Lompat ke konten
Selamat Membaca | Rasio Elektrifikasi Lampung 99,85%! DPR RI Dorong EBT 40% & Geothermal 800 MW Menuju Energi Bersih Nasional

Rasio Elektrifikasi Lampung 99,85%! DPR RI Dorong EBT 40% & Geothermal 800 MW Menuju Energi Bersih Nasional

LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya menjadi pusat energi bersih nasional saat menerima kunjungan kerja Panitia Kerja (Panja) Listrik Komisi XII DPR RI di Hotel Radisson, Kamis (5/2/2026).

Mewakili Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan (Ekubang) Bani Ispriyanto memaparkan bahwa Rasio Elektrifikasi (RE) Lampung telah mencapai 99,85%.

Angka ini mendekati target 100 persen, meski masih terdapat tantangan besar di wilayah pelosok dan kawasan hutan.

Tantangan Elektrifikasi 100%: Izin Kawasan Hutan Jadi Hambatan

Bani menjelaskan, hambatan utama pemerataan listrik berada pada pemasangan jaringan yang melintasi kawasan hutan dan konservasi di Mesuji, Lampung Barat, Way Kanan, dan Lampung Tengah.

Pemprov Lampung berharap dukungan Komisi XII DPR RI untuk menjembatani kemudahan perizinan lintas kementerian, khususnya sektor kehutanan, agar target elektrifikasi 100 persen segera tercapai.

Listrik Masuk Sawah: Solusi Petani & Tekan Biaya Produksi

Selain rumah tangga, Pemprov Lampung juga mendorong program “Listrik Masuk Sawah”.

Program ini menjadi solusi bagi petani yang kesulitan solar untuk pompa air, sekaligus:

  • Menekan biaya produksi pertanian

  • Meningkatkan produktivitas

  • Mengurangi ketergantungan BBM

Lampung Lampaui Target Nasional Energi Bersih

Kepala Dinas ESDM Lampung, Febrizal Levi, mengungkapkan bahwa penggunaan Green Energy di Lampung sudah mencapai 36%, jauh di atas rata-rata nasional yang berada di kisaran 14–18%.

Target besar pun dipasang:

  • Bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) 40% pada 2032

  • Kapasitas pembangkit meningkat menjadi 1.600 MW

Potensi EBT Lampung:

  • Panas bumi di Gunung Rajabasa

  • Way Ratai

  • Danau Ranau

  • Sekincau

  • PLTS Bendungan Margatiga

Potensi geothermal Lampung diperkirakan mencapai 800 MW hingga hampir 1 GW.

Ketergantungan Pasokan 400 MW dari Sumsel

Ketua Tim Kunker Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto, menyoroti ketergantungan Lampung terhadap suplai listrik 400 MW dari Sumatera Selatan.

Saat ini:

  • Total kebutuhan listrik: 1,3 GW

  • Produksi mandiri Lampung: 900 MW

Sugeng menegaskan bahwa listrik kini merupakan kebutuhan pokok, bukan lagi barang mewah.

Ia juga mendorong roadmap 5 tahun ke depan agar sistem kelistrikan Lampung semakin andal dan tidak terjadi pemadaman (“byarpet”).

Apresiasi Co-Firing & Komitmen Net Zero Emission

Komisi XII turut mengapresiasi inovasi co-firing biomassa 12,5% di PLTU Tarahan yang dinilai sejalan dengan komitmen Indonesia terhadap Paris Agreement menuju Net Zero Emission.

Selain itu, DPR RI juga mendorong percepatan:

  • Elektrifikasi rumah tangga

  • Penggunaan kompor induksi

  • Kendaraan listrik

Langkah ini diharapkan menekan defisit akibat impor BBM yang mencapai 1 juta barel per hari sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *