Ketua Komisi III : Patung itu Harapannya Dapat Menjadi Icon Kota Metro,Tapi Kalau Lihat Hasilnya Kami Malu !
[su_animate duration=”2″ delay=”1″][su_highlight background=”#d6123e” color=”#ffffff”]LAMPUNG7NEWS[/su_highlight][/su_animate]
Metro | Pembuatan patung adat Pepadun dan Adat Melinting di Kota Metro kian ramai menuai protes. Dikarenakan, pembuatan patung tersebut selain melenceng dari konsep awal sepertinya tidak menggunakan skala simetris dalam proses pembuatannya juga tidak sepadan.
Sebelumnya, anggota komisi II DPRD Metro yang mengkritik, kali ini kritik pedas muncul dilontarkan ketua Komisi III DPRD Metro, Hendry Susanto yang mempunyai gelar Suttan Junjungan dari adat Lampung Gunungtiga Lampung Timur.
Dikatakan Hendry, bahwa dirinya juga termasuk salah seorang penggagas pembuatan patung adat Lampung tersebut, yang saat ini sudah berdiri di samping Rumah sakit Santa Maria dan di depan Gedung Sesat Kota Metro.
Pihak DPRD akan memanggil Disdikbudpora selaku penanggung jawab proyek untuk menjelaskan kenpaa semua ini bisa terjadi hingga pembangunan patung adat yang seyogyanya membuat bangga masyarakat Lampung khususnya Kota Metro, justru menuai kritikan tajam bernuansa SARA.

“Ini pelecehan pada kami adat Pepadun dan Melinting. Pembuatan patung itu benar-benar tidak sesuai dengan harapan. Maaf ya, bukannya kami tidak berterimakasih telah dibuatkan patung itu, tapi kalau hasilnya mengecewakan banyak orang dan menjadi bahan tertawaan buat apa? Kan sia-sia hasilnya,” ucap Hendri diruang kerjanya, senin (26/9/2016).
Ditambahkannya, jika rekanan yang membuat patung tersebut sudah melaksanakan pekerjaanya sesuai dengan konsep gambar, maka yang salah bukan rekanan tapi konsultanya yang salah. Seharusnya pihak konsultan melakukan croscek atau berkonsultasi dengan pihak-pihak yang benar-benar faham dengan detail pakaian adat Lampung.
Tidak hanya itu, informasi yang masuk kepihak DPRD bahwa orang-orang yang tadinya andil dalam mengkonsep pembuatan patung , ahirnya ditinggalkan saat akan digelar proyek pengerjaan patung tersebut.
Hendry menambahkan bahwa pihak konsultan tidak profesional. Hal ini dibuktikan dengan hasil di lapangan yang banyak menuai protes.
“Patung itu harapannya dapat menjadi icon Kota Metro,tapi kalau hasilnya seperti itu kami malu melihatnya. Bener orang bilang Patung itu terlihat cebol atau kontet, dan saya sudah liat sendiri”tandas Hendri.
Arif | L7News
[su_button]Berita lainnya :[/su_button]
[su_posts posts_per_page=”12″ tax_term=”10″ tax_operator=”1″ order=”desc” orderby=”id”][su_posts posts_per_page=”5″ tax_term=”9″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”][button href=”https://lampung7news.co.id/category/lampung/pesawaran/” icon=”” rounded=”btn-box” size=”btn-lg” style=”btn-default” target=”_blank”]Klik Pesawaran[/button][/su_posts][/su_posts]