Jamda VII Bengkulu Resmi Ditutup, Berikan Manfaat Luas bagi Masyarakat

Bintuhan, Kaur – Jambore Daerah (Jamda) VII Provinsi Bengkulu yang berlangsung selama enam hari, sejak 13 hingga 18 Desember 2025, resmi ditutup dalam sebuah acara meriah pada Rabu (17/12) di Bumi Perkemahan Pitaran (Pinang Tawar–Batu Karang Pengubaian), Kabupaten Kaur.

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh kontingen kabupaten dan kota se-Provinsi Bengkulu tersebut tidak hanya menghadirkan suasana kebersamaan dan kegembiraan, tetapi juga memberikan dampak positif yang luas bagi pembinaan generasi muda serta pembangunan daerah.

Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka 0706 Kaur, Abdul Hamid, S.PdI, menyampaikan rasa bangga atas partisipasi dan semangat seluruh peserta selama kegiatan berlangsung.

“Kami sangat bangga melihat adik-adik Pramuka yang mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan tertib, penuh semangat, dan tetap ceria. Penutupan Jamda hari ini bukan hanya meriah, tetapi juga sarat nilai edukatif bagi semua pihak,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Jamda VII bukan sekadar ajang berkumpul, melainkan wahana pembinaan karakter. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana penting untuk melestarikan budaya daerah, menghargai keberagaman, serta menanamkan nilai persatuan, kreativitas, dan kecintaan terhadap tanah air.

Sementara itu, perwakilan Kwartir Daerah (Kwarda) 07 Bengkulu, Drs. H. Hamka Sabri, M.Si, menyampaikan bahwa Jamda VII akan menjadi bagian dari sejarah berharga bagi para peserta. Ia juga menyoroti dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat Kabupaten Kaur.

“Selain berkontribusi besar terhadap pembinaan generasi muda, Jamda VII turut memberikan dorongan signifikan bagi perekonomian daerah, khususnya sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang merasakan manfaat dari kehadiran ribuan peserta dan pendukung,” ungkapnya.

Apresiasi juga disampaikan atas dukungan dari tingkat nasional. Kehadiran Wakil Ketua Bina Muda Kwarnas, Kak Sigit, dinilai memberikan motivasi dan semangat tersendiri bagi peserta maupun panitia dalam menyukseskan kegiatan kepramukaan di daerah.

Pada acara penutupan, panitia memberikan penghargaan kepada sejumlah kontingen yang menunjukkan kinerja, partisipasi, dan dedikasi terbaik selama mengikuti Jamda VII sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mereka.

Selama enam hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai kegiatan edukatif dan sosial, di antaranya karnaval budaya yang menampilkan kekayaan seni daerah Bengkulu, penyuluhan literasi keuangan bekerja sama dengan Bank Indonesia, penanaman bibit mangrove untuk pelestarian ekosistem pesisir Pantai Pengubaian, pelatihan jurnalistik dan broadcasting, pentas seni daerah, serta dialog bersama tokoh masyarakat Kabupaten Kaur.

Penutupan Jamda VII Bengkulu berlangsung dengan lancar dan penuh makna, meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta untuk terus mengamalkan nilai-nilai kepramukaan serta berkontribusi positif bagi masyarakat, daerah, dan bangsa.

Tulis Komentar Anda