Banjir Bandar Lampung: 107,6 Ton Beras Disalurkan dan Infrastruktur Diperbaiki

Bandar Lampung – Pemerintah Kota Bandar Lampung terus berupaya keras dalam mengatasi dampak bencana banjir yang sering terjadi. Melalui Dinas Pekerjaan Umum, Pemkot telah melakukan sejumlah tindakan konkret seperti normalisasi sungai, pembangunan talud yang rusak akibat banjir, dan pembuatan bronjong. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Dedi Sutiyoso, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, pihaknya telah melakukan perbaikan di 31 titik di seluruh wilayah kota, dengan fokus pada penguatan sistem drainase dan pemeliharaan infrastruktur.

“Ibu Walikota Bunda Eva memerintahkan kami untuk terus melakukan normalisasi sungai. Setiap hari, tim kami bekerja menyusuri sungai-sungai dan saluran drainase untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik,” ujar Dedi Sutiyoso pada Rabu, 5 Maret 2025.

Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung juga telah menyalurkan bantuan beras untuk para korban banjir. Sebanyak 107,6 ton beras telah dibagikan ke 16 kecamatan di kota ini. Kepala BPBD Kota Bandar Lampung, Wakhidi, menjelaskan bahwa bantuan tersebut mencakup 10.760 rumah, dengan masing-masing rumah menerima 10 kg beras.

“Saya pastikan bantuan beras ini sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Totalnya ada 10.760 rumah yang telah kami bantu,” jelas Wakhidi.

Pemkot Bandar Lampung juga menyusun 10 langkah strategis untuk menanggulangi bencana banjir di masa depan, antara lain memperbaiki dan memperdalam drainase, bekerja sama dengan Pemkab Pesawaran dan Lampung Selatan untuk pemeliharaan wilayah catchment, serta memasang alat peringatan dini di daerah rawan banjir. Selain itu, upaya penghijauan dengan penanaman pohon dan pembuatan embung dan sumur resapan juga dilakukan guna mengurangi dampak banjir.

DLH Bandar Lampung Siapkan Geo-membran untuk Tangani Air Lindi di TPA Bakung

Bandar Lampung – Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah melakukan pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung dengan menerapkan metode Controlled Landfill.

Metode Controlled Landfill merupakan sistem pembuangan sampah yang lebih baik dibandingkan metode open dumping. Pada metode ini, sampah yang telah tertimbun akan ditutupi dengan lapisan tanah secara berkala, untuk meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan.

“Saat ini, proses penerapan metode Controlled Landfill di TPA Bakung telah tercapai 65%. Proses pelapisan tanah belum sepenuhnya selesai karena kondisi cuaca yang kurang mendukung,” ujar Pelaksana Harian Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bandar Lampung, Veni Devialesti, pada Rabu, 5 Maret 2025.

Veni juga menambahkan, setelah proses pelapisan tanah selesai, pihaknya akan melanjutkan tahapan berikutnya dengan pemasangan geo-membran.

“Geo-membran berfungsi sebagai pelapis kedap air yang akan mencegah air lindi masuk ke dalam tanah,” jelasnya.

Selain pengelolaan sampah dengan metode Controlled Landfill, Pemerintah Kota Bandar Lampung juga turut melakukan program penghijauan di area TPA Bakung, dengan menanam pohon dan tanaman hias sebanyak 6.623 batang sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan lingkungan.

Pemkot Bandar Lampung Gelar Pasar Murah Bersubsidi untuk Stabilkan Harga

Bandar Lampung – Pemerintah Kota Bandar Lampung menyelenggarakan kegiatan pasar murah bersubsidi yang berlangsung dari Rabu, 5 Maret hingga 19 Maret 2025.

Kegiatan pasar murah ini dilaksanakan di 20 kecamatan se-Kota Bandar Lampung, dimulai pada pukul 08.00 WIB hingga selesai. Sejak pagi hari, pasar murah ini telah ramai diserbu warga yang ingin membeli bahan pokok dengan harga terjangkau.

Tujuan dari pasar murah bersubsidi ini adalah untuk menjaga kestabilan harga dan memastikan keterjangkauan kebutuhan pokok bagi masyarakat. Pemerintah daerah bertanggung jawab dalam mengendalikan harga bahan pokok penting yang beredar, dengan tujuan utama stabilisasi harga.

Paket bahan pokok yang dijual seharga Rp 53.500 terdiri dari beras 5 kg, gula pasir 1 kg (Rp 12.500), minyak goreng 1 liter (Rp 14.000), telur 1 kg (Rp 19.000), dan tepung (Rp 8.000). Semua produk dalam paket tersebut sudah disubsidi oleh Pemerintah Kota Bandar Lampung, sehingga masyarakat dapat membeli dengan harga yang lebih terjangkau.

Ibu Asih, seorang warga Kelurahan Bakung, Kecamatan Teluk Betung Barat, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Pemkot Bandar Lampung atas adanya pasar murah ini, yang sangat meringankan beban masyarakat. “Pasar murah ini sangat membantu, terutama dengan kenaikan harga saat ini, karena harga yang ditawarkan sangat terjangkau,” ujar Asih.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung, Wilson Faisol, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menstabilkan harga pangan dan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih rendah. “Pemkot memberikan subsidi antara Rp 2.000 hingga Rp 3.000 per item, dan kami juga bekerja sama dengan pemasok cabai dan bawang untuk menjaga harga tetap terjangkau,” tutup Wilson.

Pemkot Bandar Lampung Gelar Pasar Murah Bersubsidi di 20 Kecamatan, Warga Antusias Serbu Bahan Pokok Murah

Bandar Lampung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung menggelar pasar murah bersubsidi yang berlangsung selama dua pekan, mulai Rabu, 5 Maret hingga 19 Maret 2025, di 20 kecamatan se-Kota Bandar Lampung.

Kegiatan ini dimulai setiap hari sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai, dan disambut antusias oleh masyarakat. Sejak pagi hari, lokasi pasar murah telah dipadati warga yang ingin membeli paket bahan pokok dengan harga terjangkau.

Pasar murah ini merupakan salah satu upaya Pemkot dalam menjaga kestabilan harga pangan dan memastikan kebutuhan pokok tetap dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Paket sembako yang ditawarkan seharga Rp 53.500 sudah mendapat subsidi dari pemerintah dan terdiri dari:

  • Beras 5 kg

  • Gula pasir 1 kg (Rp 12.500)

  • Minyak goreng 1 liter (Rp 14.000)

  • Telur ayam 1 kg (Rp 19.000)

  • Tepung terigu (Rp 8.000)

“Pasar murah ini sangat membantu, terutama dengan kenaikan harga saat ini. Harga yang ditawarkan sangat terjangkau,” ujar Ibu Asih, warga Kelurahan Bakung, Kecamatan Teluk Betung Barat, saat ditemui di lokasi.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung, Wilson Faisol, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya untuk menekan inflasi, tetapi juga untuk memudahkan masyarakat memenuhi kebutuhan pokoknya.

“Pemkot memberikan subsidi antara Rp 2.000 hingga Rp 3.000 per item. Kami juga bekerja sama dengan pemasok cabai dan bawang agar harga tetap terkendali,” ungkap Wilson.

Dengan adanya program pasar murah bersubsidi ini, diharapkan masyarakat dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan pangan selama bulan Ramadhan dan menjelang Lebaran, serta turut menekan gejolak harga di pasar.

Pemkot Bandar Lampung dan Pemkab Pesawaran Bahas Pembangunan Embung untuk Atasi Banjir

Bandar Lampung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung menerima audiensi dari Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona, dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Walikota, Senin (3/3/2025). Audiensi ini disambut langsung oleh Walikota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, yang turut didampingi oleh Plt. Asisten I, II, III, serta sejumlah kepala OPD, camat, dan lurah.

Pertemuan tersebut membahas rencana kerja sama strategis antara Pemkot Bandar Lampung, Pemkab Pesawaran, dan Pemkab Lampung Selatan dalam pembangunan embung sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir.

“Pemkot Bandar Lampung berencana membangun embung di wilayah kami. Namun, koordinasi lebih lanjut dengan Kabupaten Pesawaran dan Lampung Selatan sangat diperlukan agar rencana ini dapat disusun secara lebih komprehensif,” ujar Walikota Eva Dwiana.

Harapkan Dukungan Gubernur Lampung

Walikota yang akrab disapa Bunda Eva itu juga berharap Gubernur Lampung turut serta dalam mendukung dan membahas proyek pembangunan embung ini guna memastikan kelancaran implementasi di lapangan.

“Penanganan banjir memerlukan kerja sama dari semua pihak. Jika kita bisa menyelesaikan ini bersama, dampaknya akan sangat baik bagi masyarakat di masa depan,” tegas Bunda Eva.

Pembangunan embung ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi di Kota Bandar Lampung, tetapi juga dapat memberi manfaat bagi wilayah sekitar seperti Pesawaran dan Lampung Selatan yang juga terdampak sistem aliran air dari kawasan hulu.

Dengan sinergi lintas wilayah ini, Pemkot Bandar Lampung menunjukkan keseriusannya dalam menanggulangi banjir melalui langkah kolaboratif dan berkelanjutan demi masa depan yang lebih aman bagi seluruh masyarakat.

Pemerintah Kota Bandar Lampung Menggelar Silahturahmi dan Buka Puasa Bersama.

BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Kota Bandar Lampung menggelar silahturahmi dan buka puasa bersama. Usai menjalani retret…

Pemkot Bandar Lampung Lakukan Langkah Strategis Tangani Banjir

Bandar Lampung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung terus berupaya menangani dan mencegah bencana banjir yang kerap melanda wilayah tersebut. Berbagai langkah penanganan dan pencegahan terus dilakukan untuk meminimalkan dampak banjir yang merugikan masyarakat.

Wali Kota Bandar Lampung, melalui Asisten I, Sukarma Wijaya, mengungkapkan beberapa langkah yang telah dan akan dilaksanakan untuk mengatasi masalah banjir, antara lain:

Kerja Sama Lintas Wilayah Pemkot Bandar Lampung menjalin kerja sama dengan Kabupaten Pesawaran dan Lampung Selatan untuk pemeliharaan kawasan sedimen di area catchment seperti kawasan register 17 dan 19.

Peningkatan Sistem Drainase Upaya pelebaran dan pendalaman drainase terus dilakukan dengan memperhatikan kondisi kontur tanah agar aliran air lebih lancar dan efektif.

Normalisasi Sungai Pemkot secara rutin melakukan normalisasi sungai dengan dukungan fasilitas dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk beberapa sungai besar di Bandar Lampung.

Pemeliharaan Drainase Pembersihan drainase dari sampah dan sedimen dilakukan secara berkala untuk menghindari penyumbatan yang dapat menyebabkan banjir.

Peninggian Talud Sungai Peninggian talud di sepanjang sungai dilakukan untuk mengurangi risiko luapan air saat curah hujan tinggi.

Peningkatan Ruang Terbuka Hijau Pemkot juga berencana melakukan penanaman pohon dan memperbanyak Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk menahan aliran permukaan (runoff) serta meningkatkan kualitas udara. Sistem peringatan dini akan dipasang di kawasan register 17 dan 19 serta di daerah yang berkontur rendah atau dekat lereng.

Selain itu, langkah-langkah lainnya mencakup pembangunan embung dan sumur resapan serta pembuatan jalur evakuasi untuk mempermudah mobilisasi warga saat banjir terjadi.

“Edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sampah, adalah bagian dari upaya kami. Kami juga memberi pemahaman mengenai risiko tinggal di lereng dan bantaran sungai,” ujar Sukarma Wijaya dalam konferensi pers yang dihadiri BPBD, DLH, Damkar, dan OPD terkait, Kamis, 27 Februari 2025.

Terkait banjir yang telah terjadi, Wali Kota Bandar Lampung menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk segera membantu warga terdampak.

“Meskipun ada kebijakan efisiensi anggaran, kebutuhan warga terdampak harus segera dipenuhi. Oleh karena itu, kami akan memanfaatkan dana bantuan tak terduga,” tutupnya.

Pemkot Bandar Lampung Perkuat Strategi Cegah Banjir, Gandeng Daerah Tetangga dan Perluas RTH

Bandar Lampung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung terus menggencarkan upaya penanganan dan pencegahan banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah. Sejumlah strategi lintas sektor dan daerah pun mulai digerakkan guna meminimalkan dampak bencana bagi masyarakat.

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, melalui Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sukarma Wijaya, mengungkapkan bahwa langkah-langkah struktural dan non-struktural telah dan akan dijalankan sebagai bagian dari mitigasi banjir.

Kolaborasi Antarwilayah
Pemkot menjalin kerja sama dengan Kabupaten Pesawaran dan Lampung Selatan untuk pemeliharaan kawasan hulu dan daerah tangkapan air (catchment area), terutama di Register 17 dan 19 yang memiliki peran penting dalam pengendalian banjir.

Peningkatan Infrastruktur Pengendali Air
Pemkot juga melakukan pelebaran dan pendalaman drainase, normalisasi sungai secara berkala dengan dukungan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), serta peninggian talud di sepanjang sungai yang rawan luapan saat musim hujan.

“Semua kegiatan ini kami lakukan dengan memperhatikan kondisi kontur tanah agar aliran air lebih lancar,” ujar Sukarma dalam konferensi pers yang dihadiri BPBD, DLH, Damkar, dan OPD terkait, Kamis (27/2/2025).

Ruang Terbuka Hijau dan Sistem Peringatan Dini
Pemkot juga fokus pada peningkatan Ruang Terbuka Hijau (RTH) melalui penanaman pohon untuk mengurangi aliran permukaan (runoff) dan memperbaiki kualitas udara. Sistem peringatan dini akan dipasang di wilayah rawan seperti Register 17, 19, dan daerah berlereng rendah.

Langkah Tambahan
Selain itu, Pemkot akan membangun embung, sumur resapan, serta jalur evakuasi yang memudahkan warga mengungsi saat banjir terjadi.

“Edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah dan bahaya tinggal di lereng serta bantaran sungai juga terus kami lakukan,” imbuh Sukarma.

Penanganan Dampak Banjir
Terkait banjir yang telah terjadi, Walikota Eva Dwiana menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk membantu warga terdampak.

“Meskipun ada efisiensi anggaran, kebutuhan masyarakat tetap harus dipenuhi. Kami manfaatkan dana bantuan tak terduga untuk penanganan darurat,” tutup Sukarma.

Bunda Eva Peduli: Pemkot Bandar Lampung Kirim Bantuan Beras ke 16 Kecamatan

Bandar Lampung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung memberikan bantuan beras kepada warga yang terdampak banjir…

Pemkot Bandar Lampung Salurkan 107,6 Ton Beras untuk Korban Banjir

Bandar Lampung – Pemerintah Kota Bandar Lampung memberikan bantuan beras kepada warga terdampak banjir di berbagai wilayah kota. Bantuan ini disampaikan langsung oleh Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana.

“Beras bantuan sudah mulai dibagikan sejak Selasa kemarin. Pembagian dilakukan oleh Camat dan Lurah di masing-masing wilayah untuk meringankan beban warga yang terdampak bencana,” jelas Eva Dwiana melalui sambungan telepon, Rabu (26/2/2025).

Selain beras, Pemkot juga menyalurkan berbagai bantuan lain sejak hari pertama banjir, seperti nasi, mie instan, air mineral, serta obat-obatan kepada warga yang membutuhkan.

Kepala BPBD Kota Bandar Lampung, Wakhidi, menambahkan bahwa sesuai perintah Walikota, pihaknya menyiapkan bantuan beras sebanyak 107,6 ton untuk 16 kecamatan di kota ini.

“Setiap rumah mendapatkan 10 kg beras, dan seluruhnya sudah kami distribusikan ke camat-camat untuk diteruskan kepada warga,” jelas Wakhidi.

Salah satu penerima bantuan, Sujuki dari Kelurahan Pematang Wangi, menyampaikan terima kasih atas perhatian Pemkot Bandar Lampung.

“Terima kasih kepada Bunda Eva. Sejak hari pertama banjir, beliau sudah peduli dan terus menyalurkan bantuan. Ini sangat membantu kami,” ujar Sujuki penuh rasa syukur.

Pemkot Bandar Lampung Salurkan Bantuan Beras untuk Warga Terdampak Banjir

Bandar Lampung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung memberikan bantuan beras kepada warga yang terdampak banjir di sejumlah wilayah kota. Bantuan ini disampaikan langsung oleh Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana.

“Beras bantuan sudah mulai dibagikan sejak Selasa kemarin. Pembagian dilakukan oleh Camat dan Lurah di masing-masing wilayah untuk meringankan beban warga yang terdampak bencana,” jelas Eva Dwiana melalui sambungan telepon pada Rabu, 26 Februari 2025.

Selain beras, Bunda Eva juga menyampaikan bahwa Pemkot Bandar Lampung telah menyalurkan berbagai bantuan lain kepada korban banjir dan tanah longsor.

“Sejak hari pertama banjir, Pemkot telah membagikan nasi, mie instan, air mineral, serta berbagai obat-obatan kepada warga yang membutuhkan,” tambahnya.

Kepala BPBD Kota Bandar Lampung, Wakhidi, turut menambahkan bahwa sesuai perintah Walikota Eva Dwiana, pihaknya menyiapkan bantuan beras untuk 16 kecamatan di kota tersebut.

“Total beras yang kami siapkan mencapai 107,6 ton. Masing-masing rumah menerima 10 kg beras, dan seluruhnya sudah kami distribusikan ke camat-camat untuk diteruskan ke warga,” jelas Wakhidi.

Salah satu penerima bantuan, Sujuki, warga Kelurahan Pematang Wangi, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas perhatian Pemkot Bandar Lampung kepada korban banjir.

“Terimakasih kepada Bunda Eva. Sejak hari pertama banjir, beliau sudah peduli dan terus menyalurkan bantuan. Ini sangat membantu kami,” ujar Sujuki dengan penuh syukur.

Pemkot Bandar Lampung Kerahkan Alat Berat Normalisasi Sungai di Tanjung Senang

Bandar Lampung – Pemerintah Kota Bandar Lampung segera melakukan normalisasi sungai di Kecamatan Tanjung Senang dengan mengerahkan tiga unit excavator untuk membersihkan aliran sungai di Kelurahan Waykandis dan Kelurahan Pematangwangi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandar Lampung, Dedi Sutioso, mengatakan bahwa pengerukan sedimen sungai sudah dimulai sesuai instruksi Walikota Eva Dwiana.

“Berdasarkan perintah Ibu Walikota Bunda Eva, kami mulai pengerukan sedimen sungai. Pengerjaan dimulai hari ini dan akan dilakukan secara bertahap,” jelas Dedi Sutioso, Selasa (25/2/2025).

Selain itu, Dedi menambahkan bahwa Dinas PU juga tengah memperbaiki talud dan tembok yang jebol akibat banjir yang terjadi Sabtu lalu. Tim masih aktif membersihkan sisa kerusakan di sepanjang sungai.

Kepala BPBD Kota Bandar Lampung, Wakhidi, mengungkapkan sejak Senin kemarin, air yang merendam jalan dan pemukiman warga telah surut. Pihaknya juga membersihkan sampah-sampah yang terbawa banjir.

“Selain itu, kami menyiapkan tiga tangki air bersih yang berkeliling mendistribusikan air kepada warga di Kecamatan Tanjung Senang,” ujar Wakhidi.

Meski kondisi air sudah surut, tim BPBD masih tetap berada di lokasi untuk membantu warga membersihkan rumah dan membagikan air bersih sesuai arahan Walikota Eva Dwiana.

“Bunda Eva meminta kami tetap berada di lokasi, membantu warga membersihkan perabotan dan terus membagikan air bersih,” tutup Wakhidi.

Kerja Cepat Pemkot Bandar Lampung Dapat Apresiasi Warga Tanjung Senang Pasca Banjir

Bandar Lampung – Kerja cepat Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam penanganan banjir di Kecamatan Tanjung Senang mendapat apresiasi positif dari warga setempat.

Alni Kairuloh, warga Kelurahan Pematang Wangi, menyampaikan bahwa sejak hari pertama banjir terjadi pada Sabtu lalu, tim gabungan dari Pemkot langsung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan menyalurkan bantuan makanan.

“Sabtu malam itu, tim gabungan dari Pemkot datang, memberikan bantuan dan membawa kami ke tempat yang aman,” ujar Alni saat ditemui pada Selasa (25/2/2025).

Meski air sudah surut, tim dari BPBD, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum (PU), dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) masih berada di lokasi untuk membantu membersihkan sisa lumpur.

“Dari hari Sabtu sampai hari ini, Pemerintah Kota Bandar Lampung masih bersama kami membantu membersihkan sisa lumpur,” tambah Alni.

Hal senada disampaikan Ridwan, warga Tanjung Senang lainnya. Ia mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kehadiran dan kerja nyata Pemkot Bandar Lampung.

“Tim Bunda Eva benar-benar bekerja dan membantu kami. Terima kasih, Bunda Eva,” ungkap Ridwan.

Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menegaskan bahwa seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, dan lurah diminta turun langsung membantu warga korban banjir.

“Bunda punya grup WhatsApp di mana semua OPD dan camat melaporkan kondisi di wilayah tanggung jawab mereka,” jelas Eva melalui sambungan telepon, Selasa (25/2/2025).

Lebih lanjut, Wali Kota juga memerintahkan agar OPD tetap berada di lokasi untuk terus membantu masyarakat.

“Dinas PU hari ini saya minta melakukan normalisasi sungai, DLH membersihkan sisa sampah, dan BPBD bersama Damkarmat menyalurkan air bersih,” tutup Eva Dwiana.

Alat Berat Dikerahkan, Pemkot Bandar Lampung Tanggapi Dampak Banjir di Tanjung Senang

Bandar Lampung – Pemerintah Kota Bandar Lampung segera melakukan normalisasi sungai di Kecamatan Tanjung Senang dengan menerjunkan alat berat. Tiga unit excavator dikerahkan untuk membersihkan aliran sungai di Kelurahan Waykandis dan Kelurahan Pematangwangi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandar Lampung, Dedi Sutioso, menyatakan bahwa normalisasi sungai sudah dimulai dan berjalan sesuai instruksi Walikota Eva Dwiana.

“Berdasarkan perintah Ibu Walikota Bunda Eva, kami mulai pengerukan sedimen sungai. Pengerjaan dimulai hari ini dan akan dilakukan secara bertahap,” jelas Dedi Sutioso, Selasa (25/2/2025).

Dedi juga menambahkan bahwa selain normalisasi sungai, pihaknya juga tengah memperbaiki talud yang rusak akibat bencana banjir pada Sabtu lalu.

“Dinas PU Kota Bandar Lampung juga memperbaiki talud dan tembok yang jebol. Tim kami masih bergerak untuk membersihkan sisa kerusakan di sepanjang sungai,” tambah Dedi.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Bandar Lampung, Wakhidi, mengungkapkan bahwa sejak Senin kemarin, air yang merendam jalan dan pemukiman warga telah surut.

“Kami juga membersihkan sampah-sampah yang terbawa banjir,” ujar Wakhidi.

Untuk membantu masyarakat, BPBD menyiapkan tiga tangki air bersih yang berkeliling untuk mendistribusikan air kepada warga di Kecamatan Tanjung Senang.

“Kami menyiapkan tiga tangki air bersih yang keliling membagikan air kepada masyarakat,” jelas Wakhidi.

Meski air sudah surut, Wakhidi menambahkan bahwa tim BPBD masih berada di lokasi untuk membantu warga membersihkan rumah mereka.

“Bunda Eva meminta kami untuk tetap berada di lokasi, membantu warga membersihkan perabotan dan terus membagikan air bersih,” tutup Wakhidi.

Pemkot Bandar Lampung Dapat Apresiasi Warga Tanjung Senang atas Penanganan Banjir

Bandar Lampung – Kerja cepat Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung dalam menangani banjir yang melanda Kecamatan Tanjung Senang mendapatkan apresiasi dari sejumlah warga setempat.

Alni Kairuloh, salah seorang warga Kelurahan Pematang Wangi, Kecamatan Tanjung Senang, mengungkapkan bahwa sejak hari pertama banjir pada Sabtu lalu, tim dari Pemkot Bandar Lampung langsung turun untuk melakukan evakuasi dan menyalurkan bantuan makanan.

“Sabtu malam itu, tim gabungan dari Pemkot datang, memberikan bantuan dan membawa kami ke tempat yang lebih aman,” jelas Alni, Selasa (25/2/2025).

Pemkot Bandar Lampung Dapat Apresiasi Warga Tanjung Senang atas Penanganan Banjir

Meski air sudah surut, Alni menambahkan bahwa tim Pemkot Bandar Lampung yang terdiri dari BPBD, DLH, PU, dan Damkarmat tetap berada di lokasi untuk membantu membersihkan sisa-sisa lumpur.

“Dari hari Sabtu sampai hari ini, Pemerintah Kota Bandar Lampung masih bersama kami, membantu membersihkan sisa lumpur,” ujarnya.

Warga lainnya, Ridwan, juga memberikan penghargaan atas kehadiran Pemkot Bandar Lampung.

“Tim Bunda Eva benar-benar bekerja dengan sungguh-sungguh dan membantu kami. Terima kasih, Bunda Eva,” ungkap Ridwan.

Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana, memerintahkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, dan Lurah untuk turun langsung membantu masyarakat yang menjadi korban banjir.

“Bunda ada grup WhatsApp, semua OPD dan Camat harus melaporkan kondisi di wilayah tanggung jawab mereka,” ujar Eva Dwiana melalui sambungan telepon pada Selasa (25/2/2025).

Eva Dwiana juga meminta OPD untuk tetap berada di lokasi dan terus memberikan bantuan.

“Dinas PU hari ini saya minta untuk melakukan normalisasi sungai, DLH membersihkan sisa sampah, sementara BPBD dan Damkarmat menyalurkan air bersih,” tutup Eva Dwiana.

Pemkot Bandar Lampung Terus Bantu Warga Korban Banjir dengan Penanganan Cepat

Bandar Lampung – Pemerintah Kota Bandar Lampung terus bergerak membantu masyarakat yang terdampak banjir beberapa hari lalu. Hal ini diungkapkan langsung oleh Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, atau yang akrab disapa Bunda Eva, pada Senin (24/2/2025).

“Pemerintah Kota saat ini masih melakukan pembersihan rumah warga yang terendam banjir. Saya juga sudah memerintahkan BPBD dan Dinas PU untuk menambah personil dan bekerja cepat membantu warga,” jelas Bunda Eva.

Ia menambahkan bahwa seluruh sektor terkait masih aktif membantu warga dengan membersihkan rumah, menyalurkan bantuan, serta melayani masyarakat yang terserang penyakit pasca banjir.

“Saat ini, Dinas PU kami minta memperbaiki talud yang jebol, BPBD dan Damkar membantu membersihkan sisa lumpur, Dinas Kesehatan keliling memeriksa warga yang sakit, dan Dinas Lingkungan Hidup membersihkan sampah yang terbawa banjir,” terangnya.

Kepala BPBD Kota Bandar Lampung, Wakhidi, menjelaskan bahwa pihaknya masih berada di lokasi untuk membersihkan sisa lumpur dan menyalurkan bantuan makanan serta minuman dari Wali Kota.

“Ibu Wali Kota Bunda Eva memerintahkan kami untuk tetap di lokasi membantu membersihkan sisa air dan menyalurkan bantuan kepada warga,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Bandar Lampung, Dedi Sutioso, mengungkapkan bahwa sesuai instruksi Wali Kota, pihaknya bekerja cepat memperbaiki talud dan tembok rumah warga yang jebol akibat banjir.

“Perbaikan ini menggunakan anggaran dari Pemkot Bandar Lampung. Ibu Wali Kota meminta kami agar segera menyelesaikannya supaya ketika hujan turun lagi, banjir tidak terjadi lagi,” jelas Dedi.

Warga Tanjung Senang, Asep Nurahman, menyampaikan apresiasinya atas penanganan cepat Pemkot.

“Pemkot Bandar Lampung hadir di sini, saya dapat makanan tiga kali sehari. Petugas juga membantu membersihkan sisa lumpur di rumah,” kata Asep.

Pemkot Bandar Lampung Gerak Cepat Bangun Talud dan Buka Posko Kesehatan

Bandar Lampung – Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana atau yang akrab disapa Bunda Eva, melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) mulai memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat banjir di Kecamatan Tanjung Senang. Perbaikan meliputi pembangunan talud, perbaikan tembok rumah warga yang jebol, serta normalisasi aliran sungai di Kelurahan Pematang Wangi dan Kelurahan Way Kandis.

“Ibu Wali Kota Bunda Eva memerintahkan kami segera membangun talud yang jebol dan memperbaiki tembok rumah warga yang ambruk,” ujar Kepala Dinas PU, Dedi Sutioso, Senin (24/2/2025).

Dedi mengungkapkan, banjir di wilayah tersebut diperparah oleh penyempitan sungai dan penumpukan sampah rumah tangga.

“Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mengangkut sampah, serta bekerja sama dengan BPBD dan Dinas Damkarmat dalam membersihkan sisa lumpur,” tambahnya.

Langkah Cepat di Sektor Kesehatan

Di sisi lain, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Bandar Lampung, Desti Mega Putri, menyampaikan bahwa pihaknya telah menurunkan tim dari berbagai puskesmas ke lokasi terdampak untuk melakukan pemeriksaan kesehatan kepada warga.

“Bunda Eva memerintahkan kami keliling dari rumah ke rumah. Jika ada warga yang sakit parah, langsung kami bawa ke puskesmas. Semua layanan ini gratis,” jelas Desti.

Menurutnya, penyakit yang paling banyak diderita warga pasca banjir adalah gatal-gatal dan flu. Dinkes membuka posko kesehatan dan menerapkan sistem dua shift pelayanan setiap hari untuk menjangkau lebih banyak warga.

Normalisasi Aliran Air dan Kebersihan Lingkungan

Pelaksana Harian Kepala DLH Kota Bandar Lampung, Veni Devialesti, mengatakan pihaknya telah melakukan pembersihan sampah di sejumlah titik terdampak banjir.

“Kami bersama BPBD dan Dinas PU telah bekerja sama menangani banjir, terutama fokus mengangkat sampah yang menyumbat aliran air agar tidak terjadi banjir susulan,” ujar Veni.

Penanganan cepat dan terpadu ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam memulihkan kondisi lingkungan dan kesehatan warga usai banjir.

JPO Siger Milenial Resmi Diresmikan, Walikota Harap Jadi Ikon Baru Kota Bandar Lampung

Bandar Lampung – Pemerintah Kota Bandar Lampung meresmikan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Siger Milenial yang terletak di halaman Masjid Agung Al-Furqon, Jumat (24/2/2025).

Peresmian dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana bersama Wakil Wali Kota Drs. Hi. Deddy Amarullah dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dengan menekan tombol dan melakukan pengguntingan pita sebagai tanda dimulainya operasional JPO tersebut.

Dalam sambutannya, Wali Kota Eva Dwiana menyampaikan rasa syukur atas rampungnya pembangunan JPO Siger Milenial. Ia mengapresiasi kontribusi semua pihak, khususnya masyarakat Kota Bandar Lampung, dalam mendukung pembangunan fasilitas tersebut.

“Alhamdulillah, JPO ini akhirnya bisa kita resmikan dan manfaatkan bersama. Semoga dapat digunakan dengan baik dan dijaga bersama-sama oleh seluruh warga,” ujar Eva.

JPO Siger Milenial diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi masyarakat, khususnya aparatur sipil negara (ASN) Pemkot yang ingin melaksanakan ibadah di Masjid Agung Al-Furqon. Selain itu, jembatan ini juga menawarkan pemandangan indah Kota Bandar Lampung dari ketinggian, sehingga dapat menjadi daya tarik baru bagi masyarakat dan wisatawan.

Lebih lanjut, Eva menekankan pentingnya mempromosikan potensi wisata Kota Bandar Lampung, baik yang dikelola oleh pemerintah maupun pihak swasta. Menurutnya, pembangunan JPO ini sejalan dengan upaya memperkuat sektor pariwisata dan menambah daftar destinasi menarik di kota tersebut.

“JPO Siger Milenial bukan hanya fasilitas penyeberangan, tetapi juga simbol semangat kolaborasi dan bagian dari pengembangan ikon kota,” tambahnya.

Pemkot Bandar Lampung Lakukan Perbaikan dan Pembersihan Pasca Banjir

Bandar Lampung – Pemerintah Kota Bandar Lampung terus berupaya membantu masyarakat yang terdampak banjir yang terjadi beberapa hari lalu. Hal ini disampaikan oleh Walikota Bandar Lampung, Bunda Eva Dwiana, pada Senin (24/2/2025).

“Pemerintah Kota saat ini masih melakukan pembersihan rumah-rumah warga yang terendam banjir. Bunda juga telah memerintahkan BPBD dan Dinas PU untuk menambah personel dan bekerja lebih cepat membantu warga,” kata Eva Dwiana.

Bunda Eva menjelaskan bahwa semua sektor saat ini sedang bekerja bersama untuk membantu masyarakat, mulai dari pembersihan rumah yang terendam, hingga menangani warga yang terkena penyakit.

“Semua pihak masih bergerak membantu masyarakat. Dinas PU diminta untuk segera memperbaiki talud yang jebol, BPBD dan Damkar membersihkan sisa lumpur, Dinkes keliling memeriksa warga yang sakit, dan DLH membersihkan sampah yang terbawa banjir kemarin,” jelas Eva Dwiana.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Bandar Lampung, Wakhidi, mengungkapkan bahwa pihaknya masih fokus pada pembersihan sisa lumpur serta menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak.

“Ibu Walikota Bunda Eva memerintahkan kami untuk tetap berada di lokasi, membantu membersihkan sisa air, dan menyalurkan makanan serta minuman untuk warga,” kata Wakhidi.

Hal serupa juga disampaikan Kepala Dinas PU Kota Bandar Lampung, Dedi Sutioso, yang menambahkan bahwa Dinas PU telah menerima instruksi dari Bunda Eva untuk segera memperbaiki talud dan tembok rumah warga yang jebol akibat banjir.

“Perbaikan talud dan tembok rumah yang rusak akan dibiayai oleh anggaran Pemkot Bandar Lampung. Ibu Walikota meminta kami untuk segera memperbaikinya agar ketika hujan datang, banjir tidak terulang,” ujar Dedi.

Asep Nurahman, salah seorang warga Tanjung Senang, mengapresiasi langkah Pemkot dalam penanganan banjir di wilayahnya.

“Pemkot Bandar Lampung sangat membantu. Saya diberikan makanan tiga kali sehari. Selain itu, petugas juga membantu membersihkan sisa lumpur di sekitar rumah,” ujar Asep.

Pemkot Bandar Lampung Bantu Warga Bersihkan Lumpur Sisa Banjir

Bandar Lampung – Pemerintah Kota Bandar Lampung menerjunkan Badan Penananggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran, Sat Pol PP dan Dinas Lingkungan Hidup membantu warga membersihkan sisa lumpur akibat bencana banjir.

“Tadi malam tim kita langsung turun membantu masyarakat melakukan evakuasi, hari ini tim kembali dikerahkan memberikan sisa lumpur,” jelas Eva Dwiana melalui keterangan tertulisnya Sabtu 22 Febuari.

Eva menambahkan, selain membersihkan rumah-rumah warga, tim dari Pemerintah Kota diminta untuk mengangkut sampah yang terbawa saat banjir terjadi.

“Sampah yang ada di saluran Drainase semuanya harus diangkut, jangan sampai menyumbat arus air,” jelas Eva Dwiana.

Banjir yang terjadi Jumat malam disebabkan hujan deras yang berlangsung sehingga saluran Drainase tak mampu menampung air dan meluap ke pemukiman warga.

“Hujannya deres dan lama banget, jadi Air gak bisa ditampung,” jelas Ahmad Roni warga sepang jaya.