Lampung Timur – Pemerintah pusat memastikan pembangunan pagar pembatas sepanjang 138 kilometer di kawasan Taman Nasional Way Kambas sebagai langkah konkret mengakhiri konflik antara manusia dan gajah yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Kebijakan ini disampaikan Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, usai dilakukan kajian menyeluruh terhadap kebutuhan penanganan konflik satwa liar di wilayah tersebut.
Dari 11 Km Jadi 138 Km, Keputusan Strategis Presiden
Awalnya, usulan pembangunan pembatas hanya sepanjang 11 kilometer yang diajukan pemerintah daerah dan masyarakat pada November 2025. Namun, Presiden Prabowo Subianto menilai panjang tersebut tidak cukup menyelesaikan persoalan.
“Kalau hanya 11 kilometer, konflik tidak akan selesai. Ini masalah yang sudah berlangsung selama 43 tahun dan berdampak besar bagi masyarakat,” ujar Raja Juli Antoni.
Atas dasar itu, pemerintah memutuskan memperluas pembangunan menjadi sekitar 138 kilometer sebagai solusi jangka panjang.
Konflik 43 Tahun, Berdampak Ekonomi dan Sosial

Konflik antara manusia dan gajah di kawasan Way Kambas telah terjadi sejak 1983. Dampaknya tidak hanya merusak lahan pertanian, tetapi juga menimbulkan korban jiwa serta menghambat pertumbuhan ekonomi desa-desa sekitar.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyebut keputusan ini sebagai bukti komitmen kuat pemerintah pusat.
“Ini solusi nyata untuk konflik yang sudah berlangsung puluhan tahun dan sangat merugikan masyarakat,” ujarnya.
Dorong Ekonomi Desa Penyangga
Pembangunan pembatas diproyeksikan memberi dampak langsung terhadap ekonomi masyarakat, khususnya di 27 desa penyangga kawasan konservasi.
Selama ini, aktivitas pertanian seperti singkong, padi, dan jagung kerap terganggu oleh satwa liar. Dengan adanya pembatas, masyarakat diharapkan dapat kembali mengoptimalkan lahan mereka.
Bahkan, ke depan akan dikembangkan komoditas baru seperti:
-
Madu hutan
-
Serai dan tanaman herbal
-
Produk berbasis kehutanan dan wisata
Teknologi Konstruksi Tahan Gajah
Dari sisi teknis, pembatas akan dibangun menggunakan konstruksi baja dengan pipa berdiameter besar dan sistem penahan khusus yang dirancang mampu menghadapi tekanan gajah.
Struktur ini telah melalui uji kekuatan sehingga diharapkan menjadi solusi efektif dan berkelanjutan.
Target Selesai 3–4 Bulan
Pemerintah menargetkan pembangunan selesai dalam waktu 3 hingga 4 bulan dengan skema pendanaan campuran (blended finance) yang melibatkan:
-
Pemerintah
-
Sektor swasta
-
Lembaga non-pemerintah
Skema ini juga diharapkan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.
Menuju Harmoni Manusia dan Satwa
Program ini tidak hanya bertujuan menghentikan konflik, tetapi juga menciptakan keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan adanya pembatas ini, pemerintah berharap manusia dan satwa liar dapat hidup berdampingan secara aman, serta menjadikan Taman Nasional Way Kambas sebagai contoh sukses pengelolaan konservasi di Indonesia. (J)
