Enam Perangkat Daerah Mulai Berproses, Gaji PPPK Paruh Waktu Lampung Selatan Segera Cair

LAMSEL, Kalianda – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan memastikan anggaran pembayaran gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu dalam kondisi siap dan tidak mengalami kendala keuangan.

Keterlambatan pembayaran gaji yang dikeluhkan sejumlah pegawai disebut disebabkan oleh proses administrasi di masing-masing perangkat daerah yang belum sepenuhnya rampung.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Lampung Selatan, Rini Ariasih, mengatakan pengajuan pencairan gaji PPPK Paruh Waktu sebenarnya sudah dapat dilakukan sejak awal Februari 2026. Namun, realisasi pembayaran bergantung pada kelengkapan dan kecepatan pengajuan berkas dari perangkat daerah.

“Dari sisi keuangan tidak ada masalah. Anggaran sudah tersedia, tinggal proses pengajuan dari masing-masing perangkat daerah,” ujar Rini dalam keterangannya, Kamis (5/2/2026).

Ia menjelaskan, salah satu syarat utama pencairan gaji PPPK Paruh Waktu adalah Perjanjian Kinerja (PK) yang mencantumkan nominal gaji sebagai dasar pembayaran. Saat ini, masih terdapat sejumlah PK PPPK Paruh Waktu—terutama tenaga pendidik—yang masih dalam proses Tanda Tangan Elektronik (TTE).

Meski demikian, Rini menegaskan hal tersebut tidak seharusnya menghambat pencairan gaji karena sistem pembayaran dilakukan secara LS (Langsung), sehingga pengajuan dapat dilakukan secara bertahap.

“Misalnya di Dinas Pendidikan yang jumlah gurunya ribuan. Jika PK 100 orang sudah selesai, bisa langsung diajukan dulu tanpa harus menunggu semuanya rampung,” jelasnya.

Hingga kini, sedikitnya enam perangkat daerah telah mengajukan proses pencairan gaji PPPK Paruh Waktu dan telah diverifikasi oleh BPKAD. Enam perangkat daerah tersebut yakni Dinas PPPA, Kesbangpol, Bappeda, Perkim, serta Kecamatan Tanjung Bintang dan Way Sulan.

Sementara itu, Dinas Sosial, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, serta BKD masih berada pada tahap verifikasi kelengkapan dokumen sebelum penyampaian Surat Perintah Membayar (SPM).

“Sudah ada enam perangkat daerah yang berproses. Berkasnya telah diverifikasi dan siap dicairkan hari ini,” kata Rini.

Selain persoalan PK, kendala lain yang ditemui adalah masih banyak PPPK Paruh Waktu, khususnya tenaga guru yang diangkat melalui Surat Keputusan Kepala Sekolah, belum memiliki rekening Bank Lampung. Padahal, pembayaran gaji di lingkungan Pemkab Lampung Selatan dilakukan melalui bank tersebut.

“Masih banyak yang belum memiliki rekening Bank Lampung. Ini perlu segera dilengkapi agar proses pembayaran berjalan lancar,” tambahnya.

Pemkab Lampung Selatan mengimbau seluruh perangkat daerah untuk mempercepat proses administrasi dan memastikan kelengkapan dokumen pegawai. Dengan pengajuan yang dilakukan secara bertahap serta koordinasi yang lebih intensif, pemerintah daerah optimistis pembayaran gaji PPPK Paruh Waktu dapat segera terealisasi dan menjawab keresahan pegawai yang telah mulai bekerja sejak akhir Desember 2025.

DPRD Lampung Selatan Dukung Penguatan UMKM Lewat Peluncuran Marketplace Si Muli

LAMPUNG SELATAN – Komitmen DPRD Kabupaten Lampung Selatan dalam memperkuat ekonomi kerakyatan kembali ditegaskan melalui kehadiran…

Dilantik di Tengah Pasar, Bupati Egi Ingatkan Pejabat tentang Realitas Pengabdian

LAMSEL, Kalianda – Pelantikan pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan kali ini berlangsung dengan suasana yang berbeda dari biasanya.

Jika umumnya prosesi pelantikan digelar di aula pemerintahan atau ruang rapat resmi, kali ini kegiatan tersebut justru dilaksanakan di Terminal Pasar Inpres Kalianda, sebuah ruang publik yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

Di tengah hiruk-pikuk pedagang dan aktivitas pasar, sebanyak 22 pejabat administrator serta 7 pejabat pengawas resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, Rabu (4/2/2026).

Suasana pasar yang biasanya dipenuhi transaksi jual beli, pagi itu tampak berbeda dengan hadirnya puluhan pejabat struktural Pemkab Lampung Selatan.

Selain pelantikan, terdapat pula 7 pejabat yang menerima tugas tambahan sebagai Pelaksana Tugas (Plt), terdiri dari 4 orang kepala dinas, 2 orang kepala bidang, dan 1 orang kepala sub bidang pada sejumlah perangkat daerah.

Bupati Egi menegaskan, pemilihan lokasi pelantikan di tengah pasar bukanlah tanpa alasan. Menurutnya, hal itu menjadi simbol bahwa pengabdian sebagai aparatur pemerintah tidak selalu berada dalam situasi nyaman.

“Saya lantik bapak ibu semua di tengah masyarakat, disaksikan langsung para pedagang Pasar Inpres. Ini adalah realita yang terjadi hari ini,” ujar Bupati Egi.

Ia menambahkan, integritas seorang aparatur tidak diukur dari pencitraan atau tampilan semata, tetapi dari kerja nyata, kejujuran, serta keberpihakan kepada masyarakat.

Dengan pelantikan di ruang publik seperti pasar, para pejabat diharapkan mampu merasakan langsung denyut kehidupan warga dan memahami persoalan yang terjadi di lapangan.

Bupati Egi juga mengingatkan agar pejabat yang baru dilantik tidak terlena dengan jabatan.

“Jangan yang sudah naik jabatan merasa menjadi pejabat lalu lupa daratan. Kita harus bekerja dengan hati dan melihat realita. Hari ini pasar kita banyak yang mengeluhkan sepi,” kata dia.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penempatan pejabat telah melalui proses seleksi dan pertimbangan panjang. Seluruh pejabat diminta menjunjung semangat Lamsel Betik (Bebas Transaksi Ilegal dan Korupsi) sebagai karakter birokrasi Lampung Selatan.

“Hati-hati penggunaan anggaran. Jangan sampai tidak tepat sasaran atau ada main-main. Walaupun saya orangnya tidak teliti, yang mengawasi kita banyak. Saya sudah ingatkan dari sekarang,” tegasnya.

Menurut Bupati Egi, integritas, kebersihan, dan kejujuran dalam menjalankan amanah merupakan fondasi utama birokrasi yang dipercaya rakyat. Pelantikan di ruang publik ini diharapkan menjadi pengingat bahwa jabatan selalu hadir di tengah masyarakat, bersama suara, tuntutan, serta konsekuensi pelayanan publik.

Ketua DPRD Lampung Selatan Hadiri Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026

LAMPUNG SELATAN — Ketua DPRD Kabupaten Lampung Selatan, Erma Yusneli, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah…

Ketua DPRD Lampung Selatan Serahkan Bantuan Bedah Rumah untuk 40 Warga di Empat Desa

LAMPUNG SELATAN — Ketua DPRD Kabupaten Lampung Selatan, Erma Yusneli, menyerahkan bantuan program bedah rumah kepada…

Pemkab Lampung Selatan Siap Luncurkan Tiga Inovasi Strategis: Hallo Lamsel, L-Betik, dan Desa HELAU

Lampung – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan tengah bersiap meluncurkan tiga program inovasi strategis, yakni Hallo Lamsel,…

Lampung Selatan Raih UHC Award 2026, Komitmen Jaminan Kesehatan Masyarakat Diapresiasi

Jakarta – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Di bawah kepemimpinan Bupati Radityo Egi Pratama dan Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, daerah ini meraih Universal Health Coverage (UHC) Award 2026 Kategori Pratama, sebagai bentuk pengakuan atas keberhasilan memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, dalam acara Penganugerahan UHC Award 2026 yang dirangkaikan dengan Deklarasi dan Pencanangan UHC di Ballroom JIEXPO Convention Centre and Theatre, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026).

UHC Award diberikan kepada pemerintah daerah yang dinilai berhasil memperluas cakupan perlindungan jaminan kesehatan penduduk, sekaligus menjaga keaktifan kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui sinergi berkelanjutan dengan BPJS Kesehatan.

Kabupaten Lampung Selatan tercatat sebagai salah satu dari empat daerah di Provinsi Lampung yang menerima penghargaan tersebut, bersama Kota Metro, Kabupaten Pesisir Barat, dan Kabupaten Lampung Utara.

Lampung Selatan Raih UHC Award 2026, Komitmen Jaminan Kesehatan Masyarakat Diapresiasi

Wakil Bupati M. Syaiful Anwar menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menyebut penghargaan ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam memastikan masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak.

“Alhamdulillah, Kabupaten Lampung Selatan kembali mendapatkan penghargaan UHC Award 2026. Ini merupakan apresiasi dari pemerintah pusat atas komitmen kami dalam menjamin akses layanan kesehatan bagi masyarakat,” ujar Syaiful.

Ia menambahkan, tingkat perlindungan jaminan kesehatan di Kabupaten Lampung Selatan kini telah menjangkau hampir seluruh penduduk.

“Capaian ini menunjukkan bahwa hampir 98 persen masyarakat Lampung Selatan telah tercakup dalam jaminan kesehatan. Ke depan, komitmen ini akan terus kami jaga agar pelayanan kesehatan semakin merata, berkualitas, dan berkelanjutan,” tambahnya.

Pemkab Lampung Selatan menilai penghargaan ini sebagai motivasi untuk terus memperkuat sistem jaminan kesehatan daerah, meningkatkan keaktifan peserta JKN, serta memastikan masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang adil dan mudah diakses.

Melalui capaian tersebut, pemerintah daerah menegaskan komitmennya menghadirkan kebijakan di sektor kesehatan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Bupati Egi Pelajari Sistem Pengelolaan Sampah Jepang, Siapkan Transformasi Lingkungan di Lampung Selatan

LAMPUNG SELATAN – Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, mengikuti workshop internasional tentang pengelolaan sampah dan lingkungan yang diselenggarakan Pemerintah Jepang di Tokyo pada 25–31 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam memperkuat kebijakan lingkungan berkelanjutan sekaligus mendorong transformasi sistem pengelolaan sampah daerah berbasis teknologi modern dan ekonomi sirkular.

Workshop yang berada di bawah koordinasi Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang itu mempertemukan para pejabat dari berbagai negara untuk mempelajari secara langsung sistem pengelolaan limbah nasional Jepang. Negara tersebut dikenal memiliki sistem daur ulang terpadu, tata kelola lingkungan berbasis kebijakan publik, serta pemanfaatan limbah sebagai sumber daya bernilai ekonomi.

Dalam forum tersebut, sampah tidak lagi dipandang sebagai beban lingkungan, melainkan sebagai material yang dapat diolah kembali secara efisien dan berkelanjutan. Pendekatan ini dinilai relevan untuk diterapkan di daerah yang tengah menghadapi tantangan peningkatan volume sampah akibat pertumbuhan penduduk dan urbanisasi.

Bupati Egi Pelajari Sistem Pengelolaan Sampah Jepang, Siapkan Transformasi Lingkungan di Lampung Selatan

Bupati Egi menjadi salah satu dari enam kepala daerah asal Indonesia yang mendapat undangan resmi dalam program tersebut. Delegasi Indonesia lainnya terdiri dari Wali Kota Pekanbaru, Wali Kota Yogyakarta, Wali Kota Bogor, Wali Kota Mojokerto, serta Bupati Toba. Seluruh peserta mengikuti rangkaian agenda strategis, mulai dari diskusi kebijakan, pemaparan sistem pengelolaan sampah Jepang, hingga kunjungan lapangan ke fasilitas pengolahan limbah dan pusat daur ulang berteknologi tinggi.

Dalam keterangannya, Bupati Egi menyebut kunjungan kerja ini sebagai kesempatan penting untuk menyerap praktik terbaik pengelolaan lingkungan yang telah terbukti berhasil di Jepang.

“Hari ini saya berada di Tokyo, Jepang, dalam rangka kunjungan kerja untuk mempelajari langsung kondisi terkini pengelolaan dan daur ulang sampah di Jepang,” ujarnya.

Ia menilai, pengalaman tersebut akan menjadi bekal berharga bagi Lampung Selatan dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi, efisien, dan ramah lingkungan.

“Ini hari pertama saya mengikuti workshop terkait pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Kita belajar banyak di Jepang, ternyata luar biasa. Jadi kalau Jepang saja bisa, Bismillah Indonesia juga bisa,” tambahnya.

Seluruh rangkaian kegiatan workshop difasilitasi oleh Pemerintah Jepang, termasuk akomodasi, materi pembelajaran, serta agenda kunjungan teknis. Program ini bertujuan memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pengelolaan lingkungan yang adaptif terhadap tantangan masa depan, termasuk perubahan iklim dan peningkatan kebutuhan layanan perkotaan.

Keikutsertaan Bupati Lampung Selatan dalam forum internasional ini sekaligus menegaskan komitmen daerah untuk aktif membangun kolaborasi global di bidang lingkungan. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menargetkan pembelajaran dari Jepang dapat diimplementasikan secara bertahap guna mewujudkan sistem pengelolaan sampah modern yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

Di Bawah Kepemimpinan Egi–Syaiful, Lampung Selatan Tembus 12 Besar Nasional SDGs Lewat I-SIM 2025

KALIANDA – Kabupaten Lampung Selatan kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Di bawah kepemimpinan Bupati Radityo Egi Pratama dan Wakil Bupati Muhammad Syaiful Anwar, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan berhasil meraih penghargaan dalam program Integrated Sustainability Indonesia Movement (I-SIM) 2025 dan menembus peringkat 12 besar nasional dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Dalam ajang tersebut, Lampung Selatan memperoleh skor 41,80 dan masuk kategori “The Exciter”, predikat yang diberikan kepada daerah dengan kinerja progresif dan akseleratif dalam memenuhi indikator SDGs di tingkat kabupaten se-Indonesia.

Program I-SIM 2025 diikuti oleh 105 kabupaten dari total 415 kabupaten di seluruh Indonesia. Lampung Selatan mencatatkan tingkat pengisian data indikator SDGs sebesar 100 persen, dengan mengusung program unggulan “Tangguh Bersama Menuju Sejahtera” sebagai model pembangunan berkelanjutan daerah.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian PPN/Bappenas selaku koordinator pelaksanaan SDGs Indonesia, bekerja sama dengan PT Surveyor Indonesia melalui program I-SIM for Cities. Tahun ini, program tersebut mengangkat tema “Inovasi Pangan dan Gizi: Peningkatan Kualitas SDM, Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan, dan Penurunan Kemiskinan.”

Capaian ini menjadi prestasi tersendiri bagi Kabupaten Lampung Selatan mengingat keikutsertaan dalam ajang SDGs Action Awards merupakan yang pertama kalinya. Meski demikian, Lampung Selatan mampu langsung menembus jajaran peringkat atas nasional dan meraih kategori “The Exciter”.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja kolaboratif seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan.

“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolaboratif. Kami mengajak seluruh perangkat daerah untuk terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang inklusif dengan prinsip no one left behind,” ujar Bupati Egi, Minggu (25/1/2026).

Ia menegaskan bahwa pencapaian SDGs tidak semata-mata diukur dari peringkat dan angka statistik, tetapi harus tercermin dalam kebijakan dan program nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Pembangunan berkelanjutan harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Bukan sekadar capaian administratif, melainkan hadir melalui program nyata yang meningkatkan kesejahteraan dan menjaga kelestarian lingkungan,” tegasnya.

Penghargaan I-SIM 2025 ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi lintas sektor di Kabupaten Lampung Selatan sekaligus mendorong percepatan pembangunan daerah yang berkelanjutan, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Pelantikan Pengurus DPD NasDem, Bupati Egi Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Politik untuk Pembangunan Daerah

Lampung Selatan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menegaskan komitmennya dalam memperkuat kolaborasi politik sebagai bagian…