PORKOT Bandar Lampung 2025, FPTI Jaring 38 Atlet Muda Panjat Tebing

Bandar Lampung – Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Bandar Lampung sukses menyelenggarakan cabang olahraga panjat tebing dalam ajang Pekan Olahraga Kota (PORKOT) Bandar Lampung 2025. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 27–28 Desember 2025, di Venue Panjat Tebing PKOR Way Halim, dan berhasil menjaring 38 atlet muda potensial.

Ketua FPTI Kota Bandar Lampung, Aep Saripudin, menyampaikan bahwa PORKOT menjadi momentum penting dalam menjaring sekaligus memetakan atlet-atlet berbakat yang akan diproyeksikan mewakili Kota Bandar Lampung pada berbagai kejuaraan bergengsi di masa mendatang.

Sejumlah agenda besar telah menanti, di antaranya Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Lampung pada November 2026, Piala Gubernur Lampung 2026, PRA PON 2027, hingga PON 2028. Bahkan, Provinsi Lampung ditetapkan sebagai tuan rumah PON 2032, sehingga pembinaan atlet sejak dini menjadi sangat krusial.

“Melalui PORKOT ini, kami ingin menyiapkan regenerasi atlet panjat tebing yang berkelanjutan. Atlet dan pelatih harus terus meningkatkan kualitas latihan agar mampu berprestasi di level yang lebih tinggi,” ujar Aep.

Ia juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini FPTI Kota Bandar Lampung belum memiliki papan panjat tebing permanen sendiri. Untuk itu, Aep berharap dukungan Ketua KONI Kota Bandar Lampung yang juga Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, agar dapat memfasilitasi penyediaan sarana dan prasarana panjat tebing yang memadai.

“Fasilitas yang layak menjadi faktor penting dalam pembinaan dan peningkatan prestasi atlet,” tambahnya, seraya mengucapkan terima kasih kepada KONI Kota Bandar Lampung, FPTI Provinsi Lampung, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya PORKOT dengan baik.

Sementara itu, Ketua FPTI Provinsi Lampung, Andi Antoni, menegaskan bahwa olahraga panjat tebing merupakan cabang olahraga yang aman apabila dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Seluruh peralatan yang digunakan telah memenuhi standar internasional UIAA (Union Internationale des Associations d’Alpinisme).

Ia juga mengapresiasi kinerja kepengurusan FPTI Kota Bandar Lampung yang dinilainya telah bekerja nyata. Meski baru berjalan sekitar tiga bulan, FPTI Bandar Lampung mampu menggelar event kompetitif sebagai wadah pembinaan atlet.

“Ini menjadi titik awal kebangkitan panjat tebing di Kota Bandar Lampung. Ke depan, pembinaan prestasi harus terus diperkuat agar atlet mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional,” ujar Andi.

Dalam ajang ini, FPTI Kota Bandar Lampung mempertandingkan delapan nomor lomba, yakni:

  • Lead Umum Putra

  • Lead Umum Putri

  • Lead U-20 Putra

  • Lead U-20 Putri

  • Lead Spider Kid Putra

  • Lead Spider Kid Putri

  • Boulder Spider Kid Putra

  • Boulder Spider Kid Putri

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ibnu Ramadhan (Ketua Bidang Pembinaan Prestasi FPTI Provinsi Lampung), Maulvie Tamizudin Yunus (Ketua Bidang Organisasi KONI Kota Bandar Lampung), Toni Afrido (Ketua FPTI Kota Bandar Lampung periode sebelumnya), serta para atlet senior panjat tebing.

Liverpool Tekuk Wolverhampton 2-1 di Anfield, Kokoh di Papan Atas Liga Inggris

Liverpool – Liverpool berhasil meraih kemenangan saat menjamu Wolverhampton Wanderers pada lanjutan Liga Inggris yang berlangsung…

Nilam Resmi Tutup Gubernur Cup Cricket 2025, Optimistis Cricket Lampung Kian Berkembang

LAMPUNG — Kejuaraan Daerah (Kejurda) bertajuk Gubernur Cup Cricket 2025 resmi berakhir setelah digelar selama dua hari, 15–16 Desember 2025, di Lapangan Simpang Agung, Lampung Tengah.

Ketua Umum Pengprov Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Lampung, Putri Nilam Sari Djausal, secara resmi menutup kejuaraan sekaligus menyerahkan hadiah kepada para juara pada Selasa (16/12/2025).

Nilam mengungkapkan, perkembangan cricket Lampung dalam tiga tahun terakhir menunjukkan tren yang sangat positif. Dari awalnya hanya sekitar 25 atlet, kini jumlah atlet yang aktif dan siap bertanding telah melampaui 100 orang, dengan delapan kepengurusan kabupaten/kota yang sudah terbentuk.

“Sejak saya memegang kepengurusan cricket Lampung pada 2023 hingga saat ini, perkembangan prestasi dan rekrutmen atlet terus meningkat. Saat ini sudah lebih dari 100 atlet yang memiliki komitmen kuat untuk bermain cricket secara serius,” ujar Nilam di sela-sela laga final nomor putra.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat PCI Lampung telah memenuhi persyaratan minimal untuk ambil bagian pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Lampung 2026. Bahkan, cricket Lampung juga diproyeksikan mampu menyumbang medali pada PON XXII 2028 mendatang.

Terkait sarana dan prasarana, Nilam mengakui kebutuhan akan lapangan khusus cricket masih menjadi tantangan. Namun pihaknya tengah mengupayakan sejumlah alternatif, termasuk pemanfaatan lahan di kawasan Kota Baru serta penjajakan kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi di Bandar Lampung.

“Jika lokasi latihan dan pertandingan dekat dengan dunia pendidikan, khususnya SMA ke atas, maka proses rekrutmen atlet akan jauh lebih mudah,” jelasnya.

Ia menambahkan, olahraga cricket tidak disarankan dimulai dari usia terlalu dini karena faktor keamanan, terutama karakter bola yang keras. Oleh sebab itu, sasaran pembinaan lebih diarahkan pada remaja hingga dewasa.

Sementara itu, Sekretaris Umum PCI Lampung, Sularno, menyebut Gubernur Cup Cricket 2025 merupakan bagian dari program pembinaan jangka panjang, termasuk persiapan menuju PON XXII 2028 di NTT–NTB.

“Dari kejuaraan ini, kami melakukan seleksi awal. Atlet-atlet yang masuk kategori pra-kualifikasi akan kami catat dan pantau perkembangannya secara berkelanjutan,” kata Sularno.

Pasca-kejuaraan, Pengprov PCI Lampung juga bersiap menggelar Porprov Lampung 2026. Dengan jumlah kepengurusan kabupaten/kota yang telah memenuhi syarat, agenda pertandingan nantinya akan diperluas dengan penambahan nomor dan penyesuaian kondisi lapangan.

Pada Gubernur Cup Cricket 2025, tim putri Lampung Utara keluar sebagai juara setelah menundukkan Lampung Tengah dengan skor tipis 48–47 di partai final. Sementara di sektor putra, gelar juara diraih tim Pringsewu yang diwakili Universitas Asisyah Pringsewu, disusul Lampung Tengah sebagai runner-up.

Kejuaraan ini pun menjadi momentum kebangkitan cricket Lampung sekaligus penegasan komitmen PCI Lampung untuk terus memajukan olahraga cricket di daerah.

SEA Games 2025: 9 Wakil Indonesia Turun Berlaga di Hari Pertama Nomor Perorangan

Pathum Thani, Thailand — Sebanyak sembilan dari total sepuluh wakil Indonesia siap bertanding pada hari pertama…

Persik Kediri Kalahkan Semen Padang 2-1 di Pekan ke-13 Super League

Kediri – Persik Kediri meraih kemenangan penting pada pekan ke-13 Super League 2025. Menjamu Semen Padang…

GEGERRR! Setelah 35 Tahun Vakum, Ajang Tinju Spektakuler ‘Metro Boxing Clash 2025’ Resmi MELEDAK

METRO | Malam itu, GOR SMK Negeri 2 Metro berubah menjadi arena pertarungan penuh adrenalin, memecah keheningan yang telah membungkus olahraga tinju kota ini selama tiga setengah dekade.

Metro Boxing Clash 2025 bukan sekadar tontonan, melainkan sebuah deklarasi kembalinya jiwa petarung Kota Metro ke kancah nasional dan internasional.

Ajang kolosal ini dibuka dengan gemuruh sorakan, disaksikan langsung oleh Wakil Walikota Metro, M Rafieq Adi Pradana, yang kehadirannya seolah menyuntikkan energi baru ke dalam ring.

Dalam sambutannya yang berapi-api, Wakil Walikota Rafieq, menegaskan bahwa gelaran tinju ini adalah titik balik bersejarah.

“Kami tidak hanya mencari tontonan. Kami sedang mencari ATLET ELIT! Melalui Metro Boxing Clash 2025 ini, kami berharap akan lahir gladiator-gladiator muda berbakat yang kelak bukan hanya mengharumkan nama Metro, bukan hanya Lampung, tetapi juga akan mengibarkan bendera Merah Putih di podium internasional,” serunya, disambut tepuk tangan membahana para atlet, Sabtu, 15 November 2025.

Rafieq menekankan bahwa Pemerintah Kota Metro tidak akan tinggal diam dalam mendukung kegiatan ini, karena sejalan dengan visi ambisius untuk menjadikan Metro sebagai Kota Berprestasi, Sehat, dan Berdaya Saing Global.

“Saya mengajak semua pihak dari pengurus, pelatih, masyarakat, hingga seluruh dunia usaha untuk menjadi benteng dukungan bagi para atlet kita. Kepada para petarung, bertanding lah dengan semangat membara, junjung tinggi jiwa kesatria, karena di atas segalanya, proses, kerja keras, dan disiplin adalah mahkota sejati dalam olahraga,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Metro, Raden Sarmada, dengan mata berbinar penuh kebanggaan, mengungkapkan momen ini adalah buah dari penantian panjang yang sarat perjuangan.

“Ya. Ini sudah 35 TAHUN. Itu adalah waktu terakhir kota ini menjadi saksi pertandingan tinju, saat Metro masih menjadi bagian dari Lampung Tengah. Alhamdulillah, malam ini kita mengukur sejarah baru. Sukses acara ini adalah karena kekuatan pengurus Pertina yang mampu menggerakkan dan menjadi jembatan bagi hasrat seluruh pecinta tinju,” tegas Raden Sarmada.

Ia lantas menyampaikan terima kasih secara khusus atas kehadiran Bapak Wakil Walikota yang disebutnya sebagai energi baru dan semangat baru untuk menjunjung tinggi sportivitas dan prestasi tinju di Metro.

“Jadilah atlet yang senantiasa menjunjung tinggi jiwa KESATRIA di dalam maupun di luar ring! Terus tingkatkan prestasi demi kejayaan Metro,” ungkapnya.

Acara Metro Boxing Clash 2025 ini dipastikan akan menjadi legenda, menandai dimulainya kembali era emas olahraga tinju di Kota Metro. | (Rio).

Ribuan Peserta Padati Fun Run Lamsel Fest 2025, Bupati Egi dan UKP Zita Anjani Ikut Berlari Bersama Warga

LAMSEL, Kalianda – Ribuan warga memenuhi kawasan Tugu Adipura, Kalianda, sejak dini hari Sabtu (15/11/2025) untuk mengikuti Fun Run Lamsel Fest 2025, salah satu agenda unggulan peringatan HUT ke-69 Kabupaten Lampung Selatan.

Sejak sebelum matahari terbit, peserta sudah memadati area start dengan mengenakan jersey bertema blue sky yang mendominasi jalur utama kota. Suasana semakin meriah dengan kehadiran banner bertuliskan pesan inspiratif dan humor ringan yang dipasang sepanjang rute, memberikan energi positif bagi seluruh pelari—mulai dari komunitas olahraga, keluarga, hingga pelajar.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, bersama Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, hadir melepas peserta dari garis start. Tak hanya memberi sambutan, Bupati Egi turut berlari mengikuti rute fun run sambil menyapa warga di berbagai titik. Ketua TP PKK Lampung Selatan sekaligus Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Pariwisata, Zita Anjani, juga tampil penuh semangat mengikuti jalur lari bersama peserta lainnya.

Bupati Egi menyampaikan apresiasi atas besarnya antusiasme masyarakat terhadap rangkaian kegiatan Lamsel Fest 2025.

“Alhamdulillah, peringatan HUT ke-69 tahun ini mendapat sambutan luar biasa. Keramaian sudah terasa sejak kemarin hingga hari ini,” ujarnya.

Ia berharap fun run dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk menjaga kesehatan sekaligus mempererat kebersamaan di tengah komunitas.

Selain Fun Run, Lamsel Fest 2025 juga menyuguhkan berbagai perlombaan, panggung musik, dan hiburan rakyat yang digelar gratis bagi warga sejak hari pertama perayaan.

“Beragam kegiatan kami siapkan untuk memberikan hiburan dan ruang kreativitas masyarakat. Semuanya gratis,” kata Bupati Egi.

Kegiatan fun run ditutup dengan sesi ramah tamah dan pemberian apresiasi kepada peserta. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran acara sehingga berjalan tertib, aman, dan meriah.

Atraksi Jetski Merak–Bakauheni Resmi Buka Lamsel Fest 2025, Zita Anjani Pimpin Langsung Penyeberangan Bersejarah

LAMSEL, Bakauheni – Selat Sunda mencatat sejarah baru pada Jumat pagi (14/11/2025). Untuk pertama kalinya, aksi jetski lintas Merak–Bakauheni digelar sebagai pembuka resmi Lampung Selatan Festival (Lamsel Fest) 2025, festival pariwisata terbesar di Kabupaten Lampung Selatan.

Aksi ini dipimpin Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Pariwisata sekaligus Ketua TP PKK Lampung Selatan, Zita Anjani. Ia didampingi Anggota DPR RI Verrel Bramasta, adventurer nasional Audrey “King of Jungle”, serta kreator digital Hasan Alaydrus. Keempatnya sukses menorehkan sejarah sebagai rombongan pertama yang melakukan penyeberangan Merak–Bakauheni menggunakan jetski.

Rombongan berangkat dari Dermaga Lanal Banten di Merak dan menempuh jarak sekitar 33 kilometer dalam waktu kurang lebih 45 menit menuju Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) Bakauheni. Jalur ini dikenal sebagai salah satu akses laut tersibuk yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatra.

Aksi penyeberangan ini tidak hanya menjadi tontonan adrenalin, tetapi juga langkah strategis untuk memperkuat daya tarik wisata bahari Lampung Selatan, khususnya Selat Sunda yang memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata minat khusus.

Setibanya di Pelabuhan BBJ, rombongan disambut Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung Bobby Irawan, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, serta jajaran Forkopimda. Penyambutan tersebut menandai dibukanya secara resmi Lamsel Fest 2025, yang diharapkan menjadi motor penggerak sektor ekonomi, UMKM, dan pariwisata daerah.

Ombak Tinggi Jadi Tantangan di Tengah Laut

Atraksi Jetski Merak–Bakauheni Resmi Buka Lamsel Fest 2025, Zita Anjani Pimpin Langsung Penyeberangan Bersejarah

Dalam keterangannya, Zita mengungkapkan bahwa kondisi ombak yang dihadapi jauh berbeda dari prediksi awal.

“BMKG memprediksi ombak 1,2 meter, sempat membuat kami khawatir. Tapi saat tiba di Merak, ombak malah landai, sekitar 0,2–0,4 meter,” ujarnya.

Namun situasi berubah saat perjalanan memasuki perairan tengah Selat Sunda.

“Di tengah laut ombaknya justru meningkat, mungkin sekitar 1,5 meter. Verrel sempat terluka di jarinya, dan Audrey cukup kewalahan karena ombaknya besar sekali,” ungkapnya.

Memasuki area Bakauheni, tantangan kembali bertambah.

“Ombak mulai datang dari depan, benar-benar melawan perjalanan kami. Tapi alhamdulillah semua bisa sampai dengan selamat,” tambah Zita.

Meski menghadapi tantangan alam, seluruh peserta tetap bersemangat dan berhasil mencapai garis akhir dengan baik.

Zita menegaskan bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki peluang besar untuk mengembangkan wisata antarpulau berbasis petualangan.

“Inilah salah satu sport tourism cross island yang kami perkenalkan. Semoga bisa menjadi tren baru khususnya Merak–Bakauheni dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” katanya optimistis.

Menurut Zita, Lamsel Fest 2025 mengusung semangat bahwa Lampung Selatan adalah “Gerbang Sumatra untuk Dunia”.

“Demi Lampung Selatan tercinta, Insyaallah daerah ini bisa menjadi pusat pariwisata baru di Sumatra,” ungkapnya.

Aksi jetski lintas Selat Sunda ini sekaligus menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mendorong kreativitas pariwisata berbasis alam, petualangan, dan sport tourism.

Pemerintah daerah berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda tahunan sekaligus identitas baru pariwisata Lampung Selatan.

Lampung–Banten Mantapkan Langkah Bersama Menuju Tuan Rumah PON 2032

LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh langkah KONI Lampung bersama KONI Banten…

Lampung Tembus Peringkat 10 Nasional di POPNAS XVII 2025, Torehkan 8 Medali Emas

JAKARTA – Provinsi Lampung mencatat prestasi membanggakan pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XVII Tahun…

Como dan Juventus Raih Kemenangan di Pekan Kesembilan Liga Italia

Italia – Sejumlah laga menarik tersaji pada pekan kesembilan Liga Italia yang berlangsung Kamis (30/10) dini…

Bhayangkara Presisi Lampung FC Siap Jamu Persita Tangerang, Ajak Warga Lampung Ramaikan Stadion PKOR Sumpah Pemuda

LAMPUNG — Keseruan Liga Indonesia akan kembali hadir di Kota Tapis Berseri. Tim kebanggaan masyarakat Lampung,…

Kasdam XXI/Raden Inten Hadiri Event Utomobile Run 10K dan 5K Tahun 2025

Lampung — Kepala Staf Kodam XXI/Raden Inten Brigjen TNI Andrian Susanto, S.I.P., M.Han., M.I.Pol. menghadiri kegiatan Utomobile Run 10K dan 5K Tahun 2025 yang digelar di halaman Kantor Bank Utomo, Jalan Raden Intan No. 93, Kelurahan Enggal, Kecamatan Enggal, Kota Bandar Lampung, pada Minggu (26/10/2025).

Event olahraga lari jalan raya ini diselenggarakan dalam rangka memperingati hari jadi Bank Utomo sekaligus menjadi ajang untuk mempererat silaturahmi serta menumbuhkan semangat hidup sehat di kalangan masyarakat Lampung.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Irdam XXI/Raden Inten Brigjen TNI Enjang, S.I.P., M.Han., Kapoksahli Pangdam XXI/Raden Inten Brigjen TNI Sriyanto, M.I.R., M.A., Kanit Keuangan Polda Lampung Kombes Pol Juniar Simanjuntak, S.Si., M.Si., Kajasdam XXI/Raden Inten Letkol Arm Andi Achmad Afandi, S.Sos., M.Si., Direktur Utama PT BPR Utomo Manunggal Sejahtera Lampung, Bapak Rudy Hasanudin, Pimpinan Cabang Bank Danamon Ibu Lince, Direksi dan Jajaran BPR dan BPRS se-Provinsi Lampung.

Event Utomobile Run 2025 diikuti lebih dari 2.000 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari komunitas lari, pelajar, masyarakat umum hingga prajurit TNI dan personel Polri. Peserta berkompetisi dalam dua kategori, yaitu 10 kilometer dan 5 kilometer, dengan rute yang melintasi sejumlah jalan protokol di Kota Bandar Lampung.

Dalam kesempatan tersebut, Kasdam XXI/Raden Inten Brigjen TNI Andrian Susanto menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada pihak penyelenggara serta seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan positif tersebut.

“Kegiatan seperti ini tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan semangat sportivitas di tengah masyarakat Lampung,” ujarnya.

Suasana kegiatan berlangsung meriah dan penuh semangat, ditandai dengan antusiasme peserta sejak pagi hari. Acara ditutup dengan penyerahan medali dan hadiah bagi para pemenang, serta pengundian doorprize menarik bagi seluruh peserta yang turut memeriahkan kegiatan tersebut.

Erick Thohir: PSSI Belum Kontak Calon Pelatih Baru Timnas Indonesia

Jakarta — Sosok pelatih baru Timnas Indonesia masih menjadi tanda tanya. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir,…

Akademisi Olahraga Ardian Cahyadi: Daerah Harus Tangkap Peluang Ekonomi Melalui Olahraga

BANDAR LAMPUNG – Akademisi olahraga Ardian Cahyadi menyoroti masih terpusatnya penyelenggaraan event olahraga di Kota Bandar Lampung. Kondisi ini, menurutnya, menjadi tantangan serius bagi pemerataan pembangunan dan kemajuan olahraga di Provinsi Lampung.

Ardian menilai mundurnya beberapa kabupaten yang sempat mengajukan diri sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) menjadi indikator ketimpangan infrastruktur dan minimnya strategi pembangunan olahraga di daerah.

“Ini sudah ketiga kalinya Porprov digelar di Bandar Lampung. Harusnya ini menjadi alarm bahwa pemerataan infrastruktur olahraga di daerah belum berjalan optimal,” ujarnya kepada awak media, Selasa (21/10/2025).

Ia menambahkan, ketergantungan pada kota besar seperti Bandar Lampung menunjukkan kurangnya keberanian daerah lain untuk menjadikan olahraga sebagai sarana promosi wilayah. Padahal, di banyak daerah di Indonesia maupun dunia, olahraga telah terbukti menjadi alat strategis untuk membangun citra daerah, menggerakkan ekonomi, dan memperkuat sektor pariwisata.

“Olahraga itu bukan sekadar ajang prestasi, tetapi juga industri. Saat ada event besar, sektor perhotelan, transportasi, kuliner, dan UMKM ikut bergerak. Sayang kalau potensi sebesar itu tidak ditangkap oleh daerah,” terang Ardian.

Lebih lanjut, Ardian menyebut bahwa Lampung memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai destinasi sport tourism, berkat letak geografis yang strategis dan antusiasme masyarakat terhadap olahraga. Namun, untuk mewujudkannya, diperlukan model bisnis yang melibatkan sponsor, investor, dan pelaku usaha lokal.

“Jika ekonomi olahraga tumbuh, masyarakat akan memandang olahraga sebagai peluang karir masa depan. Atlet fokus pada prestasi, dan prestasi itu akan mengangkat nama Lampung di kancah nasional maupun internasional,” jelasnya.

Ardian juga menekankan pentingnya perubahan paradigma pemerintah daerah dalam melihat olahraga. Menurutnya, olahraga harus dipahami sebagai bagian dari ekonomi kreatif, bukan sekadar kegiatan kompetisi.

“Kalau dikelola dengan baik, event olahraga bisa menjadi kampanye positif daerah—menunjukkan budaya, destinasi wisata, hingga produk unggulan lokal. Tapi semua itu perlu keberanian membangun infrastruktur dan menggandeng sektor bisnis,” katanya.

Ia berharap pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Lampung dapat segera menyusun kebijakan pemerataan infrastruktur olahraga yang didukung sektor swasta, agar pertumbuhan ekonomi dan prestasi olahraga tidak hanya berpusat di ibu kota provinsi.

“Sudah saatnya daerah bergerak. Olahraga itu bukan beban, tapi peluang besar bagi kemajuan ekonomi daerah,” pungkas Ardian Cahyadi.

Drama Menit Akhir! Barcelona Taklukkan Girona 2–1, Pedri dan Araujo Jadi Penyelamat

Barcelona — Barcelona berhasil meraih kemenangan dramatis atas Girona dengan skor 2–1 dalam laga lanjutan Liga…

Chelsea Bungkam Nottingham Forest 3-0 Meski Bermain dengan 10 Pemain Pada Liga Inggris

Nottingham – Chelsea meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Nottingham Forest dalam lanjutan Liga Inggris 2025/2026 di…

PSSI Pecat Patrick Kluivert, Terancam Bayar Kompensasi Besar Lagi

Jakarta – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) resmi memecat Patrick Kluivert beserta jajaran pelatihnya dari…

Erick Thohir: Jumlah Atlet Indonesia untuk SEA Games 2025 Akan Meningkat, Target Masih Jadi Tantangan

Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, mengumumkan bahwa jumlah atlet Indonesia yang akan…

Sinergi Atlet, Pelatih, dan Official Bawa Lampung Tembus 8 Besar Pornas Korpri Palembang

PALEMBANG — Prestasi membanggakan kembali diraih kontingen Provinsi Lampung dalam ajang Pekan Olahraga Nasional Korpri (Pornas…