Metro | Hampir lima jam Rapat evaluasi pembangunan tahun 2026 antara DPRD Kota Metro dan Pemerintah Kota Metro berlangsung alot, namun, hingga pertemuan usai, belum ada kesimpulan yang dihasilkan.
Dewan masih menunggu laporan resmi dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sebelum menyampaikan sikap dan tanggapannya.
Pertemuan yang digelar di ruang rapat pimpinan DPRD itu berlangsung Rabu (1/4/2026) dari pukul 11.00 hingga 16.00 WIB, dihadiri langsung oleh Walikota Metro Bambang Iman Santoso beserta jajaran.
Rapat tersebut menjadi momen penting untuk mengevaluasi pelaksanaan anggaran dan program pembangunan di tahun berjalan.
Dikatakan Ketua DPRD Kota Metro Ria Hartini, bahwa pihaknya belum dapat memberikan tanggapan mendalam, terkait pelaksanaan anggaran maupun program pembangunan. Pasalnya, data rinci dari TAPD masih dalam proses penyempurnaan.
“Kami masih menunggu laporan dari TAPD. Mungkin dalam dua sampai tiga hari ke depan baru bisa kami sampaikan,” ujar Ria, saat kembali dikonfirmasi melalui sambungan seluler pukul 20.27 wib.
Ia menegaskan bahwa DPRD berkomitmen untuk menyampaikan informasi secara terbuka dan bertanggung jawab kepada publik.
Untuk itu, kejelasan data menjadi hal yang mutlak diperlukan sebelum dewan mengambil sikap atau memberikan pernyataan resmi.
Terkait polemik pinjaman daerah sebesar Rp.20 miliar yang sempat menjadi sorotan, Ria Hartini menegaskan bahwa pembahasannya dilakukan secara tertutup dan masih bersifat awal.
Legislatif hingga saat ini belum menerima rincian lengkap penggunaan anggaran tersebut.
“Kami belum menerima data, rincian, kemana saja anggaran itu digunakan. Kami hanya diberi tahu bahwa Pemkot sudah meminjam Rp 20 miliar. Jadi apa yang mau kami sampaikan kalau datanya belum kami pegang?” tegas Ria.
Ria juga menekankan bahwa pihaknya mendesak eksekutif untuk segera melengkapi dokumen yang dibutuhkan. Ia berharap dalam tiga hari ke depan data tersebut sudah dapat dipublikasikan dan disampaikan kepada awak media secara utuh.
Menanggapi isu yang beredar soal pengusiran awak media, Ria Hartini membantah hal tersebut. Menurutnya, rapat yang digelar tertutup bukan berarti menutup akses informasi, melainkan karena DPRD memang belum memiliki data yang cukup untuk disampaikan ke publik.
“Itu tidak benar. Kami belum menerima data, jadi kami mendesak pihak eksekutif agar kami bisa menyampaikan secara real kepada media. Pada kenyataannya, data itu belum diberikan. Jadi apa yang mau kami sampaikan?” jelas Ria.
Selain membahas soal anggaran, pertemuan tersebut juga menyentuh aspek relasi kerja antara legislatif dan eksekutif yang dinilai belum berjalan optimal.
Ria berharap ke depan komunikasi kedua lembaga dapat semakin harmonis demi kepentingan pembangunan Kota Metro.
“Harapannya komunikasi antara DPRD dan Pemkot Metro bisa lebih baik ke depan,” pungkas Ria.
Ketua DPRD Kota Metro juga komitmen untuk menyampaikan informasi secara utuh setelah data lengkap diterima.
“DPRD dan Pemkot Metro berharap publik dapat memahami proses yang sedang berjalan. Dalam waktu dekat, hasil evaluasi dan rincian penggunaan anggaran akan segera dapat diumumkan secara transparan,” tandas Ria.| (Red).

