Bupati Parosil: Seni Perekat Perbedaan, Januari Gauri 9.0 Teguhkan Budaya Lampung Barat

LAMPUNG BARAT — Komitmen menjaga dan melestarikan seni budaya di tengah derasnya arus teknologi kembali ditegaskan Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, saat menghadiri perhelatan Januari Gauri 9.0 “Love, Pray and Art in Swarnadwipa” di Gedung Serba Guna (GSG) Bung Karno, Kelurahan Tugusari, Kecamatan Sumber Jaya, Sabtu (31/1/2026) malam.

Acara yang digelar Sanggar Seni Gauri di bawah kepemimpinan Rian Krama Yudha tersebut menjadi bukti nyata bahwa seni pertunjukan masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat.

Tak kurang dari 850 tiket terjual habis, menandakan eksistensi seni budaya Lampung Barat tetap kuat meski berada di era kecanggihan teknologi yang kian pesat.

Kegiatan itu turut dihadiri Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus, para Kepala Perangkat Daerah, Camat, Lurah, tokoh adat, serta masyarakat dari berbagai kalangan.

Sanggar Seni Gauri sendiri dikenal sebagai wadah pengembangan seni peran yang berfokus pada teater dan pementasan drama, sekaligus menjadi ruang pelestarian seni, kreativitas, dan diskusi bagi para pegiat budaya.

Dalam sambutannya, Bupati Parosil Mabsus menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara yang sarat nilai seni dan spiritual tersebut.

Ia menilai Januari Gauri 9.0 bukan sekadar pertunjukan, melainkan perhelatan yang menyatukan cinta, doa, dan seni dalam bingkai kebudayaan Nusantara.

“Tema Love, Pray and Art in Swarnadwipa mengajarkan kita arti cinta untuk saling menghormati, doa sebagai bentuk rasa syukur, serta seni sebagai bahasa universal yang mampu menyatukan berbagai perbedaan,” ujar Parosil.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, Parosil menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Sanggar Seni Gauri yang secara konsisten menghadirkan ruang kreatif bagi seni, budaya, dan nilai-nilai spiritual.

Menurutnya, seni bukan hanya ekspresi estetika, tetapi juga media pemersatu dan refleksi batin yang memperkuat harmoni sosial.

Parosil menegaskan, Lampung Barat sebagai bagian dari Swarnadwipa memiliki kekayaan budaya dan kearifan lokal yang luar biasa.

Oleh karena itu, pemerintah daerah berkomitmen mendukung pelestarian dan pengembangan seni budaya sebagai bagian dari pembangunan daerah.

“Kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari terjaganya identitas budaya serta ketenteraman batin masyarakatnya,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh peserta dan masyarakat untuk ikut memperkenalkan seni budaya Lampung Barat ke tingkat nasional hingga internasional melalui media sosial.

“Ayo sama-sama kita sebarluaskan seni budaya ini melalui media sosial kita agar seni budaya Lampung Barat semakin dikenal,” kata Parosil.

Di usia ke-9 Sanggar Seni Gauri ada di Lampung Barat, Parosil berharap seni dapat terus menumbuhkan rasa cinta, membuka ruang dialog kreatif, mendorong kolaborasi lintas komunitas, serta melahirkan generasi seniman baru yang mampu membawa nilai-nilai lokal ke panggung yang lebih luas tanpa kehilangan jati diri.

Menutup sambutannya, Parosil mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan Januari Gauri 9.0, seraya berharap kegiatan tersebut membawa keberkahan dan mempererat persaudaraan masyarakat Lampung Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *