Kejari Bandar Lampung Tahan Cahyadi Kurniawan dalam Kasus Dugaan Korupsi Kredit BNI Griya

BANDAR LAMPUNG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandar Lampung melalui Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) resmi menahan tersangka Cahyadi Kurniawan alias Adrianus Cahyadi alias Ayung dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi Program Kredit BNI Griya di PT BNI Kantor Cabang Tanjung Karang. Kasus ini terkait pembelian kios di Pasar Gudang Lelang, Kota Bandar Lampung, pada tahun 2007.

Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik memperoleh bukti permulaan yang cukup, sebagaimana hasil penyidikan dan gelar perkara pada 28 Agustus 2025.

Dalam kasus ini, tersangka yang menjabat Direktur PT CKB diduga mengajukan kredit BNI Griya untuk pembelian kios dengan menggunakan identitas pegawai PT CKB sebagai debitur. Namun, pengajuan kredit dilakukan dengan dokumen yang tidak benar, seperti surat keterangan gaji dan surat keterangan pegawai palsu. Selain itu, objek pembelian kios belum memiliki alas hak yang sah.

Akibat perbuatan tersebut, negara mengalami kerugian sebesar Rp3,79 miliar berdasarkan hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara atas pemberian kredit program griya di PT Bank Negara Indonesia periode 2006–2017.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan:

  • Primair: Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
  • Subsidair: Pasal 3 jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebelumnya, Kejari Bandar Lampung juga telah menetapkan empat tersangka lain dalam perkara yang sama, yakni Muhammad Yazid, Temmy Suryadi Kurniawan, Apitawati, dan Roy Limanto. Keempatnya sudah disidangkan dan divonis dengan putusan berkekuatan hukum tetap.

Cahyadi Kurniawan kini ditahan di Lapas Kelas I Bandar Lampung selama 20 hari, terhitung sejak 28 Agustus hingga 16 September 2025.

Dialog Terbuka Pemprov Lampung dan Buruh, Langkah Positif Menuju Kebijakan Ketenagakerjaan yang Seimbang

LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung membuka ruang dialog konstruktif bersama Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI), serikat…

Sekdaprov Lampung Lantik Dua Pejabat Eselon II, Dorong Pembangunan Desa dan Perlindungan Perempuan-Anak

LAMPUNG – Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, mewakili Gubernur Lampung melantik dua pejabat pimpinan tinggi…

Momen Membanggakan: Bupati Egi Dampingi Presiden Prabowo di Apkasi Otonomi Expo 2025

LAMSEL, Tangerang – Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, mendapat kehormatan berdiri di barisan depan mendampingi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, saat membuka Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Otonomi Expo 2025 di Nusantara Hall, ICE BSD, Tangerang, Kamis (28/8/2025).

Ajang bergengsi yang mengusung tema “Produk Lokal Mengglobal” itu resmi dibuka dengan pemukulan gong oleh Presiden Prabowo. Dalam prosesi tersebut, Presiden turut didampingi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Ketua Umum APKASI Bursah Zarnubi, serta pengurus pusat APKASI.

Bupati Egi, yang juga menjabat sebagai Bendahara Umum APKASI, berdiri di garis depan bersama Presiden dan sejumlah tokoh nasional. Momen itu menjadi kebanggaan tersendiri, tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga masyarakat Lampung Selatan.

Ketua Umum APKASI, Bursah Zarnubi, menegaskan bahwa pameran ini bukan sekadar ruang promosi produk daerah, melainkan wadah strategis yang membuka peluang investasi dan kerja sama konkret antar-daerah.
“Ekspo ini menghadirkan kesempatan nyata bagi terciptanya pasar baru serta rencana bisnis yang dapat mendorong percepatan pembangunan daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan Apkasi Otonomi Expo 2025.
“Terima kasih atas undangan ini. Ini sebuah kehormatan sekaligus kesempatan bagi saya untuk bertatap muka langsung dengan Saudara-saudara sekalian,” ungkap Presiden.

Dalam expo tersebut, Kabupaten Lampung Selatan menampilkan berbagai produk unggulan, mulai dari olahan makanan khas hingga kerajinan tangan UMKM lokal. Partisipasi ini diharapkan mampu memperluas jangkauan potensi Lampung Selatan, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga menembus pasar internasional.

Era Baru ABUJAPI JAYA Bersama Irjen Pol (Purn) Edward Aritonang

JAKARTA – Musyawarah Daerah (Musda) IV ABUJAPI JAYA resmi digelar di Balai Tetap Setia PP Polri, Pejaten, Jakarta. Acara berlangsung sukses dan lancar berkat kerja sama panitia, sponsor, serta seluruh pihak terkait.

Musda diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan Mars ABUJAPI yang diikuti secara khidmat oleh seluruh peserta. Lebih dari 300 direktur perusahaan anggota ABUJAPI JAYA hadir dalam kegiatan ini. Momentum ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan penentuan arah organisasi ke depan.

Era Baru ABUJAPI JAYA Bersama Irjen Pol (Purn) Edward Aritonang

Ketua Umum ABUJAPI, Komjen Pol (Purn) Sofjan Jacob, dalam sambutannya berpesan agar seluruh anggota terus bahu-membahu membangun organisasi agar lebih maju, serta mampu diterima secara luas di kalangan pengusaha dan pengguna jasa.

Pada Musda IV ini, empat kandidat awal mendaftar sebagai calon Ketua DPD ABUJAPI JAYA. Setelah melalui proses seleksi administrasi serta fit and proper test, hanya satu nama yang dinyatakan lolos verifikasi secara lengkap, yakni Irjen Pol (Purn) Edward Aritonang.

Era Baru ABUJAPI JAYA Bersama Irjen Pol (Purn) Edward Aritonang

Saat pengumuman calon tunggal disampaikan, seluruh peserta Musda menyambut dengan sorak-sorai dan semangat tinggi. “Hidup Pak Edward, Jaya Pak Edward!” terdengar riuh di dalam ruangan. Tanpa perlu pemungutan suara, peserta Musda secara bulat menyepakati Edward Aritonang sebagai Ketua DPD ABUJAPI JAYA periode 2025–2030. Ketukan palu pimpinan sidang menandai pengesahan resmi.

“Alhamdulillah, ini adalah hal baik yang sudah lama kami nantikan. Sosok pemimpin yang bijak seperti Pak Edward akan membawa perubahan besar bagi organisasi,” ujar Supatmo, SH., salah satu peserta Musda.

Era Baru ABUJAPI JAYA Bersama Irjen Pol (Purn) Edward Aritonang

Sementara itu, Direktur Utama PT Garuda Satu Komando, Adi Kurniawan Saputra, menyampaikan bahwa dirinya mengenal dekat sosok Edward Aritonang.

“Beliau sudah seperti orang tua bagi kami, selalu mengayomi dan membawa perubahan positif, baik dalam bisnis maupun organisasi,” ungkapnya.

Era Baru ABUJAPI JAYA Bersama Irjen Pol (Purn) Edward Aritonang

Dalam pidato perdananya, Ketua ABUJAPI JAYA terpilih Edward Aritonang menegaskan komitmennya membawa organisasi lebih maju. “ABUJAPI JAYA harus menjadi pilar utama dan cerminan bagi seluruh daerah. Kita akan membenahi Jakarta, memberi teladan bagi DPW lain, serta fokus pada kesejahteraan anggota dan satpam. Karena kita adalah wadah untuk membina dan mengayomi personel,” tandasnya.

Diduga Merendahkan Lampung, Aliansi Mahasiswa Lampung Laporkan Roy Suryo

Jakarta – Pakar Telematika Roy Suryo resmi dilaporkan oleh Aliansi Mahasiswa Lampung (AMPUN) pada Hari Rabu (27/8/2025) yang berlokasi di Bareskrim Polri Jakarta, akibat buntut dari pernyataannya pada debat di acara salah satu stasiun Televisi.

Dari acara tersebut, Roy Suryo selaku bintang tamu diacara tersebut nampak terbawa suasana, dan merendahkan salah satu bintang tamu yang lulus dari salah satu Universitas yang ada di Lampung.

Sehingga ini menjadi polemik ditengah masyarakat, terutama mahasiswa yang berkuliah di Lampung, yang sangat mengecam dan menuntut Roy Suryo untuk mengklarifikasi.

Ketua Umum Permala (Persatuan Mahasiswa Lampung) Ahmad Sopian Ikut Merespon, dengan mengatakan Kami datang ke Mabes Polri atau Bareskrim, untuk melaporkan Saudara Roy Suryo, yang di mana ada pernyataan yang menyinggung masyarakat Lampung.

“Kami meminta Roy menjelaskan pernyataannya itu. Pihaknya juga mendesak Roy Suryo menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Lampung,”ungkapnya.

“Tuntutan kami Roy Suryo meminta maaf atau memberi klarifikasi,” ucapnya.

Ketua DPC Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi) Lampung, Tri Rahmadona menambahkan, pernyataan Roy yang dinilai menyinggung masyarakat atau suku Lampung ialah saat mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) tersebut berdebat mengenai ijazah Jokowi.

“Dia menyatakan dengan gimmick yang kasar, membentak-bentak (Freddy), dengan ketawa, raut wajah yang secara langsung menekan, bahwasannya ada perbedaan antara Lampung dengan UGM (Universitas Gadjah Mada),” ujarnya.

“Roy bilang kurang lebih begini (ke Freddy), ‘Kau cuma lulusan Lampung. Kau bukan lulusan UGM’. Berarti kan secara nggak langsung ada perbedaan (antara Lampung dengan UGM),” imbuh Tri.

Pernyataan Roy itu, dimaknai sebagai upaya merendahkan Lampung. Seakan, Lampung lebih rendah dibanding UGM. Padahal, kata Tri kontribusi Lampung untuk Indonesia cukup besar saat ini.

“Sedangkan hari ini Lampung bukan suara daerah yang tertinggal. Hari ini Lampung adalah salah satu daerah yang mulai maju, yang mana ketahanan pangan RI, kita saja salah satunya ada di Lampung,” tuturnya.

“Banyak juga orang-orang Lampung yang hari ini jadi pejabat, Menko Pangan Pak Zulhas itu orang Lampung, Bang Habiburokhman (Ketua Komisi III DPR RI) juga orang Lampung, Bang Dasco (Sufmi Dasco Ahmad/Wakil Ketua DPR) juga orang Lampung,” imbuh Tri.

Pihaknya melaporkan Roy, karena pernyataan itu dianggap melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Pernyataan Roy dinilai memecah-belah bangsa, karena menyinggung SARA.

“Padahal semua suku kami terima di Lampung,” ucapnya.

Pihaknya melaporkan Roy melalui pengaduan masyarakat (dumas). Selain menempuh jalur hukum, mereka juga akan menggelar unjuk rasa besar-besaran untuk mengencam Roy Suryo di Lampung.

“Kami tegaskan bahwa kami tak masuk soal perdebatan politiknya (tapi terkait pernyataan soal Lampung saja),” tandas Tri.

Pemprov Lampung Perkuat Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Alam

LAMPUNG – Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan mengikuti Rapat Admin Game Tanggap Darurat dalam menghadapi…

Normalisasi Sungai Pekon Balak di Tanggamus Telan Korban Jiwa, Bocah 10 Tahun Meninggal

Tanggamus – Kegiatan normalisasi Sungai Pekon Balak, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, memakan korban jiwa pada Rabu (27/8/2025). Seorang bocah perempuan berusia 10 tahun, berinisial S, warga Pekon Lakaran, meninggal dunia akibat terperosok di galian terlalu dalam yang dibuat alat berat (excavator).

Menurut keterangan tokoh masyarakat setempat, M, penggalian yang dilakukan pekerja terkesan tidak terukur. “Excavator menggali terlalu dalam untuk membuat tanggul, sampai lebih dari satu setengah meter. Lokasi itu kemudian dijadikan tempat anak-anak bermain dan mandi, hingga akhirnya terjadi musibah,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Pekon Lakaran, Suryadi. Ia menilai pekerjaan normalisasi dilakukan dengan asal-asalan tanpa memperhatikan dampak keselamatan masyarakat. “Penggalian yang terlalu dalam menyebabkan korban jiwa. Kami sangat menyesalkan kecerobohan ini,” tegasnya.

Suryadi menambahkan, dirinya mewakili keluarga korban meminta agar instansi terkait segera mengambil langkah tegas agar kejadian serupa tidak terulang.

Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupaya menghubungi pihak-pihak terkait untuk mendapatkan konfirmasi lebih lanjut.

[Khoiri]

Pagi Dini Hari, Tim KRYD Polres Metro Sisir Kota Metro Cegah Kriminalitas

Metro | Guna menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif, Polres Metro menggelar patroli skala besar disertai razia dan penindakan di wilayah hukum Polres Metro, Kamis dini hari (28/08/25).

Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 23.00 WIB hingga 05.00 WIB, di wilayah Kota Metro.

Sebanyak 26 personel dikerahkan dalam operasi ini, yang dibagi menjadi dua regu. Regu pertama yang bertugas pada pukul 23.00 WIB hingga 02.00 WIB. Sementara regu kedua, yang bertugas dari pukul 02.00 WIB hingga 05.00 WIB.

Dikatakan Kapolres Metro AKBP Hangga Utama Darmawan, S.I.K., melalui keterangan resminya, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas.

Fokus utama adalah mencegah terjadinya tindak pidana, aksi balap liar, tawuran remaja, peredaran miras, serta keberadaan geng motor.

“Patroli dan razia ini merupakan upaya preventif kami untuk menjaga situasi Kota Metro tetap aman dan nyaman bagi masyarakat. Sasaran utama kami adalah gangguan kamtibmas yang kerap muncul pada malam hingga dini hari,” ungkap AKBP Hangga Utama.

Dalam pelaksanaannya, personel gabungan melakukan razia kendaraan di sejumlah titik rawan. Tim patroli juga melakukan sinergi dengan jajaran Polsek jajaran saat menyisir kawasan Kota Metro.

Kegiatan tersebut berjalan dengan tertib dan lancar tanpa adanya insiden menonjol. Polres Metro menegaskan bahwa patroli skala besar seperti ini akan terus dilaksanakan secara berkala guna menjamin rasa aman dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap aparat kepolisian. | (Red).

FISIP Gelar Kuliah Umum Bersama Sekretaris Utama BKKBN

LAMPUNG – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung (Unila) menyelenggarakan kuliah umum bertema…