LAMPUNG – Ketua TP. PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, menekankan pentingnya sinergitas organisasi wanita dalam mendukung pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Pelantikan Pengurus Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Lampung Masa Bakti 2025-2030 di Balai Keratun Lt. III, Selasa (20/1/2026).
Dalam sambutannya, Purnama Wulan Sari Mirza selaku Penasihat Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Lampung mengapresiasi pelantikan pengurus baru di bawah kepemimpinan Hanjarita Gatot yang dikukuhkan langsung oleh Gubernur Rahmat Mirzani Djausal. Ia menyebut BKOW memegang posisi strategis sebagai wadah koordinasi bagi 69 organisasi wanita yang terdaftar di Provinsi Lampung.
”BKOW adalah organisasi besar. Tidak sah rasanya organisasi wanita di Lampung jika belum bernaung di bawah BKOW. Amanah ini bukan sekadar jabatan, tetapi tanggung jawab mulia untuk menggerakkan peran wanita dalam pembangunan daerah,” ujar Wulan Mirza.
Mengusung tema “Sinergitas BKOW dalam Mewujudkan Perempuan yang Berdaya Menuju Lampung Maju”, Ketua TP. PKK Provinsi Lampung kemudian menjabarkan definisi perempuan berdaya. Menurutnya, keberdayaan perempuan tidak hanya diukur dari kesempatan berkarir, namun juga kemampuan memberikan dampak positif bagi masyarakat tanpa meninggalkan peran domestik.
”Perempuan berdaya memiliki kemampuan berperan aktif di masyarakat. Namun, kita tidak boleh meninggalkan peran mulia kita sebagai ibu, istri, dan anak yang menjadi pondasi utama keluarga,” tegasnya.
Wulan Mirza selanjutnya mendorong pengurus periode 2025-2030 untuk merancang program kerja yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan informasi. Digitalisasi organisasi dinilai krusial agar keberadaan BKOW semakin dirasakan manfaat nyatanya oleh masyarakat luas hingga ke tingkat kabupaten/kota.
”Saya mengajak seluruh organisasi wanita untuk menjadi mitra strategis pemerintah. Mari kita pastikan program kerja BKOW selaras dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Lampung demi menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan gender,” tutup Wulan Mirza.