Berita Indonesia dan Internasional Terkini
Hari Bakti PU ke-80, Sekdaprov Lampung Ajak Insan PU Junjung Integritas dan Pengabdian
LAMPUNG – Sekdaprov Marindo Kurniawan menjadi Inspektur Upacara pada Peringatan Hari Bakti Pekerjaan Umum (PU) ke-80…
Ketua TP-PKK Provinsi Lampung Lantik Ibunda Guru Kota Metro, Tegaskan Komitmen Perkuat Ekosistem Pendidikan Berkarakter
METRO – Ketua TP. PKK Provinsi Lampung sekaligus Ibunda Guru Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza,…
Lansia Kota Metro Dapat Bantuan Kementerian Sosial Program Asistensi Rehabilitasi Sosial
Metro | Sebanyak 99 Lansia Kota Metro mendapatkan bantuan dari program (Asistensi Rehabilitasi Sosial) (Atensi) Kementerian Sosial (Kemensos), pemberian berlangsung di Dinas sosial (Dinsos) Kota Metro, Selasa (02/12/2025).
Walikota Metro Bambang Iman Santoso menyampaikan, Bantuan dari program Atensi Kemsos untuk Lansia berjumlah 99 orang berupa sepeda, kursi roda, modal usaha dan sembako.
“Bantuan Atensi ini merupakan bagian bentuk kepedulian pemerintah kepada lansia. Alhamdulillah, lansia di Kota Metro semuanya rata-rata sehat dan angka harapan hidup di kota Metro tinggi,” ucap Bambang.
Walikota berpesan, lansia itu memang sudah tidak selayaknya untuk melakukan pekerjaan-berat, akan tetapi pikirkan lah dengan baik bantuan bagi para lansia. Kepedulian terhadap mereka harus di tingkatkan.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Ac Yuliwati mengungkapkan, bahwa Dinas Sosial memberikan perhatian khusus kepada lansia. Dibuktikan dengan hari ini lansia yang tidak mendapatkan PKH atau sembako di usulkan untuk mendapatkan Program Atensi dari Kemensos.
“Untuk proses pengajuan bantuan Atensi bagi lansia, Dinas Sosial melakukan verifikasi data, monitoring dan monev asesmen, kemudian menyampaikan hasilnya kepada Kementerian Sosial sesuai dengan kebutuhan masing-masing lansia,” ucap Ac Yuliwati.
Lebih lanjut, dari yang diusulkan 144 setelah diverifikasi mendapatkan 105, dari 105 yang mendapatkan Atensi ada yang meninggal dan pindah sehingga 99 yang di berikan bantuan.
Ac Yuliwati menjelaskan, bahwa sasaran penerima bantuan adalah mereka yang masuk dalam kriteria desil 1 hingga desil 5. pihaknya akan melakukan ground check secara langsung untuk memastikan kebenarannya, dan hasil pemeriksaan tersebut akan disampaikan kembali kepada Kementerian Sosial.
“Pembaruan data dilakukan setiap dua tahun sekali, dan nama-nama baru tetap dapat diusulkan,”pungkas Ac Yuliwati. | (Rio).
Polri Turun ke Ladang, Produksi Pangan Melonjak: Zulhas Tegaskan Gotong Royong Kunci Ketahanan Nasional
Lampung Selatan, Kalianda — Pemerintah pusat kembali menegaskan komitmennya memperkuat ketahanan pangan nasional melalui kolaborasi lintas sektor. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menyampaikan bahwa gotong royong adalah fondasi utama keberhasilan Indonesia menjaga stabilitas pangan di tengah dinamika global.
Penegasan itu disampaikan saat Menko Pangan bersama Wakapolri Komjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo melakukan penanaman jagung di kawasan SMA Kebangsaan, Desa Pisang, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (2/12/2025).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, serta jajaran Forkopimda Provinsi Lampung.
“Kata orang, polisi kok tanam jagung? Itulah Indonesia, gotong royong,” ujar Zulhas.
Menurutnya, ketahanan pangan tidak dapat dicapai tanpa sinergi antarlembaga. Ia mengapresiasi kontribusi semua pihak yang terlibat, termasuk Polri yang kini aktif mendukung program swasembada pangan secara langsung.
Zulhas menyampaikan bahwa produksi pangan nasional menunjukkan perkembangan signifikan. Produksi beras meningkat dari 30 juta ton menjadi 34,7 juta ton, atau naik lebih dari 13%. Harga gabah dan jagung juga membaik sehingga menguntungkan petani.
“Harga gabah sekarang minimal Rp6.500 per kilogram, jagung minimal Rp5.500 per kilogram. Stok beras di Bulog sudah mencapai 4,7 juta ton,” jelasnya.
Lebih jauh, pemerintah berencana memperkuat infrastruktur pangan melalui pembangunan gudang Bulog baru, Rice Milling Unit (RMU), pabrik padi skala besar, serta pabrik pakan dan Grand Parent Stock (GPS) unggas di Lampung sebagai pusat protein nasional.
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menegaskan komitmen kepolisian mendukung agenda besar ketahanan pangan. Ia menyebut Lampung sebagai salah satu provinsi dengan daya serap pangan tertinggi di Indonesia.
“Menjaga ketahanan pangan berarti menjaga kesejahteraan rakyat dan memperkuat fondasi bangsa. Polri akan selalu hadir untuk itu,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan optimismenya terhadap peran Lampung dalam menopang kebutuhan pangan nasional. Dari total 3,3 juta hektare wilayah, sekitar 1,3 juta hektare merupakan lahan pertanian produktif.
“Lampung punya kekuatan besar di sektor pertanian. Singkong surplus, padi meningkat hingga 400 ribu ton—peringkat 5 nasional—dan produksi jagung mencapai 1,1 juta ton pada 2024,” paparnya. Ia menargetkan produksi jagung meningkat menjadi 1,5 juta ton pada 2025, mengingat komoditas tersebut menjadi bahan baku utama industri pakan ayam.
Menurut Mirza, semakin luas lahan jagung, semakin besar pula potensi pengembangan industri unggas di Lampung. “Semakin banyak jagung ditanam, semakin besar produksi ayam,” ujarnya.
Kegiatan penanaman jagung ini menjadi simbol kuatnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Polri dalam memperkuat sektor pangan nasional. Dengan potensi pertanian yang terus berkembang, Lampung diproyeksikan tetap menjadi salah satu lumbung pangan strategis Indonesia.
3.000 Bibit Kopi–Kakao Dibagikan, Menko Zulkifli Hasan Minta Petani Jaga Gunung Rajabasa: “Hutan Lindung Tidak Boleh Diapa-apakan”
Lampung Selatan, Penengahan — Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, menegaskan pentingnya menjaga kelestarian kawasan Gunung Rajabasa sebagai hulu ekologis yang vital bagi masyarakat Lampung Selatan. Penegasan itu disampaikannya saat berdialog dengan 200 petani dari 10 Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) di Integrated Area Development (IAD) Perhutanan Sosial Desa Way Kalam, Kecamatan Penengahan, Selasa (2/12/2025).
Di hadapan para petani yang selama ini bergantung pada sumber daya hutan, Zulkifli Hasan mengingatkan bahwa kawasan Gunung Rajabasa merupakan hutan lindung yang tidak boleh dieksploitasi secara sembarangan.
“Hutan lindung ini tidak boleh diapa-apakan. Boleh dimanfaatkan, tetapi tidak boleh dijadikan lahan pertanian sayuran,” tegasnya. Ia menambahkan, kerusakan hutan akan membuat wilayah bawah rentan banjir dan bencana ekologis lainnya.
Dialog berlangsung hangat dan interaktif, sekaligus dirangkai dengan penanaman simbolis bibit kopi dan kakao. Pada kesempatan tersebut, 3.000 bibit kopi dan kakao diserahkan kepada 10 KUPS Desa Way Kalam sebagai dukungan peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis kelestarian lingkungan.
Bantuan bibit tersebut berasal dari United Nations Development Programme (UNDP) sebagai bagian dari komitmen global untuk memperkuat pengelolaan perhutanan sosial secara berkelanjutan.
“Teman-teman dari UNDP ini konsen agar bumi ini dirawat dengan baik,” ujar Zulkifli Hasan, menegaskan kembali pentingnya kolaborasi internasional dalam menjaga kawasan konservasi.
Acara tersebut turut dihadiri Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, Sekretaris Daerah Supriyanto, jajaran Forkopimda, serta perwakilan negara sahabat, termasuk Duta Besar Norwegia, Belgia, Jerman, dan Belanda yang tergabung dalam Amsterdam Declarations Partnership (ADP). Kehadiran mereka menandai kuatnya dukungan internasional terhadap perlindungan Gunung Rajabasa.
Melalui bantuan bibit dan pendampingan berkelanjutan, pemerintah pusat berharap masyarakat sekitar hutan dapat meningkatkan pendapatan tanpa merusak ekosistem. Zulkifli Hasan menegaskan bahwa Gunung Rajabasa harus tetap menjadi kawasan hijau yang memberi manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.
Dorong Smart Agroforestry, Menko Zulkifli Hasan Gelontorkan 7.000 Bibit Kopi–Kakao untuk Petani Lampung Selatan
Lampung Selatan, Penengahan — Upaya memperkuat ketahanan pangan dan mengembangkan perkebunan berkelanjutan di Kabupaten Lampung Selatan mendapatkan dorongan baru. Pemerintah pusat melalui Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyerahkan 7.000 bibit kopi dan kakao kepada para petani sebagai langkah percepatan penerapan Smart Agroforestry di wilayah tersebut.
Penyerahan bibit dilakukan dalam kegiatan Dialog bertema “Partisipasi Pengelolaan Smart Agroforestry dalam Mendorong Kebijakan Inovasi melalui Kolaborasi Inter-Generasi” yang berlangsung di Aula SMA Kebangsaan, Kecamatan Penengahan, Senin (2/12/2025).
Acara tersebut turut dihadiri Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Supriyanto, akademisi, mahasiswa, dan kelompok tani. Suasana semakin istimewa dengan kehadiran perwakilan negara sahabat, termasuk Duta Besar Kerajaan Norwegia untuk Indonesia, yang memberikan dukungan terhadap penguatan agroforestry di Lampung Selatan.
Dalam dialog utama, Menko Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa bantuan bibit tersebut bukan hanya program seremonial, melainkan langkah konkret untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga kelestarian lingkungan melalui penerapan Smart Agroforestry.
“Lahan-lahan kosong akan kita dorong untuk ditanami komoditas produktif seperti kopi dan kakao. Bibit akan kita bantu agar petani bisa meningkatkan pendapatan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Zulkifli Hasan.
Dukungan internasional juga mengalir. Perwakilan Kedutaan Besar Norwegia, Dewi Tresya, menyampaikan apresiasi atas pengelolaan hutan serta partisipasi masyarakat dalam program agroforestry di Lampung Selatan.
“Program ini mempromosikan pertanian dan perkebunan berkelanjutan melalui pendekatan kehutanan sosial. Tujuannya memastikan masyarakat mendapatkan kehidupan lebih baik sekaligus menjaga kelestarian alam,” kata Dewi.
Ia juga membagikan pengalamannya saat mengunjungi Desa Way Kalam, Kecamatan Penengahan, yang dinilainya berhasil mengintegrasikan konservasi hutan dengan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami melihat bagaimana hutan dijaga dan dikelola secara inklusif, memberi kontribusi nyata bagi kesejahteraan dan ketahanan pangan. Ini kekayaan besar untuk Indonesia,” tambahnya.
Pemerintah menilai bahwa kolaborasi lintas sektor—antara pemerintah pusat, daerah, akademisi, komunitas, hingga generasi muda—adalah kunci dalam mempercepat transformasi menuju model Smart Agroforestry yang berbasis teknologi dan ramah lingkungan.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif serta pembagian bibit kopi dan kakao kepada para petani sebagai langkah awal memperluas kawasan agroforestry produktif di Kabupaten Lampung Selatan.
OJK Lampung dan TPAKD Kota Metro Gelar Sosialisasi Literasi Keuangan dan Pembukaan Rekening Saham Mahasiswa
Metro — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Metro, perguruan tinggi, serta Bursa Efek Indonesia menggelar Sosialisasi Literasi dan Inklusi Keuangan serta Pembukaan Rekening Saham bagi Mahasiswa. Kegiatan ini menjadi bagian dari program nasional peningkatan inklusi keuangan sekaligus mendukung strategi percepatan akses keuangan di tingkat daerah.
Acara berlangsung di Kota Metro dan dihadiri berbagai unsur pemerintah, lembaga keuangan, dan akademisi, di antaranya Wali Kota Metro Bambang Imam Santoso; Deputi Direktur Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen, Keuangan Daerah, dan Layanan Manajemen Strategis OJK, Ety Elyati; Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Bani Ispriyanto; serta perwakilan BEI, BPR Eka Bumi Artha, dan PT Phintraco Sekuritas. Mahasiswa dari Unisla, Universitas Muhammadiyah Metro, dan UIN Jurai Siwo Lampung turut hadir dalam kegiatan ini.
Dorong Literasi untuk Capai Target Inklusi Keuangan Daerah
Staf Ahli Gubernur Lampung, Bani Ispriyanto, menegaskan pentingnya penguatan literasi keuangan dalam mencapai target inklusi keuangan daerah. Ia menyebut, Lampung menargetkan tingkat inklusi keuangan mencapai 85,5 persen pada 2025 dan 97,2 persen pada 2045.
“Mahasiswa harus memahami manfaat sekaligus risiko berinvestasi di pasar saham. Pembukaan rekening saham ini jangan hanya bersifat seremonial, tetapi harus diikuti edukasi berkelanjutan,” ujar Bani.
Ia menambahkan, penguatan literasi sejak dini terbukti efektif untuk mendorong meningkatnya kapasitas finansial masyarakat, termasuk melalui program pembukaan rekening saham bagi mahasiswa.
OJK Ingatkan Pentingnya Literasi dan Waspada Investasi Ilegal
Perwakilan OJK Provinsi Lampung, Ety Elyati, menegaskan mahasiswa merupakan kelompok yang paling siap beradaptasi dengan layanan keuangan digital. Namun ia mengingatkan bahwa pemahaman risiko investasi juga sangat penting.
“Pasar modal adalah instrumen investasi jangka panjang yang menjanjikan, tetapi memiliki risiko yang harus dipahami. Kami ingin mahasiswa mendapatkan informasi yang tepat dan mampu menghindari investasi ilegal,” jelasnya.
Ia juga menyoroti meningkatnya kasus keuangan ilegal dan mengimbau masyarakat memastikan seluruh layanan keuangan yang digunakan telah berizin OJK.
Metro Perkuat Identitas sebagai Kota Pendidikan
Wali Kota Metro, Bambang Imam Santoso, menyampaikan apresiasi atas peran perguruan tinggi yang terus berkembang di wilayahnya. Metro kini tidak hanya menjadi rumah bagi tiga universitas besar, tetapi juga berbagai institut dan sekolah tinggi yang menunjukkan perkembangan positif.
Bambang menegaskan, mayoritas mahasiswa di Kota Metro berasal dari luar daerah, yang menandakan Metro telah menjadi pusat tujuan studi di Provinsi Lampung. Pemerintah Kota Metro pun semakin memantapkan identitasnya sebagai kota pendidikan sekaligus mendorong visi pembangunan sebagai smart city berbasis jasa dan budaya religius.
OJK Apresiasi Komitmen TPAKD Kota Metro
OJK Provinsi Lampung memberikan apresiasi kepada TPAKD Kota Metro yang konsisten menjalankan program peningkatan akses keuangan bagi masyarakat. Sinergi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi kesejahteraan masyarakat dan memperkuat struktur ekonomi daerah.
OJK juga berharap kolaborasi ini terus berlanjut demi mendorong kemajuan Kota Metro, Provinsi Lampung, dan Indonesia secara keseluruhan.
Pemkab Lampung Selatan Genjot Realisasi Anggaran dan Penguatan Layanan Publik, Edy Firnandi: Tutup Tahun dengan Prestasi!
Kalianda — Memasuki bulan terakhir Tahun 2025, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menegaskan percepatan kinerja seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai fokus utama jelang penutupan tahun anggaran.
Pesan itu disampaikan dalam apel mingguan perdana bulan Desember yang digelar di Lapangan Korpri, Kompleks Perkantoran Pemkab Lampung Selatan, Senin (1/12/2025). Apel dipimpin Pelaksana tugas (Plt) Asisten Administrasi Umum Setdakab Lampung Selatan, Edy Firnandi, yang membacakan amanat Bupati Lampung Selatan.
Di hadapan para kepala perangkat daerah, pejabat administrator, fungsional, hingga seluruh ASN—mulai dari PNS, PPPK hingga THLS—Edy menegaskan bahwa Desember merupakan fase evaluasi sekaligus penentu keberhasilan program pembangunan sepanjang tahun.
“Ini bulan terakhir di Tahun 2025. Fase memastikan seluruh target RPJMD, Renstra, dan Renja dapat kita tuntaskan tepat waktu,” ujarnya.
Ia meminta percepatan realisasi anggaran, terutama pada program prioritas seperti infrastruktur dasar, pendidikan, kesehatan, layanan publik, dan pemberdayaan masyarakat. Edy menekankan bahwa tidak boleh ada kegiatan yang mengendap menjelang penutupan tahun anggaran.
“Kita tutup tahun dengan prestasi, bukan dengan alasan,” tegasnya.
Selain aspek anggaran, Edy juga menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk memperkuat kualitas layanan publik, mulai dari administrasi kependudukan, perizinan, hingga layanan kesehatan dan pelayanan dasar lainnya. Ia mengingatkan pentingnya percepatan digitalisasi melalui implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) demi pelayanan yang lebih efektif, efisien, dan transparan.
“Kita tidak bisa lagi bekerja dengan pola lama. Pelayanan harus mudah diakses masyarakat,” imbuhnya.
Menjelang akhir tahun, Edy juga meminta jajarannya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, dan angin kencang, mengingat intensitas cuaca yang meningkat. Ia menekankan pentingnya koordinasi cepat antara BPBD, kecamatan, dan desa untuk menjaga keamanan serta kenyamanan masyarakat.
Edy menutup amanatnya dengan menegaskan pentingnya soliditas seluruh aparatur pemerintahan sebagai fondasi pembangunan.
“Kabupaten Lampung Selatan hanya bisa maju bila pemerintahannya disiplin, bekerja cepat, dan berjiwa melayani. Mari tingkatkan kinerja dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Edy.