Meta dilaporkan menghadapi hambatan besar dalam rencana peluncuran model kecerdasan buatan (AI) terbarunya, Avocado. Model yang semula dijadwalkan rilis pada akhir 2025 tersebut kini diperkirakan mengalami penundaan.
Masalah muncul setelah tim internal Meta menemukan bahwa Avocado belum memenuhi standar performa dan keamanan yang ditetapkan perusahaan. Temuan ini membuat Meta harus melakukan evaluasi ulang dan melanjutkan proses pelatihan lanjutan sebelum model tersebut dapat diluncurkan.
Situasi ini sekaligus menegaskan bahwa strategi AI Meta saat ini berada di bawah tekanan, terutama dalam upaya bersaing dengan perusahaan lain yang telah lebih dahulu meluncurkan model AI generasi terbaru. Penundaan tersebut menunjukkan bahwa ambisi Meta tidak semudah yang diperkirakan dan memerlukan waktu lebih lama untuk direalisasikan. Avocado kini dijadwalkan rilis pada 2026, namun kemungkinan besar tidak akan tersedia untuk publik secara bebas, menurut laporan Antara.
Avocado dikembangkan oleh tim kecil bernama “TBD” di bawah AI Superintelligence Labs Meta yang dipimpin Chief AI Officer Alexandr Wang. Proyek ini menandai perubahan arah Meta setelah sebelumnya CEO Mark Zuckerberg selama berbulan-bulan memberi sinyal bahwa perusahaan mulai menjauh dari strategi open source yang selama ini melekat pada pengembangan model keluarga Llama.
Zuckerberg pernah menyatakan bahwa Meta berkomitmen menjadi pemimpin AI open source. Namun, ia juga mengakui bahwa pendekatan tersebut tidak selalu cocok, terutama terkait teknologi superintelligence yang menimbulkan kekhawatiran keamanan.
Perubahan strategi Meta disebut turut dipicu oleh hambatan dalam pengembangan Llama 4. Model Llama 4 “Behemoth” dikabarkan mengalami penundaan berbulan-bulan, hingga membuat Alexandr Wang dan beberapa eksekutif mempertimbangkan untuk menghentikan proyek tersebut. Selain itu, performa sejumlah varian Llama 4 disebut tidak memuaskan para pengembang.
Saat ini Meta meningkatkan investasinya untuk mengejar ambisi menghadirkan AI superintelligence. Perusahaan juga melakukan perombakan besar di divisi AI, termasuk menggelontorkan dana miliaran dolar AS untuk membangun tim khusus, serta melakukan PHK ratusan pegawai dari unit penelitian Fundamental Artificial Intelligence Research (FAIR).
Jika Meta benar-benar meninggalkan pendekatan open source dan beralih ke model tertutup, langkah ini akan menjadi perubahan signifikan bagi Zuckerberg, yang tahun lalu secara terbuka menolak platform tertutup dan bahkan menulis memo berjudul “Open Source AI is the Path Forward.”