Metro | Kebijakan Pemerintah Pusat dengan memangkas anggaran Tansfer ke Daerah (TkD) dirasa sangat berdampak pada program pembangunan di Kota Metro, dimana adanya efisiensi tersebut, Bumi Sai Wawai harus kehilangan anggaran sebesar Rp.177 miliar berdampak luas pada program pembangunan infrastruktur di Kota Metro yang tahun ini bakal tersendat.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Metro, Sri Mulyani menjelaskan dampak akibat dari efisiensi tersebut, di Tahun 2026 pembangunan infrastruktur jalan di Kota Metro terbilang sangat minim lantaran tidak tersedianya anggaran yang cukup.
Akibatnya perbaikan jalan yang akan dilakukan pada tahun 2026 hanya sekedar pemeliharan rutin perbaikan tambal sulam pada ruas jalan yang mengalami kerusakan.
“Dengan adanya pemangkasan anggaran TkD dari Pemerintah Pusat, tentu sangat berimbas. Pembangunan jalan sangat minim tahun ini karena tidak adanya anggaran yang cukup,” ucap Yani, Selasa (31/3/2026).
Selain kendala tunda bayar proyek pekerjaan pada tahun 2025 lalu, minimnya anggaran akibat efisiensi juga berdampak pada tidak adanya pembangunan dan perbaikan drainase guna penanganan banjir.
“Anggaran infrastruktur tahun 2026 sudah terpotong untuk melunasi tunda bayar pekerjaan tahun lalu. Sisanya untuk pemeliharaan jalan, dan pemeliharaan gedung, itu saja. Kemudian tidak ada untuk penanganan drainase,” ujar Yani.
Bahkan, Yani mengakui, untuk pagu anggaran rutin berkala perbaikan jalan di dinasnya saat ini belum menentu. Sebab, pihaknya masih memilah-milah pagu anggaran yang bisa di sisihkan untuk menambah anggaran perbaikan jalan rusak.
“Untuk anggaran infrastruktur murni di luar dari DAK, saat ini sedang dilakukan pergeseran anggaran. Jadi, saya belum bisa menjelaskan berapa angka pastinya, karena masih bergerak terus,” pungkas Yani.| (Red).

