Setelah menghabisi Riski, Rudi langsung pergi dari rumah. Ketakutan dengan peristiwa itu, Siska pun berteriak minta tolong kepada warga setempat.
Perempuan 24 tahun tersebut menjelaskan, selama tinggal bersama, hubungan korban dan pelaku sangat baik. Hampir tidak pernah bertengkar. Namun, lanjut Siska, Rudi mengalami depresi berat akibat bercerai dengan istrinya. Dia sering melamun.
’’Walaupun (Rudi) punya kelainan jiwa, tapi nggak pernah bertengkar. Apalagi, perbedaan usia mereka cukup jauh. Rudi merupakan anak pertama, sedangkan korban anak terakhir,’’ ucapnya.
Kanitreskrim Polsek Kenjeran AKP Suryadi mengatakan, polisi masih memburu pelaku. Menurut Suryadi, Riski tewas akibat mengalami tusukan di beberapa bagian tubuh yang penting. Yaitu, luka tusukan di perut, tangan, dan leher.
’’Untuk pemeriksaan lebih lanjut, jasad korban dievakuasi ke RSUD dr Soetomo. Kemudian, barang bukti pisau dan handphone milik pelaku disita,’’ katanya.