu libatkan Kepolisian dan Kejaksaan, terkait pungutan pajak ini,” ungkapnya.
Selanjutnya Ridhuwan mengatakan, kenapa kita ngotot untuk meningkatkan pajak dari semua objek pajak, karena Kota Metro ini tidak ada sumber daya alamnya. Kelangsungan Hidupnya hanya dari masyarakat yaitu dari pajak, retribusi dan bantuan pusat.
“Kalau kita hanya mengandalkan PAD kecil saja tidak akan terbayar gaji pegawai kita dan tidak ada pembangunannya, untuk itu PAD kita harus ditingkatkan, paling tidak mewarnai bisa meningkat 30-40 persen dari APBD dan itu target kita, dengan catatan tidak menekan rakyat. Tetapi bagaimana bisa menggali potensi yang ada,” tandas Ridhuwan.
| Baca Juga
Artikel | Kisah | Kesehatan | Pertambangan & Energi
Pertanian & Perikanan | Organisasi | Sosial
Handphone | Komputer | Mesin | Unik Langka
Lalu Lintas | Bola | Sport
| Berita Pilihan
Bioskop XXI Hadir di Chandra Metro, Bantu Perekonomian Menengah
Metro | Walikota Metro Bambang Iman Santoso meresmikan pusat hiburan modern Bioskop XXI Chandra Metro di lantai 3 Chandra Superstore, Selasa (16/12/2025). Selain Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, tampak…
Kota Metro Gelar Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro
Metro | Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM RI, Riza Darmanik Oh.D., IPU menegaskan tidak boleh ada agunan tambahan untuk pinjaman di bawah 100 juta bagi pelaku usaha mikro. Hal…
Disporapar Gelar Penyelenggaraan Workshop Wirausaha Muda Pemula 2025
Metro | Puluhan Pelajar dari lima belas sekolah di Kota Metro mengikuti Pelatihan Workshop Wirausaha Muda Pemula yang diselenggarakan Disporapar Kota Metro. Melalui penyelenggaraan Workshop Wirausaha Muda Pemula 2025, sebuah…
Laba Industri Manufaktur China Naik Tertinggi dalam Dua Tahun, Tanda Pemulihan Ekonomi Menguat
Beijing – Sektor industri manufaktur China menunjukkan lonjakan pendapatan terbesar dalam hampir dua tahun terakhir, didorong oleh meningkatnya produksi dan melandainya penurunan harga pabrik. Perbaikan ini terjadi di tengah upaya pemerintah…
IHSG Berpotensi Lanjut Melemah, Investor Tunggu Keputusan Suku Bunga BI
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berpotensi melanjutkan pelemahan pada perdagangan awal pekan ini, Senin (20/10), dengan level support di kisaran 7.725–7.780. Pada perdagangan Jumat (17/10) lalu, IHSG…