Bandar Lampung — Pulau Pasaran dikenal sebagai sentra pengolahan ikan teri terbesar dan berkualitas terbaik di Provinsi Lampung. Pulau yang terletak dekat pusat Kota Bandar Lampung ini secara administratif masuk dalam wilayah Kecamatan Teluk Betung Timur.
Sejak tahun 1960, Pulau Pasaran telah berkembang sebagai pusat produksi ikan teri dan ikan asin. Berbagai jenis olahan ikan teri dihasilkan dari pulau ini, seperti teri nasi (teri Medan), teri jengki, teri jumbo, teri buntiaw, hingga olahan cumi, yang telah dipasarkan ke berbagai daerah.

Sebagian besar penduduk Pulau Pasaran menggantungkan hidup sebagai nelayan dan pengolah ikan, khususnya ikan teri. Hal tersebut menjadikan kawasan ini sebagai sentra produksi ikan asin terbesar di Lampung, sekaligus penggerak utama ekonomi masyarakat pesisir.
Selain pengolahan ikan, Pulau Pasaran juga memiliki galangan kapal tradisional serta keramba apung budidaya kerang hijau yang bernilai ekonomis tinggi. Berbagai aktivitas tersebut menambah kekhasan pulau sekaligus memperkuat potensi ekonomi berbasis kelautan.
Dalam perkembangannya, Pulau Pasaran kini juga membuka peluang wisata bahari, seperti jalur wisata menuju spot mancing dan pulau-pulau wisata lain di Provinsi Lampung. Menjelang sore hari, pengunjung dapat menikmati panorama matahari terbenam yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Pulau ini menawarkan konsep wisata gratis dengan pemandangan laut, suasana kampung nelayan yang masih kental, kesempatan melihat langsung proses pengolahan ikan teri, serta menikmati berbagai kuliner olahan ikan di kafe dan sentra UMKM setempat.
Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, menilai Pulau Pasaran memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai salah satu ikon wisata Kota Bandar Lampung.
“Potensi ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk ikan asin lokal sekaligus memberikan kontribusi positif bagi perekonomian masyarakat,” ujar Eva Dwiana.
Wali Kota perempuan pertama di Bandar Lampung itu juga menekankan peran penting ibu-ibu pengrajin ikan dalam menggerakkan roda ekonomi di Pulau Pasaran.
“Mereka tidak hanya menjadi tulang punggung pengolahan ikan, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Dengan semangat gotong royong, mereka turut mengangkat potensi pariwisata dan kuliner Kota Bandar Lampung,” imbuhnya.
Pemerintah Kota Bandar Lampung berharap Pulau Pasaran terus berkembang menjadi destinasi wisata unggulan yang mampu menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.
