Way Kanan – Pemerintah Kabupaten Way Kanan menerima audiensi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Tulang Bawang terkait Program Kabupaten/Kota Pangan Aman (KKPA) di ruang rapat Sekretariat Daerah Kabupaten Way Kanan, Jumat (6/3/2026).
Sekretaris Daerah Kabupaten Way Kanan Machiavelli Herman Tarmizi, S.STP., M.Si., mewakili Bupati Way Kanan Ayu Asalasiyah, S.Ked., langsung menerima Kepala BPOM Tulang Bawang Rahmat Hidayat, S.Farm., Apt., M.Pharm.Sci., beserta rombongan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah kepala dan perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Way Kanan.
Dalam pertemuan itu, Kepala BPOM Tulang Bawang Rahmat Hidayat menyampaikan hasil penilaian Program KKPA Kabupaten Way Kanan tahun sebelumnya yang dinilai masih belum maksimal.
Menurutnya, pada tahap awal pendampingan masih terdapat sejumlah kekurangan, mulai dari kelengkapan data dukung hingga aspek teknis lainnya.
“Tahun lalu saat awal didampingi masih ada beberapa kekurangan, mulai dari pengumpulan data dukung hingga berbagai hal lainnya. Namun hal tersebut dapat menjadi pelajaran untuk perbaikan ke depan,” ujar Rahmat.
Ia menjelaskan, pada tahun 2025 Kabupaten Way Kanan masih berada pada level 2 dari total 6 level penilaian KKPA, yang menunjukkan capaian daerah masih tergolong rendah.
Karena itu, pihaknya mendorong agar pengumpulan data dukung untuk penilaian tahun 2026 sudah dilakukan sejak semester awal.
Menurut Rahmat, langkah tersebut penting karena pada masa sanggah tidak diperkenankan lagi menambah data dukung.
“Mudah-mudahan pada tahun 2026 ini seluruh kebutuhan data dukung dapat dipenuhi sehingga Kabupaten Way Kanan bisa memperoleh hasil penilaian yang lebih baik,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Sekda Way Kanan Machiavelli Herman Tarmizi menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memaksimalkan pengumpulan data dukung pada penilaian KKPA tahun ini.
“Saya memberikan kewenangan kepada PIC tahun ini untuk mengumpulkan seluruh data yang diperlukan. Apabila ada pihak yang tidak kooperatif dalam memberikan data dukung atau hal penting lainnya, segera laporkan kepada saya,” tegasnya.
Machiavelli juga menyoroti masih banyaknya data yang kosong pada penilaian tahun sebelumnya dan meminta seluruh OPD terkait lebih serius dalam menindaklanjuti program tersebut.
“Saya melihat data tahun lalu masih banyak yang kosong. Seharusnya pada tahun ini seluruh data tersebut sudah bisa terpenuhi. Jangan sampai tidak ada tindak lanjut lagi, apalagi sudah mendapat pendampingan dari BPOM Tulang Bawang,” ujar Velli.
Ia berharap BPOM Tulang Bawang dapat terus memberikan arahan dan pendampingan kepada Pemerintah Kabupaten Way Kanan agar hasil penilaian tahun ini lebih baik dibanding sebelumnya.
“Semoga tahun ini kita bisa lebih baik dibandingkan tahun kemarin. Kami juga memohon bantuan dan arahan dari BPOM Tulang Bawang agar terus membimbing Pemerintah Kabupaten Way Kanan dalam mencapai nilai yang memuaskan,” tutupnya.
Menurutnya, apabila program tersebut direncanakan dengan baik dan didukung sinergi antarinstansi, berbagai kekurangan yang terjadi pada tahun sebelumnya diharapkan tidak kembali terulang.

