Berita Indonesia dan Internasional Terkini
Komisi I DPRD Lampung Selatan Soroti Kekosongan Jabatan Sekcam Sidomulyo
LAMPUNG SELATAN – Komisi I DPRD Kabupaten Lampung Selatan menyoroti kekosongan jabatan Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Sidomulyo…
Yonif 7 Marinir Panen Melon di Marines 7 Ranch Pesawaran
Pesawaran — Batalyon Infanteri 7 Marinir melaksanakan panen buah melon di kawasan Marines 7 Ranch, Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, Kamis (15/1/2026). Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusias dan suasana kebersamaan seluruh prajurit.
Panen melon diawali dengan sambutan Komandan Batalyon Infanteri 7 Marinir, Letkol Marinir M. Kristian Widiantoro, M.Tr.Opsla., yang didampingi Ketua Ranting A Jalasenastri Cabang 7 PG Kormar, Ny. Devi M. Kristian. Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan memetik buah melon secara langsung dari tanaman yang telah dibudidayakan.
Kegiatan panen tersebut diikuti oleh para perwira, pengurus Jalasenastri, serta seluruh prajurit Yonif 7 Marinir. Suasana keakraban dan kebersamaan tampak mewarnai seluruh rangkaian kegiatan.

Letkol Marinir M. Kristian Widiantoro menyampaikan bahwa panen melon ini merupakan wujud rasa syukur sekaligus bagian dari upaya pengembangan ketahanan pangan satuan. Selain itu, hasil panen diharapkan dapat memberikan manfaat bagi keluarga besar Yonif 7 Marinir.
“Panen buah melon ini dapat dinikmati sebagai bentuk rasa syukur sekaligus mendukung pengembangan dan eksistensi ketahanan pangan oleh seluruh prajurit Yonif 7 Marinir,” ujarnya.
Hasil panen melon tersebut direncanakan untuk dibagikan kepada keluarga besar Yonif 7 Marinir, sekaligus menjadi sarana edukasi serta tambahan asupan vitamin dan nutrisi bagi para prajurit.
[Hendra]
PLN UP3 Metro Sosialisasi Perluasan Jaringan Hingga Way Terusan
Metro | Penantian panjang ribuan warga Way Terusan, Kecamatan Bandar Mataram, Kabupaten Lampung Tengah, untuk menikmati aliran listrik PLN akhirnya mulai menemui titik terang.
Wilayah yang selama ini belum tersentuh jaringan listrik tersebut kini menjadi prioritas dalam program percepatan perluasan jaringan PLN.
Hal tersebut disampaikan Manager PLN UP3 Metro, Anas Febrian, dalam agenda sosialisasi rencana perluasan jaringan, pihaknya berkomitmen merealisasikan penyambungan listrik ke wilayah tersebut.
Anas Febrian menjelaskan, proses ini merupakan bagian dari upaya PLN menjangkau daerah-daerah terpencil, mengingat lokasi Way Terusan masuk dalam kawasan register, PLN terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait guna percepatan administratif dan fisik.
“Kami tetap optimis untuk percepatan. Koordinasi ini bukan baru dimulai, tetapi sudah berjalan dan akan kami rapatkan kembali hari Selasa depan bersama Bapak Bupati Lampung Tengah,” ucap Anas Febrian di Kantor PLN UP3 Metro. Rabu, (14/1/2025).
Dia menambahkan, menanggapi isu adanya pungutan liar (pungli) sebesar Rp 3,5 juta oleh oknum tertentu, Anas menegaskan bahwa PLN tidak pernah membenarkan hal tersebut.
“Jika ada oknum yang meminta biaya di luar ketentuan, kami minta masyarakat melapor ke pihak berwajib. Sanksi bagi oknum PLN sangat tegas, mulai dari teguran hingga pemberhentian,” ucap Anas.
Anas Febrian mengimbau masyarakat untuk melakukan transaksi resmi melalui aplikasi PLN Mobile.
“Biaya penyambungan, SLO, dan ID sudah ada di aplikasi melalui fitur LSP+. Jadi masyarakat cukup satu aplikasi, bayar di sana,” ucapnya.
Sementara itu, Mardiana, Kabid Balitbangda sekaligus Sekretaris Integrated Area Development (IAD) Lampung Tengah, menyatakan bahwa progres rencana ini sudah mencapai 85 persen.
Dengan terbentuknya IAD menjadi payung hukum yang kuat bagi pemerintah untuk masuk dan membantu masyarakat di wilayah tersebut.
“Selama ini kita berhati-hati karena ada aturan hukum di kawasan tersebut. Namun, dengan adanya SK IAD yang ditandatangani Bupati pada 20 Oktober 2025 lalu sebagai turunan SK Gubernur dan Presiden, kita punya dasar hukum untuk membantu kesejahteraan masyarakat, baik itu listrik, kesehatan, maupun pendidikan,” jelas Mardiana.
Dia menambahkan, pertemuan lanjutan dengan Bupati Lampung Tengah dan Sekda akan segera dilaksanakan untuk mematangkan Master Plan dan dokumen pendukung lainnya.
Sementara itu, Ketua MWC Way Terusan, Suratmin, mengungkapkan rasa syukurnya atas langkah nyata yang diambil oleh PLN dan Pemerintah Daerah. Menurutnya, ada sekitar 5.000 KK yang selama ini hidup tanpa penerangan PLN.
“Pengusulan sudah lama kami ajukan. Sejak kami bergabung dengan tim IAD pada Oktober 2025 lalu, progresnya terasa lebih cepat. Harapan kami hanya satu, listrik bisa secepatnya terealisasi dan dinikmati masyarakat,” harap Suratmin.
Pihak PLN dan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah menargetkan persyaratan administrasi segera terpenuhi agar pengerjaan fisik di lapangan tidak menemui kendala, sehingga Way Terusan segera terbebas dari kegelapan.| (Rio).
Marindo Kurniawan Pimpin Rakor Program Kerja Sekretariat Daerah
LAMPUNG – Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Program Kerja Sekretariat Daerah…
Wagub Jihan: Literasi Digital Kunci Hadapi Tantangan Era Artificial Intelligence
LAMPUNG – Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela membuka kegiatan Pelatihan Artificial Intelligence (AI) Ready ASEAN yang…
Unila Gelar Lokakarya Pelaksanaan Program Diktisaintek Berdampak
Lampung – Universitas Lampung (Unila) menggelar Lokakarya Pelaksanaan Diktisaintek Berdampak dan Program TA 2026, yang berlangsung…
DWP Unila Gelar Pelepasan Peserta Kegiatan Gathering
Lampung – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Lampung (Unila) melaksanakan pelepasan peserta kegiatan gathering, pada Rabu,…
Melalui Syukuran HAB, Kemenag Provinsi Bante Gelar Dzikir, Doa Lintas Agama
SERANG – Dalam rangka Ibadah Syukur Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-80, Kantor Kewilayahan (Kanwil)…