Pemkot Bandar Lampung Kembali Raih Opini WTP dari BPK RI

Bandar Lampung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Lampung atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2024.

Penyerahan penghargaan dilakukan secara langsung oleh Kepala BPK RI Perwakilan Lampung dalam acara yang digelar di Aula Krakatau, Kantor BPK RI Lampung, pada Senin, 26 Mei 2025.

Atas capaian ini, Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras demi mewujudkan tata kelola keuangan yang akuntabel dan transparan.

“Alhamdulillah, tahun ini kita kembali meraih predikat WTP. Terima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Bandar Lampung serta jajaran Pemerintah Kota. Prestasi ini adalah hasil kerja keras kita bersama,” ujar Eva Dwiana.

Wali Kota yang akrab disapa Bunda Eva itu menegaskan bahwa opini WTP bukan sekadar penghargaan, melainkan amanah yang harus terus dijaga. Ia juga menyampaikan bahwa pencapaian ini akan menjadi motivasi bagi Pemkot untuk terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah.

“Kita terus berupaya. Predikat WTP ini bukan hanya prestasi, tapi juga amanah yang harus dijaga dan dipertahankan,” tegasnya.

Dengan opini WTP ini, Pemkot Bandar Lampung menunjukkan komitmen berkelanjutan terhadap pengelolaan keuangan yang baik dan transparan, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah daerah.

Kedapatan Curi Handphone, Seorang Pria Diamuk Warga di Bandar Lampung

Bandar Lampung – Seorang pria berinisial IT, warga Kota Baru, Tanjung Karang Timur, nyaris babak belur…

SMKN 4 Bandar Lampung Persiapkan Lulusan Dapat Bersaing di Industri dan dan Dunia Usaha

Bandar Lampung – Siapa tak mengenal SMKN 4 Bandar Lampung, Sekolah beralamat di Jalan HOS Cokroaminoto No 102 Enggal, telah banyak mencetak lulusan yang mampu mengisi posisi pada sejumlah sektor di Tanah Air.

Sekolah di bawah pimpinan kepala sekolah Hj. Dewi Ningsih, M.Pd, kini menjadi salah satu bintang pendidikan di Provinsi Lampung. Pasalnya, para lulusan sekolah itu tidak akan “mati gaya” untuk bersaing, bahkan hingga di tingkat global.

Menjadikan hal itu kepada para siswa, sesuai dengan tujuan SMK, yakni mempersiapkan siswa untuk bekerja atau berwirausaha setelah lulus. Berbekal keterampilan khusus dan pengetahuan dimiliki siswa, itu menjadi modal besar usai siswa menamatkan pendidikan.

“Alhamdulillah lulusan sekolah kami kini sudah tersebar di mana-mana, ada yang bekerja di industri dan banyak juga berwirausaha. Ini komitmen kami terhadap lulusan. Termasuk ada juga melanjutkan ke perguruan tinggi,” kata Dewi Ningsih, Jumat, 23 Mei 2025.

Dalam mencetak lulusan unggul, kata dia, butuh keselarasan antara kurikulum dengan dunia kerja. Sebagai salah satu SMK Pusat Keunggulan (PK) di Indonesia, sekolah akan terus berinovasi dalam pembelajaran dan menyesuaikan perkembangan industri.

“Kami selalu mengupayakan bagaimana siswa berpartisipasi aktif tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga nonakademik. Semua lini siswa dikembangkan, supaya memiliki prestasi tangguh baik di bidang akademik dan nonakademik,” ujar dia.

Sekolah dengan delapan jurusan kompetensi keahlian yang dimiliki, lulusannya diharapkan memiliki kompetensi yang dapat diaplikasikan dalam dunia kerja, seperti keterampilan teknis, pengetahuan kejuruan, dan keterampilan analitis.

“Seperti tahun lalu, siswa kami berhasil meraih satu medali emas pada LKS (Lomba Kompetensi Siswa) SMK Tingkat Nasional XXXII 2024. Prestasi ini bentuk keberhasilan. Dan kini, siswa itu bekerja di industri dunia usaha dan dunia kerja,” jelas dia.

Keberhasilan dalam mendidik siswa, katanya, salah satunya juga tidak terlepas dari peran serta komite sekolah dalam memberikan sumbangan guna mendukung siswa meraih prestasi. “Dukungan orangtua sangat berguna untuk kompetisi siswa,” ujar dia.

Kelas Migran

Selain hal itu, kata Dewi, untuk mendukung lulusan dapat bersaing di industri dunia usaha dan dunia kerja, pihaknya juga sangat mendukung gagasan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal terkait pembentukan kelas migran di sekolah.

Kelas migran bekerjasama dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, kata dia, membekali generasi muda dengan keterampilan praktis, pelatihan bahasa asing, pemeriksaan kesehatan, hingga sertifikasi kompetensi sesuai standar negara tujuan kerja.

“SMKN 4 menjadi satu dari lima sekolah ditunjuk Pemerintah Provinsi Lampung membuka kelas migran, harus mampu menjalaninya. Kelas ini nantinya dapat menyerap lulusan untuk bekerja di luar negeri,” kata mantan Kepala SMKN 8 Bandar Lampung itu.

Program kelas ini bukan hanya sebagai bentuk perlindungan, namun juga membuka jalan bagi generasi muda Lampung untuk tampil sebagai aktor ekonomi global secara aman, legal, dan bermartabat di kancah internasional.

“Proses pembukaan kelas ini, terlebih dahulu akan dilakukan pendataan siswa kelas 12 yang ingin bekerja di luar negeri. Saat mengikuti proses pembelajaran, diantaranya mereka akan dibekali dua Bahasa yakni Bahasa Inggris dan Bahasa negara dituju,” ujarnya.

Terlebih dari itu, siswa juga akan diajarkan dan ditanamkan budaya industri dan budaya kerja sesuai standar dan tata kelola penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Lampung di negara tujuan.

“Sementara ini negara tujuan bagi lulusan kelas migran, akan bekerja di Jepang. Besar kemungkinan juga nantinya bisa bekerja di negara-negara lain. Paling utama bagi sekolah adalah membekali para siswa keterampilan yang baik,” jelas dia.

Ia menambahkan, rencana membuka kelas migran pada tahun ajaran 2025/2026 ini sangat antusias diminati siswa. Sehingga, pihaknya akan benar-benar mempersiapkan sarana dan prasarana dalam mendukung melas tersebut.

“Rencananya membuka kelas migran ini sudah kami sosialisasikan. Rencananya membuka minimal 25 siswa. Antusias membuka kelas itu juga sangat dirasakan wali murid. Banyak wali murid yang sudah bertanya mengenai kelas ini,” kata dia. (*)

Eva Dwiana Hadiri Pertemuan Strategis di Kantor Staf Kepresidenan RI

Bandar Lampung – Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi), melakukan kunjungan kerja ke Kantor Staf Kepresidenan Republik Indonesia (KSP) pada Kamis, 22 Mei 2025.

Didampingi Ketua dan pengurus Apeksi, Eva Dwiana bertemu langsung dengan Kepala Staf Kepresidenan RI, Letnan Jenderal TNI (Purn) A.M. Putranto di Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat.

Pertemuan tersebut diawali dengan arahan dari Kepala Staf Kepresidenan, dilanjutkan dengan diskusi dan tanggapan dari para kepala daerah yang mewakili berbagai asosiasi pemerintahan.

Dalam pertemuan tersebut, Eva menekankan pentingnya sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah untuk mendukung kemajuan bangsa.

“Pembangunan nasional tak akan tercapai tanpa sinergi dan kolaborasi yang kuat antara pusat dan daerah,” ujar Eva Dwiana.

Ia juga menyampaikan bahwa pertemuan ini menjadi momentum untuk mempererat kerja sama, sekaligus membahas berbagai isu strategis dan program prioritas nasional yang tengah berjalan di era Presiden Prabowo Subianto.

“Isu yang dibahas meliputi bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga pelaksanaan program seperti Makan Bergizi Gratis,” tutupnya.

Bandar Lampung Gandeng Investor China Bangun Kereta Gantung Wisata Senilai Rp2,5 Triliun

Bandar Lampung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung menggandeng investor asal Tiongkok untuk membangun proyek kereta…

Walikota Eva Dwiana Resmikan Revitalisasi Pasar Koga, Dorong Ekonomi Rakyat

BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Kota Bandar Lampung resmi memulai tahapan revitalisasi Pasar Koga melalui seremoni peletakan batu pertama yang dipimpin langsung oleh Walikota Hj. Eva Dwiana, Rabu (21/05/2025).

Revitalisasi ini bukan sekadar pembangunan ulang secara fisik, melainkan bagian dari strategi besar pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memperbaiki fasilitas publik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Dalam sambutannya, Walikota Eva Dwiana menegaskan bahwa perbaikan Pasar Koga merupakan jawaban atas kebutuhan pedagang dan masyarakat akan pasar yang lebih nyaman, bersih, dan aman.

“Kalau tempatnya nyaman, Insya Allah yang datang juga makin banyak. Ini akan berdampak langsung ke perputaran ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Proyek revitalisasi dikerjakan secara kolaboratif bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU), dengan target pembangunan yang tepat waktu dan sesuai standar kualitas infrastruktur. Pemerintah berharap pasar bisa segera kembali beroperasi dalam kondisi yang lebih tertata dan layak.

Lebih dari sekadar perbaikan bangunan, revitalisasi ini dinilai sebagai langkah strategis dalam menghidupkan kembali denyut ekonomi rakyat, khususnya para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menggantungkan hidupnya dari aktivitas pasar tradisional.

Walikota Eva juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung proses pembangunan ini dan memanfaatkan Pasar Koga sebagai pusat kegiatan ekonomi yang sehat dan produktif ke depan.

Terkait anggaran, Pemkot menyatakan bahwa informasi detail akan disampaikan setelah seluruh proses administratif dan teknis rampung.

“Pasar rakyat adalah urat nadi ekonomi masyarakat. Kita ingin warga bisa berbelanja dan berdagang di tempat yang nyaman, aman, dan layak,” pungkasnya.

Dengan revitalisasi ini, Pemerintah Kota berharap Pasar Koga dapat menjadi model pasar tradisional modern yang tetap mempertahankan nilai kearifan lokal, namun memiliki fasilitas yang mendukung pertumbuhan ekonomi secara inklusif dan berkelanjutan.

SIKAMBHARA Resmi Dideklarasikan sebagai Suporter Bhayangkara Presisi Lampung FC

Bandar Lampung – SIKAMBHARA secara resmi mendeklarasikan diri sebagai suporter klub sepak bola Liga 1, Bhayangkara Presisi Lampung FC (BPLFC), pada Selasa, 20 Mei 2025. Deklarasi ini dilakukan di PKOR Way Halim, Bandarlampung, bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional 2025.

Sebagai informasi, BPLFC kini resmi bermarkas di Lampung, berkat peran serta Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, yang menjadikan hal ini sebagai bagian dari target 100 hari kerjanya.

Dewan Pembina SIKAMBHARA, M. Junaedi, dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa SIKAMBHARA dibentuk sebagai bentuk apresiasi terhadap perkembangan sepak bola di Lampung. “Ini adalah bentuk apresiasi kami terhadap kemajuan sepakbola di Lampung. Kami mendukung penuh Bhayangkara Presisi Lampung FC yang kini resmi berkandang di Stadion Sumpah Pemuda PKOR Way Halim,” ujarnya.

Junaedi yang juga CEO Rumah Makan Minang Indah Grup ini menambahkan rasa terima kasih kepada Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, atas keberhasilannya mendatangkan BPLFC ke Provinsi Lampung. “Ini membuktikan bahwa Gubernur kita sangat mendukung kemajuan sepakbola di Lampung. Ini juga bagian dari target 100 hari kerja Pak Gubernur, dan kita harus menyambut positif kedatangan Bhayangkara Presisi Lampung FC serta mendukung kemajuan sepakbola di Lampung,” tambahnya.

Sebagai Wakil Bendahara APINDO Lampung, Junaedi juga menyatakan bahwa SIKAMBHARA akan terus membentuk struktur organisasinya hingga ke tingkat koordinator wilayah (korwil). “Setelah deklarasi ini, kami akan membentuk korwil-korwil, dan kami membuka diri untuk semua masyarakat Lampung yang pecinta sepak bola untuk bergabung dan memberi dukungan moral kepada Bhayangkara Presisi Lampung FC,” lanjutnya.

Di penghujung sambutannya, Junaedi mengimbau agar para anggota SIKAMBHARA menjadi suporter yang dewasa dan bijak. “Kita harus mendukung Bhayangkara Presisi Lampung FC dalam keadaan apapun, baik saat menang maupun kalah. Kita harus menghindari kericuhan atau kegaduhan yang dapat merugikan klub dan Lampung. Mari kita majukan sepakbola Lampung secara sportif,” tegasnya.

Pemkot Bandar Lampung Gencarkan Edukasi Anti Narkoba Lewat Satgas RETINA

BANDAR LAMPUNGWalikota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, membuka secara resmi kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Satuan Tugas (Satgas) Remaja Anti Narkoba, Anti Kekerasan, dan Anti Judi Online (RETINA) yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Bandar Lampung di Bumi Perkemahan Cabang Kota Bandar Lampung, Senin (19/5/2025).

Acara ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota untuk membentuk generasi muda yang tangguh dan bebas dari pengaruh negatif, seperti narkoba, kekerasan, dan judi online. Pelatihan ini diikuti oleh para pelajar dan perwakilan organisasi kepemudaan sebagai generasi perubahan di lingkungan masing-masing.

Dalam sambutannya, Eva Dwiana menegaskan pentingnya peran aktif seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan aman bagi generasi muda.

“Harapan kita, Kota Bandar Lampung bisa menjadi pacuan untuk anti narkoba, anti kekerasan, dan anti judi online. Kalau kita semua dari anak-anak, remaja, sampai orang tua mendapat sosialisasi dan edukasi, saya yakin Kota Bandar Lampung bisa menjadi kota yang bersih dari pengaruh-pengaruh negatif ini,” ujar Eva.

Walikota juga mengajak seluruh peserta untuk menjadi pelopor di lingkungannya masing-masing dan menularkan semangat positif kepada sesama remaja agar terhindar dari perilaku menyimpang.

Turut hadir mendampingi Walikota dalam kegiatan tersebut yakni Kapolresta Bandar Lampung, Dandim 0410/KBL, Plt. Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Plt. Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Badan Kesbangpol, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membentuk wadah remaja peduli lingkungan sosial yang bersih, sehat, dan produktif, serta memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam memerangi penyalahgunaan narkoba, kekerasan, dan perjudian online.

Wartawan Dibatasi Liput Debat Publik PSU Pesawaran di Hotel Emersia

Bandar Lampung – Akses peliputan media dalam debat publik Pemungutan Suara Ulang (PSU) Bupati dan Wakil…

Bandar Lampung Raih Rekor MURI, Gelar Jalan Sehat dan Senam Disabilitas dalam HUT Ke-343

BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Kota Bandar Lampung sukses menggelar acara Jalan Sehat dan Senam Disabilitas pada Minggu (18/5/2025), dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kota Bandar Lampung yang ke-343. Kegiatan ini berlangsung dengan meriah, dimulai dari depan UPT PLN Tanjung Karang hingga Tugu Adipura, yang menjadi titik kumpul peserta.

Acara dibuka langsung oleh Walikota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, bersama dengan Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M., dan diikuti oleh sekitar 5.000 peserta yang berasal dari 20 kecamatan di seluruh Kota Bandar Lampung. Kehadiran peserta yang sangat antusias ini menjadi salah satu momen penting dalam perayaan ulang tahun kota tersebut.

Pemberian Rekor MURI kepada Walikota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, Minggu (18/5).

Kegiatan ini tidak hanya meriah tetapi juga membanggakan, karena Kota Bandar Lampung berhasil meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) dalam kategori Pagelaran Gerak dan Lagu Penyandang Disabilitas Terbanyak. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Marketing MURI, Awam Rahargo, kepada Walikota Hj. Eva Dwiana.

Selain itu, pada acara yang sama, MURI juga memberikan penghargaan kepada Prof. Reda Manthovani, tokoh relawan penggerak disabilitas nasional, atas dedikasinya dalam memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas.

Dalam sambutannya, Walikota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan yang diraih dan berharap kegiatan ini bisa menjadi langkah untuk memajukan Kota Bandar Lampung, terutama dalam hal kepedulian terhadap penyandang disabilitas.

“Alhamdulillah, hari ini kita menerima rekor MURI. Mudah-mudahan ke depan Kota Bandar Lampung akan lebih baik lagi,” ucap Walikota Eva. Ia juga menekankan komitmennya untuk terus memperbaiki fasilitas bagi penyandang disabilitas, termasuk meningkatkan kualitas sekolah disabilitas yang saat ini sudah memiliki lebih dari 300 siswa.

Sementara itu, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih oleh Kota Bandar Lampung. “Selamat atas penghargaan rekor MURI yang diraih. Semoga ke depannya Kota Bandar Lampung menjadi kota yang lebih ramah, terutama bagi penyandang disabilitas,” ujar Gubernur Djausal.

Dengan suksesnya kegiatan ini, Pemerintah Kota Bandar Lampung semakin menunjukkan komitmennya untuk menjadikan kota ini lebih inklusif dan peduli terhadap kebutuhan penyandang disabilitas.

Lapangan Tembak Indoor Pertama Hadir di Bandar Lampung, Eva Dwiana: Jadi Ikon Baru

Bandar Lampung – Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, kembali menunjukkan komitmen Pemerintah Kota dalam mendukung tugas dan fungsi kepolisian dengan melakukan peletakan batu pertama tahap kedua pembangunan Gedung Satlantas dan Satintelkam Polresta Bandar Lampung.

Dalam kesempatan tersebut, Hj. Eva Dwiana mengungkapkan rasa syukurnya atas dimulainya kembali proses pembangunan yang diharapkan dapat memperkuat pelayanan kepolisian di kota ini. Tak hanya itu, ia juga mengumumkan kabar menggembirakan tentang pembangunan lapangan tembak indoor pertama di Bandar Lampung, yang akan menjadi bagian dari fasilitas Polresta.

“Alhamdulillah, suatu kebanggaan untuk Kota Bandar Lampung. Polresta akan membangun lapangan tembak indoor pertama yang ada di Bandar Lampung. Ini bisa dijadikan ikon, terutama saat ada lomba tembak. Kita tidak perlu jauh-jauh lagi ke Pesawaran karena kita sudah punya fasilitasnya di sini. Harapannya pembangunan ini akan berlangsung selama 6 sampai 8 bulan,” ujar Eva Dwiana.

Wali Kota Eva juga menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan lanjutan dari komitmen Pemkot dalam mendukung Polresta Bandar Lampung. Ia menyebut bahwa hampir seluruh infrastruktur Polresta merupakan hasil sinergi yang erat dengan Pemerintah Kota.

“Ini bukan yang pertama kalinya Pemkot membangun untuk Polresta. Semua gedung yang ada adalah bentuk dukungan dari kami. Saya berharap kedua instansi terus saling support dan menjaga silaturahmi. Dengan menjalankan fungsi masing-masing, kita bisa membawa pembangunan dan ketertiban di Kota Bandar Lampung ke arah yang lebih baik,” jelasnya.

Pembangunan tahap ke-2 ini diharapkan tidak hanya meningkatkan fasilitas kerja anggota kepolisian, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam mempererat sinergi antara pemerintah daerah dan kepolisian untuk menciptakan kota yang aman, tertib, dan maju.

Harapan Masih Menyala: Keluarga Sakim Menanti Kepulangan Aulia

BANDAR LAMPUNG — Setelah berbulan-bulan menanti dalam ketidakpastian, keluarga Sakim kini merasakan secercah harapan. Upaya pencarian terhadap Aulia, remaja 18 tahun yang menghilang sejak awal Maret 2025, mulai menunjukkan titik terang. Baru-baru ini, kediaman mereka kedatangan aparat yang menunjukkan langkah serius dalam menindaklanjuti kasus ini.

“Pagi tadi, ada petugas dari kepolisian yang datang ke rumah,” ujar Sakim, ayah Aulia, saat ditemui Rabu (14/5).

Aulia binti Sakim.
Aulia binti Sakim.

Tak hanya dari pihak kepolisian, perhatian juga datang dari unsur pemerintahan setempat. Siang harinya, rumah sederhana di Jalan Banten, Gang Pemuda 2 No 44, RT 02, LK 11, Kelurahan Bakung, Telukbetung Barat, kembali menerima kunjungan. Kali ini dari Camat, Babinsa, Lurah, dan aparat lingkungan lainnya.

“Pak Almasyah dari Babinsa datang, juga Pak Idham, Camat kami. Ada juga Pak Sigit, Lurah kami, dan Kepala Lingkungan Pak Fani beserta jajaran. Semua hadir dan berbincang dengan saya,” kata Sakim, lirih namun penuh syukur.

Di balik tatapan lelahnya, Sakim menyimpan harapan yang tak pernah padam. Ia mengingat jelas hari terakhir Aulia terlihat. Minggu, 2 Maret 2025, sekitar pukul 16.30 WIB, Aulia berpamitan kepada ibunya, Linda, untuk membeli takjil. Hari itu adalah awal Ramadan. Dengan senyum yang kini begitu dirindukan, Aulia melangkah keluar rumah—dan sejak itu tak pernah kembali.

Hari demi hari berlalu, dan rumah yang dulu dipenuhi canda tawa kini sunyi. Namun doa-doa terus terucap. Nama Aulia selalu disebut dalam setiap sujud, dalam tiap malam panjang penuh penantian. Linda, ibunya, setiap malam menatap pintu, berharap mendengar langkah kaki putrinya kembali.

Kasus ini sempat menjadi viral di media sosial, memunculkan simpati dari berbagai pihak. Dari yang semula hanya menjadi duka dalam diam, kini menjadi kisah yang menyentuh hati banyak orang.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian yang kami terima. Setidaknya kami tahu, kami tidak sendiri dalam pencarian ini,” ujar Linda, dengan suara bergetar.

Keluarga Sakim menyadari bahwa perjalanan ini belum usai. Namun hari-hari yang dulu suram kini sedikit lebih terang. Kehadiran para aparat menjadi bukti bahwa masih ada yang peduli, masih ada yang turut mendoakan.

Hilangnya Aulia bukan sekadar kehilangan seorang anak, melainkan juga kisah tentang cinta yang tak kenal batas, keteguhan hati, dan kepercayaan pada harapan. Dalam luka, mereka tetap memilih percaya bahwa suatu hari Aulia akan kembali.

Dan hingga hari itu tiba, rumah ini akan terus menunggu—dengan cinta yang setia, doa yang tak henti, dan keyakinan yang tak pernah padam. (*)

Genangan Air di Jalan Yos Sudarso, Pemkot Minta BPJN Ambil Peran

Bandar Lampung – Banjir melanda sejumlah titik di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung. Genangan air setinggi 30 cm membuat jalan terhambat dan arus lalu lintas terganggu pada Selasa (13/05/2025).

Tim reaksi cepat Pemerintah Kota Bandar Lampung langsung bergerak ke lokasi dan melakukan penyedotan air dengan alat pompa alkon. Namun, hingga air surut, tidak ada satu pun perwakilan dari Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Lampung yang datang untuk membantu.

“Jalan ini adalah kewenangan Balai. Pemerintah Kota Bandar Lampung selalu meminta agar saluran air di sepanjang jalan ini dibersihkan,” kata Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana, Selasa (13/05/2025).

Eva menyayangkan kurangnya perhatian dari BPJN Lampung dalam mengatasi bencana banjir di kota ini. Ia menambahkan bahwa hujan deras yang terjadi pada sore hari hanya menyebabkan genangan air di Jalan Yos Sudarso.

“Kolaborasi sangat penting dalam mengurangi dampak bencana banjir. Pemerintah Kota sudah menjalankan tugas sesuai dengan kewenangannya, tetapi kami berharap BPJN dapat lebih aktif bekerja sama,” tambah Eva Dwiana.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandar Lampung, Dedi Sutioso, juga menegaskan pentingnya kerjasama antara Pemkot dan BPJN Lampung untuk melakukan normalisasi saluran air di wilayah tersebut.

“Saya dan Pak Camat sudah sering meminta bantuan BPJN Lampung, tetapi hingga saat ini belum ada tindakan yang serius,” ujar Dedi Sutioso.

Sunyi Menyelimuti, Orang Tua Terus Menanti Kepulangan Aulia

BANDAR LAMPUNG — Rumah di Jalan Banten, Gang Pemuda 2 No 44, RT 02, LK 11, Kelurahan Bakung, Telukbetung Barat, kini terasa begitu hening. Tak terdengar lagi canda riang gadis muda yang biasa menghidupkan suasana. Sejak Minggu sore, 1 April 2025, Aulia (18), anak ketiga dari Sakim (50) dan Linda (45), belum kembali ke rumah.

Pada hari itu, bertepatan dengan awal Ramadhan, Aulia berpamitan untuk membeli takjil sekitar pukul 16.30.

“Dia pergi dengan senyum manisnya seperti biasa,” tutur Linda, matanya terus terpaku ke pintu yang sejak dua bulan lalu tak pernah dibuka oleh Aulia lagi.

Tak ada firasat buruk saat itu. Semuanya terasa seperti hari-hari biasanya. Namun sejak Aulia melangkah pergi sore itu, tak ada kabar yang datang. Tak ada pesan. Tak ada jejak.

Belakangan keluarga mengetahui bahwa Aulia diduga pergi bersama seorang remaja laki-laki bernama Andika bin Andriansyah. Beberapa informasi dari warga menyebutkan bahwa mereka sempat terlihat di sejumlah tempat: rumah tetangga ayah Andika di Serdang (Tanjung Bintang), kediaman pamannya di Way Lunik (Panjang), hingga rumah keluarga Andika di Padang Cermin, Pesawaran. Namun setelah itu, keberadaan mereka menjadi teka-teki.

Upaya pencarian sudah dilakukan ke berbagai arah. Namun hingga kini, hasilnya nihil.

“Semenjak Aulia pergi, hidup saya seperti berhenti. Saya tidak bisa makan, tidak bisa tidur,” ucap Sakim, ayah Aulia, dengan suara parau. Meski mencoba tampak tegar, air matanya tak bisa disembunyikan. Setiap malam hanya diisi doa dan harapan agar anaknya segera kembali.

Linda pun tak lelah berharap. Setiap suara langkah di luar pagar rumah membuatnya berdebar—berharap itu Aulia yang pulang. Tapi harapan itu tak pernah benar-benar terwujud.

“Kami tidak ingin membuat situasi rumit. Kami hanya ingin tahu Aulia di mana, bagaimana keadaannya,” ujar Sakim. Ia menyatakan bahwa keluarga bersedia mencabut laporan polisi jika pihak Andika dan keluarganya menunjukkan itikad baik serta mengantar Aulia pulang.

Laporan kehilangan resmi telah dilayangkan ke Polda Lampung pada 14 Maret 2025 dengan nomor: LP/B/224/III/2025/SPKT/POLDA LAMPUNG.

Tidak ada kebencian dalam suara mereka. Hanya kerinduan mendalam dari orang tua yang kehilangan anaknya. Pesan mereka sederhana, namun penuh makna:

“Aulia, pulanglah, Nak. Kami tidak akan marah. Kami hanya ingin tahu kamu baik-baik saja. Rumah ini sunyi tanpamu. Ibu dan Ayah merindukanmu, setiap waktu.”

Bagi siapa pun yang memiliki informasi mengenai keberadaan Aulia, keluarga memohon dengan sangat agar dapat menghubungi nomor: 089550504857 atau 089648297569.

“Aulia, di mana pun kamu berada, rumah ini selalu menantimu. Ada pelukan yang tak pernah letih menunggu. Pulanglah, Nak”.

Bandar Lampung Siap Jalankan Program Sekolah Rakyat, Fokus Bantu Anak Miskin

BANDAR LAMPUNG – Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, menghadiri kegiatan kunjungan kerja Menteri Sosial RI, Drs. H. Saifullah Yusuf, dalam rangka peninjauan langsung calon siswa program Sekolah Rakyat yang diselenggarakan oleh Kementerian Sosial. Kegiatan ini berlangsung di Gang Turunan, Kelurahan Gunung Sulah, Kecamatan Way Halim, pada Senin (12/5/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Eva Dwiana menyampaikan komitmen Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk mendukung penuh pelaksanaan Sekolah Rakyat, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Untuk anak-anak tidak mampu di Bandar Lampung, tentu kita usulkan semuanya ke Kementerian Sosial. Keputusan tetap di tangan pemerintah pusat, namun kami siap mendukung dan menjalin kolaborasi dengan semua pihak,” ujar Eva.

Program Sekolah Rakyat dijadwalkan akan mulai berjalan pada Juli 2025, dengan kapasitas hingga 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Seluruh siswa akan menjalani tahap matrikulasi dan orientasi sebelum memulai pembelajaran formal yang mengacu pada kurikulum dari Kementerian Pendidikan. Program ini juga memberikan perhatian khusus pada penguasaan bahasa Inggris, bahasa Arab, serta pendidikan karakter.

Eva Dwiana menjelaskan bahwa seluruh arahan dari Kementerian Sosial terkait pendataan calon siswa miskin dan miskin ekstrem telah dilaksanakan dengan baik oleh pemerintah kota.

“Kami ingin sebanyak mungkin anak-anak yang layak mendapatkan kesempatan ini. Insya Allah dengan kerja sama antara pemerintah pusat, provinsi, dan kota, kita bisa menjangkau lebih luas,” tambahnya.

Melalui dukungan lintas sektor dan keterlibatan aktif pemerintah daerah, diharapkan Sekolah Rakyat dapat menjadi solusi konkret dalam menghadirkan akses pendidikan yang layak bagi seluruh anak bangsa, tanpa terkecuali latar belakang ekonomi mereka.

Wali Kota Eva Dwiana Hadiri Munas VII Apeksi 2025 di Surabaya

Surabaya – Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) VII Asosiasi Pemerintah…

Direktur PDAM Way Rilau: Pelayanan Meningkat, Gaji Pegawai Aman

Bandar Lampung – PDAM Way Rilau Kota Bandar Lampung menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kinerja operasional, mulai dari produksi, distribusi air, pelayanan pelanggan, hingga penagihan. Direktur PDAM Way Rilau, Maidasari, menyatakan bahwa peningkatan ini memerlukan dukungan dana memadai dan langkah efisiensi.

“Kami berupaya meningkatkan kinerja dari sisi produksi, tentunya dengan efisiensi pengeluaran seperti listrik dan tunjangan pegawai. Tapi ini bersifat sementara,” ujar Maidasari saat dikonfirmasi, Senin, 5 Mei 2025.

Ia menegaskan, efisiensi tidak akan mengganggu pelayanan kepada pelanggan. “Jika ada kebocoran pipa, harap segera lapor ke PDAM. Tim kami siap 24 jam,” tambahnya.

Terkait isu yang beredar mengenai tunggakan gaji, Maidasari membantahnya. Ia menegaskan seluruh pegawai telah menerima gaji secara rutin.

“Tidak ada tunggakan. Gaji selalu dibayarkan setiap akhir bulan. Dari Januari hingga April 2025, pegawai menerima haknya sesuai jadwal,” tegasnya.

Hal tersebut juga diperkuat oleh pernyataan Siti, salah satu pegawai PDAM. “Dua bulan terakhir saya selalu terima gaji. Isu yang beredar itu tidak benar. Saya bingung informasi dari mana,” ujar Siti.

Saluran Air Baru Digarap Pemkot Bandar Lampung di Jalan Bahari Panjang Utara

Bandar Lampung – Pemerintah Kota Bandar Lampung mulai mengerjakan proyek pembangunan saluran air baru di kawasan Panjang Utara, Kecamatan Panjang. Pemasangan Box Culvert ini dilakukan di sepanjang Jalan Bahari yang baru-baru ini terkena dampak banjir. Proyek ini direncanakan sepanjang 300 meter.

“Proses pemasangan sudah dimulai. Kami akan membangun saluran air baru dengan menggunakan Box Culvert dan juga membersihkan saluran air yang lama,” ujar Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana, pada Sabtu (3/5/2025).

Walikota Eva Dwiana berharap, pihak PT. Pelindo dapat bekerja sama dengan Pemerintah Kota untuk mengurangi risiko banjir di Kelurahan Panjang Utara. “Sebelum air mengalir ke laut, salurannya melewati area Pelindo. Saya berharap mereka dapat memperlebar saluran air di area tersebut, minimal dua meter,” tambahnya.

Saat melakukan pemantauan pada Sabtu sore, Walikota Eva sempat merasa kesal karena akses jalan yang biasa digunakan oleh timnya untuk memeriksa saluran air yang sedang dilebarkan oleh Pelindo tertutup.

“Bagaimana kami bisa memeriksa kondisi saluran air kalau akses untuk memantau ditutup? Saya minta kerjasama lebih baik dalam penanganan bencana banjir di sini,” tegas Eva Dwiana.

Walikota Eva Dwiana Kunjungi Bayi Terlantar dan Doakan Tumbuh Menjadi Anak Kuat

Bandar Lampung – Warga Kelurahan Bumi Kedamaian dikejutkan dengan penemuan seorang bayi laki-laki yang tergeletak lemah dan kedinginan pada Rabu, 30 April 2025, sekitar pukul 16.00. Bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang anak dan langsung dilaporkan kepada warga setempat.

Bayi yang diperkirakan memiliki berat 2,6 kg dan panjang 46 cm ini ditemukan dalam kondisi tali pusar telah terpotong.

“Sore tadi, saya menerima laporan dari camat Kedamaian. Langsung saya minta agar bayi ini segera dibawa ke Rumah Sakit Dr. A. Dadi Tjokrodipo untuk diperiksa,” ungkap Walikota Eva Dwiana saat menjenguk bayi tersebut.

Setelah menjalani pemeriksaan, diketahui bahwa kondisi bayi dalam keadaan sehat. Namun, bayi yang diberi nama Apriansyah ini tetap akan dirawat di rumah sakit.

“Alhamdulillah, kondisi bayi ini sehat. Saat ini, bayi tersebut menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Bandar Lampung,” tambah Eva Dwiana.

Dengan perasaan sedih, Walikota Eva Dwiana berharap bayi ini bisa tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan penuh harapan meski tidak diketahui siapa orang tua atau keluarga bayi tersebut.

“Saya tidak bisa berkata-kata, melihatnya seperti ini. Sampai saat ini, kami belum dapat melacak siapa keluarga bayi ini. Saya hanya bisa berdoa agar ia tumbuh kuat,” ujar Eva Dwiana dengan nada terharu.

Dukung Pemkot, Massa Aliansi Serukan Kritik Bijak dan Konstruktif

Bandar Lampung – Ratusan massa dari Aliansi Masyarakat Bandar Lampung (AMBL) menggelar aksi damai yang dilanjutkan dengan audiensi bersama Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sukarma Wijaya, pada Rabu (30/4/2025). Aksi dimulai dari Kantor Kelurahan Pesawahan, Teluk Betung, dan berlanjut ke Kantor Pemerintah Kota Bandar Lampung.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan massa menyampaikan apresiasi atas kinerja Pemerintah Kota Bandar Lampung, khususnya dalam penanganan banjir. Mereka juga meluruskan isu bahwa aksi unjuk rasa sebelumnya yang mengatasnamakan masyarakat bukanlah representasi dari keseluruhan warga.

Koordinator aksi, Yudi Yudhistira, menegaskan bahwa berbagai langkah konkret telah dilakukan Pemkot dalam merespons bencana banjir, seperti evakuasi warga, distribusi bantuan logistik, layanan kesehatan, dan pembangunan infrastruktur penunjang seperti tanggul dan sistem drainase.

“Pemkot Bandar Lampung telah menunjukkan komitmen melalui kebijakan yang nyata dan langsung dirasakan masyarakat. Ini mencerminkan kepemimpinan yang proaktif dan responsif,” ujar Yudi.

Yudi juga menyayangkan beredarnya informasi negatif di media sosial yang dinilai tidak berdasar dan berpotensi merusak citra pemerintah. Ia mengajak masyarakat untuk menyampaikan kritik secara konstruktif dan berlandaskan fakta.

“Kritik itu penting, tapi harus disampaikan secara objektif dan tidak provokatif. Mari kita jaga ruang publik agar tetap sehat dan beretika,” tambahnya.

AMBL juga memberikan penghargaan atas kepemimpinan Wali Kota Bandar Lampung yang dinilai turun langsung ke lapangan dan menunjukkan kepedulian tinggi terhadap kondisi masyarakat. Menurut mereka, hal tersebut mencerminkan keteladanan dan tanggung jawab seorang pemimpin daerah.

Aksi damai tersebut berlangsung tertib dengan pengawalan dari aparat kepolisian dan Satpol PP, serta ditutup dengan harapan agar kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat terus terjalin demi kemajuan kota.