Unila Siapkan Asesor Internal Kompeten Lewat Training Assessment Center

LAMPUNG – Center for Career and Entrepreneurship Development (CCED) Universitas Lampung (Unila) mengadakan Training Asesor Assessment…

Wakil Rektor Unila Hadiri Pisah Sambut Danrem

LAMPUNG – Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Universitas Lampung (Unila) Prof. Dr.…

Prof. Abdurrahman Ulas Strategi Transformasi Pembelajaran Berdampak Unila

LAMPUNG – Universitas Lampung (Unila) terus memperkuat komitmennya dalam melaksanakan transformasi pembelajaran yang berkelanjutan dan berdampak.…

FMIPA Adakan Osamakom 2025

LAMPUNG – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila) kembali menyelenggarakan Osamakom (Olimpiade…

Mahasiswa FKIP Lolos Pomnas 2025

LAMPUNG – Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) kembali mengukir prestasi membanggakan…

Tim PKM-VGK Unila Ciptakan SIPANDU Blockchain Bansos

LAMPUNG – Tim Program Kreativitas Mahasiswa Video Gagasan Konstruktif (PKM-VGK) Universitas Lampung (Unila) berhasil menciptakan sebuah…

Rektor Unila Hadiri Malam Penutupan Youth Project VIII SMA YP Unila: Semangat Pembaharuan dan Kolaborasi

LAMPUNG – Rektor Universitas Lampung sekaligus Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Universitas Lampung (YP Unila), Prof. Dr.…

Rektor Lantik Pejabat Fungsional Tenaga Kependidikan Perkuat Layanan Pendidikan

LAMPUNG – Universitas Lampung (Unila) melaksanakan pelantikan jabatan fungsional tenaga kependidikan pada Jumat sore, 1 Agustus…

Unila Jalin Kerja Sama Strategis dengan Unesa Persiapan PTNBH

LAMPUNG – Universitas Lampung (Unila) terus memperkuat langkah strategis menuju status Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum…

Unila Tuan Rumah Pomprov Cabang Olah Raga Bola Basket

LAMPUNG – Universitas Lampung (Unila) menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (Pomprov) cabang olahraga bola…

Tim PKM Unila Gagas Strategi Berbasis Kitab Ketaro Lindungi Anak dari Kekerasan Seksual

LAMPUNG – Tim PKM-Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) Universitas Lampung (Unila) berhasil lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa…

SDN 1 Sridadi Wonosobo Diduga Tidak Transparan Kelola Dana BOS, Kepala Sekolah: “Itu Privasi”

Tanggamus — Dugaan kurangnya transparansi dalam pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kembali mencuat. Kali ini, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Sridadi, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, disorot lantaran tidak membuka informasi secara jelas kepada publik, termasuk awak media, terkait penggunaan anggaran tahun 2024.

Sebagaimana diketahui, keterbukaan informasi publik merupakan amanat Undang-Undang No. 14 Tahun 2008, yang mewajibkan badan publik menyediakan akses informasi kepada masyarakat guna menciptakan transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik dalam pengawasan pengelolaan anggaran.

Namun, saat dikonfirmasi oleh awak media, Kepala SDN 1 Sridadi, Gunawan, justru menyebut bahwa pengelolaan dana BOS adalah “privasi”, dan melarang proses rekaman selama wawancara berlangsung.

“Waduh, Bang… kalau soal dana BOS, itu privasi sebenarnya. Tolong jangan direkam ya, karena saya tidak izinkan,” ucap Gunawan, saat ditemui beberapa waktu lalu.

Berdasarkan data yang dihimpun awak media, alokasi dana BOS SDN 1 Sridadi tahun 2024 mencakup beberapa bidang, di antaranya:

  • Pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah: Rp42.396.865

  • Pengembangan perpustakaan dan pojok baca: Rp12.911.300

  • Evaluasi dan asesmen pembelajaran: Rp60.072.930

  • Pembayaran honor: Rp27.900.000

  • Administrasi kegiatan satuan pendidikan: Rp51.611.740

  • Pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan bermain: Rp48.379.300

Masih banyak pos anggaran lain dengan nominal besar, namun pihak sekolah enggan memberikan penjelasan rinci.

Kepala sekolah berdalih bahwa seluruh anggaran tersebut telah diperiksa oleh Inspektorat Wilayah (Irban) IV, dan hasilnya sesuai dengan laporan. “Kami sudah jadi sampel pemeriksaan. Semua sesuai anggaran, Bang,” ujar Gunawan.

Meski demikian, berdasarkan pengamatan di lapangan, awak media menemukan kerusakan pada sejumlah plafon ruang kelas yang belum diperbaiki. Kondisi ini dikhawatirkan membahayakan keselamatan siswa saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Fakta ini pun memunculkan tanda tanya besar mengenai kebenaran dan efektivitas hasil audit dari pihak Inspektorat.

Sikap tertutup kepala sekolah terhadap pertanyaan awak media juga menambah keraguan publik. Padahal, sebagai institusi pendidikan negeri yang dibiayai negara, penggunaan dana BOS semestinya dapat diakses publik sesuai prinsip keterbukaan informasi.

Awak media akan melanjutkan penelusuran ini dengan mengonfirmasi langsung kepada pihak Inspektorat Kabupaten Tanggamus guna memperoleh kejelasan mengenai proses audit serta pengawasan penggunaan dana BOS di SDN 1 Sridadi.

(Koiri)

FEB Unila Kembali Luluskan Doktor, Viola De Yusa Raih Gelar Doktor ke-53 FEB

LAMPUNG — Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lampung (Unila) kembali meluluskan seorang doktor melalui sidang…

Youth Project VIII SMA YP Unila Resmi dibuka

LAMPUNG – Youth Project VIII SMA YP Unila Bandar Lampung, resmi dibuka Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan…

LAMDIK Asesmen Lapangan Prodi Pendidikan Sejarah

LAMPUNG – Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Lampung (Unila) menerima asesmen lapangan akreditasi dari Lembaga Akreditasi…

Habiburokhman Singgung Kandidat Rektor Unila Usai Hadiri Seminar Nasional: Budiono Jadi Tanda Tanya Besar

LAMPUNG – Kedatangan Ketua Komisi III DPR RI, Dr. Habiburokhman, S.H., M.H., ke Fakultas Hukum Universitas Lampung (FH Unila), Sabtu (26/7/2025), menyisakan tanda tanya besar di kalangan civitas akademika Unila. Usai menghadiri Seminar Nasional di kampus almamaternya, Habiburokhman melempar pernyataan mengejutkan terkait Pemilihan Rektor Unila yang akan digelar awal tahun depan.

Tokoh partai besar yang tengah berkuasa itu secara terbuka menyebut nama Dr. Budiono, S.H., M.H., sebagai sosok yang disiapkan untuk maju dalam kontestasi Rektor Unila periode 2027–2031. Budiono diketahui merupakan Wakil Dekan II FH Unila dan kawan seangkatan Habiburokhman semasa kuliah.

“Kedatangan saya kemari, selain menghadiri acara seminar nasional, juga untuk meminta konfirmasi Pak Budiono untuk kesediaannya maju sebagai rektor Unila untuk periode mendatang. Kita doakan,” ujar Habiburokhman kepada wartawan be1lampung.com, Bukhori alias Oi, sesaat setelah keluar dari Ruang Auditorium Prof. Abdulkadir Muhammad FH Unila.

Pernyataan tersebut sontak mengejutkan sejumlah pihak yang berada di lokasi, termasuk Budiono sendiri yang terlihat tertawa lebar namun tidak memberikan komentar lanjutan. Bahkan Kapolda Lampung, Irjen Pol. Helmy Santika, S.H., S.I.K., M.Si., yang juga hadir di acara tersebut, spontan menjauh sambil berkelakar, “Gak ikutan saya.”

Sementara itu, Rektor Unila saat ini, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., tampak tengah berbincang dengan seseorang ketika celetukan itu dilontarkan.

Meski hanya dalam bentuk gurauan, pernyataan Habiburokhman seolah membuka tabir dinamika yang mulai menggeliat jelang Pemilihan Rektor Unila. Kehadiran figur Budiono ke permukaan menandai mulai munculnya riak-riak bakal calon yang akan meramaikan Pilrek mendatang.

Untuk diketahui, Habiburokhman datang ke Unila dalam rangka menjadi salah satu pembicara dalam Seminar Nasional bertajuk “Menegakkan Keadilan dalam Tata Niaga Singkong: Aspek Penegakan Hukum Terhadap Praktik Pelanggaran Tata Niaga Harga Singkong di Lampung.” Acara tersebut diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari akademisi, praktisi hukum, hingga penegak hukum.

Apakah celetukan Habiburokhman sekadar spontanitas atau sinyal awal pencalonan serius, waktu yang akan menjawab. Namun yang pasti, atmosfer menjelang Pilrek Unila kini mulai menghangat.

Unila Gelar Wisuda Periode VII 2024/2025 dengan 1.089 Lulusan

LAMPUNG – Universitas Lampung (Unila) menggelar wisuda program doktor, magister, profesi, sarjana, dan diploma, periode Vll…

Syaiful Bahri Raih Gelar Doktor ke-26 FMIPA Lewat Riset Senyawa Bioaktif Mangrove

LAMPUNG – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila) kembali melahirkan doktor baru…

Pemprov Lampung Gandeng UIN Raden Intan dalam Mencetak SDM Unggul, Menuju Indonesia Emas 2045

LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung  menggandeng Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) dalam mencetak…

Puluhan Emak-Emak Gelar Aksi Damai di Kantor Dinas Pendidikan Pesawaran, Desak Perlindungan untuk Korban Perundungan

Pesawaran — Puluhan emak-emak yang menamakan diri sebagai Emak-Emak Peduli Pendidikan Pesawaran menggelar aksi damai di depan Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran, Selasa (22/7). Aksi ini merupakan bentuk keprihatinan dan protes terhadap dugaan perundungan yang dialami Gibran, siswa kelas VIII SMP Negeri 19 Pesawaran.

Massa aksi membawa spanduk dan poster berisi tuntutan agar pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan, segera mengambil langkah nyata dalam menangani kasus perundungan tersebut dan memastikan perlindungan terhadap siswa.

Koordinator aksi, Weni Oktasari, menyatakan bahwa aksi ini adalah bentuk dukungan moral bagi korban serta desakan agar negara hadir melindungi anak-anak di lingkungan sekolah.

“Kami sudah dua kali menyampaikan persoalan ini kepada pihak Dinas Pendidikan. Kami ingin Gibran didampingi secara psikologis dan difasilitasi agar bisa kembali ke sekolah. Tapi hingga hari ini belum ada solusi yang konkret,” ujar Weni.

Ia menegaskan bahwa aksi ini juga menjadi representasi dari suara para ibu di Pesawaran yang menginginkan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari kekerasan.

“Kami semua tentu masih teringat kasus tragis siswa SMA di Garut yang meninggal dunia karena tak kuat menanggung bullying. Jangan sampai kejadian serupa terjadi di Pesawaran. Gibran hingga kini masih trauma dan belum kembali ke sekolah,” tambahnya.

Momentum aksi ini bertepatan dengan peringatan menjelang Hari Anak Nasional. Para ibu mendesak agar pemerintah serius dalam menjalankan tanggung jawab perlindungan terhadap anak-anak.

“Anak-anak adalah masa depan bangsa. Mereka berhak tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman, dan penuh kasih sayang. Kami minta pemerintah jangan tutup mata,” pungkas Weni.

Usai menyampaikan orasi, perwakilan peserta aksi diterima untuk berdialog langsung dengan pejabat Dinas Pendidikan. Aksi kemudian ditutup dengan tertib dan damai.