Lompat ke konten

Unila Raih Penghargaan Tax Center Terbaik dari DJP

(Unila): Universitas Lampung (Unila) meraih penghargaan sebagai salah satu dari Universitas Pengelola Tax Center Terbaik di Indonesia dari Direktorat Jenderal Pajak.

Penghargaan ini diterima Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., yang diserahkan langsung oleh Dirjen Pajak Kemenkeu RI Suryo Utomo, pada Senin, 25 September 2023, di Kantor Pusat DJP di Jakarta.

Selain Unila, penghargaan ini juga diberikan kepada dua universitas lainnya, yakni Universitas Gunadarma Jakarta dan Universitas Wiraraja Jawa Timur. Ketiganya dianugerahi penghargaan atas konsistensi dan dukungannya dalam Reformasi Pajak.

Wakil Rektor PKTIK Unila Dr. Ayi Ahadiat, S.E., MBA., mengatakan, Tax Center Unila diketuai R. Weddie Andriyanto, S.E., M.Si., Akt., dan didukung Kamadie Sumanda Syafis S.E., M.Acc., Ak., BKP., CA., dan Neny Desriani, S.E., M.Si.

Pengelolaan Tax Center Unila akan menjadi salah satu pusat di LPPM sehingga dapat memberikan pendampingan, pelatihan dan pusat riset di bidang perpajakan yang ada di Unila dan masyarakat luas.

Ia menambahkan, di Tax Center Unila nantinya akan dikembangkan tempat sertifikasi dan/atau pelatihan perpajakan tingkat dasar dan menengah, yaitu Brevet A dan B.  Pelatihan ini menyasar untuk publik baik perusahaan maupun pemerintah.

Tax center ini akan menjadi salah satu pusat pelatihan perpajakan yang nantinya akan menjadi salah satu sumber PNBP Unila,” ujar Dr. Ayi.

Dengan diraihnya penghargaan ini diharapkan Unila dapat mengembangkan keilmuan serta pengembangan kompetensi pengelolaan perpajakan yang ada. [Angelino Vinanti Sonjaya]

The post Unila Raih Penghargaan Tax Center Terbaik dari DJP appeared first on Universitas Lampung.

Hera Amalia Ikuti MSIB di Ditjen HAM 

(Unila): Hera Amalia Azzahra, mahasiswi semester tujuh jurusan Hubungan Internasional FISIP Universitas Lampung (Unila), meniti pengalaman magangnya di Direktorat Jenderal HAM (DJHAM) Kementerian Hukum dan HAM (Kemkumham).

Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) memberinya peluang untuk mengkonversi hingga 20 sks melalui magang ini.

Alasan Hera tidak hanya terbatas pada pemenuhan syarat sks mata kuliah Praktik Kerja Lapangan (PKL), tetapi juga didorong keinginan untuk mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh selama studi.

“Saya ingin berperan aktif dalam pembuatan kebijakan, kerja sama internasional, dan memengaruhi peraturan-peraturan dengan perspektif Hak Asasi Manusia (HAM),” ujarnya.

Pengalaman magang Hera di DJHAM tidak hanya berfokus pada teori, melainkan melibatkan banyak proyek praktis. Ini termasuk analisis kebijakan HAM, praktik hukum, pengembangan keterampilan komunikasi, hingga menjadi narahubung dalam diplomasi dan hubungan internasional.

“Saya juga berperan dalam pelayanan publik, pembuatan standar operasional prosedur, proyek kolaboratif dengan Uni Eropa, hingga berkontribusi dalam kampanye antikorupsi di lingkungan DJHAM,” imbuh Hera.

Rentang waktu magang Hera berlangsung dari 10 Agustus hingga 25 Desember 2023. Selama periode ini, ia berhasil memperoleh wawasan luas tentang berbagai aspek kerja di DJHAM, relevansinya dalam konteks hubungan internasional, dan pentingnya HAM.

Hera berharap, pengalaman magang ini akan menjadi pondasi berharga untuk pertumbuhan pribadi dan profesionalnya di masa depan. Dengan berbagai proyek yang telah ia jalani, terutama yang terkait dengan proses kebijakan dan regulasi, ia berkomitmen untuk terus mendalami bidang ini.

“Saya berharap dapat menjadikan pengalaman magang ini sebagai pondasi untuk pertumbuhan pribadi dan profesional saya di masa depan,” ungkapnya.

Hera menjadi contoh inspiratif dari mahasiswa yang mengambil langkah ekstra untuk memperkaya pengalaman belajar mereka di luar ruang kuliah. [Magang_Zukhruffina Wilda Brilliant]

The post Hera Amalia Ikuti MSIB di Ditjen HAM  appeared first on Universitas Lampung.