Lampung Barat – Wakil Bupati Lampung Barat, Mad Hasnurin, menghadiri sekaligus membuka perhelatan budaya Sekura Cakak Buah di Pekon Kenali, Kecamatan Belalu, Minggu (22/3/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pelestarian tradisi lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Lampung Barat.
Sekura, Warisan Budaya Penuh Makna
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menjelaskan bahwa tradisi Sekura merupakan simbol budaya yang tercermin melalui penggunaan topeng Sekura serta tarian khas yang menyertainya.
Tradisi ini mengandung nilai-nilai luhur seperti:
-
Kebersamaan
-
Gotong royong
-
Rasa syukur
Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat setempat.
Tantangan Globalisasi Ancam Kelestarian Budaya
Meski masih dilestarikan hingga kini, Mad Hasnurin menilai arus globalisasi menjadi tantangan serius bagi keberlangsungan tradisi lokal.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga warisan budaya tersebut.
“Perlu upaya serius untuk mengenalkan dan melibatkan generasi muda agar tradisi Sekura tetap lestari,” ujarnya.
Dukungan Pemerintah untuk Pesta Sekura
Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat memberikan dukungan nyata berupa hibah anggaran kepada pekon yang menyelenggarakan Pesta Sekura.
Langkah ini diharapkan mampu mendorong keberlanjutan tradisi sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat.
Sekura, Identitas Lampung Barat
Wakil Bupati menegaskan bahwa Sekura bukan sekadar tradisi, tetapi juga identitas budaya masyarakat Lampung Barat yang harus dijaga bersama.
“Pesta Sekura bukan hanya budaya, tetapi identitas masyarakat Lampung Barat. Kita harus bangga karena tidak semua daerah memiliki tradisi ini,” tegasnya. (Aris)
