Lompat ke konten
Selamat Membaca Disbun Way Kanan Jemput Bola ke Kementan, Bidik Program Strategis untuk Perkebunan

Disbun Way Kanan Jemput Bola ke Kementan, Bidik Program Strategis untuk Perkebunan

Way Kanan – Dinas Perkebunan Kabupaten Way Kanan bergerak cepat menjajaki peluang program dari pemerintah pusat untuk memperkuat sektor perkebunan daerah.

Langkah tersebut dilakukan usai menghadiri kegiatan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sarana dan prasarana operasional lapangan serta pendataan yang digelar Kementerian Pertanian di Bogor.

Kepala Dinas Perkebunan Way Kanan, Ishak, bersama jajaran langsung melanjutkan koordinasi ke kantor Kementerian Pertanian di Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Kunjungan itu difokuskan untuk memperoleh arahan sekaligus membuka peluang dukungan program bagi pengembangan sektor perkebunan di Kabupaten Way Kanan.

Rombongan Dinas Perkebunan Way Kanan diterima Kepala Biro Hukum Kementerian Pertanian, Indra Zakaria Rayusman, yang juga pernah menjabat Kepala Bappeda Way Kanan.

Dalam pertemuan tersebut, Ishak juga diperkenalkan kepada Direktur Kelapa Sawit dan Palma guna membahas kemungkinan sinergi program strategis antara pemerintah pusat dan daerah.

Ishak mengatakan kunjungan tersebut merupakan inisiatif pemerintah daerah untuk memanfaatkan momentum setelah agenda MoU di Bogor.

“Setelah kegiatan kemarin, kami memanfaatkan waktu untuk berkunjung ke Kementan, bersilaturahmi sekaligus meminta arahan terkait program yang bisa diakses daerah,” kata Ishak melalui pesan suara.

Dari hasil pertemuan itu, Dinas Perkebunan Way Kanan memperoleh gambaran teknis mengenai berbagai persiapan yang harus dilakukan agar pemerintah daerah dapat mengakses program-program dari Kementerian Pertanian.

Menurut Ishak, sejumlah program kementerian sebenarnya terbuka bagi daerah selama kesiapan administrasi dan perencanaan dapat dipenuhi dengan baik.

“Kami sudah diberikan petunjuk mengenai persiapan yang harus dilakukan. Pada dasarnya program tersebut terbuka, tinggal bagaimana kesiapan pemerintah daerah dalam menyiapkannya,” ujarnya.

Dalam diskusi tersebut juga dibahas sejumlah program yang sedang dijalankan Direktorat Palma, termasuk program pengembangan kelapa sayur.

Sementara itu, untuk bantuan bibit kelapa sawit, pemerintah daerah diminta menunggu kuota yang saat ini masih dalam tahap penyiapan oleh pemerintah pusat.

“Saat ini untuk bibit kelapa sawit masih dalam tahap penyiapan kuota karena bibitnya cukup rentan rusak atau mati. Daerah diminta menunggu hingga kuota tersebut tersedia,” jelas Ishak.

Ia berharap Kabupaten Way Kanan dapat menjadi salah satu daerah penerima program tersebut sehingga mampu memperkuat sektor perkebunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pekebun.

Pemerintah Kabupaten Way Kanan menilai koordinasi langsung dengan kementerian menjadi langkah penting agar sektor perkebunan daerah dapat memanfaatkan dukungan program pemerintah pusat secara optimal dan berkelanjutan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *