Berita Indonesia dan Internasional Terkini
Unila Terima Kunjungan 3rd Assessment of UI GreenMetric World University Ranking
BANDAR LAMPUNG – Universitas Lampung (Unila) menerima kunjungan dalam rangka 3rd Assessment of UI GreenMetric World…
Lapor Pak Menteri! Tidak Aktif Mengajar Karena Sakit dan Tidak Pernah Terima Surat Teguran, Guru ASN di Lampung Dipecat
BANDAR LAMPUNG – Sungguh malang nasib guru PNS Triningsih Aji, S.Pd., guru SMAN 1 Negeri Agung Way Kanan, Lampung yang dipecat dari PNS karena dianggap tidak melaksanakan tugas selama sekitar enam tahun meskipun 2 tahun terakhir dia mulai aktif mengajar.
Padahal, menurut pengakuan ibu dua anak ini, dia tidak melaksanakan tugas karena sakit. Dia menceritakan selepas melahirkan anak keduanya dia mengalami sakit yang parah dan harus menjalani beberapa kali operasi. Kondisi tersebut membuatnya harus fokus untuk pengobatan diri sampai benar-benar sembuh sehingga tidak bisa fokus melaksanakan tugas mengajar di sekolah.
Dia mengaku terkejut dan heran karena surat pemberhentian dirinya dari PNS baru keluar pada 2024, setelah dua tahun dia kembali aktif mengajar usai sembuh dari tumor yang dia derita.
“Saya mulai mengajar di SMAN 1 Negeri Agung pada 2008 sebagai guru honorer, kemudian pada 2010 saya diterima sebagai PNS dan tetap mengajar di sana,” ucap Triningsih, Kamis (31/10/2024).
“Pada 2016 saya mengalami sakit setelah melahirkan dan harus menjalani operasi sehingga tidak bisa melaksanakan tugas. Saya fokus pada penyembuhan diri saya dan tidak fokus pada tugas saya. Pada 2018 karena sekian lama tidak pernah melaksanakan tugas, dengan berat hati saya mengajukan surat pengunduran diri sebagai PNS ke BKD Provinsi Lampung, tapi tidak diproses,” ungkapnya.
Selanjutnya dia menceritakan, pada 2022 dia sudah mulai sembuh dari sakit yang diderita dan mendapat kabar jika statusnya sebagai PNS masih aktif, sehingga dia mulai aktif lagi mengajar.
“Alhamdulillah pada 2022 saya sembuh. Setelah sembuh, saya dapat kabar kalau status PNS saya masih aktif. Lalu pada awal 2023 saya mulai kembali aktif mengajar. Setelah sekitar satu tahun aktif kembali, saya menemui bendahara sekolah Pak Agus Sutikno dan menanyakan gaji saya selama 5 tahun saya tidak aktif bagaimana,” tutur Triningsih.
“Saat itu Kepala SMAN 1 Negeri Agung, Sukirno, M.Pd. menjawab bahwa itu bukan hak saya. Ternyata, gaji saya selama lima tahun saya tidak aktif tidak dikembalikan ke kas negara, tapi digunakan untuk membayar gaji guru honorer. Hal ini yang saya tanyakan, kalau memang dikembalikan ke kas negara, saya ikhlas,” bebernya.
Menurutnya, karena menanyakan hal ini, kepala SMAN 1 Negeri Agung kemudian membawa absensi kehadirannya ke Dinas Pendidikan Provinsi Lampung.
Selanjutnya dia menceritakan pada akhir 2023 dia sudah dipanggil oleh Inspektorat dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, bersama kepala sekolah dan para wakil kepala sekolah.
“Saya baru sekali itu dipanggil Inspektorat berkaitan dengan hal ini. Saat itu saya ceritakan semua kepada Inspektorat yang sebenarnya terjadi. Setelah dimediasi dan Inspektorat tahu, kami diminta untuk menyelesaikan di internal. Saat itu kami juga sudah diminta membuat surat pernyataan bahwa akan menyelesaikan permasalahan ini di internal,” imbuhnya.
Lebih lanjut Triningsih menyampaikan pada 22 Oktober Kepala SMAN 1 Negeri Agung Sukirman, memberi informasi bahwa ada surat yang harus diambil di Dinas Pendidikan.
“Setelah dapat informasi dari Kepala Sekolah saya langsung ke dinas didampingi anak saya untuk mengambil surat dimaksud. Saya sangat terkejut saat menerima surat yang ternyata adalah surat pemberhentian saya sebagai PNS,” katanya.
Setelah menerima surat pemberhentian dirinya sebagai PNS, Triningsih yang merupakan single parent dengan dua anak ini, mengaku secara spontan membuat video terkait pemecatannya yang kini viral.
“Setelah menerima surat pemberhentian saya sebagai PNS, saya spontan bikin video di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung. Yang ngambil videonya anak saya. Saya merasa tidak pernah menerima teguran secara lisan atau surat peringatan. Tiba-tiba langsung surat pemberhentian,” pungkasnya. {rilis}
Danrem 043/Gatam Ucapkan Selamat Atas Purna Bakti Sekda Provinsi Lampung Ir. Fahrizal Darminto, M.A.
LAMPUNG – Bertempat di Mahan Agung, Rumah Dinas Gubernur Lampung Jl. Dr. Susilo, Teluk Betung Bandar Lampung, Komandan Korem 043/Gatam Brigjen TNI Rikas Hidayatullah, S.E., M.M., Kamis (31/10/2024) menghadiri acara Pelepasan Purna Bakti Sekda Provinsi Lampung Ir. Fahrizal Darminto, M.A.
Danrem sangat mengapresiasi Ir. Fahrizal Darminto, M.A., atas dedikasinya selama menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Lampung, telah banyak memberikan kontribusi dan membawa perubahan yang sangat besar bagi pembangunan di Provinsi Lampung.
“Dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari beliau adalah sosok pemimpin yang inspiratif dan memiliki segudang pengalaman, tentunya pengalaman beliau menjadi tauladan bagi kita semua dalam menjalankan tugas kedepan,” Ujar Danrem
“Sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Ir. Fahrizal Darminto, M.A., yang telah membantu sekaligus bekerjasama dengan Korem 043/Gatam dan seluruh unsur forkopimda dengan baik selama berdinas di Provinsi Lampung yang sama-sama kita cintai ini.“
“Selamat menikmati masa pensiun bersama keluarga tercinta, kami berharap tali silaturahmi yang sudah terjalin tidak berhenti sampai disini, terus jalin komunikasi dan jaga hubungan baik dimana pun berada,” tutup Danrem.
Tampak hadir pada kegiatan tersebut, Pj. Gubernur Lampung Dr. Drs. Samsudin, S.H., M.H., M.Pd., Ketua DPRD Provinsi Lampung beserta Istri, Kabinda Lampung, Irwasda Polda Lampung beserta Istri, Para Pj. Bupati/Wali Kota Se-Provinsi Lampung, Palaksa Lanal Lampung beserta Wakil Ketua Cabang 3 Korcab III DJA I, Perwakilan Lanud Pangeran M. Bunyamin, Pj. Ketua TP PKK Provinsi Lampung, Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Lampung dan Forkopimda Provinsi Lampung. (Susan)
Disdukcapil Metro Raih Penilaian Tertinggi Kinerja Pelayanan Publik di Provinsi Lampung
LAMPUNG7COM – Metro | Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Metro meraih penilaian tertinggi dalam evaluasi kinerja pelayanan publik dari Kementerian Dalam Negeri.
Penghargaan ini diberikan atas kinerja pelayanan serta sebagai dedikasi peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
Dikatakan Kepala Disdukcapil Metro Ika Pusparini mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian ini.
“Penghargaan ini adalah hasil kerja keras seluruh pegawai dan dukungan masyarakat. Kami akan terus berkomitmen untuk memberikan layanan yang terbaik dan inovatif,” ungkap Ika, saat wawancara di Kantor Disdukcapil, Kamis (31/10/2024).
Ika menambahkan, penilaian kinerja ini mencakup berbagai aspek, seperti kecepatan pelayanan, transparansi, serta kemudahan akses bagi warga.
Disdukcapil Metro dinilai berhasil menerapkan sistem digitalisasi yang memudahkan masyarakat dalam pengurusan dokumen kependudukan, seperti KTP, akta kelahiran, dan dokumen penting lainnya.
Atas penilaian tersebut, pihaknya akan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan dengan merencanakan berbagai program baru yang lebih efisien dan ramah pengguna.
“Kami bertekad untuk menjadi contoh bagi instansi lain dan memberikan kontribusi nyata dalam pelayanan publik,” imbuh Ika.
Penghargaan ini tidak hanya membanggakan Disdukcapil Metro, tetapi juga seluruh warga Kota Metro yang merasakan manfaat dari pelayanan yang cepat dan efektif.
Dengan pencapaian ini, Disdukcapil Metro akan terus berinovasi dan memberikan pelayanan yang lebih baik di masa depan.
Disdukcapil Metro berencana untuk mengadakan berbagai sosialisasi dan pelatihan guna memperkenalkan sistem layanan baru kepada masyarakat serta akan terus melakukan jemput bola untuk memaksimalkan kinerja dan pelayanan terhadap masyarakat.
“Semoga prestasi ini menjadi pendorong bagi daerah lain dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik,” pungkas Ika. | ( Rio).
Komisi IV DPRD Lamsel Rekomendasikan Penambahan Armada Damkar
LAMPUNG SELATAN — Sebagai upaya meningkatkan pelayanan dan merespons cepat jika terjadi kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran…
Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Pra Sanggah Seleksi PPPK Tahun Anggaran 2024
Pengumuman dan Daftar Pelamar Lulus Seleksi Administrasi, selengkapnya dapat diunduh pada berkas berikut: Pengumuman Hasil Seleksi…
Pj. Gubernur Samsudin Sambut Baik Diselenggarakannya Porsadin VI Tingkat Nasional
BANDAR LAMPUNG – Pj. Gubernur Lampung Samsudin menyambut baik dan dengan rasa bangga diselenggarakannya Pekan Olahraga…
Rektor Universitas Lampung Melepas 6 Mahasiswa FKIP untuk Program SEA Teacher 2024 di Philipina
Bandar Lampung, 30 Oktober 2024 – Universitas Lampung (Unila) kembali berperan aktif dalam mengembangkan jejaring pendidikan internasional dengan melepas enam mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) untuk mengikuti Program SEA Teacher Batch 2024. Acara pelepasan dilaksanakan di Ruang Rektor Unila dengan dihadiri oleh Rektor Unila, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani. D.E.A., IPM., ASEAN. Eng., bersama Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T., Dekan FKIP, Prof. Dr. Sunyono, M.Si., dan Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerja Sama FKIP, Dr. Riswandi, M.Pd.
Program SEA Teacher atau “Southeast Asia Teacher Project” adalah salah satu inisiatif ASEAN yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa pendidikan dalam mengajar di negara-negara Asia Tenggara, kali ini bekerja sama dengan institusi pendidikan di Philipina. Keenam mahasiswa tersebut akan diterima di tiga perguruan tinggi di Philipina antara lain: Saint Mery’s University (2 orang), Santo Thomas University (2 orang), dan Bicol University (2 orang). Para peserta program akan menjalani kegiatan magang mengajar selama satu bulan penuh di sekolah-sekolah setempat yang difasilitasi oleh ketiga perguruan tinggi di Philipina tersebut, guna memperkaya wawasan dan meningkatkan kompetensi dalam dunia pendidikan.
Rektor Unila, Prof. Lusmeilia, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelepasan mahasiswa untuk program SEA Teacher ini adalah salah satu bentuk nyata dukungan Unila terhadap peningkatan pengalaman akademis dan profesional mahasiswa dalam lingkup internasional. Beliau juga menekankan pentingnya pengalaman ini sebagai media pengembangan diri dan jejaring untuk mahasiswa dalam pendidikan global.
“FKIP Unila telah sukses dalam menjalin kerja sama dan menunjukkan konsistensi dalam membawa nama kampus kita ke ranah internasional melalui program SEA Teacher. Ini merupakan langkah positif dalam mewujudkan cita-cita Unila untuk Go International serta mempererat hubungan pendidikan antar-negara di ASEAN,” ungkap Prof. Lusmeilia.
Selain itu, ia memberikan motivasi kepada para mahasiswa yang akan berangkat agar dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin untuk menerapkan pengetahuan yang telah mereka peroleh di Unila serta menyerap pengalaman baru dalam lingkungan pendidikan yang berbeda.
“Saya berharap mahasiswa Unila dapat mengharumkan nama kampus dan Indonesia, menjadi duta Unila yang baik dalam bidang pendidikan, serta membawa pengalaman yang dapat dibagikan ketika kembali ke tanah air,” tambahnya.
Dekan FKIP Unila, Prof. Dr. Sunyono, M.Si., turut memberikan sambutan dengan mengapresiasi dukungan dari Rektor Unila dan pihak kampus atas terlaksananya program SEA Teacher. Ia juga menyampaikan harapan agar mahasiswa peserta program dapat mengimplementasikan kompetensi yang telah mereka pelajari selama ini dan menggali wawasan baru dari negara yang akan dikunjungi.
“Program SEA Teacher adalah kesempatan emas bagi mahasiswa FKIP untuk memperoleh wawasan global dalam bidang pendidikan. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya akan mengajarkan ilmu yang telah diperoleh, tetapi juga belajar tentang pendekatan pendidikan dan budaya di Philipina. Kami berharap para peserta dapat belajar banyak dari pengalaman mengajar di luar negeri dan kembali dengan perspektif yang lebih luas,” ujar Prof. Sunyono.
Acara pelepasan diakhiri dengan sesi foto bersama dan pemberian pesan-pesan motivasi dari para pimpinan Universitas Lampung kepada keenam mahasiswa yang akan berangkat. Mereka diharapkan dapat menjadi contoh bagi mahasiswa lain dalam membangun jejaring pendidikan internasional dan memberikan kontribusi yang positif bagi pengembangan program pendidikan di Universitas Lampung, khususnya di FKIP Unila.
Dengan adanya program ini, FKIP Unila semakin memperkuat posisinya dalam kancah pendidikan regional di Asia Tenggara. Selain itu, program ini juga menjadi ajang bagi mahasiswa FKIP Unila untuk terus mengembangkan kemampuan pedagogis dan membangun relasi internasional yang dapat memperkaya pengalaman mereka di masa depan.
Program SEA Teacher ini diharapkan dapat memperluas cakrawala mahasiswa FKIP Unila serta mempererat hubungan antara Unila dengan berbagai institusi pendidikan di ASEAN, khususnya di Philipina, Thailand, dan Malaysia.
Unila Gelar FGD Monev Proyek Pembangunan RSP dan IRC
BANDAR LAMPUNG – Universitas Lampung (Unila) melalui tim Project Implementation Unit (PIU) HETI Project menyelenggarakan focus…