Lompat ke konten
Selamat Membaca Gubernur Mirza Hadiri Mahasabha KMHDI XIV di Unila, Dorong Mahasiswa Jadi Motor Pembangunan Lampung

Gubernur Mirza Hadiri Mahasabha KMHDI XIV di Unila, Dorong Mahasiswa Jadi Motor Pembangunan Lampung

Lampung – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menghadiri Mahasabha (Kongres Nasional) XIV Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia yang digelar di Gedung Serbaguna Universitas Lampung, Rabu (1/4/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendorong peran generasi muda, khususnya mahasiswa, sebagai motor penggerak pembangunan daerah.

Mahasabha KMHDI Jadi Momentum Kepemimpinan Baru

Gubernur Mirza menyebut Mahasabha KMHDI sebagai forum strategis untuk menentukan arah organisasi sekaligus melahirkan kepemimpinan baru yang mampu berkontribusi nyata bagi bangsa dan daerah.

“Di forum ini ide-ide terbaik diuji dan perbedaan disatukan menjadi kekuatan. Saya yakin semua memiliki tujuan yang sama, yaitu menjadikan organisasi semakin kuat,” ujarnya.

Mahasiswa Diminta Berani Jaga Kebenaran di Era Digital

Gubernur Mirza menekankan pentingnya keberanian mahasiswa dalam menyuarakan kebenaran di tengah derasnya arus informasi.

“Kita hidup di era yang viral, di mana yang viral belum tentu benar dan yang benar belum tentu didengar. Mahasiswa harus berani menjaga nilai dan kebenaran,” tegasnya.

Potensi Pertanian Lampung dan Peran SDM

Gubernur memaparkan bahwa Provinsi Lampung memiliki potensi besar di sektor pertanian, dengan sekitar 1,5 juta penduduk berprofesi sebagai petani. Kenaikan harga komoditas seperti padi, jagung, dan singkong turut mendorong pertumbuhan ekonomi desa.

Namun, ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk menciptakan inovasi di sektor pangan, UMKM, dan pariwisata.

“Ekonomi desa sudah tumbuh, sekarang kita butuh SDM yang mampu melahirkan inovasi. KMHDI harus ambil peran,” katanya.

Kolaborasi dan Harmoni Jadi Kunci Pembangunan

Gubernur Mirza menegaskan pembangunan daerah tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi semua pihak, termasuk organisasi mahasiswa.

Ia juga menyoroti keberagaman Lampung sebagai kekuatan utama yang harus dijaga, bahkan menyebut Lampung sebagai daerah yang harmonis, bukan sekadar toleran.

Selain itu, ia mengangkat filosofi Tri Hita Karana sebagai nilai penting dalam menjaga harmoni antara manusia, Tuhan, dan alam, yang relevan dalam menghadapi tantangan lingkungan.

MPR RI: Lampung Contoh Nyata Bhinneka Tunggal Ika

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, Ahmad Muzani, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah ketidakpastian global.

Ia menilai Lampung sebagai “laboratorium kebhinekaan” yang mampu merajut keberagaman menjadi kekuatan persatuan.

“Lampung adalah contoh nyata Bhinneka Tunggal Ika. Semua suku dan agama hidup rukun dan bersatu,” ujarnya.

KMHDI Siap Jadi Kekuatan Produktif

Ketua Umum KMHDI periode 2023–2025, I Wayan Darmawan, menegaskan bahwa mahasiswa saat ini harus bertransformasi dari sekadar gerakan kritis menjadi kekuatan produktif yang terlibat langsung dalam pembangunan.

Ia juga mengapresiasi komitmen Pemprov Lampung yang dinilai inklusif dalam merangkul seluruh elemen masyarakat, termasuk umat Hindu.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak lepas dari kontribusi masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan ekonomi kerakyatan.

“Kemandirian pangan dan energi adalah isu strategis yang harus diperjuangkan bersama, termasuk oleh mahasiswa,” ujarnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *