Paduan Suara Tim Penggerak PKK Kecamatan Metro Kibang Juara 1 Lomba Sambung Lagu Dan Gerak

Lampung Timur | Patut dibanggakan, group paduan suara tim penggerak PKK Kecamatan Metro Kibang Lampung Timur, berhasil meraih juara 1 suara terbaik dalam lomba sambung lagu dan gerak “ Payu Kidah “ yang di selenggarakan oleh, Tim Penggerak PKK Kabupaten Lampung Timur pada acara puncak memperingati hari ibu yang ke 97 dan Hari Ulang Tahun Dharmawanita Persatuan ke 26, berlangsung di Aula rumah dinas bupati Lampung Timur.

Dikatakan ketua tim penggerak PKK Kecamatan Metro Kibang sekaligus ketua tim paduan suara, Sri Endayani, pihaknya tidak menyangka jika tim paduan suara PKK Metro Kibang akan berhasil meraih juara 1 paduan suara terbaik tingkat Kecamatan se Lampung Timur dan meraih juara 3 pada lomba tumpeng.

“Untuk lomba sendiri dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Kelompok Organisasi Prangkat Daerah (OPD) diikuti 28 peserta dan kelompok Kecamatan ada 24 kelompok. Dan Alhamndulillah kita berhasil meraih juara satu dari 23 Kecamatan peserta lomba,”ujar Indah panggilan akrab Sri Endayani, pada Lampung7.com, Senin (22/12/2025).

Indah menjelaskan, keberhasilan kelompoknya merupakan hadiah istimewa pada hari Ibu yang ke 97 bagi masyarakat Metro Kibang pada umumnya dan terkusus bagi tim penggerak PKK se Kecamatan Metro Kibang.

“Group kami terdiri dari, saya sendiri, Suwarni, Sudarmiati, Desmarniati, Rismawati. Dari latihan yang rutin dan kekompakan serta tidak grogi pada saat tampil menjadi pedoman kami dan Alhamndulillah kami berhasil meraih juara satu untuk tingkat Kecamatan se-Lampung Timur. Sedangkan untuk OPD itu terpisah dari kelompok kami.’jelas Indah.

Selanjutnya, Indah menambahkan, pihaknya juga bersyukur pada lomba nasi tumpeng, tim penggerak PKK Kecamatan Metro Kibang berhasil meraih juara 3.

“Keberhasilan ini berkat suport dari semua pihak, dari jajaran Kecamatan , dari perangkat desa se-Kecamatan Metro Kibang dan dari seluruh masyarakat tentunya,” tandas Indah. | (Gun).

Sadis, Preseden Buruk Dunia Olahraga, Novellia Yulistin Sanggem Minta Koni Provinsi Ambil Alih Proses Penjaringan Ketua Koni Lamtim

Lampung Timur – Anggap sadis dan preseden buruk bagi dunia olahraga, Koni Provinsi diminta ambil alih proses penjaringan dan pemilihan ketua Koni Lampung Timur.

Hal ini diungkapkan oleh Novellia Yulistin Sanggem, ketua tim Lo dari Purnama Hidayah, yang merupakan salah satu kandidat bakal calon Ketua Koni Kabupaten Lampung Timur.

Kepada wartawan, kamis, (17/12/2025,) Novellia Sanggem mengungkapkan keprihatinannya atas gugurnya salah satu Bacalon atas nama Purnama Hidayah.

“Sadis dan jahat ya, menurut saya kejadiannya, bagaimana mungkin rentetan dugaan pemufakatannya luar biasa, sistematis dan dilakukan diluar nalar” ungkapnya kesal.

“Bagaimana mungkin, tanggal 13 Desember, batas akhir pengembalian persyaratan, sudah diterima dan dianggap lengkap oleh panitia, tiba tiba tanpa sepengetahuan kami, tanggal 14 surat pencabutan dukungan dikeluarkan oleh 3 cabor, dan sadisnya lagi, panitia penjaringan dan cabor, kompak tidak memberikan informasi sedikitpun kepada rekan kami, sampai panitia mengeluarkan pengumuman bahwa rekan kami gugur” tambahnya.

Untuk itu, saya minta kepada Koni Provinsi agar mengambil alih proses ini, ini preseden buruk bagi dunia olahraga, seharusnya kompetisi calon ketua Koni merupakan representasi dari marwah olahraga, yakni Fair play dan transparan dalam kompetisi” tambahnya.

Seperti diberitakan sebelum nya, diduga perhelatan Musorkablub Koni Lampung Timur penuh skenario, Intervensi, rekayasa dan pemufakatan jahat Ketua DPRD Lampung Timur, Rida Rotul Aliyah dan Panitia Penjaringan Ketua Koni Lampung Timur.

Hal ini diungkapkan oleh Purnama Hidayah, yang merupakan salah satu kandidat calon Ketua KONI Kabupaten Lampung Timur.

Kepada wartawan, Rabu 17/12/2025, Ipung, sapaan Purnama Hidayah mengungkapkan kronologi dugaan tersebut, yaitu pada tanggal 15 Desember pukul 09.09 menit, dirinya ditelpon oleh Ketua DPRD Lampung Timur, Rida Rotul Aliyah, yang mengajak bertemu di siang hari setelah dirinya selesai menghadiri Musda Golkar.

“Kemudian pada pukul 12.40, saya kembali ditelpon oleh staff Ketua DPRD dan mengatakan bahwa Rida Rotul Aliyah sudah siap bertemu, dan menunggu saya di ruang Ketua DPRD Lampung Timur.

“Di dalam ruangan tersebut, Ketua DPRD menyampaikan kepada saya bahwa akan ada skenario perpanjangan pendaftaran, atau dibuka pendaftaran ulang, karena orang yang dikehendaki Bupati, kemarin terlambat mendaftar”

“Pada pukul 23.02, saya mendapatkan info pengumuman penetapan calon yang didalamnya menyebutkan bahwa saya dinyatakan gugur, karena beberapa cabor menarik dukungan, dan hanya ada satu calon yang memenuhi syarat mendapatkan 7 dukungan cabor, yakni atas nama Arif Setiawan”

“Tentu saja ini sangat aneh, didalam berita acara tersebut disebutkan bahwa ada 4 cabor yang menarik dukungan dari saya tertanggal 15 Desember 2025 yang dikirimkan ke Panitia Penjaringan tanpa ada pemberitahuan ke saya oleh Ketua Cabor maupun pihak panitia penjaringan.

“Itu menurut saya cacat formil dan diduga bagian dari rekayasa, karena surat pencabutan dukungan cabor mereka itu disampaikan ke Panitia Penjaringan Ketua tanpa diketahui oleh saya”

“Seharusnya panitia tidak menerima surat penarikan dukungan tersebut, dikarenkan surat dukungan sudah sah diberikan kepada saya, dan sudah saya serahkan ke Panitia seleksi” , berkas saya tidak bisa digugurkan secara sepihak, “ungkapnya.

“Untuk itu saya akan melaporkan dugaan pemufakatan jahat, rekayasa dan tidak netralnya panitia penjaringan Ketua KONI Kabupaten Lampung Timur, ke KONI Provinsi.

“Saya juga berencana akan mengirimkan surat somasi kepada Ketua Cabor yang manarik dukungan ke saya tanpa konfirmasi, serta akan melaporkan mereka ke organisasi mereka ditingkat Provinsi.

Calon Ketua KONI Lampung Timur Ungkap Dugaan Intervensi dan Rekayasa Penjaringan

LAMPUNG TIMUR — Proses Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) KONI Kabupaten Lampung Timur yang dijadwalkan berlangsung sejak 1 hingga 21 Desember 2025 disorot tajam. Salah satu kandidat calon Ketua KONI Lampung Timur, Purnama Hidayah, mengungkap dugaan adanya intervensi, rekayasa, dan pemufakatan tidak sehat dalam tahapan penjaringan calon.

Kepada wartawan, Rabu (17/12/2025), Purnama Hidayah yang akrab disapa Ipung menyampaikan kronologi dugaan tersebut. Ia menuturkan bahwa pada Senin (15/12/2025) sekitar pukul 09.09 WIB, dirinya menerima panggilan telepon dari Ketua DPRD Lampung Timur, Rida Rotul Aliyah, yang mengajaknya bertemu setelah menghadiri agenda Musda Partai Golkar.

“Sekitar pukul 12.40 WIB, saya kembali dihubungi staf Ketua DPRD yang menyampaikan bahwa beliau sudah siap bertemu dan menunggu saya di ruang Ketua DPRD Lampung Timur,” ujar Ipung.

Dalam pertemuan tersebut, lanjut Ipung, Ketua DPRD Lampung Timur disebut menyampaikan adanya wacana skenario perpanjangan masa pendaftaran atau pembukaan pendaftaran ulang calon Ketua KONI Lampung Timur.

“Alasannya karena ada calon yang disebut-sebut dikehendaki Bupati, namun terlambat mendaftar,” katanya.

Ipung mengaku semakin terkejut ketika pada pukul 23.02 WIB di hari yang sama, ia menerima informasi pengumuman penetapan calon Ketua KONI Lampung Timur. Dalam pengumuman tersebut, dirinya dinyatakan gugur dengan alasan sejumlah cabang olahraga (cabor) menarik dukungan, sehingga hanya tersisa satu calon yang memenuhi syarat dukungan minimal tujuh cabor, yakni Arif Setiawan.

Menurut Ipung, keputusan tersebut menimbulkan kejanggalan. Ia menyebut dalam berita acara panitia tercantum empat cabor menarik dukungan kepadanya tertanggal 15 Desember 2025, namun tanpa adanya pemberitahuan sebelumnya kepada dirinya.

“Surat penarikan dukungan itu dikirim langsung ke panitia penjaringan tanpa sepengetahuan saya. Baik ketua cabor maupun panitia tidak pernah mengonfirmasi hal tersebut kepada saya,” ujarnya.

Ia menilai, secara administratif dan etika organisasi, tindakan tersebut cacat formil dan patut diduga sebagai bagian dari rekayasa.

“Dukungan cabor itu sudah sah diberikan kepada saya dan telah diserahkan ke panitia penjaringan. Seharusnya panitia tidak menerima surat penarikan dukungan secara sepihak, apalagi tanpa klarifikasi kepada calon,” tegas Ipung.

Atas dasar itu, Ipung menyatakan akan melaporkan dugaan pemufakatan tidak sehat, rekayasa, serta dugaan ketidaknetralan panitia penjaringan Ketua KONI Lampung Timur kepada KONI Provinsi Lampung.

Selain itu, ia juga berencana mengirimkan surat somasi kepada ketua cabor yang menarik dukungan tanpa konfirmasi, serta melaporkan tindakan tersebut ke organisasi induk cabang olahraga di tingkat provinsi.

“Saya akan menempuh langkah organisasi dan hukum agar proses penjaringan Ketua KONI Lampung Timur berjalan sesuai aturan, transparan, dan adil,” pungkasnya.

Ristiadi : Kilas Balik Berdirinya Desa Kibang, Jangan Lupakan Sejarah Desanya

Lamtim | Desa Kibang Kecamatan Metro Kibang Kabupaten Lampung Timur, adakan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan lakon turune wahyu makoto romo, dengan dalang Ki Rohmad Susanto, dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke 76 serta bersih Desa, berlangsung di lapangan sepak bola Dusun 6 Mulyosari, Senin (21/7/2025).

Pj. kepala Desa Kibang, Ristiadi menjelaskan singkat Kilas balik berdirinya desa Kibang yaitu pada tahun 1949, pada masa itu Desa Kibang dikenal dengan nama Dusun Pulau Payung, yang saat ini menjadi Dusun 1 di Desa Kibang. Dan pada saat itu Desa Kibang masih menjadi bagian dari desa Rejomulyo ( Metro Selatan ) Kecamatan Metro Kabupaten Lampung Tengah.

Dusun Pulang Payung inilah cikal bakal berdirinya sebuah desa yaitu desa Kibang yang dikemudian hari berkembang menjadi bagian penting terbentuknya Kecamatan Metro Kibang, masuk ke dalam wilayah administrasi Kabupaten Lampung Timur.

“Seiring berjalannya waktu dan pertumbuhan masyarakat, pada 27 Maret 1969, berdasarkan surat keputusan (SK) Gubernur Lampung Nomor 6/8/B.I/D/1969, Desa Kibang resmi ditetapkan sebagai desa definitif dengan kepala Desa bapak M.Harun, beliaulah kepala desa pertama,” jelas Ristiadi.

Selanjutnya, Ristiadi mengungkapkan, secara berturut – turut tongkat astafet kepimimpinan di desa Kibang dipegang oleh para tokoh terbaik dari warga desanya.
Pemilihan kepala Desa pertama berlangsung pada tahun 1971 dan M.Saumi terpilih menjadi kepala desa berikutnya hingga tiga priode.

“Berkaca pada perjalanan sejarah itu, kita belajar bahwa pembangunan desa bukan hasil kerja satu orang atau dua orang, tapi buah dari kerja keras secara kolektif masyarakat, tokoh masyarakat, pemuda, perempuan, petani dan semua lapisan masyarakat yang dengan penuh cinta kasih merawat desa ini,”ungkapnya.

Dikatakan Ristiadi, momentum bersih Desa ini sebagai momen intropeksi diri membersihkan hati dari rasa iri dengki, memperkuat tali persaudaraan serta membulatkan tekad untuk membangun desa Kibang kearah yang lebih baik.

“Untuk itu saya mengajak seluruh masyarakat mari kita sama-sama belajar dari sejarah desa Kibang yang penuh makna dan perjuangan. Jangan sampai kelak di kemudian hari generasi penerus melupakan sejarah desanya, tidak mengenal tokoh-tokoh yang telah berjuang keras untuk mendirikan dan membangun desa Kibang, dari sebuah dusun kecil menjadi sebuah desa yang besar maju, makmur, sejahtera dan religi,”pungkas Ristiadi.| (Gun).