Lompat ke konten
Selamat Membaca Prabowo Ungkap Alasan Indonesia Gabung BoP: Dorong Kemerdekaan Palestina

Prabowo Ungkap Alasan Indonesia Gabung BoP: Dorong Kemerdekaan Palestina

Bogor – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa keputusan Indonesia bergabung dalam Board of Peace (BoP) dilakukan melalui pertimbangan matang demi mendukung kemerdekaan penuh Palestina.

Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam diskusi bersama pakar dan jurnalis senior di kediamannya di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang ditayangkan pada Kamis (19/3/2026).

Berawal dari Pidato di Sidang Umum PBB

Prabowo menjelaskan, keterlibatan Indonesia dalam inisiatif perdamaian global tersebut bermula dari pidatonya di Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 23 September 2025.

Dalam forum internasional itu, ia kembali menegaskan dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina serta mendorong solusi dua negara (two-state solution) sebagai jalan damai yang berkelanjutan.

Pertemuan dengan Pemimpin Dunia

Beberapa jam setelah pidato tersebut, Prabowo bersama para pemimpin negara mayoritas Muslim dalam Group of Eight—termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yordania, Turki, Pakistan, Qatar, dan Mesir—diundang oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Dalam pertemuan tersebut, AS menawarkan rencana perdamaian 21 poin untuk Gaza yang dipaparkan oleh utusan khusus, Steve Witkoff.

Dua Poin Kunci: Peluang Kemerdekaan Palestina

Prabowo menyoroti poin ke-19 dan ke-20 dalam proposal tersebut, yang membuka peluang bagi Palestina untuk menjadi negara mandiri serta mendorong dialog damai dengan Israel.

Menurutnya, poin tersebut sejalan dengan sikap Indonesia yang sejak lama mendukung kemerdekaan Palestina melalui solusi dua negara.

“Di situ ada peluang, walaupun kecil. Akhirnya kami berdiskusi dan memutuskan untuk mendukung,” ujar Prabowo.

Strategi: Masuk untuk Mempengaruhi

Keputusan bergabung dalam BoP diambil setelah pertimbangan bahwa keikutsertaan Indonesia dapat memberikan ruang lebih besar untuk memengaruhi kebijakan internasional.

Bahkan, gagasan pembentukan BoP sendiri telah diadopsi dalam Dewan Keamanan PBB melalui Resolusi 2803.

“Kalau kita di dalam, kita bisa membantu rakyat Palestina. Kalau di luar, kita tidak bisa berbuat banyak,” tegasnya.

Siap Keluar Jika Tidak Sejalan

Meski bergabung, Prabowo menegaskan Indonesia tidak akan ragu keluar dari BoP apabila kebijakan yang dihasilkan tidak berpihak pada Palestina atau kepentingan nasional.

“Kalau sudah tidak ada harapan atau justru merugikan, kita akan keluar,” katanya.

Komitmen Indonesia untuk Palestina

Prabowo menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa dukungan terhadap Palestina merupakan amanat sejarah dan prinsip politik luar negeri Indonesia.

“Perjuangan bangsa Indonesia sejak dulu selalu membela kemerdekaan Palestina,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *