Kejurnas Junior 2025, Atlet Panahan Metro Terpilih Lolos Seleksi Wakili Lampung

Metro | Tujuh atlet muda terbaik Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kota Metro terpilih memperkuat tim panahan Provinsi Lampung pada ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panahan Junior Tahun 2025, yang digelar di Super Soccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, pada 27 Juni hingga 5 Juli 2025 mendatang.

Atlet asal Metro tersebut berhasil lolos dalam tahapan seleksi ketat yang digelar oleh Pengurus Provinsi (Pengprov) Perpani Lampung dan menjadi kontingen resmi Provinsi Lampung yang akan bertanding menghadapi pemanah-pemanah muda terbaik dari seluruh Indonesia.

Adapun ketujuh atlet tersebut yakni Satria Prawira Wibowo dan Anastasia Adinda Puspa Iswandari yang akan turun di divisi recurve usia 18 tahun. Kemudian, Ghazi Farzan Putra Sahesta dan Muhammad Fawwaz Faqih akan berlaga di divisi recurve usia 15 tahun.

Kemudian, Sultan Nadindra akan bertanding di divisi compound usia 18 tahun. Dua atlet termuda lainnya ialah Arjuna Aditya DP dan Aurora Zivanna R yang akan bertanding di divisi nasional usia 13 tahun.

Official Perpani Kota Metro, Kenthy Cahyaninrum menyampaikan bahwa ketujuh atlet tersebut merupakan hasil pembinaan dan pelatihan jangka panjang Perpani Metro dan telah melewati proses seleksi daerah yang ketat.

“Ketujuh atlet ini telah melewati seleksi berjenjang dan dinyatakan lolos sebagai tim resmi yang mewakili Provinsi Lampung dalam Kejurnas Junior 2025. Ini merupakan kebanggaan bagi Kota Metro dan sekaligus pembuktian bahwa pembinaan olahraga panahan di daerah kami menunjukkan hasil positif,” ucap Kenthy saat dikonfirmasi awak media, Selasa (24/6/2025).

Sementara itu, Pelatih panahan Kota Metro, Wahyu Hidayah menjelaskan bahwa berbagai persiapan telah dilakukan guna memastikan kesiapan atlet dalam menghadapi persaingan nasional, termasuk latihan intensif secara teknis dan mental.

“Kami menargetkan semua atlet tampil maksimal dan mampu meraih medali. Mereka telah menunjukkan kemajuan signifikan selama latihan dan kami optimistis bisa membawa pulang prestasi untuk Kota Metro dan Provinsi Lampung,” ujar Wahyu.

Ia juga menambahkan bahwa ajang Kejurnas Junior ini sangat penting sebagai tolak ukur perkembangan atlet usia muda dan menjadi peluang untuk bersaing memasuki sentra pembinaan olahragawan muda seperti Spobnas, Slompn dan Cyatc.

“Kejurnas Panahan Junior merupakan agenda tahunan yang digelar oleh Pengurus Besar Perpani dan menjadi kompetisi tertinggi untuk kategori usia dini dan remaja. Atlet-atlet yang tampil di ajang ini adalah hasil seleksi dari setiap provinsi dan mewakili yang terbaik di masing-masing daerahnya,” tandas Wahyu.

Dengan keberhasilan tujuh atlet Metro masuk ke dalam tim resmi Lampung, Perpani Kota Metro berharap ini menjadi momentum untuk terus memperkuat pembinaan atlet usia muda dan memacu semangat generasi penerus olahraga panahan di daerah.| (Arif).

Tomy Kembali Pimpin Porlasi Lampung

Bandarlampung | H M Nur (Tomy) kembali dipercaya memimpin Pengprov Porlasi Lampung masa bakti 2025-2029, pada pelaksanaan Musyawarah Provinsi (Musprov) Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia (Porlasi) yang digelar, di Hotel Emersia Bandarlampung, Kamis (19/6/2025) sore.

Musyawarah Provinsi (Musprov) Porlasi Lampung, dengan agenda pemilihan Ketua Umum dan Laporan Program kerja masa bakti sebelumnya serta diikuti oleh seluruh voters yang ada di bawah Porlasi Lampung.

Terpilihnya kembali Tomy sebagai Ketua, karena seluruh voters sepakat mendukung dan memilih kembali inkamben, untuk kembali menjadi nakoda Cabor Layar untuk 4 tahun ke depan.

Selain itu, Tomy juga berjanji akan lebih meningkatkan Cabor Layar Lampung, sehingga bisa bersaing dan meraih prestasi di PON 2028 mendatang.

“Kami akan berusaha lebih baik lagi terutama di PON 2028 mendatang. Targetnya adalah medali, tentunya didukung dengan seluruh unsur, terutama atlet dan peralatan. Kami optimis bisa bersaing di PON mendatang. Doakan biar Layar Lampung berprestasi,” kata Tomy.

Dia juga menambahkan, untuk langkah kedepan pihaknya akan mengajak dunia pendidikan, baik itu tingkat pelajar Sekolah maupun Perguruan Tinggi guna melahirkan atlet-atlet layar yang handal dan berprestasi.
Dengan demikian harapan regenerasi dan munculnya atlet-atlet daerah akan lebih menjamin.

“Kami akan bekerja sama dengan kalangan pendidikan. Mengingat layar juga ada nomor kelompok pelajar, baik SD sampai dengan SMA. Ini salah satu langkah kami kedepan,” pungkas Tomy.| (Red).

Jadwal Piala Presiden 2025 Dimajukan, Laga Pembuka Tetap Digelar 6 Juli, Cek Update Disini

Bandung — Turnamen Piala Presiden 2025 mengalami penyesuaian jadwal, meskipun laga pembuka tetap dilaksanakan pada Minggu,…

Faishol Siap Tingkatkan Prestasi Olahraga Lampung

Bandarlampung | Hi Faishol Djausal mengembalikan formulir Bakal Calon Ketua Umum KONI Lampung, secara langsung kepada Tim Tahapan Penyaringan dan Penjaringan (TPP) KONI Lampung di Kantor 31 Bandarlampung, Senin (16/6/2025).

Dengan mengembalikan formulir pendaftara bakal calon ketua, maka secara resmi Hi Faishol Djausal maju sebagai calon ketua umum KONI Lampung pada Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) pada tanggal 26 Juni mendatang .

Dalam wawancara dengan awak media, Ayah sapaan akrab Hi Faishol Djausal menegaskan, targetnya untuk olahraga Lampung ke depan adalah lebih meningkatkan prestasi, sehingga mampu bersaing dengan daerah-daerah yang menjadi kekuatan olahraga nusantara.

“Utamanya adalah peningkatan prestasi olahraga daerah. Tentunya hal itu memerlukan kerja keras dan keseriusan. Saya yakin olahraga Lampung bisa berkembali lebih baik lagi,” ucap Faisol.

Menyangkut pelaksanaan Musorprovlub pada 26 Juni mendatang, Faishol sangat berharap pelaksanaan Musprovlub bisa berjalan lancar sehingga pelaksanaanya sukses. Untuk itu persiapan harus dimatangkan sehingga tidak terjadi kendala atau masalah yang serius.

Sementara itu Ketua LO yang juga Sekretaris IPSI Lampung Riagus menerangkan bahwa H Faishol Djausal maju setelah dicalonkak oleh kurang lebih 64 voters atau suara dari 83 anggota KONI Lampung. 64 voters tersebut terdiri dari 47 cabang olahraga, 4 olahraga fungsional dan 13 KONI Kabupaten/Kota.

“Kami sudah mengantongi 64 voters atau suara dari 83 yang ada. Demgan modal itu kami mencalonkan Bapak H Faishol Djausal, menjadi Calon Ketua Umum KONI masa bakti 2025-2029 mendatang,”pungkas Riagus. | (Red).

Adventure Off Road 2025 Kota Metro, Turut Bangkitkan UMKM

Kota Metro | Dalam rangkaian kegiatan, Hari Ulang Tahun (HUT) ke-88 Kota Metro , Indonesia off-road Federation ( IOF ) Kota Metro bekerjasama dengan Disporapar gelar kegiatan Adventure Off Road 2025 yang berlangsung dikawasan Stadion olah raga Tejosari Metro Timur.

Puluhan off-roader dari berbagai daerah di Lampung. Turut ambil bagian menaklukkan jalur ekstrem dalam ajang Metro Bumi Sai Wawai (BSW) Adventure Off-Road ke-5, Pada Sabtu dan Minggu (14 – 15 Juni 2025).

Tidak hanya menghadirkan aksi adrenalin tinggi bagi para Offroader, kegiatan tersebut juga menjadi magnet ekonomi bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di sekitar kawasan Stadion Tejosari, Metro Timur yang menjadi pusat kegiatan

Kegiatan tersebut dilepas secara langsung oleh Walikota Metro Bambang Iman Santoso.
Tercatat 49 off-roader resmi mengikuti kegiatan ini, membelah medan berlumpur dan rintangan alam dengan rute menantang sejauh 11 kilometer.

Rute dibagi ke dalam dua jalur, yaitu Jalur A sepanjang 3 kilometer dan Jalur B sepanjang 8 kilometer, yang melintasi Kecamatan Metro Timur dan Metro Selatan.

Ketua IOF Metro, Tondi MG Nasution mengatakan, kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang telah memasuki tahun kelima.

“Setiap tahun antusiasme peserta meningkat. Tidak hanya untuk merayakan ulang tahun Kota Metro, tapi ini juga bagian dari upaya kami mendukung promosi wisata dan penggerak ekonomi lokal,” kata Tondi.

Kegiatan ini tidak hanya menyuguhkan pertunjukan otomotif ekstrem, namun juga memberi dampak ekonomi langsung kepada warga. Berbagai stan UMKM disiapkan di sekitar area stadion, mulai dari kuliner tradisional, suvenir khas Metro, hingga produk kerajinan tangan lokal.

Sementara,Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kontribusi komunitas off-roader dan panitia dalam mendukung geliat ekonomi lokal.

“Acara ini tidak hanya hiburan dan ajang olahraga ekstrem, tapi nyata memberi dampak pada perekonomian sekitar, terutama para pelaku UMKM. Inilah bentuk sinergi antara komunitas, masyarakat, dan pemerintah,” ucap Bambang.

Selanjutnya, Ia mengisyaratkan bahwa Metro tidak akan berhenti di sini.

“Pemerintah siap mendukung penuh kegiatan serupa, bahkan ke depan kami membuka peluang agar event ini bisa menjadi agenda berskala nasional. Ada rencana di bulan September nanti kami akan menghadirkan tamu kehormatan dari Jakarta untuk mencoba langsung jalur off-road Kota Metro,” imbuhnya.

Metro BSW Adventure Off-Road bukan sekadar ajang adu kekuatan mesin dan nyali, namun juga menjadi bagian dari branding Metro sebagai kota dengan potensi sport tourism.

Jalur off-road yang melewati kawasan alam dan perdesaan Metro Selatan hingga Timur menawarkan pengalaman unik yang dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai destinasi petualangan.

Tak sedikit peserta yang menyatakan kekagumannya terhadap medan dan keramahan masyarakat lokal.

“Jalurnya menantang tapi menyenangkan, dan sambutan warga Metro luar biasa. Ini salah satu event paling solid di Lampung,” ujar Nanang satu peserta dari IOF asal Metro.

Selain itu, ajang ini juga menjadi momentum mempererat solidaritas antar komunitas. Para off-roader tidak hanya bertarung dengan alam, tetapi juga saling mendukung di lapangan, menciptakan semangat kebersamaan dan solidaritas tinggi.

Bagi Pemerintah Kota Metro, event ini membuktikan bahwa kegiatan komunitas, jika dikelola dengan baik, dapat menjadi mesin penggerak ekonomi kreatif, promosi pariwisata, hingga penguatan identitas kota.

Sebagaimana diungkapkan Wali Kota Bambang Iman Santoso, Metro tidak hanya akan membangun jalan dan gedung, tapi juga membangun semangat, peluang, dan kebanggaan bersama.

Pada ajang tersebut ,Team Offroad yang berhasil keluar sebagai pemenang adalah, hadiah utama sebesar Rp.15 jura diraih oleh Team Laba – Laba. Juara perorangan diraih oleh Driver Anca Marta Utama dari Bandar Lampung mendapat uang pembinaan sebesar Rp.5 juta.

Untuk team tercepat mencapai garis finish diraih oleh Team Baret asal Pesawaran dan merhak menerima Trofi serta uang pembinaan sebesar Rp. 1 juta. Tidak hanya itu, pihak panitia juga menyiapkan door prize sebanyak 22 item. | (Gun ).

Kejurda Karate BKC Lampung 2025 Resmi Dibuka Di ITERA

Lampung – Kejuaraan Daerah (Kejurda) Bandung Karate Club (BKC) Provinsi Lampung tahun 2025 resmi dibuka di Gedung Serba Guna (GSG) Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Sabtu (14/6/2025).

Kegiatan Kejurda Karate terselenggara atas kolaborasi antara BKC Provinsi Lampung, Institut Teknologi Sumatera (ITERA), dan Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Provinsi Lampung.

Perguruan BKC adalah Perguruan Karate tertua di Indonesia, dan saat ini merupakan salah satu perguruan Karate terbaik dan terbesar di Indonesia, dan tersebar di seluruh nusantara Indonesia telah menyiapkan 450 atlet Karate hasil seleksi ditingkat cabang se-Provinsi Lampung untuk mengikuti pertandingan.

Sebelum Kejurda dimulai dilakukan Pengukuhan Ir. Arif Rohman, S.T.,M.T.,Ph.D (DAN VI Karate-Do), yang juga Wakil Rektor Keuangan dan Umum ITERA sebagai salah satu Wakil Ketua Dewan Guru BKC (WKDG), yang dilakukan langsung oleh Pangadek Paguron / Pendiri BKC, Kang Iwa Rahadian Arsanata,.

Ketua Umum Pengprov BKC Provinsi Lampung, H. Tony Eka Candra (DAN VII Karate-Do), yang juga Ketua DPD GRANAT Provinsi Lampung, menyampaikan apresiasi kepada ITERA sebagai tuan rumah Kejurda Karate BKC Tahun 2025. Ia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Lampung yang turut berkolaborasi mendukung kegiatan.

“Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga bertujuan membentuk generasi yang sehat jasmani dan rohani serta menjauhkan dari narkotika untuk meraih prestasi,” ujar Tony.

Dalam kesempatan tersebut, Tony yang juga pemegang Sabuk Hitam DAN VII Karate-Do ini turut memperkenalkan sejumlah atlet Karate BKC Lampung yang telah meraih prestasi di Tingkat Daerah, Nasional, hingga Internasional. Ia juga berpesan kepada seluruh peserta pertandingan untuk menjunjung tinggi sportivitas olah raga seni bela diri Karate, mengingat bahwa seluruh atlet adalah bagian dari keluarga besar BKC Lampung.

“Kami mengapresiasi ITERA yang telah memberikan dukungan nyata kepada atlet-atlet muda untuk bertanding dan berprestasi,” pungkas Tony yang juga Ketua PD VIII KB FKPPI Provinsi Lampung.

Apresiasi juga disampaikan oleh Ketua Umum Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Lampung, yang diwakili oleh Joko Siswanto. Menurutnya, BKC dan ITERA telah memberikan ruang positif bagi pengembangan prestasi atlet muda daerah.

“Kami mengapresiasi BKC Lampung dan ITERA yang telah memberikan dukungan nyata kepada atlet-atlet muda untuk bertanding dan berprestasi,” ujar Joko.

Sementara itu, Rektor ITERA, yang diwakili Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum, Ir. Arif Rohman, S.T.,M.T.,Ph.D (C), yang juga pemegang Sabuk Hitam DAN VI Karate-Do, membuka secara resmi Kejurda Karate BKC Tahun 2025, dan menyampaikan bahwa ITERA berkomitmen untuk mendukung kemajuan olahraga di Provinsi Lampung, khususnya cabang olahraga Karate.

“ITERA bangga menjadi tuan rumah Kejurda Karate BKC 2025. Kami juga turut melibatkan para Dosen dari Program Studi Rekayasa Keolahragaan dalam mendukung kegiatan ini,” ujar Arif.

Ia menjelaskan bahwa Dosen Rekayasa Keolahragaan ITERA juga akan memperkenalkan teknologi dalam olahraga Karate, dengan memasang sensor detak jantung kepada beberapa atlet selama pertandingan berlangsung. Data tersebut akan digunakan sebagai bahan analisis kesehatan dan kinerja atlet.

Sementara dalam laporannya, panitia Kejurda Karate BKC 2025, Drs. Ari Soekrisno menyampaikan bahwa pelaksanaan Kejurda kali ini merupakan hasil kolaborasi antara BKC Provinsi Lampung, ITERA, dan Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Provinsi Lampung.

“Ajang ini tidak hanya menjadi wadah meraih prestasi, tetapi juga sarana evaluasi untuk melihat perkembangan atlet karate di seluruh Lampung, dan mempersiapkan para atlit untuk mengikuti ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate BKC Championship, pada bulan September 2025 di Bandung Jawa Barat,” ujar Ari. Ia menambahkan, Kejurda diikuti oleh 450 peserta yang terbagi dalam 45 kelas, mulai dari Siswa Tingkat Sekolah Dasar hingga Mahasiswa Perguruan Tinggi, yang berasal dari Pengurus Cabang di 15 Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung. Sebanyak 15 orang Wasit dengan lisensi Wasit Nasional dan Daerah turut dilibatkan,” ujarnya.

Selain itu, dalam kegiatan ini juga diselenggarakan Sosialisasi Anti Narkoba oleh pemateri dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Lampung, Fhata Z’af Al’Ali, M.I.Kom, Katim Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Provinsi Lampung, serta Konselor dan Penyuluh DPD GRANAT Provinsi Lampung, yaitu Prof. Dr. Novita Tresiana, M.Si., Drs. Rusfian Effendi, M.I.P., dan Rachmat Cahya Aji.

Kegiatan semakin meriah dengan perayaan HUT BKC ke-59 Tahun 2025 oleh seluruh atlet Karate BKC Lampung.

Disporapar Usulkan Revitalisasi Stadion Tejosari Jadi Metro Sport Center

Metro | Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) kota Metro, telah menggulirkan usulan strategis yaitu revitalisasi Stadion Tejosari menjadi Metro Sport Center.

Hal ini muncul sebagai bentuk respons atas padatnya aktivitas olahraga warga di ruang publik non-olahraga seperti Taman Merdeka, yang dinilai sudah tidak ideal secara tata ruang maupun fungsi kota.

Selain itu, pembangunan atau renovasi stadion tejosari sudah layak untuk dilakukan sebagai sarana penunjang kegiatan olah raga yang lengkap dan memadai.

Kepala Disporapar Metro, Tri Hendrianto melalui Sekertaris, Alfajar Nasution menjelaskan bahwa tren olahraga lari dan jogging yang kini digemari masyarakat harus difasilitasi melalui sarana olahraga yang sesuai standar. Namun, kondisi Stadion Tejosari yang ada saat ini belum mampu menjawab kebutuhan itu.

Alfajar Nasution, Sekretaris Disporapar Metro

“Kami sudah lama menyampaikan ini ke pimpinan. Fenomena jogging di kawasan jalan protokol, terutama di seputaran Taman Merdeka, sejatinya perlu dicari solusinya. Fungsi taman sebagai ruang terbuka hijau (RTH) menjadi terganggu, dan dari sisi keselamatan lalu lintas, ini juga berisiko,” kata Fajar, saat dikonfirmasi awak media, Jumat (13/6/2025).

Usulan menjadikan Stadion Tejosari sebagai Metro Sport Center bukan sekadar perbaikan fasilitas lama. Konsep ini mencakup revitalisasi total stadion menjadi pusat olahraga terpadu dengan fasilitas lintasan lari, area senam terbuka, ruang UMKM, serta integrasi dengan ruang komunitas dan kegiatan publik.

Namun tantangan terbesar ada pada pembiayaan. Menurut Fajar, pembangunan Metro Sport Center tidak mungkin ditopang hanya oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Revitalisasi ini membutuhkan anggaran besar. Kami sudah susun proposalnya dan saat ini sudah berada di tangan pimpinan. Harapan kami, ini bisa dibawa dan disuarakan ke pemerintah pusat. Jika hanya mengandalkan APBD, kami rasa akan berat,” jelas Fajar.

Ia menambahkan, pemerintah daerah membuka opsi kerja sama pengelolaan dengan pihak ketiga, termasuk melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) atau pola lain yang sesuai regulasi pengelolaan aset daerah.

Revitalisasi Stadion Tejosari disebut Fajar sejalan dengan misi pembangunan Walikota Bambang dan Wakil Walikota Rafieq, khususnya pada aspek peningkatan kualitas sarana publik dan penataan fungsi ruang kota.

“Kami menilai Stadion Tejosari bukan tidak layak, hanya kurang representatif. Lokasinya strategis, dan bisa dikembangkan. Ini adalah bagian dari indikator capaian misi kepala daerah di bidang kepemudaan dan olahraga,” tambah Fajar.

Namun, dirinya juga menekankan bahwa pembahasan teknis mengenai pola pengelolaan harus melalui kajian lanjutan lintas instansi. Status stadion sebagai aset daerah menuntut ketepatan formula hukum dan kelembagaan dalam pelaksanaannya.

Salah satu alasan mendesak di balik usulan ini adalah kembalinya Taman Merdeka pada fungsi dasarnya sebagai ruang terbuka hijau. Penggunaan taman sebagai lintasan lari selama ini dinilai menimbulkan dampak turunan terhadap lalu lintas di pusat kota dan membebani fungsi ekologis taman itu sendiri.

“Taman Merdeka seharusnya menjadi paru-paru kota, bukan lintasan olahraga utama. Stadion Tejosari lebih cocok, karena memang dirancang sebagai sarana olahraga,” jelas pria yang juga aktif menyoroti isu pembangunan tersebut.

Menurutnya, dengan memindahkan beban aktivitas olahraga ke Metro Sport Center, Taman Merdeka bisa difungsikan ulang sebagai kawasan teduh untuk rekreasi pasif dan pelestarian vegetasi kota.

Usulan revitalisasi Stadion Tejosari sesungguhnya bukan hal baru. Namun hingga kini, ide tersebut masih tertahan di fase gagasan. Dengan keterbatasan fiskal daerah dan kompleksitas pengelolaan aset publik, realisasi Metro Sport Center membutuhkan lebih dari sekadar niat baik.

Perlu ada nyali politik dari pemimpin daerah untuk menjadikan proyek ini sebagai prioritas pembangunan. Di sisi lain, dukungan legislatif, partisipasi publik, dan komitmen pusat akan menentukan apakah gagasan ini akan bertransformasi menjadi ikon baru bagi warga Metro atau kembali menjadi tumpukan dokumen dalam laci birokrasi.

“Kami sudah bahas ini lama. Semoga dengan kepemimpinan yang sekarang, Pemkot bisa wujudkan fasilitas olahraga yang benar-benar layak bagi masyarakat,” tandas Fajar.

Metro adalah kota yang berkembang, dengan penduduk muda dan gaya hidup yang dinamis. Fasilitas olahraga seharusnya bukan jadi opsi kedua, melainkan infrastruktur utama yang mendukung kualitas hidup.

Revitalisasi Stadion Tejosari, jika benar diwujudkan dengan perencanaan yang matang bukan hanya menjawab kebutuhan hari ini, tapi menjadi investasi kota yang berjangka panjang. | (Gun).

Faishol Djausal Ambil Formulir Caketum KONI Lampung

Bandar Lampung | Hi Faishol Djausal Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI Provinsi Lampung, mengambil formulir Calon Ketua Umum (Caketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung, di Kantor KONI PKOR Way Halim Bandarlampung, Rabu (11/6/2025).

Pengambilan formulir dilakukan oleh tim perwakilan dari beberapa cabang olahraga, melalui surat mandat, yang ditandatangani oleh langsung oleh H Faishol Djausal.kepada 4 orang yaitu Riagus Ria, Margono Tarmudji, Syaiful Ikhwan dan Herman Afrigal.

“Kami disini mewakili Bapak H Faishol Djausal, untuk memgambil formulir guna mendaftar menjadi calon ketua umum KONI. Kami yang mendapatkan tugas 4 orang, mewakili Bapak H Faishol Djausal,” kata Riagus.

Lebih lanjut Riagus menjelaskan, pengambilan formulir memang diwakilkan kepada mereka dan nantinya saat pengembalian baru akan diserahkan secara langsung oleh H Faishol Djausal.

Selanjutnya seluruh persyaratan yang ditetapkan oleh panitia penjaringan, siap dilengkapi dan diikuti sebelum diserahkan kepada panitia sesuai dengan tanggal pengembalian berkas.

Lebih lanjut Riagus menjelaskan bahwa penyerahan berkas atau pengembalian berkas, akan dilakukan langsung oleh Hi. Faishol Djausal sesuai dengan ketentuan yang diatur oleh panitia penjaringan maupun panitia Musorprovlub.

“Penyerahan atau pengembalian berkas, akan dilakukan oleh Pak Haji sendiri, mungkin waktunya kami sesuaikan dengan dajwal,” pungkas Riagus. | (Red).

Tinggal Percasi Belum Masuk ke Sekber Cabor Pendukung HFD

Bandar Lampung | Nyaris bulat, dukungan yang masuk ke sekretariat bersama (Sekber) cabang olahraga (Cabor) pengusung H Faishol Djausal (HFD), untuk menjadi nahkoda Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung.

Dari daftar yang diperoleh dari Sekber Cabor, Rabu (11/6) pagi, dari cabor hanya tinggal Percasi yang belum ada kabar, dan dua KONI Kabupaten Lampung Timur dan Tubaba yang belum ada kabarnya.

Menurut Riagus Ria, penanggungjawab Sekber Cabor secara dukungan tiga voters itu belum ada kabar, meskipun sempat ada namun hingga sekarang tidak muncul surat dukungannya meskipun bentuk Pdf nya.

“Seperti kami rilis sebelumnya, jumlah yang masuk ke Sekber baik bentuk Pdf maupun aslinya sudah 78. Yaa mungkin karena kesibukan mereka, kami maklum lah. Namun kami kan memang tidak mengejar atau memaksakan untuk mendukung Pak Haji. Sesuai perintah beliau, kita tunggu saja yang ikhlas mendukung. Yang tidak yaa tidak masalah,” kata Riagus Ria.

Menurut Agus, dengan disampaikannya dukungan Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (Bapopsi) dan Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (Pergatsi) pagi ini, maka sudah nyaris 100 persen. Bapopsi diantar oleh Diki Novalino, dan Pergatsi diantarkan oleh ketum Pergatsi Lampung, Budhi Darmawan.

Namun Riagus menyampaikan bukan soal jumlah persentase dukungan yang dinilainya, akan tetapi nilai keikhlasan para pengurus cabor yang mendukung HFD, yang memberikan bukti bahwa cabor menaruh harapan besar kepada HFD.

“Saat ini intinya bagaimana kita bisa mulai berfikir lebih maju ke depan, bagaimana olahraga Lampung lebih baik dalam pembinaan dan prestasinya baik nasional maupun internasional. Meskipun kita masih menunggu proses Musorprovlub. Jadi fokus utamanya adalah mensukseskan Musorprovlub KONI Provinsi Lampung 2025, dan selanjutnya menjalankan programnya dengan baik,” ungkapnya. | (Red).

Juventus Kunci Tiket Liga Champions, Venezia Degradasi Meski Cetak Gol Cepat

Venezia – Juventus memastikan tempat di Liga Champions musim 2025/26 usai meraih kemenangan dramatis atas Venezia dalam…

Inter Milan Tundukkan Como 2-0, Tapi Gagal Juara Serie A

COMO – Inter Milan menutup musim Liga Italia 2024/2025 dengan kemenangan 2-0 atas Como dalam laga…

SIKAMBHARA Resmi Dideklarasikan sebagai Suporter Bhayangkara Presisi Lampung FC

Bandar Lampung – SIKAMBHARA secara resmi mendeklarasikan diri sebagai suporter klub sepak bola Liga 1, Bhayangkara Presisi Lampung FC (BPLFC), pada Selasa, 20 Mei 2025. Deklarasi ini dilakukan di PKOR Way Halim, Bandarlampung, bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional 2025.

Sebagai informasi, BPLFC kini resmi bermarkas di Lampung, berkat peran serta Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, yang menjadikan hal ini sebagai bagian dari target 100 hari kerjanya.

Dewan Pembina SIKAMBHARA, M. Junaedi, dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa SIKAMBHARA dibentuk sebagai bentuk apresiasi terhadap perkembangan sepak bola di Lampung. “Ini adalah bentuk apresiasi kami terhadap kemajuan sepakbola di Lampung. Kami mendukung penuh Bhayangkara Presisi Lampung FC yang kini resmi berkandang di Stadion Sumpah Pemuda PKOR Way Halim,” ujarnya.

Junaedi yang juga CEO Rumah Makan Minang Indah Grup ini menambahkan rasa terima kasih kepada Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, atas keberhasilannya mendatangkan BPLFC ke Provinsi Lampung. “Ini membuktikan bahwa Gubernur kita sangat mendukung kemajuan sepakbola di Lampung. Ini juga bagian dari target 100 hari kerja Pak Gubernur, dan kita harus menyambut positif kedatangan Bhayangkara Presisi Lampung FC serta mendukung kemajuan sepakbola di Lampung,” tambahnya.

Sebagai Wakil Bendahara APINDO Lampung, Junaedi juga menyatakan bahwa SIKAMBHARA akan terus membentuk struktur organisasinya hingga ke tingkat koordinator wilayah (korwil). “Setelah deklarasi ini, kami akan membentuk korwil-korwil, dan kami membuka diri untuk semua masyarakat Lampung yang pecinta sepak bola untuk bergabung dan memberi dukungan moral kepada Bhayangkara Presisi Lampung FC,” lanjutnya.

Di penghujung sambutannya, Junaedi mengimbau agar para anggota SIKAMBHARA menjadi suporter yang dewasa dan bijak. “Kita harus mendukung Bhayangkara Presisi Lampung FC dalam keadaan apapun, baik saat menang maupun kalah. Kita harus menghindari kericuhan atau kegaduhan yang dapat merugikan klub dan Lampung. Mari kita majukan sepakbola Lampung secara sportif,” tegasnya.

Marindo Ikut Fun Game Softball Bersama Gubernur Lampung

LAMPUNG – Komunitas olahraga Two Pillar Softball Lampung menggelar acara Fun Game Softball di Lapangan Way Halim, Bandar Lampung, pada Minggu, 18 Mei 2025. Acara ini semakin istimewa dengan kehadiran Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, atau yang akrab disapa Yai Mirza, sebagai tamu kehormatan sekaligus peserta dalam pertandingan persahabatan tersebut.

Selain Gubernur Mirza, acara ini juga dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari atlet, pelatih, pecinta olahraga softball, hingga pejabat daerah, termasuk Marindo Kurniawan, Kepala BPKAD Provinsi Lampung. Kehadiran Marindo menambah semangat dan kebersamaan dalam kegiatan ini, yang bertujuan untuk mempererat hubungan antar komunitas serta mempromosikan olahraga softball di Provinsi Lampung.

“Saya sangat senang dan mengapresiasi acara fun game ini. Dan kehadiran Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, juga terlihat memberikan semangat baru bagi para pemain untuk terus mengembangkan olahraga softball di Lampung,” ujar Marindo Kurniawan.

Marindo, yang juga mengenakan seragam softball lengkap, tampak antusias mengikuti jalannya pertandingan. Keikutsertaannya dalam acara ini semakin memperkuat komitmen untuk mendukung perkembangan olahraga di daerah, khususnya softball, sebagai salah satu cabang yang potensial untuk mendukung prestasi olahraga di Lampung.

Acara ini diharapkan dapat menjadi ajang pembinaan dan motivasi bagi komunitas olahraga di Lampung, serta mempererat tali persaudaraan antara pemerintah daerah, komunitas olahraga, dan masyarakat luas.

Two Pillar Softball Lampung Adakan Fun Game Softball Bersama Gubernur Lampung

LAMPUNG – Komunitas olahraga Two Pillar Softball Lampung menggelar acara Fun Game Softball yang diadakan di Lapangan Way Halim, Bandar Lampung, pada Minggu, 18 Mei 2025. Acara ini terasa istimewa dengan kehadiran Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, yang lebih akrab disapa Yai Mirza, sebagai tamu kehormatan sekaligus peserta dalam pertandingan persahabatan tersebut.

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Softball Way Halim ini diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari atlet, pelatih, pecinta olahraga softball, hingga pejabat daerah. Tujuan utama acara ini adalah untuk mempererat hubungan antar komunitas dan sekaligus mempromosikan olahraga softball di Provinsi Lampung.

“Saya sangat senang dan mengapresiasi kehadiran Bapak Gubernur dalam acara fun game ini. Kehadiran beliau memberikan semangat baru bagi kami untuk terus mengembangkan olahraga softball di Lampung,” ujar Wahyudi (Yudi Ceper), salah satu anggota komunitas Two Pillar Softball Lampung.

Gubernur Mirza, yang mengenakan seragam softball lengkap, tampak antusias mengikuti jalannya pertandingan. Dalam sambutannya, ia menyatakan dukungannya terhadap kegiatan olahraga yang dapat menjadi sarana untuk membina generasi muda dan mempererat hubungan sosial masyarakat.

“Saya berharap kegiatan olahraga seperti ini bisa menjadi agenda rutin, karena selain mendukung kesehatan, olahraga juga berperan penting dalam memperkuat rasa persatuan,” kata Gubernur Mirza.

Acara Fun Game Softball bersama Gubernur Lampung ini ditutup dengan sesi foto bersama serta komitmen untuk mendukung pengembangan olahraga softball di Lampung.

Thailand Open 2025: Indonesia Kirim Dua Wakil ke Semifinal

Olahraga – Indonesia memastikan dua wakil melaju ke semifinal Thailand Open 2025. Satu tiket diraih dari…

Ciro Alves Dihukum Tambahan Dua Laga, Persib Sampaikan Kekecewaan

Sepak Bola – Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi tambahan kepada penyerang Persib Bandung, Ciro Alves,…

Women’s Championship akan Ganti Nama Jadi WSL 2

Women’s Championship, yang merupakan Divisi 2 Liga Inggris Wanita, akan berganti nama menjadi Women’s Super League…

Imron Rosadi Desak Plt KONI Lampung Segera Gelar Musorprovlub

Pringsewu | Desakan untuk segera menggelar Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) terus menggema, seiring dengan penilaian bahwa Plt Ketua Umum KONI Lampung Budhi Darmawan dinilai “bermain-main” dengan waktu.

Banyak pihak menengarai bahwa Budi “bermain waktu” untuk melaksanakan tugas dari KONI Pusat yakni melaksanakan Musorprovlub KONI Lampung.

Beberapa kegiatan yang dilakukan Kadis PU Pengairan ini, justru banyak membahas hal-hal yang tidak urgent, seperti Porprov, Porkab-Porkot dan Tuan rumah PON.

Budi digadang bisa melakukan tugas KONI Pusat dengan baik, yakni segera membentuk panitia baik SC maupun OC sebagai perangkat kerja Musorprovlub tersebut.

Karena selama ini sudah banyak beredar pemberitaan terkait calon-calon ketua umum yang diusung oleh Cabang Olahraga, maunpun yang mencalonkan dirinya dalam kontestasi ketua umum KONI provinsi Lampung.

Salah satu pihak yang mendesak adalah Imron “Gajah Lampung” Rosadi, ketua umum Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) dan Persatuan Angkat Berat Seluruh Indonesia (Pabersi).

Dalam sebuah kunjungan para pengurus Cabor ke Pringsewu beberapa waktu lalu, juga tercetus beberapa pemikiran Imron Rosadi, yang disampaikan secara terbuka, bahwa pihaknya ingin semua persoalan KONI ini segera selesai, tidak digantung dan tidak terus berkembang isu-isu yang simpang siur.

Imron Rosadi mengatakan bahwa setelah timbulnya surat Mosi tidak percaya dua bulan lalu, maka kondisi sampai sekarang tidak ada kepastian, bahkan setelah ditunjuk Plt Ketua Umum KONI Provinsi Lampung, justru sibuk membahas persoalan yang tidak mendesak.

“Porkot dan Porkab kan domainnya Kabupaten Kota, ya tinggal disurati saja sudah selesai. Gak perlu rapat kalau untuk mengurusi ini. Sampaikan saja melalui surat, berapa bantuan KONI Lampung bagi penyelenggara. Kalau Porprov kan masih tahun depan. Tanyakan saja kepada semua calon pelaksana juga melalui surat sudah cukup, biar KONI masing-masing berkoordinasi dengan Bupatinya. Dan ini kerjaannya Bidang Organisasi dan bidang Pembinaan Prestasi, tidak perlu Plt turun tangan,” ucap Imron, Minggu (11/5/2025).

Imron menegaskan bahwa terkait Musorprovlub ini justru yang paling urgent. Karena adanya Plt ini disebabkan ketua umum KONI Lampung mundur. KONI Provinsi Lampung sedang tidak baik-baik saja artinya harus segera memilih ketua yang baru.

“Kalau bisa dipercepat, kenapa dilambat-lambatin. Semua cabor ini sudah menjerit sejak akhir tahun lalu terkait tidak ada lagi bantuan dari Pemprov Lampung. Apalagi KONI yang sekarang ini sudah seperti “dewa” bahwa mereka yang berhak mengatur atas uang bantuan Pemprov Lampung untuk Cabor,” kata Imron.

“Cabor, tidak pernah diberikan penjelasan atau dipanggil diajak rembugan terkait nilai bantuan dengan pertimbangan prestasi atau apa saja. KONI belakangan asyik sendiri,” tambah Imron.

Maka dari itu, Imron memberikan saran kepada Plt Ketua Umum KONI Lampung segera melakukan persiapan Musorprovlub dalam minggu ini.

“Segeralah bentuk panitianya, ikuti pola organisasi yang benar sesuai AD – ART nya. Dan segera digelar Musorprovlub. Selesai. Nanti ketua baru dan pengurus baru segera menyusun program untuk PON dan lain-lain itu,” ujar Imron.

Pemilik Padepokan Gajah Lampung di Pringsewu itu mengisyaratkan bahwa jika KONI Lampung tidak jelas, maka dengan segera pula dia akan mengambil sikap. Menurut Imron ini bukan ancaman, namun konsekuensi dari terbatasnya kemampuan untuk membiayai pembinaan. Ini realitas lapangan.

“Pengurus KONI Lampung saat ini memandang kami sudah berbeda. Ada yang bilang Angkat Besi dan Angkat Berat sudah bukan olahraga unggulan KONI Lampung lagi. Makanya akan lebih baik mereka mencari Cabor ungulan lain. Ohh yaa silahkan. Dalam kondisi terburuk pun sekarang ini PABSI dan PABERSI menyumbang 4 medali emas lo,” katanya lagi.

Bagi Imron, PABSI dan PABERSI tidak lagi diakui di Lampung tidak masalah. Karena beberapa daerah di Indonesia sejak lama menginginkannya pindah ke daerah lain.

“Yaa kalau memang tidak lagi dikehendaki oleh provinsi Lampung, seperti sikap pengurus KONI yang sekarang ini. Demi keberlangsungan prestasi anak-anak yang masih berprestasi, kami harus rela melepaskan mereka berjuang untuk daerah lain. Karena mereka masih memiliki langkah yang panjang untuk berprestasi bagi Lampung. Tapi kalau sikap KONI nya sudah seperti itu, yaa untuk apa kami ngotot? Silahkan,” ungkapnya tegas.

Imron mengisyaratkan bahwa negeri jiran, Malaysia juga meminta kesediaannya untuk memberikan beberapa Lifter Pringsewu yang akan membela negara itu, dengan fasilitas yang jauh lebih memadai.

Namun Imron mengaku masih cinta sama provinsi Lampung, dan tetap akan mencoba bertahan sampai beberapa waktu ke depan.

“Saya sudah mulai pasrah sekarang. Cara-cara pembinaan KONI Lampung khususnya terhadap Cabor kami. Bukan pendekatan manusiawi seperti dulu. Sudah bergaya teknologi atau sport science, tetapi tidak ada kenyataannya semua,” tambahnya.

Perlu ada evaluasi, kata Imron, kalau memang mau kembali dinaikkan, maka harus duduk bersama membicarakan hal ini, karena membina olahraga memang mahal.

“Jika anggaran Pemprov tidak memadai, maka harus dicari bapak angkat yang peduli,” pungkas Imron. | (Red).

Inter Milan Lolos ke Final Liga Champions Usai Taklukkan Barcelona Lewat Drama Perpanjangan Waktu

BOLA — Inter Milan memastikan satu tempat di final Liga Champions 2024/2025 setelah mengalahkan Barcelona dengan…

Ganda Putra Putri Tim Bandar Lampung Sabet Juara COPPA Tenis Turnamen

Metro | Setelah tiga hari pelaksanaan COPPA Tenis Turnamen yang digelar Marri Tenis Club Metro, akhirnya Feri /Endi dari Tim Bandar Lampung tampil sebagai juara satu Ganda Putra dan Giyanti/Dwi Ritawati dari Tim Bandar Lampung juara satu Ganda Putri, di lapangan tenis AB Garuda Yosorejo Kota Metro, Minggu (27/4/2025).

Feri /Endi berhasil menjadi juara setelah di babak final berhasil mengandaskan Billy/Uda Haris dari Tim Bandar Lampung dengan skor 8 -2, sementara Giyanti/Dwi Ritawati berhasil menjadi juara ganda Putri setelah babak final mengalahkan Siluh Putu/Aulia R dari Tim Bandar Lampung dengan skor 8 – 5.

Perjalanan Feri/Endi melaju ke final setelah pada semifinal berhasil mengalahkan Yopi /Sutarno dari Tim Kota Metro dengan skor 8-1, sedangkan Billy /Uda Haris pada semifinal harus berjuang mati-matian untuk memperoleh poin, tapi akhirnya berhasil mengandaskan pasangan Handoko/Yana M dari Tim Way Kanan dengan score 8-7.

Sementara perjalanan Giyanti/Dwi Ritawati melaju ke final setelah pada semifinal berhasil mengalahkan Dora /Iwuk dari Tim Bandar Lampung dengan skor 8-3, adapun Siluh Putu/Aulia R pada semifinal berhasil mengalahkan pasangan Irene/Tekila dari Tim Bandar Lampung dengan score 8-4.

Atas kemenangan tersebut, seluruh para juara baik ganda putra maupun ganda putri berhak atas hadiah berupa uang pembinaan dan Tropy.

Saat penyerahan hadiah, Ketua Marri Tenis Club Metro Randra Algifari Djaiz menjelaskan bahwa COPPA Turnamen Tenis 2025 tersebut diikuti 58 pasang atlet putra tenis lapangan dan ganda putri 23 pasang atlet, dari daerah Bandar Lampung, Lampung Utara, Waykanan, Lampung Tengah, Tubaba, Pringsewu, dan Kota Metro.

Adapun sistem pertandingan menggunakan sistem Gugur, serta jadwal pelaksanaan tanggal 25 sampai dengan 27 April 2025. | (Arif).