LAMPUNG SELATAN — Puncak acara Srawung Seni Sawah ke-5 Wayang Lampung digelar di bawah naungan pohon Merbau terbesar di Lampung, Dusun Girijaya 1, Desa Triharjo, Kecamatan Merbau Mataram, Kabupaten Lampung Selatan, Minggu (11/1/2026).
Mengusung lakon Keratuan Balau, perhelatan ini tak sekadar menjadi pertunjukan seni, tetapi juga pernyataan sikap budaya sekaligus seruan kepedulian terhadap lingkungan. Pohon Merbau tua yang berakar kuat dan menjulang tinggi menjadi simbol relasi manusia dengan alam tentang kesabaran, keberlanjutan, serta ingatan kolektif yang harus dijaga lintas generasi.
Sebanyak 50 penyaji seni dari berbagai daerah hingga mancanegara ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Ragam pertunjukan seni mulai dari tari, musik, teater, hingga wayang turut mewarnai kemeriahan Srawung Seni Sawah yang digelar di ruang alam terbuka.
Seniman internasional dari Ekuador, Meksiko, dan Jepang hadir berdampingan dengan seniman nasional dari berbagai kota di Indonesia. Tak ketinggalan, seniman daerah Lampung yang berasal dari sanggar, komunitas, pelajar, hingga perguruan tinggi turut meramaikan acara, menyatu dalam satu ruang seni yang hidup dan berkelindan dengan alam.
Melalui Srawung Seni Sawah, Wayang Lampung kembali menegaskan bahwa seni bukan sekadar tontonan, melainkan media refleksi, dialog budaya, dan upaya merawat hubungan harmonis antara manusia dan lingkungannya.