LAMPUNG — Permasalahan jalan rusak di berbagai wilayah Lampung kini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Tak sekadar keluhan, kondisi infrastruktur jalan telah menjadi tuntutan publik yang mendesak untuk segera ditangani.
Memasuki era kepemimpinan baru pasca Pemilihan Kepala Daerah 2024, perbaikan jalan menjadi prioritas utama di hampir seluruh kabupaten/kota. Namun, keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan besar.
Opsen PKB Jadi Sumber Tambahan Anggaran
Pemerintah Provinsi Lampung memanfaatkan kebijakan opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sebagai solusi memperkuat fiskal daerah.
Kebijakan ini merujuk pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022, yang memungkinkan distribusi bagi hasil pajak lebih cepat ke daerah.
Opsen PKB diharapkan menjadi “darah tambahan” untuk mempercepat pembangunan dan perbaikan jalan di kabupaten/kota.
Daerah Rela Tambah Anggaran Demi Infrastruktur
Menariknya, banyak daerah tidak hanya mengandalkan dana opsen, tetapi juga menambah anggaran secara signifikan demi mengejar ketertinggalan infrastruktur.
- Kabupaten Lampung Selatan menerima Rp69,38 miliar, namun menganggarkan Rp249,29 miliar
- Kabupaten Lampung Timur menerima Rp57,12 miliar, menganggarkan Rp283,41 miliar
- Metro menerima Rp29,51 miliar, menganggarkan Rp104,64 miliar
- Bandar Lampung menerima Rp235,14 miliar, menganggarkan Rp104,64 miliar
Hal ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat, meski dengan kemampuan fiskal yang berbeda.
Rincian Opsen PKB 2025 dan Perbaikan Jalan 2026
Berikut gambaran anggaran dan kondisi jalan di sejumlah daerah:
- Lampung Barat: Rp19,87 miliar → anggaran Rp20,53 miliar (668,90 km jalan)
- Lampung Tengah: Rp74,74 miliar → anggaran Rp378,67 miliar (1.119,67 km)
- Lampung Utara: Rp34,12 miliar → anggaran Rp66,09 miliar (1.025,33 km)
- Mesuji: Rp13,54 miliar → anggaran Rp14,17 miliar (511,74 km)
- Pesawaran: Rp23,34 miliar → anggaran Rp23,05 miliar (1.053,92 km)
- Pesisir Barat: Rp23,34 miliar → anggaran Rp23,05 miliar
- Pringsewu: Rp23,99 miliar → anggaran Rp11,79 miliar
- Tanggamus: Rp23,81 miliar → anggaran Rp67,65 miliar
- Tulang Bawang Barat: Rp14,77 miliar → anggaran Rp35,30 miliar
- Tulang Bawang: Rp25,49 miliar → anggaran Rp35,30 miliar
- Way Kanan: Rp20,23 miliar → anggaran Rp35,30 miliar
Sebagian besar daerah masih menghadapi kondisi jalan rusak yang cukup tinggi, bahkan mencapai ratusan kilometer.
Tantangan dan Harapan Infrastruktur Lampung
Secara umum, panjang jalan yang harus dirawat belum sebanding dengan kekuatan anggaran yang tersedia. Namun, upaya perbaikan terus dilakukan secara bertahap.
Keberhasilan program ini juga sangat bergantung pada kesadaran masyarakat dalam membayar pajak kendaraan, karena dana tersebut akan kembali dalam bentuk pembangunan infrastruktur.
Jalan Sebagai Simbol Kehadiran Negara
Pada akhirnya, jalan bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan urat nadi ekonomi dan simbol kehadiran negara.
Setiap perbaikan jalan bukan hanya memperlancar mobilitas, tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
