Wahdi Berangkatkan Nakes AMC Umroh Gratis Dan Santuni Puluhan Anak Yatim

LAMPUNG7COM – Metro | Yayasan Iqro Insani yang membawahi Rumah Sakit Ibu dan Anak Anugerah Medical Centre (RSIA AMC) dan yayasan Gemasik, memberangkatkan dua karyawan terbaik ke tanah suci Mekkah, untuk menjalankan ibadah umroh gratis.

Pemberangkatan Umroh gratis ini dilakukan, sebagai bentuk reward kepada karyawan terbaik medis dan non medis yang telah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Pemberian reward berupa umroh gratis tersebut, diberikan langsung oleh penasehat yayasan iqro insani dan yayasan gemasik, Wahdi Siradjudin saat acara silahturahmi dan pemberian santunan kepada puluhan anak yatim.

“Alhamdulillah hari ini yayasan kami masih terus berperan aktif untuk masyarakat, melalui gerakan reaksi cepat, mulai dari pemberian bantuan kebencanaan, kesehatan dan pendidikan, serta gerakan sosial lainnya, dengan tujuan mencetak generasi emas metro cemerlang,”ucap Wahdi, Minggu (23/3/2025).

Bukan hanya itu, hari ini juga kami memberikan reward kepada para tenaga kesehatan terbaik, yang telah mendedikasikan kinerja serta pelayanan di rumah sakit AMC, berupa umroh gratis.

“Di tahun 2024 kami memberikan reward pada dua orang yakni Ekawati karyawan terbaik non medis, dan Reni Septiana Karyawan Medis terbaik,” ujar Wahdi.

Wahdi juga berkomitmen, akan terus mendedikasikan dirinya, untuk masyarakat kota Metro, dalam berbagai kegiatan sosial, baik dibidang kesehatan, pendidikan maupun lainnya.

“Tujuan kita tetap sama, untuk masyarakat Metro, melalui kegiatan kegiatan positif, dengan tujuan menciptakan generasi emas metro cemerlang. Dengan reward yang kami berikan ini diharapkan, dapat memotivasi para pegawai lainnya, dibawa naungan yayasan iqro insani dan yayasan gemasik dalam memberikan pelayanan kesehatan serta kegiatan sosial kepada masyarakat,”pungkasnya.|(Red).

HIMPAUDI Kota Metro Resmi Dilantik, Wadah Bagi Pendidik PAUD Dalam Mengembangkan Wawasan Teknologi dan Akses Pendidikan

LAMPUNG7COM – Metro | Ketua dan Pengurus Daerah Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kota Metro resmi dilantik hari ini, di Aula Pemerintah Kota Metro, Sabtu (22/03/2025).

Bunda PAUD Kota Metro, Eni Sumiarti Bambang, dalam sambutannya menyampaikan harapan besar kepada kepengurusan HIMPAUDI yang baru.

Ia menekankan pentingnya amanah yang diemban oleh pengurus dalam mengembangkan pendidikan anak usia dini sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.

“Tantangan PAUD saat ini yang cukup besar, mulai dari peningkatan mutu pendidik, mutu lembaga, akses pendidikan, hingga keterlibatan keluarga dalam pembelajaran,”ucap Eni.

Melalui HIMPAUDI sebagai organisasi yang menaungi pendidik PAUD nonformal diharapkan dapat memainkan peran strategis dalam menghadapi tantangan ini dengan pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan, terutama bagi pendidik PAUD.

“Kini kita semua telah masuk dengan berbagai ketersediaan teknologi. Mari berikan sentuhan teknologi kepada pelaku pendidikan anak usia dini agar memberikan kemudahan, efisiensi, dan efektivitas dalam pembelajaran,” ujar Eni.

Harapannya, dengan adanya HIMPAUDI Kota Metro, dapat menjadi wadah bagi pendidik PAUD dalam mengembangkan wawasan mengenai penguasaan teknologi dan akses pendidikan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro, Suwandi, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan HIMPAUDI dalam meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini, mengingat adanya kebijakan baru dari pemerintah pusat bahwa anak wajib belajar 13 tahun dimulai dari usia prasekolah sebagai bagian dari rencana pemerintah dalam membangun generasi emas Indonesia tahun 2045.

“Masa anak-anak tumbuh kembang adalah masa keemasan. Jika kita mendukung pertumbuhan mereka dengan baik, maka kita akan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas,” ungkap Suwandi.

Dalam upaya mendukung peningkatan pendidikan PAUD, Suwandi memaparkan tiga kebijakan utama yang telah disiapkan oleh pemerintah yaitu Perbaikan infrastruktur dan sarana prasarana di seluruh Indonesia, termasuk di Kota Metro, Pemenuhan jumlah tenaga pendidik untuk memastikan anak-anak mendapatkan pendidikan yang layak.

“Ketiga Peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama guru PAUD yang merupakan ujung tombak pendidikan usia dini,“terang Suwandi.

Menurut data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro, angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD di Kota Metro saat ini mencapai 72 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang masih di angka 54 persen.

Namun, angka ini masih dianggap perlu ditingkatkan agar semakin banyak anak usia dini yang mendapatkan akses pendidikan.

Salah satu kabar baik yang disampaikan dalam acara ini adalah adanya rencana pemberian beasiswa bagi guru-guru honorer di Kota Metro yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi tenaga pendidik PAUD agar setara dengan guru-guru di jenjang lainnya.

“Kami ingin guru-guru PAUD mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Dengan beasiswa ini, diharapkan mereka semakin termotivasi dalam mendidik anak-anak usia dini,” pungkas Suwandi.

Pada kesempatan yang sama, Ketua HIMPAUDI Kota Metro yang baru dilantik periode 2025-2029, Nidia Irene Rafieq, mengungkapkan komitmennya untuk mengembangkan HIMPAUDI dengan lebih baik dan mengapresiasi perjuangan pengurus sebelumnya dalam membangun HIMPAUDI hingga saat ini.

“Saya sangat memahami tantangan yang dihadapi para pendidik PAUD karena saya juga pernah mengalami hal yang sama. Oleh karena itu, saya berkomitmen untuk bekerja lebih baik lagi dan mengimplementasikan berbagai rencana besar untuk kemajuan HIMPAUDI Kota Metro,” ujar Nidia.

Nidia juga menekankan bahwa keberhasilan HIMPAUDI tidak lepas dari kerja sama, kerja keras, tanggung jawab, dan keterbukaan dalam organisasi serta meminta dukungan dan bimbingan dari pengurus HIMPAUDI Lampung serta para stakeholder pendidikan di Kota Metro.

“Semoga kepengurusan HIMPAUDI yang baru dapat menjalankan amanah ini dengan baik dan menjadi mitra strategis bagi pemerintah dalam memajukan dunia pendidikan. Dengan semangat baru dari kepengurusan HIMPAUDI Kota Metro, diharapkan pendidikan anak usia dini di daerah ini akan semakin maju dan berkontribusi dalam mencetak generasi emas Indonesia di masa depan, “pungkas Nidia. (Red).

Forum Backstagers Indonesia DPD Lampung Gelar Kegiatan Berkah Backstagers dan Santunan di SLB Dharmasari

Bandar Lampung – Pada 20 Maret 2025, Forum Backstagers Indonesia DPD Lampung menyelenggarakan kegiatan Berkah Backstagers yang diawali dengan penyaluran santunan serta penyampaian zakat mal dari Ketua Umum DPP Forum Backstagers Indonesia, Bapak Andro Rohmana Putra. Kegiatan ini berlangsung di Panti SLB Dharmasari, Kota Sepang, Bandar Lampung.

Ketua Backstagers DPD Lampung, Robby Sonny, menyampaikan bahwa Berkah Backstagers merupakan program nasional yang diinisiasi oleh DPP Backstagers sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Menurutnya, momentum Ramadan menjadi kesempatan yang tepat untuk berbagi kebaikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Panti SLB Dharmasari dipilih sebagai lokasi kegiatan ini karena termasuk dalam kategori panti yang sangat membutuhkan bantuan. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban para penghuni panti dan memberikan manfaat bagi mereka,” ujar Robby.

Selain kegiatan sosial, Backstagers DPD Lampung juga menggelar acara buka bersama di Unsilent Café yang dihadiri lebih dari 30 anggota. Dalam kesempatan tersebut, dilakukan diskusi antara pengurus dan anggota, dengan salah satu fokus utama pembahasan adalah program edukasi bagi pelaku industri event di Lampung.

“Melihat semakin berkembangnya industri event di Lampung, kami menilai pentingnya peningkatan kapasitas SDM serta penguatan ekosistem yang mendukung industri ini. Oleh karena itu, kami berencana untuk segera menjalankan program edukasi agar dapat memberikan manfaat lebih luas bagi para pelaku event di daerah ini,” tambahnya.

Diharapkan, dalam waktu dekat program edukasi tersebut dapat segera terealisasi dan menjadi bagian dari komitmen Backstagers DPD Lampung dalam mendukung kemajuan industri event serta pemberdayaan SDM di wilayah Lampung.

Saat Bukber, BKPRMI Lampung Ingin Risma di Setiap Masjid Aktif & Berdaya, Menjadi Wadah Positif

Bandar Lampung – Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan memperkokoh soliditas organisasi, Dewan Pimpinan Wilayah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPW BKPRMI) Lampung menggelar acara buka puasa bersama di Cafe Kopi Legend, Bandar Lampung, pada Minggu, 16 Maret 2025.

Ketua DPW BKPRMI Lampung, Ahmad Khoirudin Syam, M.Si., mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting menjelang pelantikan pengurus BKPRMI periode 2025-2030, yang direncanakan berlangsung pada akhir April atau awal Mei.

“Ada tiga poin utama yang ingin saya sampaikan dalam momentum ini. Pertama, kami akan memperkuat struktur Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an (LPTKA) agar lebih efektif dalam membentuk generasi Qur’ani,” ujar Bang Syam, sapaan akrabnya.

Penguatan Peran Remaja Masjid

Selain itu, BKPRMI Lampung juga akan berfokus pada pengembangan dan pemberdayaan remaja masjid agar lebih aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan dan sosial.

“Kedua, kami ingin memastikan bahwa remaja masjid di seluruh Lampung semakin aktif dan produktif. Mereka harus menjadi pelopor dalam kegiatan positif yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” lanjutnya.

Poin ketiga yang disampaikan adalah memperkuat peran BKPRMI dalam memakmurkan masjid. Bang Syam menegaskan bahwa pengurus masjid harus lebih aktif dalam mengelola dan menghidupkan kembali kegiatan di masjid, khususnya yang melibatkan remaja masjid (Risma).

“Jika Risma di setiap masjid aktif dan berdaya, maka mereka dapat menjadi wadah positif bagi generasi muda. Ini bisa mengalihkan mereka dari pengaruh negatif seperti pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, dan perilaku menyimpang lainnya,” tegasnya.

Ia juga berpesan agar pengurus masjid mengambil peran lebih besar dalam membina Risma. Dengan demikian, mereka tidak hanya menyelamatkan generasi muda dari degradasi moral, tetapi juga membangun komunitas yang lebih religius, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Acara buka bersama ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen BKPRMI dalam mencetak generasi Qur’ani serta menghidupkan kembali peran masjid sebagai pusat aktivitas keagamaan dan sosial di Lampung.

KNPI Lampung Dukung Visi “Bersama Lampung Maju, Indonesia Emas”

Bandar Lampung – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan, DPD KNPI Provinsi Lampung menggelar acara buka bersama yang turut dihadiri berbagai elemen pemuda, tokoh masyarakat, serta perwakilan instansi terkait pada Minggu, 16 Maret 2025.

Acara yang berlangsung di Aula Gedung Pemuda DPD KNPI Provinsi Lampung ini juga dirangkai dengan kegiatan santunan anak yatim dan tausiyah inspiratif yang disampaikan oleh Ustadzah Nabila Zainuri, M.Pd. CDAI.

KNPI Siap Bersinergi untuk Kemajuan Lampung

Ketua Harian DPD KNPI Provinsi Lampung, Bung Wawansah, menekankan pentingnya momentum Ramadan sebagai refleksi untuk meningkatkan kepedulian dan peran pemuda dalam pembangunan daerah.

“Momen Ramadan ini menjadi refleksi bagi kita semua untuk terus memperbaiki diri dan menjadi pemuda yang bermanfaat bagi sesama,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmen KNPI dalam bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Lampung di bawah kepemimpinan Gubernur Kiyai Mirza dan Wakil Gubernur Mbak Jihan. Menurutnya, kehadiran pemuda dalam kepemimpinan daerah menjadi kunci utama dalam menciptakan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

“KNPI siap mendukung program-program prioritas pemerintah, khususnya dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) pemuda, demi mewujudkan Lampung yang lebih maju,” tambahnya.

Dukungan Dispora untuk Pemuda Lampung

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Lampung, Descatama Paksi Moeda, ST., SE., MM., turut mengapresiasi peran KNPI sebagai wadah kepemudaan yang aktif dan berdampak positif bagi masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi KNPI yang terus berkontribusi dalam memajukan Provinsi Lampung. Semoga ke depan, organisasi ini semakin solid dan memberikan manfaat lebih besar bagi pemuda di daerah ini,” ujar Bung Desca, sapaan akrabnya.

Selain kegiatan buka puasa bersama, acara ini juga menjadi ajang mempererat kebersamaan di antara pemuda se-Lampung. Turut hadir Ketua DPD KNPI Kabupaten/Kota serta Ketua Organisasi Kepemudaan (OKP) se-Provinsi Lampung, yang menunjukkan komitmen kolektif dalam membangun organisasi kepemudaan yang lebih progresif.

Dengan semangat kolaborasi dan kebersamaan, KNPI Lampung optimistis dapat terus berkontribusi dalam pengembangan potensi pemuda dan turut mewujudkan visi “Bersama Lampung Maju, Indonesia Emas”.

Koalisi Masyarakat Gebrak Pintu Rapat Panja, Minta RUU TNI Tak Dibahas Tertutup

Jakarta – Polemik Pembahasan RUU TNI, Koalisi Masyarakat Sipil Lakukan Aksi Penolakan Pembahasan Rancangan Undang-Undang Tentara…

Komite Pewarta Independen (KoPI) Gelar Buka Puasa Bersama untuk Pererat Silaturahmi Persaudaraan di Bulan Ramadan

Lampung – Dalam rangka mempererat silaturahmi di bulan suci Ramadan, Dewan Pengurus Pusat Komite Pewarta Independen (DPP KoPI) mengadakan acara buka puasa bersama di D’Obong Kitchen pada Jumat, 14 Maret 2025.

Ketua Umum (Ketum) Dewan Pengurus Pusat Komite Pewarta Independen (DPP KoPI), Jeffry Noviansyah menjelaskan, bahwa acara ini bukan hanya sekadar berbuka puasa, tetapi juga menjadi momen untuk memperkuat hubungan persaudaraan antar sesama pewarta yang tergabung di KoPI.

“Kami ingin menjadikan Ramadan sebagai waktu yang penuh makna, tidak hanya dalam ibadah, tetapi juga untuk mempererat hubungan antar anggota. Acara ini juga menjadi tempat untuk berdiskusi mengenai perkembangan dunia jurnalistik dan agenda KoPI kedepan,” ujar Jeffry yang didampingi Sekretaris, Bambang SP.

Melalui kegiatan ini, KoPI berharap dapat terus menjaga solidaritas dan meningkatkan semangat profesionalisme di kalangan pewarta independen.

“Acara ini juga menjadi bukti bahwa kebersamaan dan silaturahmi adalah nilai yang selalu dijaga dalam komunitas jurnalis yang tergabung di KoPI,” tambahnya.

Acara tersebut dihadiri oleh pengurus dan anggota KoPI yang merayakan kebersamaan dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan. (*)

Aktivis Masyarakat Independent GERMASI dan Lembaga Konservasi 21 Curigai Dugaan Penguasaan Lahan Kawasan Hutan TNBBS oleh Oknum Besar

Lampung Barat – Alih fungsi lahan di Kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) kembali menjadi sorotan. Berdasarkan data, dari total 57.530 hektare Kawasan Hutan TNBBS yang masuk dalam wilayah administrasi Kabupaten Lampung Barat, sekitar 21.925 hektare di antaranya telah beralih fungsi menjadi perkebunan kopi robusta.

Menanggapi kondisi ini, Founder Masyarakat Independent GERMASI, Ridwan Maulana, CPL.CDRA, mencurigai adanya indikasi penguasaan lahan oleh pihak tertentu yang menggunakan nama masyarakat sebagai tameng. Pasalnya, luasnya lahan yang telah beralih fungsi dinilai tidak mungkin sepenuhnya dikuasai oleh petani kecil secara mandiri.

“Kami melihat ada kejanggalan dalam alih fungsi lahan ini. Tidak mungkin lahan seluas itu dikuasai oleh masyarakat secara individu tanpa ada peran atau campur tangan dari pihak-pihak tertentu yang memiliki kepentingan besar,” ujar Ridwan.

Aktivis GERMASI menduga adanya oknum berpengaruh yang ikut bermain di balik alih fungsi hutan ini. Sosok tersebut diduga memiliki akses terhadap penguasaan lahan secara ilegal. Aktivis GERMASI mendesak pihak berwenang untuk segera melakukan investigasi guna memastikan tidak adanya praktik mafia tanah yang merugikan negara dan lingkungan.

Aktivis Pemerhati Lingkungan dari Lembaga Konservasi 21, Ir. Edy Karizal, menyatakan, “Secara umum, rusaknya lahan Kawasan Hutan TNBBS yang telah beralih fungsi menjadi kebun kopi sekitar 21.925 hektare ini sudah pasti didukung oleh perusahaan-perusahaan yang selama ini menikmati hasil kopi robusta ilegal dari kawasan tersebut.”

“Kerusakan yang masif ini menguntungkan perusahaan kopi tanpa perlu memiliki lahan perkebunan atau tenaga kerja, cukup mendukung petani kopi dalam budidaya dan pemasaran. Keuntungan besar mereka tercapai, sementara petani hanya diuntungkan secara sementara, bahkan dengan membuka hutan secara ilegal. Pemerintah daerah pun lebih memikirkan kepentingan konstituen mereka dalam jangka pendek tanpa melihat dampak buruknya dalam jangka panjang,” ungkapnya.

Edy menambahkan, “Pihak-pihak yang mendukung perusakan Hutan TNBBS, yang merupakan sumber plasma nutfah, sumber oksigen, penyerap karbon dioksida, dan mata air bagi beberapa wilayah kabupaten di Lampung, telah melakukan tindakan biadab yang tidak manusiawi. Kawasan TNBBS adalah ekosistem terakhir yang menjadi sumber kehidupan bagi makhluk hidup dan manusia di beberapa kabupaten. APH harus menindak tegas dan mengusut masalah ini secara tuntas. Jika tidak, kita semua akan menghadapi bencana besar yang sulit diselesaikan dalam jangka pendek.”

Edy juga menegaskan, “Pemda Lampung Barat harus bertanggung jawab atas kerusakan ini karena dengan sengaja mendukung masuknya masyarakat ke dalam Kawasan Hutan TNBBS.”

Alih fungsi lahan secara masif ini menimbulkan kekhawatiran terkait dampak ekologis. Deforestasi di kawasan hutan konservasi berpotensi mengancam keberlanjutan ekosistem, mengurangi fungsi hutan sebagai penyangga air, serta meningkatkan risiko bencana alam seperti tanah longsor dan banjir.

Aktivis Masyarakat Independent GERMASI dan Lembaga Konservasi 21 meminta kepada Pemerintah Pusat, TNI, Balai Besar TNBBS, serta Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya Kejaksaan Agung RI, untuk turun tangan terkait keterlibatan oknum-oknum yang diduga menguasai lahan secara ilegal dan menindak tegas sesuai dengan aturan hukum yang berlaku di Indonesia.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang terkait dugaan ini. Namun, aktivis anti-korupsi dan aktivis lingkungan terus mendorong transparansi dan penegakan hukum agar kawasan konservasi tidak semakin terancam oleh kepentingan pihak tertentu.

(Tim/Aris)

DKM Gelar Seminar Dari Transculture Sampai Akulturasi dalam Tari Tradisi dan Kontemporer

LAMPUNG7COM – Metro | Dewan Kesenian Metro mengadakan seminar bertajuk Akulturasi Tari dalam Konteks Tradisi dan Kontemporer, di gedung DKM setempat, Selasa, (11/3/2025).

Tampak hadir guru, pegiat seni tari, dan siswa sekolah menengah, kemudian sebagai pembicara dalam acara tersebut Reina Takeuchi, Kiki Rahmatika, Antoni, dan Susanto dengan moderator Solihin Ucok yang mengatur jalannya seminar.

Reina Takeuchi merupakan penata tari dari Australia, memaparkan pentingnya percampuran budaya dengan bertemu secara langsung dan intens dari beragam praktik budaya dalam proses penciptaan karya tari.

Ia menyampaikan urgensi perspektif transculture dalam proses kreatif sehingga yang tercipta bukan hanya sebuah karya seni, tetapi lebih dari itu, transculture memungkinkan terbentuknya pemahaman-pemahaman baru antarbudaya yang berbasis pada kesalingan dan negoisasi.

Sepemahaman dengan Reina, Kiki Rahmatika mengatakan bahwa transculture bukan hanya mempertukarkan tubuh antarbudaya, tetapi jiwa, perilaku, dan seluruh aspek yang hidup dalam tiap kebudayaan.

Kiki Rahmatika, koreografer asal Lampung yang sudah mengunjungi beberapa negara untuk berkesenian itu menyampaikan juga bahwa transculture dalam seni tari merupakan jalan untuk menemukan basis metodologi sehingga menghasilkan karya yang kuat.

Sementara, Antoni melihat perlunya seniman tari melakukan riset yang benar-benar turun ke denyut nadi kebudayaan masyarakat, bukan hanya melakukan pembacaan di dunia maya saja.

“Riset yang kuat dalam seni tari pada akhirnya akan menghasilkan karya yang unik dan memiliki daya hidup yang lama. Selain itu riset yang membumi dan menyeluruh dalam proses penciptaan karya tari juga memberikan kebiasaan kepada seniman tari untuk tidak dengan mudah mencontek karya orang lain,”ungkap Antoni.

Susanto berpendapat bahwa dengan mengajarkan karya tari kepada generasi muda merupakan jalan dalam pembentukan akulturasi dalam suatu masyarakat.

Tentu saja proses pengajaran karya tari itu harus ‘apa adanya’ sehingga generasi muda bisa mengetahui perbedaan tari kreasi tradisi dan kontemporer.

“Ajarkan saja tarian itu sesuai dengan gerakan aslinya, tidak perlu ditambah atau dikurangi,” ucap Susanto, penari yang pernah lama ‘mondok’ di Anjungan Lampung Taman Mini Indonesia Indah itu.

Ketua Dewan Kesenian Metro, Solihin Ucok, menyampaikan bahwa perlu adanya riset yang intensif untuk menciptakan karya seni berbasis akulturasi pada masyarakat yang majemuk.

“Nantinya, karya seni, baik itu karya seni tari atau yang lainnya, benar-benar bisa dianggap hasil proses akulturasi yang nyata dan benar-benar berjalan di masyarakat. Bukan suatu yang mengada-ada,” pungkas Solihin Ucok.| (Red).

Audiensi Dengan Walikota, Baznas Metro Perkenalkan 2 Gebrakan Program Gerai Z-Ifthar dan BMM

LAMPUNG7COM – Metro | Walikota Metro Bambang Iman Santoso menerima audiensi Ketua Baznas Kota Metro beserta jajarannya, di Ruang Kerja Wali Kota Metro, Senin (10/03/2025).

Tujuan utama pertemuan ini untuk membahas kolaborasi strategis antara Baznas Kota Metro dan Pemerintah Kota Metro yang difokuskan pada upaya bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Metro.

Walikota Metro Bambang Iman Santoso, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya pertemuan tersebut, dimana salah satu peran Baznas adalah menjalankan amanat program prioritas dalam penuntasan kemiskinan nasional yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia.

Bambang juga memberikan apresiasi terhadap kepengurusan Baznas Kota Metro yang baru yang memiliki semangat dan energi baru dengan sebagian besar diisi oleh anggota muda dan energik.

“Dengan pengurusan Baznas yang baru ini, saya lihat memang betul-betul masih muda-muda, semangat untuk maju,” ujar Bambang.

Namun Walikota Metro tersebut juga mengingatkan pentingnya beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh Baznas Kota Metro, salah satunya adalah membangun dan menjaga kepercayaan masyarakat dalam hal pengumpulan zakat.

“Kepercayaan dulu yang paling penting harus kita bangun di Kota Metro dan harus menjadi sponsor utamanya adalah yang bisa memaksimalkan penggalian potensi-potensi yang dapat mulai dari ASN untuk berikan contoh menyalurkan infak, jariah sodakoh nya melalui Baznas,” tegas Bambang.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Bambang berkomitmen untuk memberikan infak sebesar Rp 250.000 setiap Jumat dan hal tersebut berharapkan dapat diikuti para pejabat lainnya denga berkontribusi, minimal Rp50.000 hingga Rp100.000.

Selain itu, dirinya juga menginginkan Baznas Kota Metro memiliki fasilitas kantor yang representatif dan strategis baik, sehingga dapat meningkatkan wibawa Baznas dan memperkuat syiarnya kepada masyarakat serta menjaga kepercayaan para muzakki dan memastikan pengelolaan dana umat dilakukan secara akuntabel dan transparan.

“Pembangunan yang dilakukan ini bukan hanya tanggung jawab Pemerintah Kota Metro, tapi juga lembaga-lembaga lain termasuk Baznas,” tambah Bambang.

Tak hanya itu, Bambang juga mendorong Baznas untuk terus menggali potensi zakat yang ada di Kota Metro, sehingga jangkauan program bantuan Baznas yang dicapai dapat semakin luas dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.

“Saya berharap Baznas dapat terus menggali potensi zakat untuk membantu anak sekolah, memberikan modal usaha, membangun rumah, dan sebagainya,” jelas Bambang.

Sementara itu, Ketua Baznas Kota Metro Joko Suroso, menyampaikan rencana program Gerai Z-Ifthar yang bertujuan untuk membuka peluang usaha bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Metro.

“Alhamdulillah, program Gerai Z-Ifthar sudah siap diluncurkan besok, kami berharap Wali Kota Bambang dapat hadir pada peluncuran program tersebut di Masjid Nurul Huda Banjarsari pukul 17.00 WIB, ” ucap Joko Suroso.

Joko Suroso juga menjelaskan tentang program lainnya seperti BMM (Baznas Microfinance Masjid) yang telah berjalan di 2 masjid di Kota Metro.

“Dua masjid tersebut masing-masing mendapatkan suntikan Rp. 3.000.000 yang mana seluruhnya itu Rp. 300.000.000. Kita juga memiliki program Rumah Sehat Baznas pusat itu siap membangun, siap memfasilitasi tenaga medis dan lain-lain,“terang Bambang.

Selain 2 program yang disebutkan, Baznas Kota Metro juga memiliki program Baznas RI yang perlu dukungan Pemerintah Kota Metro yaitu Rumah Sehat yang sampai saat ini masih terkendala pada tanah yang digunakan harus memiliki atas nama Baznas dengan luas lahan yang dimiliki minimal 1.500 m.

“Lahan tersebut nantinya akan didirikan Rumah Sehat Baznas yang diperuntukkan untuk masyarakat yang kurang mampu dan akan dibiayai oleh Baznas, “pungkas Bambang.|(Red).