Sementara itu, 25 ekor sapi lainnya didistribusikan ke berbagai instansi vertikal, pondok pesantren, serta masyarakat di sejumlah wilayah Lampung Selatan agar manfaat kurban dapat dirasakan lebih luas.
Di sela kegiatan, Bupati Egi menyampaikan pesan penting terkait kepedulian terhadap lingkungan. Ia mengingatkan bahwa makna Iduladha tidak hanya berhenti pada penyembelihan dan pembagian daging kurban, tetapi juga menjaga kebersihan lingkungan setelah proses pemotongan hewan berlangsung.
Menurutnya, persoalan sampah plastik dan limbah kurban masih menjadi masalah yang kerap muncul setiap momentum Iduladha.
“Biasanya sampahnya berserakan setelah pemotongan. Saya berharap betul, kita sama-sama menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Bupati Radityo Egi Pratama di hadapan ribuan jemaah.
Ia menegaskan, ajakan tersebut sejalan dengan program lingkungan hidup Pemkab Lampung Selatan melalui gerakan HELAU (Hijau, Elok, Lestari, Aman).
Bupati Egi meminta panitia kurban dan masyarakat bergerak cepat membersihkan limbah pemotongan hewan agar suasana Iduladha tetap bersih, sehat, dan nyaman.
Melalui momentum Hari Raya Kurban ini, Pemkab Lampung Selatan berharap semangat berbagi, kepedulian sosial, dan kesadaran menjaga lingkungan dapat tumbuh bersama di tengah masyarakat.

