Lampung – Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Mikdar Ilyas, mengapresiasi program pupuk organik cair yang digagas Gubernur Lampung karena dinilai mampu membantu meringankan beban petani sekaligus meningkatkan hasil produksi pertanian di daerah.
Menurutnya, program tersebut merupakan langkah nyata Pemerintah Provinsi Lampung dalam menunjukkan kepedulian terhadap sektor pertanian, terutama di tengah kebijakan pupuk subsidi yang masih mengharuskan petani melakukan penebusan.
“Ini adalah program yang sangat baik dari gubernur dalam rangka menunjang dan meningkatkan hasil produksi petani dari berbagai komoditas seperti jagung, padi, singkong, kedelai, dan lainnya,” ujar Mikdar saat diwawancarai di Bandar Lampung, Minggu (1/2/2026).
Politisi dari Partai Gerindra tersebut menjelaskan, meski harga pupuk subsidi telah diturunkan hingga 20 persen oleh pemerintah pusat, keberadaan pupuk organik cair gratis di 500 desa menjadi solusi tambahan yang sangat membantu petani dalam menekan biaya produksi.
Ia menambahkan, pemerintah daerah juga telah membentuk rumah produksi pupuk organik cair di ratusan desa se-Provinsi Lampung untuk memastikan program berjalan optimal dan tepat sasaran.
Sebagai anggota Komisi II yang membidangi sektor pertanian, Mikdar menilai program ini tidak hanya berdampak pada efisiensi biaya, tetapi juga berperan penting dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Dengan dukungan pupuk subsidi yang harganya sudah turun, ditambah pupuk organik cair gratis, seharusnya petani dapat memaksimalkan hasil tanamannya,” tegasnya.
Mikdar juga mengimbau para petani dan kelompok tani agar aktif memanfaatkan fasilitas yang tersedia serta berkoordinasi dengan pengelola rumah produksi pupuk organik cair di desa masing-masing.
Ia menegaskan, Komisi II DPRD Lampung akan terus mendukung program tersebut agar manfaatnya benar-benar dirasakan petani dan berdampak pada peningkatan produktivitas pertanian di Lampung.












