Lompat ke konten
Selamat Membaca Ekonomi Lampung Triwulan I 2026 Tumbuh 5,58 Persen, Sektor Pertanian Jadi Penopang Utama

Ekonomi Lampung Triwulan I 2026 Tumbuh 5,58 Persen, Sektor Pertanian Jadi Penopang Utama

LAMPUNG — Perekonomian Lampung pada triwulan I 2026 menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan mencapai 5,58 persen (year on year/yoy). Angka ini meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 5,54 persen (yoy).

Berdasarkan data Bank Indonesia, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung atas dasar harga berlaku tercatat sebesar Rp132,36 triliun, sementara atas dasar harga konstan mencapai Rp73,44 triliun.

Secara regional, pertumbuhan ekonomi Lampung berada di atas rata-rata Sumatra sebesar 5,13 persen (yoy), meskipun sedikit di bawah nasional yang mencapai 5,61 persen (yoy).

Sektor Pertanian Jadi Motor Pertumbuhan

Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi Lampung ditopang sektor utama, yaitu:

  • Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan tumbuh 9,89%
  • Perdagangan Besar dan Eceran tumbuh 6,91%
  • Industri Pengolahan tumbuh 3,28%

Kinerja sektor pertanian meningkat signifikan seiring puncak panen raya komoditas pangan seperti padi dan jagung.

Sementara itu, sektor perdagangan turut terdorong oleh meningkatnya aktivitas ekonomi dan konsumsi masyarakat selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional Idulfitri.

Konsumsi Rumah Tangga dan Investasi Meningkat

Dari sisi permintaan, pertumbuhan ekonomi didukung oleh:

  • Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,54%
  • Investasi tumbuh 4,39%
  • Konsumsi pemerintah tumbuh 13,84%

Peningkatan konsumsi masyarakat didorong mobilitas tinggi saat Idulfitri serta optimisme konsumen yang tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sebesar 121,71 (zona optimis).

Investasi juga tetap kuat, terutama pada sektor pembangunan infrastruktur yang terus berjalan.

Program Nasional Ikut Dorong Ekonomi

Program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis turut memberikan dampak positif, terutama pada sektor penyediaan akomodasi, makanan, dan minuman yang tumbuh hingga 12,43 persen (yoy).

Selain itu, ekspor Lampung juga tetap tumbuh positif sebesar 0,75 persen, didukung komoditas unggulan seperti pulp, produk industri makanan, dan bahan kimia organik.

Proyeksi Pertumbuhan 2026 dan Tantangan

Ke depan, Bank Indonesia memproyeksikan ekonomi Lampung tahun 2026 akan tumbuh pada kisaran 5,0 hingga 5,6 persen, dengan dukungan permintaan domestik dan eksternal.

Namun, sejumlah risiko tetap perlu diwaspadai, termasuk fluktuasi harga komoditas dan kondisi ekonomi global.

Strategi Jaga Pertumbuhan Berkelanjutan

Untuk menjaga momentum pertumbuhan, Bank Indonesia bersama pemerintah daerah akan fokus pada tiga strategi utama:

  1. Penguatan sektor primer dan stabilisasi harga melalui peningkatan produktivitas pertanian dan pengendalian inflasi
  2. Peningkatan nilai tambah dan investasi lewat hilirisasi komoditas serta pengembangan UMKM ekspor
  3. Percepatan digitalisasi ekonomi guna meningkatkan efisiensi dan Pendapatan Asli Daerah (PAD)

Optimisme Ekonomi Lampung

Dengan kinerja yang solid dan strategi yang terarah, ekonomi Lampung diyakini tetap tumbuh kuat, inklusif, dan berkelanjutan.

Pertumbuhan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan angka statistik, tetapi juga berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *