Lompat ke konten
Selamat Membaca Mudik 2026: Pemprov Lampung dan ASDP Siaga, Bakauheni Diprediksi Padat di Jam-Jam Ini

Mudik 2026: Pemprov Lampung dan ASDP Siaga, Bakauheni Diprediksi Padat di Jam-Jam Ini

LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung bersama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan kesiapan penuh dalam menghadapi lonjakan arus mudik dan balik Lebaran 2026 (1447 Hijriah).

Fokus utama pengamanan berada di Pelabuhan Bakauheni yang diprediksi mengalami kepadatan signifikan pada jam-jam tertentu selama periode mudik.

Proyeksi Lonjakan Kendaraan dan Penumpang

Berdasarkan Rencana Operasional (Renops), total pergerakan selama Lebaran 2026 diperkirakan meningkat dibanding tahun sebelumnya, dengan rincian:

  • 319.916 kendaraan

  • 108.050 penumpang

  • 2.481 trip kapal

Meski rasio volume terhadap kapasitas (V/C ratio) masih di angka 0,67 atau tergolong aman, potensi kemacetan tetap tinggi jika terjadi penumpukan kendaraan secara bersamaan.

“Macet besar bukan karena kapal kurang, tapi karena kendaraan datang bersamaan,” ujar perwakilan tim pemantauan.

Jam Rawan Macet di Bakauheni

Analisis menunjukkan sejumlah waktu rawan kepadatan selama arus mudik dan balik:

  • H-4 hingga H-2: pukul 15.00 – 23.00 WIB (tunggu 2–4 jam)

  • Puncak H-3: pukul 17.00 – 02.00 WIB (tunggu 3–5 jam)

  • Arus balik H+3 hingga H+6: antrean 4–6 jam atau lebih

Pemudik disarankan memilih waktu perjalanan dini hari hingga pagi (01.00 – 10.00 WIB) untuk menghindari kepadatan ekstrem.

Strategi Antisipasi: Kapal, Rekayasa Lalu Lintas, dan Buffer Zone

Untuk mengurai kepadatan, berbagai langkah strategis disiapkan, antara lain:

  • 75 kapal dioperasikan selama 24 jam

  • Pengalihan arus:

    • Motor & sebagian barang ke Pelabuhan Ciwandan

    • Logistik besar ke Pelabuhan BBJ Bojonegara

  • Sistem delaying dan buffer zone di:

    • Rest Area KM 20B

    • KM 49B

    • KM 87B

    • Terminal Agribisnis Gayam

Selain itu, pelabuhan alternatif di kawasan Wika Beton disiapkan sebagai skenario darurat.

Tiket Wajib Online, Tanpa Penjualan di Pelabuhan

ASDP menegaskan seluruh tiket wajib dibeli secara online melalui aplikasi Ferizy maksimal satu hari sebelum keberangkatan.

Tidak ada penjualan tiket langsung di pelabuhan.

Ratusan Personel dan Fasilitas Siaga

Sebanyak 786 personel dikerahkan, didukung unsur TNI, Polri, Dinas Perhubungan, serta instansi terkait.

Fasilitas pendukung juga ditingkatkan, meliputi:

  • CCTV pemantauan

  • Pos kesehatan 24 jam

  • Layanan pelanggan

Pemerintah juga menekankan pelayanan ramah bagi kelompok rentan seperti lansia, disabilitas, ibu hamil, dan anak-anak.

Imbauan untuk Pemudik

Masyarakat diimbau untuk:

  • Merencanakan perjalanan lebih awal

  • Membeli tiket sebelum berangkat

  • Datang sesuai jadwal

  • Mengikuti arahan petugas

Dengan langkah ini, diharapkan arus mudik dan balik Lebaran 2026 dapat berjalan aman, tertib, dan lancar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *