BANDAR LAMPUNG — Fenomena menjamurnya angkringan malam di sepanjang Jalan ZA Pagar Alam hingga wilayah Kedaton, Kota Bandar Lampung, kian mencuri perhatian. Deretan angkringan yang mulai buka sejak sore hingga larut malam itu kini menjadi destinasi favorit anak muda, khususnya kalangan mahasiswa dan mahasiswi.
Kawasan ZA Pagar Alam–Kedaton memang dikenal sebagai pusat aktivitas mahasiswa. Di wilayah ini terdapat banyak rumah kos dan hunian mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, sehingga membuat angkringan mudah berkembang dan selalu ramai pengunjung.
Dengan konsep sederhana namun nyaman, angkringan menawarkan berbagai menu terjangkau seperti nasi kucing, sate usus, sate telur puyuh, gorengan, hingga aneka minuman hangat dan kopi. Harga yang ramah di kantong menjadi daya tarik utama bagi mahasiswa yang ingin bersantai tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam.

Tak hanya sekadar tempat makan, angkringan juga menjadi ruang interaksi sosial. Para pengunjung memanfaatkannya sebagai tempat berdiskusi, mengerjakan tugas kuliah, hingga melepas penat setelah beraktivitas seharian. Suasana santai dan akrab membuat angkringan terasa seperti “ruang publik” alternatif bagi anak muda.
Salah seorang mahasiswa di Bandar Lampung mengaku hampir setiap malam menghabiskan waktu di angkringan sekitar kosnya.
Menurutnya, selain murah, angkringan memberikan suasana yang lebih bebas dan nyaman untuk berkumpul bersama teman-teman.
Menjamurnya angkringan malam ini juga berdampak positif bagi perekonomian warga sekitar. Banyak pelaku usaha kecil memanfaatkan peluang tersebut untuk membuka lapak dan menambah penghasilan, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.
Dengan tingginya minat anak muda, angkringan di kawasan ZA Pagar Alam–Kedaton diprediksi akan terus berkembang dan menjadi salah satu ikon kuliner malam yang melekat dengan kehidupan mahasiswa di Kota Bandar Lampung. [Adm]