Disdikbud Pesawaran, Gelar Pembinaan Dan Pembekalan Program Pendampingan Kurtilas
[su_animate duration=”2″ delay=”1″][su_highlight background=”#d6123e” color=”#ffffff”]LAMPUNG7NEWS[/su_highlight][/su_animate]
TELUK PANDAN | Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesawaran menggelar pembinaan dan pembekalan program pendampingan kurikulum 2013 di SMPN 2 Pesawaran, Kecamatan Teluk Pandan, Kamis (15/09). Acara berlangsung di SMPN 2 Pesawaran.
Kepala SMPN 2 Pesawaran, Hasbiyul Furqon, M.Ag mengatakan, pembinaan program pendampingan kurikulum 2013 tersebut dibuka oleh Kepala Disdikbud Kabupaten Pesawaran, Sabani, SE.,MM yang diwakili oleh Kasie Kurikulum Bidang Pendidikan Dasar yang juga dihadiri oleh instruktur dari Kabupaten Pesawaran sebanyak 12 orang.
[espro-slider id=22723]
“Kegiatan ini di ikuti 12 sekolah, dan masing-masih sekolah mengirimkan 11 org guru dari 10 mata pelajaran. Dan hadir juga 12 orang kepala sekolah,” kata Hasbi, kemarin.
Dikatakan Hasbi, di Kabupaten Pesawaran telah ditetapkan 12 sekolah melalui SK Dirjen Pendidikan dan Kebudayaan yang terbagi didalam 4 cluster. Cluster 1 dengan induk cluster SMPN 1 Gedongtaan dan sekolah imbasnya adalah SMPN 1 Tegineneng, Cluster 2 dengan induk Clusternya SMPN 1 Padangcermin dan sekolah imbasnya adalah SMPN 2 Padangcermin dan SMPN 2 Punduhpedada, kemudian Cluster 3 dengan cluster Induknya SMPN 2 Negerikaton dan sekolah imbasnya adalah SMPN 1 Negerikaton dan SMPN 3 Negerikaton, sedangkan Cluster 4 dengan cluster Induknya SMPN 1 Kedondong dan sekolah imbasnya SMPN 1 Way Lima dan SMP Perguruan Padang Cermin.
“program pembekalan dan pembinaan ini hanya dilaksanakan dalam satu hari, yang kemudian nantinya setiap peserta akan langsung terjun disekolanya masing-masing,” ujarnya.
Dijelaskanya, program pendampingan kurikulum 2013 ini akan berjalan dalam dua bagian. Program pertama dikenal dengan nama program in, dimana para guru akan dibekali dengan rencana pembelajaran disekolah termasuk penilaian, program pembelajaran, dll. Kemudian program kedua adalah program on, dimana para guru atau peserta pembekalan akan masuk dikelas dengan rencana program pembelajaran yang sudah dibuat pada saat ini.
“Dari hasil tersebut akan dibuat rencana pembelajaran melalui program in dan on,” tuturnya.
Ditambahkan Hasbi, terdapat perbedaan antara penerapan kurikulum 2013 pada tahun 2014 lalu dengan 2016, dimana terdapat beberapa revisi pada kurikulum 2013 tersebut. Contohnya, dari segi penilaian, pada tahun 2014 penilaianya dengan mengunakan penilaian kualitatif, namun sekarang lebih disederhanakan menjadi penilaian kuantitatif.
“Sepuluh mata pelajaran yang meliputi program pembekalan ini adalah Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarnageraan, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, IPA, IPS, Seni Budaya, Penjaskes, Prakarya dan Pendidikan Agama,” tandasnya.
[su_button]Berita lainnya[/su_button]
[su_posts posts_per_page=”12″ tax_term=”39,14″ tax_operator=”1″ order=”desc” orderby=”id”][su_posts posts_per_page=”5″ tax_term=”9″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”][button href=”https://lampung7news.co.id/category/lampung/pesawaran/” icon=”” rounded=”btn-box” size=”btn-lg” style=”btn-default” target=”_blank”]Klik Pesawaran[/button][/su_posts]
