GMKI dan Polda Lampung Bersinergi Jaga Kamtibmas serta Kerukunan Umat Beragama

Bandar Lampung – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Bandar Lampung menegaskan komitmennya untuk bersinergi dengan Polda Lampung dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta memperkuat kerukunan antarumat beragama di Provinsi Lampung.

Ketua GMKI Bandar Lampung, Dyon, menyatakan bahwa saat ini banyak isu-isu hoaks yang berkembang di media sosial dan berpotensi memecah belah persatuan. Menurutnya, berita yang tidak terverifikasi dapat menciptakan opini negatif di tengah masyarakat, terutama yang berkaitan dengan isu SARA.

“Kami berharap seluruh masyarakat dapat berperan aktif dalam menyaring informasi yang beredar di media sosial agar berita hoaks tidak menyebar luas, terutama yang berpotensi menimbulkan perpecahan di Provinsi Lampung,” ujar Dyon.

Ia juga menegaskan bahwa GMKI siap berkolaborasi dengan Polda Lampung untuk menjaga stabilitas daerah agar tetap kondusif. Pihaknya akan berkontribusi dalam edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Melalui sinergi ini, diharapkan provinsi Lampung tetap aman, damai, serta harmonis dalam keberagaman, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menyaring informasi sebelum menyebarkannya.

Abuya KH. Asep Bustomi dan Habib Husen Akan Hadir dalam Istigosah Qubro di Penjaringan Jakarta Utara

Jakarta – Ulama karismatik dan pemersatu umat dari Pandeglang, Banten, Abuya KH. Asep Nafis Imron Bustomi, yang juga merupakan Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hidayah Cisantri dan Pimpinan Umum Ikatan Persaudaraan Alumni Santri Indonesia (IPASI), akan hadir di acara istigosah qubro bersama warga di Padepokan Pengajian Santri Keramat, Rawa Bebek, RT 05/12, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, pada Sabtu (22/2/2025) pukul 22.00 WIB. Ia akan didampingi oleh Habib Husen bin Ibrahim Ba’bud.

Acara ini digelar dalam rangka penutupan sementara pengajian di Padepokan Santri Keramat, dan akan diisi dengan kegiatan istigosah qubro yang dipimpin langsung oleh Abuya KH. Asep Bustomi dan Habib Husen, atas undangan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) IPASI DKI Jakarta, yang juga merupakan guru ngaji Padepokan Santri Keramat, Ustadz Suyanto. Kegiatan ini bertujuan untuk keselamatan umat, bangsa, dan negara Indonesia tercinta.

Ustadz Suyanto, sebagai Ketua DPW IPASI DKI Jakarta, menjelaskan bahwa acara ini terbuka untuk umum, bukan hanya untuk jamaah Padepokan Santri Keramat. “Acara istigosah qubro dan sholawat ini akan dipimpin oleh ulama karismatik, Abuya Asep Bustomi dari Cisantri Pandeglang Banten dan Habib Husen. Acara ini bebas dihadiri oleh siapa saja, dan diharapkan membawa keberkahan untuk keselamatan umat, serta kelancaran rejeki yang halal dan barokah,” ujar Suyanto.

Ia juga menambahkan bahwa tujuan mengundang Abuya Asep dan Habib Husen adalah untuk membuktikan bahwa acara pengajian sederhana seperti di Padepokan Santri Keramat tidak terbatas pada pandangan masyarakat yang menganggap acara besar harus memiliki dana yang banyak. “Kami ingin membuktikan kepada masyarakat bahwa dengan niat yang tulus, kami bisa mengundang ulama besar seperti Abuya Asep dan Habib Husen. Acara ini adalah bentuk nyata bahwa niat baik dan ukhuwah Islamiyah mengatasi segala hal,” ungkapnya.

Suyanto berharap agar seluruh jamaah Padepokan Santri Keramat dan warga sekitar dapat hadir dalam acara istigosah qubro dan sholawat yang akan berlangsung pada Sabtu malam Minggu, 22 Februari 2025, pukul 20.00 WIB di wilayah RT 05/12 Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta Utara. “Mari kita beristigosah dan bersalawat bersama para ulama, semoga Indonesia tercinta diberi kemakmuran, dijauhkan dari bencana, dan selalu dalam lindungan Allah,” pungkasnya.

Bimtek UPZ, BAZNAS Kota Metro Launching Program Gerakan Sedekah dan Infak Seribu

LAMPUNG7COM – Metro | Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Metro, Joko Suroso, resmi me-Launching program Gerakan Sedekah dan Infak Seribu (Gasibu) bagi warga Kota Metro, Selasa (11/2/2025).

Launching yang dilakukan bersamaan dengan kegiatan Bimbingan Tehnis Pengelolaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro dan seluruh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) yang meliputi satuan Pendidikan dari Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) itu berlangsung di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat.

Kegiatan dibuka Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Deddy Hasmara, mewakili kepala Dinas Suwandi, selain dihadiri Pimpinan BAZNAS Kota Metro juga dihadiri Kasubak Umum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Mahmuddin, yang ditujuk Kepala Dinas untuk menyiapkan segala keperluan yang dibutuhkan untuk kegiatan Bintek tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kota Metro mengucapkan terimakasih dan apresiasi terhadap kegiatan yang diadakan oleh BAZNAS Kota Metro, kami berharap dapat meningkatkan kegiatan yang refresintatif dan tetap selalu semangat, berkelanjutan dan bermitra secara sinergis dalam pengelolaan dan penghimpunan Zakat, Infak dan sedekah dalam menciptakan Metro Gemerlang”, kata Deddy Hasmara, saat membacakan sambutan tertulis Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro, Suwandi.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro, tambahnya, adalah Dinas yang memiliki UPTD terbanyak diharapkan mampu menghimpun dalam skala lingkup UPTD-nya terkait zakat profesi, zakat fitrah, Infak dan sedekah, lebih-lebih menyambut bulan Suci Ramadhan 1446 H.

“Saya berharap melalui Bintek ini, dapat menambah khasanah pengetahuan kita dalam menjalankan tugas sebagai pengurus UPZ dan menambah keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT,” ujar Dedi.

Sementara, Ketua BAZNAS Kota Metro menjelaskan untuk tahap awal program Gasibu yang resmi dilaunching tersebut sasarannya adalah para siswa dan siswi di UPTD yang ada di Kota Metro.

“Untuk tahap awal program Gasibu ini diperuntukkan bagi siswa-siswi dari mulai TK sampai SMP, kami berharap kepada bapak dan Ibu guru yang ditunjuk sebagai Pengurus UPZ bisa disosialisasikan kepada orang tua/wali murid dan anak didiknya agar tiap hari bisa menyisihkan minimal Rp 1.000 untuk infak, hal ini penting selain melaksanakan perintah agama juga dalam rangka meningkat jiwa sosial anak untuk peduli kepada sesamanya,”jelas Joko Suroso.

Tahap selanjutnya, setelah program ini diluncurkan untuk para siswa siswi, akan dilanjutkan sosialisasi kepada seluruh ummat Islam di Kota Metro, bila program ini direspon semua elemen masyarakat tentunya dampaknya akan luar biasa bagi warga yang secara ekonomi saat ini kurang beruntung dan membutuhkan bantuan.

“Berdasarkan data di Dinas Sosial Kota Metro, saat ini ada 6,3% atau 14.000 warga yang hidup miskin dan yang ironis sekitar 2.500 warga yang belum tersentuh bantuan baik dari APBN maupun APBD, bila program penghimpunan Zakat, Infak dan sedekah yang dilakukan BAZNAS Kota Metro ini disambut para Muzaki dan para Aghniya’ (Pejabat dan orang kaya), upaya pemerintah Kota Metro menekan angka kemiskinan ini akan berhasil”, ucap Joko.

Untuk itu, lanjutnya, BAZNAS Kota Metro sangat berharap mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Metro dalam hal ini Walikota dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Instansi Vertikal dan jajarannya serta seluruh elemen masyarakat tokoh-tokoh Politik dalam hal ini DPRD, unsur Forkopimda, BUMN, BUMD yang ada di Kota Metro dan para Pengusaha serta Perguruan Tinggi yang ada di Kota Metro.

“Kami akui BAZNAS Kota Metro saat ini terkait proses Penghimpunan masih tertinggal dibanding dengan BAZNAS Kabupaten/Kota di Lampung, tapi kami akan terus bergerak mengejar ketertinggalan tersebut, kami bentuk UPZ di OPD dan Instansi Vertikal dan sebagai payung Hukum untuk oprasional telah mengajukan draf Perwali yang saat ini dalam Proses pembahasan di Bagian Hukum Sekretariat Pemerintah Kota Metro”, ujar Joko.

Dalam kegiatan Bintek para peserta yang seluruh guru dan satu orang utusan dari Pengurus UPZ Pengadilan Agama (PA) Kota Metro, Bunyamin, yang juga menjabat Sekretaris PA itu mendapatkan materi terkait regulasi, dasar diperintahkannya menunaikan zakat, Infak dan sedekah dan teknik pengelolaan ZIS yang dilakukan oleh UPZ dengan nara sumber Wakil Ketua 1 BAZNAS Kota Metro bidang Penghimpunan, Mujirul Hasan dan Wakil Ketua IV bidang SUmber Daya Manusia, Fathur Rahman

Tidak kurang dari 80 peserta utusan UPTD itu begitu antusias mengikuti bimtek sebanyak 8 peserta mengajukan pertanyaan dan memberikan respon positif.| (Rio).

Bimteks, Baznas dan Kemenag Metro Wujudkan Pengelolaan Zakat Profesional

LAMPUNG7COM – Metro | Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Metro mengadakan bimbingan teknis untuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ).

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan efektivitas pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel, sehingga manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Ketua Baznas Kota Metro, Joko Suroso, menjelaskan bahwa peran UPZ sangat strategis dalam mendukung tugas Baznas.

“Kami hanya mengorganisir unit pengumpul zakat, sementara dana yang terkumpul disetorkan sepenuhnya ke Baznas pusat. Oleh karena itu, UPZ memiliki peran penting dalam memastikan pengumpulan zakat dilakukan sesuai aturan,” ucap Joko Suroso.

Dirinya juga menekankan pentingnya regulasi dalam pengelolaan zakat, seperti yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat dan surat edaran Baznas pusat.

“ASN yang memenuhi nisab wajib membayar zakat. Namun, bagi yang tidak memenuhi nisab, mereka tetap dapat berkontribusi melalui infak. Formulasi ini disesuaikan dengan perhitungan harga emas terkini,” kata Joko Suroso.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Metro, Sri Amanto memberikan apresiasi terhadap komitmen Baznas dan UPZ dalam pengelolaan zakat. Ia berharap bimbingan teknis ini mampu meningkatkan kapasitas peserta.

“Melalui bimbingan teknis ini, kami berharap seluruh peserta memahami tata kelola zakat yang baik, sehingga dapat memaksimalkan potensi zakat di lingkungannya masing-masing,” ujar Sri Amanto.

Sri Amanto menambahkan, zakat tidak hanya memiliki dimensi ibadah, tetapi juga menjadi solusi untuk mengurangi kesenjangan sosial.

Kegiatan ini diharapkan dapat memacu UPZ di Kota Metro untuk bekerja lebih efektif, dengan mengutamakan transparansi dan akuntabilitas.

Dengan sinergi yang baik antara Baznas, Kemenag, dan masyarakat, tujuan meningkatkan kesejahteraan umat melalui zakat dapat tercapai.

“Zakat adalah instrumen ekonomi Islam yang mampu memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat secara adil dan merata,” pungkas Sri Amanto. | (Red).

Perayaan Natal Oikoumene Provinsi Lampung 2024, Pj. Gubernur Ajak Perkuat Toleransi dan Persatuan

BANDAR LAMPUNG – Pj. Gubernur Lampung diwakili oleh Staf Ahli bidang Pemerintahan, Hukum & Politik, Ganjar…

Prabowo Minta Ibadah Haji 2025 Lebih Tertib dan Efisien

Jakarta – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, terkait pelaksanaan…

5 Pesan Uskup Agung di Perayaan Natal 2024: Singgung TPPO Hingga Judol

Jakarta – Uskup Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo, menyampaikan lima pesan Natal yang mencerminkan ajaran sosial…

Kelang Perayaan Nataru 2024/2025, FKUB Provinsi Lampung Mengadakan Dialog Lintas Agama

Bandar Lampung – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2024/2025, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Lampung mengadakan Dialog Lintas Agama bertema “Penguatan Toleransi Umat Beragama Menuju Lampung Rukun, Aman, dan Damai” di Hotel Horison, Jumat (20/12/2024). Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Kesbangpol Provinsi Lampung, serta perwakilan Yayasan Mangkubumi Putra Lampung sebagai narasumber.

Pada kesempatan tersebut, Ketua FKUB Provinsi Lampung, Prof. Dr. KH. Mohammad Bahruddin, menyampaikan pentingnya dialog antar umat beragama. “Kedamaian tidak akan tercapai tanpa kerukunan antar umat beragama, dan kerukunan itu tidak akan terwujud tanpa dialog. Itulah mengapa kami terus melaksanakan dialog lintas agama,” ujarnya.

Prof. Bahruddin, yang juga Dekan UIN Raden Intan, menekankan bahwa meskipun Provinsi Lampung dikenal aman dan damai dalam menyambut Hari Raya Natal dan Tahun Baru, penguatan toleransi tetap diperlukan. Menurutnya, banyak provokasi dan muatan perpecahan yang berkembang di media sosial saat ini. “Memperkuat toleransi antar umat beragama adalah langkah awal mencegah radikalisasi, karena benih radikalisme berawal dari intoleransi,” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Dr. H. Puji Raharjo, menegaskan bahwa kedekatan umat beragama dengan ajaran agamanya merupakan kunci terciptanya kehidupan yang rukun dan harmonis. “Sebagai umat yang percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa, kita harus senantiasa memperbarui keimanan. Dengan mendekatkan diri pada ajaran agama, kedamaian dan harmoni akan tercipta dalam kehidupan bermasyarakat,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa dialog lintas agama merupakan sarana untuk mencegah gesekan dan memperkuat hubungan antar umat. Menurutnya, dialog ini dapat menjembatani perbedaan dan membangun kebersamaan. Lampung, yang memiliki keberagaman besar, menjadi miniatur Indonesia. “Moderasi Beragama yang diluncurkan lima tahun lalu menjadi dasar kita dalam merawat toleransi ini,” ungkapnya.

Dalam dialog tersebut, hadir juga perwakilan dari Yayasan Mangkubumi Putra Lampung, yang merupakan lembaga bagi mantan narapidana terorisme (Napiter) yang telah kembali mengakui kesalahan mereka setelah terlibat dalam kelompok radikal. Salah satu perwakilan, Solihin, mantan anggota Jamaah Islamiyah (JI) dan Jamaah Anshorut Daulah (JAD), menjelaskan lima faktor yang mempengaruhi dirinya untuk bergabung dengan kelompok radikal.

“Pertama, doktrin yang mengatakan tidak ada hukum selain hukum Allah, dan siapa yang tidak mengikuti hukum tersebut dianggap kafir, fasik, atau zalim. Padahal, ayat tersebut memiliki konteks tertentu,” ungkap Solihin.

Faktor kedua adalah ketidakadilan terhadap masyarakat Muslim di luar negeri, seperti di Yaman, Afganistan, dan Suriah, serta di dalam negeri, seperti di Poso. Faktor ketiga adalah empati berlebihan terhadap masyarakat yang merasa tertindas. Keempat, kurangnya pengetahuan tentang NKRI, karena pendidikan di sekolah tidak memadai, sehingga tidak memahami sejarah kemerdekaan dan rasa nasionalisme.

Dialog tersebut dihadiri oleh puluhan tokoh lintas agama dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Seluruh tokoh sepakat untuk menjaga toleransi dan terus melaksanakan dialog lintas agama demi menjaga kondusivitas di Provinsi Lampung, terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2024/2025.

MTQ Tingkat Provinsi Lampung, Metro Kembali Berprestasi Raih Peringkat 2

LAMPUNG7COM – Bandar Lampung | Kota Metro kembali menorehkan prestasi gemilang pada ajang Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-51 Tingkat Provinsi Lampung tahun 2024, yang berlangsung 11 hingga 18 November, Kota Metro berhasil meraih berbagai kategori juara.

Pada ajang ini, Kafilah MTQ Kota Metro dari sebanyak 30 peserta, berhasil meraih Juara 1 sebanyak 12 kategori, Juara 2 sebanyak 5 kategori, Juara 3 sebanyak 1 kategori dan Juara Harapan atau 4 sebanyak 7 kategori, sehingga terkumpul poin sebanyak 302, berada di posisi di Bawah Bandar Lampung sebanyak 400 poin.

Keberhasilan Kota Metro dalam MTQ kali ini ditandai dengan penyerahan piala kemenangan yang diserahkan oleh Pj. Gubernur Lampung, Samsudin, di mimbar utama MTQ ke 51 tingkat Provinsi Lampung, Minggu, 17 November 2024.

Dalam kesempatan tersebut, hadir Pjs Walikota Metro Descatama Paksi Moeda didampingi sejumlah pejabat Kota Metro, yaitu Asisten 1 Supriyadi, Kabag Kesra Eka Safrianto, dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Metro, Abdul Haris.

Descatama mengucapkan terimakasih dan memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta dan official MTQ Kota Metro yang telah berjuang keras, sehingga dapat meraih posisi kedua se- Provinsi Lampung.

“Selamat atas pencapaian ini, mudah mudahan prestasi ini dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan pada ajang perlombaan selanjutnya, tentunya untuk mengharumkan nama baik Kota Metro, khususnya di bidang keagamaan,”ucap Descatama.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Metro, Abdul Haris juga mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas pencapaian yang telah diraih.

Ia menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari kerja keras dan dedikasi semua pihak, para peserta, pelatih, dan official yang telah memberikan kontribusi besar.

“Alhamdulillah, Kota Metro berhasil meraih juara kedua dalam MTQ ke-51 tingkat Provinsi Lampung. Ini adalah pencapaian yang membanggakan. Semoga prestasi ini dapat terus ditingkatkan di tahun-tahun yang akan datang,” ujar Abdul Haris.

Sementara itu, Supriyadi, Asisten 1 Pemda Kota Metro sekaligus sebagai Ketua III LPTQ Kota Metro turut memberikan apresiasi atas kesuksesan yang telah diraih.

Ia berharap agar keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga menjadi pemacu untuk lebih meningkatkan kualitas pembinaan keagamaan di Kota Metro.

“Kota Metro berada di urutan kedua MTQ ke-51, ini menunjukkan bahwa kerja keras dan komitmen bersama dapat mencapai kesuksesan. Dengan semangat yang terus dibangun, harapan untuk meraih presrasi yang lebih baik lagi pada MTQ mendatang semakin terbuka lebar,”pungkas Supriyadi.

Adapun Nama nama peserta yang berhasil meraih prestasi adalah sebagai berikut, Arsakha Adha Al Aswadani Tartil Putra Juara 1, Aisyah Ma’sum Tartil Putri Juara 1, Habiburroyyan Anak-anak Putra Juara 1, Nadia Ulin Nuha Anak-anak Putri Juara 1, Muhammad Lutfi 1 Juz Tilawah Putra Juara 1, Hilmi Fuadi 20 Juz Putra Juara 1, Hidayatul Latifah 20 Juz Putri Juara 1, Mohammed Fataya Al Rasyid Tahfidz 30 juz Juara 1, Isnaini Nur AzizahBahasa Inggris Putri Juara 1, Hamzah Bahasa Indonesia Juara 1, Imam TohariNaskah Putra Juara 1, Rahmah Asy Syifa Nurfadilah Tahfidz 100 hadits Juara 1

Iley Naqi Sauqia Ghilba Qiroat Murottal Remaja pa Juara 2, Annida Imroatul KH Qiroat Murottal Remaja pi juara 2 Hilda Manarul Qira’at Mujawad Putra Juara 2, Quaneshia Firdausi Ahla Rofiq 1 Juz Tilawah Putri Juara 2, Bunga Rosana Makalah Putri Juara 2, Nila Nurul Farihah Qira’at Murattal Dws Pi Juara 3, Aditiya Wiguna Kontemporer Putra Juara 4, Yasmin Taqiyya Anindita, Hafalan 500 Hadist Putri Juara 4, Billal An Najasyi Hafalan 500 Hadist Putra Juara 4 Danish Abdillah Muhammad Tahfidz 100 hadits pa Juara 4, Falisha Alif Rafifah Uthfi Tilawah Remaja Putra Juara 4, Muthia Zahidah 30 Juz Putri Juara 4, Abdurrahman al Mauhasibi Bahasa Inggris Putra Juara 4, dan juara harapan diantaranya Ernesto Akbar Mangun 10 Juz Putra

Balqis Azizah Ali 10 Juz Putri, Akhirana Hartina, Hiasan Mushaf Putra, Putri Amara Kontemporer Putra, Sekar Arum Kinanti Naskah Putri. | (Red).

Pondok Pesantren Daarun Naja Gelar Sholawat Akbar Penuh Kekhikmatan

Lampung Utara – Dalam sebuah peristiwa yang mengguncang langit dan bumi, Pondok Pesantren (Ponpes) Daarun Naja di Kelurahan Tanjung Seneng, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara, telah mencatat sejarah luar biasa dengan menyelenggarakan Sholawat Akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 Hijriah pada Sabtu, 28 September 2024. Ribuan hati berkumpul, menyerukan cinta kepada Nabi Besar Muhammad SAW dalam sebuah acara yang merangkul langit dan bumi dengan lantunan sholawat suci.

Hadir dalam acara yang begitu menggetarkan ini, tokoh-tokoh ulama yang menggetarkan jiwa. Di antaranya, Al Habib Idrus Bin Ali Assegaf, Al Habib Husein Bin Ali Assegaf, Al Habib Abdul Kahfi Bin Hasan Al Haddad, dan KH. Nur Fadhilah Yusuf (Ustadz TILE) yang memimpin umat dalam cinta yang mendalam terhadap Rasulullah.

Sementara itu, Pj Bupati Lampung Utara Drs.H.Aswarodi.M.Si yang diwakili oleh Asisten I, Drs. Mankodri, SH, M.M., CpIA, ikut serta dalam suasana yang sarat akan hikmah dan kesucian. Kehadiran perwakilan Kapolres, Kajari, Dandim, Kakimal, Staf Ahli ,Camat, Lurah, serta tokoh masyarakat dan agama membuat acara ini semakin megah dan penuh makna yang tersirat.

Dalam sambutannya , Drs. Mankodri, SH, M.M., CpIA, menyampaikan bahwa Pondok Pesantren Daarun Naja telah menjadi pilar utama dalam pembangunan moral dan spiritual masyarakat. Beliau menyebut Ponpes sebagai “lentera kebenaran” yang menerangi langkah-langkah umat menuju masyarakat yang religius dan bermartabat. “Membangun moral yang baik adalah pondasi bagi semua pembangunan lainnya,” ujarnya dengan penuh semangat, seolah menggetarkan tanah Lampung Utara.

Kepala Kemenag Lampung Utara, Drs. Hi. Totong Sunardi, MM, hadir memberikan doa dan harapan agar Maulid ini menjadi momentum kebangkitan spiritual yang menyeluruh.

KH Ahmad Fauzi, sebagai Pimpinan PPTQ Daarun Naja, memberikan apresiasi atas antusiasme masyarakat dalam mengikuti acara ini.

Tak hanya itu, kehadiran Qori Internasional Ustadz Muhammad Fauri Ridwan membuat suasana semakin sakral. Suara merdu sang qori mengalun indah, menyejukkan hati dan membuat setiap pendengar larut dalam keagungan ayat-ayat suci Al-Quran.

Wakil Bupati periode 2009-2014, Drs. Hi. Rohimat Aslan, dengan penuh rasa syukur menyampaikan kebahagiaannya dapat kembali hadir di tengah-tengah masyarakat Lampung Utara dalam momen penting ini.

Setelah pembacaan ayat suci Al-Qur’an Dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat kepada para santri Daarun Naja yang hafal 10 Juz Al-Qur’an, sebuah pencapaian spiritual yang melampaui batas-batas . Setelah itu, lantunan sholawat dipimpin oleh Al Habib Husein Bin Ali Assegaf yang suaranya menggetarkan langit, seolah-olah malaikat turun untuk turut serta dalam pujian kepada Sang Nabi.

Sebagai puncak dari acara yang penuh kemuliaan ini, KH. Nur Fadhilah Yusuf (Ustadz TILE) menyampaikan ceramah yang menyentuh hati, mengisahkan perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW, keteladanan, kesalehan, dan akhlak mulianya. Setiap kata yang keluar dari mulutnya seolah menembus ruang dan waktu, menggema hingga ke relung jiwa para hadirin.

Acara Sholawat Akbar ini bukan sekadar sebuah peringatan, melainkan sebuah momen kebangkitan spiritual bagi seluruh umat Islam di Lampung Utara. Di bawah naungan keberkahan Maulid Nabi, kita bersatu dalam doa dan cinta, menuju masyarakat yang lebih baik, damai, dan sejahtera. (Rizky)